
Gio beranjak dari duduknya. ia berjalan mondar - mandir memikirkan cara untuk mencari jalan keluarnya. Ken merasa, kekacauan yang terjadi di perusahaan milik keluarganya saat ini, tak lain, semua karna dirinya. Ken berjalan menghampiri Papanya tersebut.
"Pa, maaf, ini semua karna, Ken. Ken akan menerima perjodohan dengan Caleey. agar Paman Afford tidak memutuskan kerja samanya dengan perusahaan kita," ucap Ken. Gio seketika itu langsung menghentikan langkah kakinya dan menghadap ke arah anak sulungnya tersebut.
"Papa tidak akan menikahkanmu dengan anak dari orang licik seperti dia!" seru Gio.
"Tapi, Pa kalau Ken tidak menikah dengan Caleey, perusahaan keluarga kita yang akan terancam. dan Ken tidak mau itu terjadi," ucap Ken.
"Jadi Kakak benar, mau di jodohkan dengan Caleey? tidak! Jesslyn tidak setuju." Jesslyn tiba - tiba masuk ke dalam ruang kerja itu, hingga membuat Gio dan Ken terkejut saat melihatnya.
"Kenapa kamu jadi tidak sopan masuk begitu saja tanpa permisi?" tegur Ken dengan kesal. namun Jesslyn tidak menghiraukannya.
"Papa, jangan menikahkan Kakak dengan Caleey, Jesslyn tidak suka dengan perempuan itu, dia tidak pantas untuk Kakak, dia tidak baik, Papa." Jesslyn menggelayuti tangan Papanya. namun Gio hanya diam saja.
"Merry, ajaklah anakmu ini keluar dari sini," perintah Gio. Merry pun mengiyakannya.
"Ayo sayang, kita keluar, kita ke kamar." Merry menarik tangan anaknya tersebut.
"Tidak, Ma. Jesslyn tidak mau, pokoknya Kakak tidak boleh menikah dengan Caleey," seru Jesslyn.
"Sudah - sudah, pusing kepala Papa." Gio berlalu pergi meninggalkan ruangan kerjanya. Merry hanya bisa menghela napasnya, rasanya ia juga ikut bingung dengan keadaan ini.
"Anak - anak, 10 menit lagi kita makan malam, ya. Mama tinggal dulu menemani Papa kalian." Merry pamit. Ken pun mengiyakannya. saat Ken juga hendak keluar dari ruangan itu, tiba - tiba Jesslyn menghentikannya.
"Kakak tidak benar - benar mau di jodohkan dengan Caleey kan, Kak?" tanya Jesslyn.
"Kalau iya memangnya kenapa?" tanya Ken seraya menautkan kedua alisnya.
"Tidak boleh! pokoknya Kakak tidak boleh menikah dengan wanita barbar itu!" seru Jesslyn dengan penuh penekanan.
"Kau ini anak kecil tau apa? Kalau Kakak tidak menikah dengan Caleey, Papa dan perusahaannya yang akan berada dalam masalah, karna Paman Afford memutuskan kerjasama dengan perusahaan Papa, mengerti!" seru Ken sembari berlalu meninggalkan Adiknya tersebut.
"Kakak," panggil Jesslyn. namun, Ken tidak menghiraukannya.
Jesslyn, keluar dari ruang kerja milik Papannya. lalu, ia pergi kembali ke kamar dengan wajah yang ditekuk kesal, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan Kimy yang kala itu tengah asyik memainkan ponsel miliknya, ia pun keheranan, saat melihat temannya yang tiba - tiba menjadi kesal. Kimy pun meletakan ponselnya di atas meja.
"Kau kenapa, Jesslyn? kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" tanya Kimy seraya menggeser duduknya di samping Jesslyn.
"Apa kau tau, Kimy? Kakakku benar - benar akan di jodohkan dengan Caleey, aku tidak terima akan itu!" kata Jesslyn dengan mengerucutkan bibirnya.
"Benar kan apa yang aku bilang! Lalu, bagaimana?" tanya Kimy.
"Entahlah, kalau Kakakku tidak menikah dengan Caleey, katanya perusahaan Papa akan terkena masalah, karna, Paman Afford memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Papa," ucap Jesslyn dengan begitu bingung.
"Sepertinya, memang Paman Afford sengaja, dia memutuskan kerja sama agar Kakak Ken mau menikah dengan Caleey," kata Kimy.
"Iya, tapi, aku tidak akan membiarkannya begitu saja. aku harus mencari cara agar Kakak tidak menikah dengan perempuan barbar itu," seru Jesslyn.
"Caranya bagaimana?" tanya Kimy.
"Jesslyn, Kimy, ayo kita makan malam." suara Mama Merry terdengar dan menghentikan percakapan mereka berdua. Jesslyn pun mengajak Kimy untuk makan malam bersama. saat di meja makan, semuanya sudah terlihat berkumpul di sana, tak terkecuali Jasson dan juga Ken.
"Selamat malam semuanya ... Malam Jasson," sapa Kimy dengan senyuman manisnya. semuanya membalas sapaan Kimy, kecuali Jasson. ia hanya diam saja dan memalingkan pandangannya dari wanita itu. rasanya ia enggan sekali melihat Kimy, namun bagaimana lagi? bukannya liburan akhir semester sangat tidak di sukai oleh Jasson, karna, liburannya di isi dengan kehadirian Kimy di rumahnya. seperti liburan yang sebelum - sebelumnya, saat liburan akhir semester, Jasson lebih memilih untuk menginap sementara waktu di rumah Harry. namun sialnya, liburan kali ini, Harry berada di jepang karna neneknya sedang sakit keras di sana. jadi, terpaksa liburan kali ini Jasson harus melihat Kimy setiap hari.
Suasana di rumah keluarga Gio terlihat masih memanas, karna terlihat sangat jelas sekali, makan malam mereka tidak seperti biasanya yang selalu di selipi dengan perbincangan dan candaan ringan.
Kedua mata Jesslyn, melirik ke arah Kakak dan juga Papanya secara bergantian. ia sedari tadi hanya memainkan makanannya, karna, ia masih memikirkan nasib Kakaknya, bagaimana jika benar Caleey akan menjadi Kakak iparnya? sungguh tidak bisa Jesslyn bayangkan.
Jelas sekali, dulu waktu Jesslyn masih duduk di sekolah menengah pertama, Caleey selalu saja membully-nya. karna Calley dan beberapa teman - temannya terkenal sangat populer di sekolahan. apapun yang mereka inginkan, harus ia dapatkan.
bahkan dulu pernah, Caleey dan teman - temannya merampas buku dan makanan milik Jesslyn dan mereka juga pernah menyembunyikan tas milik Jesslyn di dalam toilet kamar mandi, hingga membuat semua isi di dalam tas itu menjadi basah kuyup.
Caleey dan teman - temannya selalu saja menindas murid - murid yang lemah, itu sebabnya Jesslyn sangat tidak menyukai wperempuan itu.
...
"Jesslyn, kenapa kamu tidak memakan makananmu?" tegur Gio yang sedari tadi memperhatikan anaknya melamun dan memainkan makanannya.
"Papa tidak akan membiarkan Kakak menikah dengan Caleey kan, Pa?" tanya Jesslyn.
"Jangan membahas masalah ini di meja makan," tegur Gio seraya mengunyah makanannya.
"Papa, Caleey bukan wanita baik, Pa. Jesslyn tidak mau Kakak menikah dengannya," seru Jesslyn.
"Lagi pula, kan. masih banyak perusahaan besar yang mau bekerja sama dengan perusahaan keluarga kita. tidak hanya keluarga Paman Afford saja," ucap Jesslyn.
"Kau ini masih kecil! tau apa kau tentang perusahaan?" saut Jasson.
"Kau juga masih kecil, ikut campur saja!" seru Jesslyn dengan melototkan kedua matanya kepada Jasson.
"Sudah - sudah, pusing Papa melihat kalian berdua ribut, Papa sudah memutuskan tidak akan menikahkan Kakak kalian dengan Caleey." Gio menimpalinya dengan kesal.
"Benarkah, Pa?" tanya Jesslyn. rasanya ia begitu lega saat mendengar pernyataan dari Papanya.
"Tapi, Pa. kalau Ken tidak menikah dengan Caleey, lalu, perusahaan kita bagaimana? Ken tidak mau Papa terkena masalah, sementara di Irlandia hanya perusahaan Paman Afford yang memiliki pabrik dengan mesin canggih untuk mengelola produk perusahaan kita," saut Ken.
"Nanti, Papa akan ke negara tetangga untuk mencari tau tentang perusahaan yang memiliki mesin seperti perusahaan milik Afford," ucap Gio.
"Kenapa Papa tidak membuat mesin untuk perusahaan kita sendiri? kan Papa bisa memesannya di Jepang? perusahaan kita hanya membutuhkan mesin saja, kan." Jassson ikut menimpalinya.
"Kalau memesan mesin di Jepang akan membutuhkan proses dan memakan waktu yang sangat lama, jadi sangat tidak memungkinkan, Nak. sebenarnya di Irlandia ada dua perusahaan yang memiliki mesin canggih, salah satunya Celouis Company milik Tuan Holmes, kakak iparnya Afford," ucap Gio. Kimy tiba - tiba menghentikan aktivitas makannya saat dirinya tidak sengaja mendengar percakapan Gio dan juga anak - anaknya.
"Celouis Company?" gumam Kimy dalam hati.
"Kenapa Papa tidak membuat kerja sama dengan perusahaan itu?" tanya Ken.
"Kakak, pemilik perusahaan itu kan kakak iparnya paman Afford, jelas Paman Afford sudah menghimbau agar tidak menerima tawaran kerja sama dengan Perusahaan milik Papa," saut Jasson.
"Bukan masalah itu, Nak. masalahnya perusahaan itu sudah tidak beroprasional lagi, jadi Papa tidak bisa membuat kerja sama dengan perusahaan itu. Papa juga tidak tau, apa perusahaan itu sudah berpindah tangan atau belum. karna katanya yang Papa dengar, perusahaan itu sudah bangkrut dan di sita. sudahlah, Papa pusing memikirkan masalah ini, lebih baik kita pikirkan besok lagi," kata Gio, ia beranjak berdiri dan berlalu meninggalkan meja makan. lalu, di ikuti oleh Ken dan juga Jasson.
"Kasian Papa," gumam Jesslyn pelan seraya memperhatikan Papanya yang berjalan semakin menjauh dari meja makan.
"Jesslyn," panggil Kimy.
"Ada apa?" saut Jesslyn dengan kesal.
"Bukannya, Celouis Company itu perusahaan milik Daddynya Alana, ya?" tanya Kimy dengan berbisik.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya yang belum masuk grup WA, aku belum sempet masukin. pusing aku wkwkwk.