
"Sayang kenapa kau memakai bajuku?" Alana yang baru disadarkan itu segera melontarkan pertanyaan tersebut, merasa heran dan geli saat melihat suaminya memakai baju itu.
“Kakak Ken mau menari ular?” tiba-tiba ledekan itu terlontar sangat keras dari mulut Kimmy.
Kimmy dan Jesslyn yang baru saja masuk ke dalam kamar dan disuguhkan akan pemandangan itu, seketika tawanya langsung memecah begitu hebohnya, hingga membuat keduanya juga tertawa terpingkal-pingkal.
“Diam! Tidak ada yang lucu!” teriakan Ken begitu menggelegar, namun tak membuat yang lainnya berhenti untuk menertawakannya. Ini terlalu lucu bagi mereka, bahkan lebih lucu daripada sebuah tontonan komedi putar.
Sejenak mereka semua diam karna melihat Ken menatapnya dengan tajam, namun tidak dengan Kimmy yang masih tertawa meledek dengan sangat keras, hingga membuat kedua matanya menyipit dan berair. Sejenak ia diam, namun saat kembali melihat tubuh Ken yang masih dibalut dengan dress, membuatnya tertawa kembali bahkan semakin keras.
"Kimmy, diamlah!" perintah Jesslyn. Namun Kimmy yang terlanjur tertawa seakan lupa cara menghentikannya.
"Anak ini benar-benar...." umpat Ken. Jasson melihat Kakaknya semakin marah, ia segera menarik Kimmy dan membekap mulut wanita itu.
"Diam!" perintahnya. Kimmy seketika terdiam, tawanya pun terhenti.
"Kenapa sudah tidak ada yang tertawa?" gumamnya bingung saat melihat ruangan itu sunyi, bergantian melihat Jesslyn dan Alana. Kemudian, ia melirik ke arah Jasson dan Ken yang menatapnya dengan tajam. Kemudian, ia menunduk takut dan menggigit bibir bawahnya.
"Maaf." Kimmy menjauhkan tangan Jasson dan segera membekap mulutnya sendiri.
"Sayang, katakan kenapa kau memakai bajuku?" Alana melontarkan pertanyaannya kembali.
“Elga daritadi menangis, aku mencoba menghubungimu tapi tidak bisa. Lalu, kata Ashley, Elga merindukan bau ibunya, dan katanya kalau memakai bajumu dia akan berhenti menangis.”
“Lalu kau percaya?” tanya Alana dengan wajah datarnya.
“Kalau aku tidak percaya ya mana mungkin aku sekarang memakai bajumu!" jawabnya dengan kesal.
"Aku sudah memakai bajumu, tapi Elga masih saja tetap menangis! Dan mereka semua malah menertawakanku!” imbuhnya dengan nada yang begitu kesal. Alana juga sedari tadi begitu geli, ingin sekali tertawa namun berusaha menahannya.
"Ashley memang sengaja ingin mengerjaiku!" menegaskan jari telunjuknya kepada Ashley.
"Tidak, Ken. Aku tidak bermaksud mengerjaimu, tapi memang seperti itu," saut Ashley.
"Apa yang seperti itu? tidak usah berbicara lagi! Apa mau kupotong lidahmu!" seru Ken dengan menatap tajam kepada Ashley, laki-laki itu seketika menunduk takut.
"Sayang sudahlah, lebih baik kau ganti pakaian saja, lihatlah Elga dari tadi memandangimu," tutur Alana sambil menciuum pipi anaknya yang bulat itu.
"Iya, Kak. lebih baik Kakak Ken segera ganti pakaian, Elga daritadi memandangimu, Kakak tidak malu? untung saja Elga masih kecil, coba kalau sudah dewasa yang ada dia yang akan malu," perkataan Kimmy yang menyaut tiba-tiba ingin sekali membuat orang tertawa termasuk Alana, namun mereka mencoba menahannya sekuat tenaga karna takut Ken akan marah.
“Kenapa? Kau mau menertawakan suamimu juga?” seru Ken kepada Alana.
“Tidak, Sayang. siapa yang mau menertawakanmu. Sudah cepat masuklah ke dalam kamar mandi, dan ganti bajumu. Kasihan bajuku daritadi meronta-ronta ingin segera dilepaskan!” ujar Alana.
Dengan wajah yang masih kesal, Ken segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Saat Alana merasa suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi. Tawa Alana yang ia tahan sedaritadi seketika memecah. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Ashley, kau benar-benar keterlaluan mengerjai Ken. Kenapa tidak sering-sering saja seperti ini, hahaha," ujar Alana tertawa dengan terpingkal-pingkal.
"Dasar kau ini istri kurang ajar!" saut Ashley yang ikut tertawa kembali.
Ken yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi tiba-tiba keluar kembali, menampakan sebagian kepalanya Alana dan yang lainnya seketika terdiam. “Kau menertawakanku?” tegurnya kepada Alana dengan tatapan tak ramah.
“Ti—tidak, Sayang. siapa yang menertawakanmu, aku menertawakan Elga, lihatlah, anak kita lucu sekali,” bantah Alana sambil tertawa takut.
“Awas kau sampai berani ikut menertawakanku!” ancamnya seraya masuk kembali ke dalam kamar mandi. Alana segera membubarkan adik dan juga teman seuaminya itu supaya keluar dari kamarnya.
***
Malam harinya.
Alana, Ken dan Daven berangkat bersama ke pesta pernikahan David dan juga Valerie. Mereka pun
juga membawa Elga ke sana, namun sebelum dirinya pergi ke pesta itu, mereka menghampiri Ashley terlebih dahulu untuk mengajaknya pergi bersama. Sementara Jasson, ia berangkat dari rumah bersama Kimmy, Jesslyn dan juga Harry.
Cavan Crystal Hotel
Acara resepsi pernikahan David terlihat begitu mewah dan meriah di salah satu ballroom hotel ternama di kotanya.
Banyak sekali orang-orang penting yang menghadiri acara tersebut, entah itu dari pihak keluarga Valerie maupun pihak keluarga David. Karna Nenek Valerie dan juga Ibu David ialah orang yang sangat terpandang.
Ken dan Alana terlebih dulu tiba di pesta pernikahan sahabatnya itu, Alana dan Daven mengajak Elga supaya jauh dan terhindar dari suara bisingnya musik yang berdentum dengan begitu keras, sementara Ken dan Ashley pamit ke depan menghampiri David dan juga Valerie yang terlihat sedang sibuk menerima salam dari para tamu undangan.
“Selamat untukmu, David.” Ken memeluk sahabatnya itu.
"Ken.” David membalas pelukan tersebut.
“Kalian jahat sekali, membiarkanku sendirian,” kesal Ashley. Ken dan David terkekeh dan ikut memeluk sahabatnya itu.
“Cepatlah menikah, apa yang kau tunggu!” ledek David sambil mengacak-acak rambut sahabatnya tersebut.
"Tenang saja, aku akan secepatnya menyusul kalian, melihat kalian bahagia aku juga sangat bahagia, semoga persahabatan kita akan terjalin selamanya," jawab Ashley sambil menepuk bahu Ken dan juga David, ia begitu terharu dan tak menyangka bahwa kedua sahabatnya itu sudah memiliki keluarga baru.
“Valerie, selamat untukmu. David orang baik, jangan pernah sia-siakan dia,” tutur Ashley sembari memberi pelukan kepada wanita yang telah menjadi istri sahabatnya itu.
"Kau tenang saja, Ashley. Terimakasih banyak kau sudah mau menerimaku menjadi temanmu." Valerie membalas pelukan itu. begitu pula dengan Ken yang memberinya ucapan selamat namun hanya dengan menjabat tangannya saja.
"Selamat untukmu. Tidak ada orang yang mengatakan dirinya baik, kecuali orang lain-lah yang mengatakannya. Kau tidak akan menyesal menikah dengan David, karna dia laki-laki baik," tutur Ken.
"Seperti Alana yang tidak menyesal menikah dengan laki-laki baik sepertimu. Aku juga tidak akan pernah menyesal menikah dengan laki-laki baik seperti David," ucap Valerie sambil tersenyum.
"Aku senang bisa menjadi temanmu lagi, Ken." imbuh Valerie.
"Aku kan sudah bilang, aku tidak memiliki teman wanita, teman wanitaku hanya Alana saja. Dan kau juga jangan pernah berteman dengan laki-laki kecuali suamimu," tutur Ken sembari mengusap kepala Valerie.
"Tentu saja. Terimakasih, Ken," ucapnya dengan mata yang berbinar.
"Paman David, Bibi Valerie." Alana, Daven dan juga Elga tiba-tiba menghampiri mereka.
"Sayang, kenapa kau membawa Elga kemari?" tanya Ken.
"Tidak apa-apa, Elga memakai Earmuffs. Tadi ibunya David memberikan ini untuk Elga, jadi pendengaran anak kita akan aman," jawabnya sambil menunjukan peredam suara yang dilekatkan di telinga Elga.
"Keponakan Bibi..." Valerie mengambil alih Elga dari tangan Alana dan menciumnya dengan gemas. Elga yang melihat sebuah mahkota kecil yang ada di kepala Valerie, hendak meraihnya. Namun, Alana pun segera mengambil alih anaknya tersebut sebelum mengacak-acak riasan pengantin wanita itu.
"Tidak boleh, Sayang," tutur Alana dengan suara lembutnya sambil menggelengkan kepalanya. Elga pun ikut menggeleng kepalanya sambil memasukan jari tangannya ke dalam mulut mungilnya itu. Alana memberi ucapan selamat kepada Valerie dan juga David. Doa baik ia tuturkan kepada pasangan yang baru resmi menikah tadi pagi tersebut.
Tak lama kemudian, Kimmy dan Jesslyn terlihat datang. Dengan langkah semangat, mereka menghampiri yang lainnya begitu pula Jasson dan Harry yang terlihat berjalan di belakang mereka sambil memasukan kedua tangannya di saku celana. bergantian memberi ucapan selamat kepada sahabat kakaknya tersebut.
Alana dan Ken sibuk mengobrol bersama David dan juga Valerie.
"Alana, biar Elga ku gendong dan kuajak duduk di sana," pinta Jasson, Alana mengiyakannya dan mengalihkan Elga ke tangan Pamannya tersebut.
"Berikan biskuit ini jika dia lapar," ujar Alana sembari memberikan dua keping biskuit yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya kepada Jasson. Jasson mengiyakannya dan mengajak Elga dan juga Harry pergi dari sana.
"Kenapa kau malah mengambil Elga? kau tidak ingin mencari wanita di sini?" tanya Harry.
"Justru aku menghindar, supaya semua wanita menyangka aku sudah memiliki anak," jawab Jasson sembari memberikan Elga satu keping biskuit yang telah diberikan oleh Alana tadi.
"Dasar gila!" umpat Harry sambil tertawa dan memukul bahu sahabat kecilnya itu.
“Memang sudah waktunya kau menikah, pantas sekali jika kau memiliki anak,” ledek Harry.
“Bicara sembarangan saja! Aku tidak akan menikah muda!” seru Jasson. Harry terkekeh.
“Mengikuti jekak Kakak dan juga Papa.”
"Menikah?"
"Menjadi pembisnis!" saut Jasson.
"Termasuk menikah, Paman dan juga Kakak Ken menikah di usia 25 bukan? satu tahun lagi giliranmu!" ledek Harry.
"Aku kan sudah bilang, aku tidak tertarik untuk menikah!" seru Jasson.
“Pikiranmu menikah saja! Lihatlah, kau tidak malu Elga daritadi mendengarkan pembicaran kita,” ujar Jasson yang memandangi ponakannya sedang memakan biskuit sambil memandanginya dan juga Harry secara bergantian. Begitu menggemaskan sekali, bahkan Jasson kembali memberikan biskuit terakhir kepada keponakannya itu.
“Keponakan Paman yang cantik.” Jasson mencium dengan gemas kedua pipi keponakannya tersebut hingga membuat Elga tersenyum.
“Jasson..." Kimmy tiba-tiba datang menghampirinya dan memanggil nama laki-laki itu dengan suara lembut.
"Ada apa?" tanyanya tanpa melihat ke arah Kimmy.
"Aku disuruh oleh Alana menjaga Elga, kemarikan biar dia ku gendong," pinta Kimmy.
“Di mana Jesslyn?” tanya Jasson.
“Dia diajak Kak Ashley dan Daven untuk berburu makanan,” jawab Kimmy seraya mengambil alih Elga dari tangan Jasson. Elga begitu senang saat Kimmy menggendongnya, bahkan saat biskuit terakhir yang sudah Elga makan habis. Membuatnya tak berhenti mengoceh.
"Ma-ma-ma-mam." Elga memegang pipi Kimmy dan mencoba mengigitnya meskipun giginya sama sekali belum ditumbuhi oleh gigi, membuat perempuan itu begitu geli.
“Sayang, Bibi Geli.” Kimmy tertawa mencoba menjauhkan wajahnya, namun Elga malah menarik rambut Kimmy.
“Elga, tidak boleh.” Jasson mencoba mengambil alih Elga, namun keponakannya yang menggemasakan itu tidak mau lepas dari gendongan Kimmy dan hampir daja menangis.
“Tidak apa-apa, biarkan saja.” Kimmy masih mendekap Elga, perempuan itu begitu pasrah meskipun wajahnya kini penuh dengan air liur bayi itu. Harry tiba-tiba menahan tawa saat melihat mereka berdua.
“Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?” tegur Jasson.
“Tidak...”
“Harry, tolong mintakan biskuit lagi kepada Alana,” perintah Jasson.
“Baiklah, tunggu sebentar.” Harry berlalu pergi mencari Alana, sejenak menghampiri David, namun Alana dan Ken tidak terlihat di sana. Setelah beberapa saat mengelilingi ruangan ballroom yang cukup besar itu, ia pun menemukan Alana sedang asyik makan berdua bersama Ken.
“Astaga, kalian ternyata di sini.” Harry berjalan mendekat sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Ada apa, Harry?” tanya Ken.
“Elga lapar, dia menginginkan biskuit, Kak. Pipi Kimmy yang malah dimakan olehnya,” ujar Harry sambil tertawa.
“Putriku kasihan sekali.” Alana meletakan makanan miliknya di atas meja dan segera mengambil beberapa keping biskuit dari dalam tasnya.
“Tolong berikan biskuit ini.” Alana memberikan biskuit itu kepada Harry.
“Apa Jasson bersama Kimmy?” tanya Alana.
“Iya, Alana. Dia bersama Kimmy dan Elga, lucu sekali mereka berdua,” jawab Harry.
Alana terlihat begitu lega, Harry pun segera berpamitan pergi dari sana.
“Sayang, lebih baik kita mengambil Elga saja, kasihan Jasson dan Kimmy,” ucap Ken. Alana seketika menarik tangan Ken yang hendak beranjak dari duduknya.
“Sayang, biarkan saja, biar Kimmy yang menjaganya.”
“Hey, itu anakmu bukan anaknya Kimmy. Kau ini seenaknya saja!” seru Ken.
“Aku memang sengaja...”
“Sengaja?” Ken menyernyit bingung.
“Iya, aku memang sengaja menitipkan Elga kepada Jasson, dan menyuruh Kimmy untuk ikut menjaganya. Kau kan tau dari dulu Kimmy sangat menyukai Jasson, aku ingin membiarkan mereka berdua.”
"Alana, Jasson sama sekali tidak menyukai Kimmy," ujar Ken.
"Apa kau dulu juga menyukaiku?" tanya Alana. Ken sejenak terdiam.
"Kau dulu juga tidak menyukaiku, Ken. Tapi karna kita sering bersama akhirnya kita saling jatuh cinta!" imbuh Alana. Ken tersenyum dan mengingat kembali bagaimana masa-masa awal pernikahannya dengan Alana yang tidak dilandasi dengan cinta dan hanya diisi dengan perdebatan setiap harinya.
"Iya..." jawabnya sambil menarik kedua sudut bibirnya.
"Kita memiliki perasaan karna kita sering bersama. Pernikahan kita dulu juga sederhana sekali, aku jadi ingin menikah lagi," ujar Ken.
"Kau ingin menikah lagi?" tanya Alana, yang dengan cepat mengambil pisau steak dan menunjukannnya kepada Ken.
"Bukan menikah dengan wanita lain, maksudku aku ingin menikah lagi denganmu dan mengulang pesta pernikahan kita supaya dirayakan secara mewah," tutur Ken seraya menurunkan pisau itu dari tangan Alana.
"Oh, Aku kira kau ingin menikah lagi. Tapi tidak masalah jika kau ingin menikah lagi, tapi harus kupotong dulu hingga ke akar-akarnya," ancam Alana. Ken terkekeh menarik tubuh Alana.
"Untuk apa aku menikah lagi, itu tidak akan pernah terjadi. Bahkan secuilpun aku tidak akan pernah memberikan cela di hatiku untuk wanita manapun kecuali dirimu." Ken merengkuh tubuh Alana dan memeluknya dengan begitu erat.
"Meskipun kau sangat menyebalkan, aku sangat mencintaimu, sekalipun di kehidupan yang akan datang, aku berharap agar bisa terlahir kembali sebagai suamimu lagi," imbuhnya seraya mencium Alana dengan gemas. Ken tak peduli meskipun di sana banyak sekali orang yang ada di sekitarnya.
Kedua mata Alana berkaca-kaca haru mendengarkan penuturan suaminya itu.
"Kau ini senang sekali membuatku menangis." Alana membalas pelukan itu dan mengusap kedua sudut matanya yang basah.
.
.
.
.
.
.
..
.
Likenya jangan tertinggal yak wkwk.
sambil menunggu cerita Jasson terbit
kalian bisa baca karta Nona yang
My Geeky Wife (Istri culunku)
masih on going, komedi romantis
Atau bisa jufa baca Amoera is My Lady.
sudah tamat (Mengandung kekerasan)