My Introvert Husband 3

My Introvert Husband 3
Sebenarnya tidak berani



Dengan langkah yang terburu - buru. Alana segera meninggalkan cafe itu. bahkan, suara Kimy dan Jesslyn yang meneriakinya, tak mengubah Alana untuk kembali lagi menemui mereka.


"Aneh, Alana tiba-tiba pergi setelah membaca pesan," ujar Jesslyn dengan heran.


"Bagaimana kalau kita mengikutinya?" usul Kimmy.


"Iya, ayo kita ikuti saja Alana." Jesslyn dan Kimmy segera bersiap-siap mengenakan tas mereka yang sempat terlepas dari tubuhnya. ia beranjak dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan tempat itu.


"Jesslyn!" suara Jasson terdengar begitu keras  memanggilnya dari kejauhan. membuat  Jesslyn dan Kimmy Menoleh secara bersamaan. Jasson beranjak dari duduknya dan terlihat sedang berjalan menghampiri Kimmy dan Jesslyn.


"Yang di panggil aku, kenapa kau ikut menoleh!" seru Jesslyn kepada Kimmy.


"Kenapa memangnya jika aku ikut menoleh?" tanya Kimmy dengan menaikan kedua tangannya di atas pinggang.


"Huh." Jesslyn menghela napasnya dengan kesal.


"Kau mau ke mana?" tanya Jasson yang saat ini sedang berdiri di hadapan Jesslyn.


"Mau mengikuti Alana," saut Kimmy.


"Jasson sedang bertanya kepadaku. kenapa kau yang malah menjawabnya?" seru Jesslyn.


"Kenapa memangnya? salah sendiri, Kau lama sekali menjawabnya," ujar Kimmy.


"Astaga..." Jasson menggeleng kepalanya.


"Yang benar, kalian mau ke mana?" tanya Jasson.


"Aku mau mengikuti Alana, dia tiba-tiba pergi begitu saja," ujar Jesslyn.


"Biar ku antar," ucap Jasson.


"Tidak usah! kita naik taxi saja. kau terlalu banyak bicara jika mengantar kami berdua!" seru Jesslyn sambil melotokan kedua matanya kepada Jasson.


"Ayo, Kimmy." Jesslyn menarik tangan Kimmy dengan cepat itu meninggalkan tempat itu.


"Bye Jasson..." Kimmy melambaikan tangannya kepada laki-laki itu.


"Jesslyn..." Jasson berteriak memanggil namanya. namun, ia tak mendapat sautan dari adik kembarnya itu. Jasson yang kesal. ia segera kembali menemui Harry.


"Mau ke mana mereka?" tanya Harry.


"Entahlah, katanya mau mengikuti Alana. biarkan saja!" Jasson mendudukan tubuhnya kembali di atas kursi dan segera menikmati kopi miliknya.


***


Jesslyn menggandeng Kimmy. mereka berdua berjalan beriringan untuk mengikuti Alana. namun, mereka  sudah tak mendapati Alana di sana. sesekali, tangan Jesslyn menarik tangan Kimmy dan berjalan dengan cepat. hingga membuat Kimmy kesulitan untuk berjalan.


"Jesslyn, bisakah berjalan pelan sedikit!" pinta Kimmy.


"Cerewet!" saut Jesslyn. ia masih menarik tangan Kimmy dan mempercepat langkah kakinya.


"Jesslyn, jangan menarik-narik tanganku seperti ini! aku terlihat seperti anak babbi yang berjalan mengikuti induknya!" seru Kimmy. Jesslyn menghentikan langkah kakinya dan melirik tajam ke arah Kimmy.


"Kau ini banyak bicara sekali! kau bicara lagi, akan  ku ikat dan ku gantung kau di atas pohon!" seru Jesslyn sambil melototkan kedua matanya. Kimmy membungkam dengan menggembungkan mulutnya, rasanya ia serba salah.


"Di mana Alana?" gumam Jesslyn sambil melihat ke arah sekitar. namun, ia tak mendapati Alana sama sekali di sana.


"Mana ku tau!"  saut Kimmy.


"Aku tidak berbicara denganmu!" seru Jesslyn.


"Jelas-jelas di sini hanya ada aku. lalu, kau bicara dengan siapa lagi. kau semakin lama semakin gila saja!" seru Kimmy.


"Berani sekali kau mengataiku gila!" Jesslyn melototkan kedua matanya dan meletakan kedua tangannya di atas pinggang.


"Kenapa memangnya?" Kimmy ikut melototkan kedua tangannya  dan mengikuti gaya Jesslyn yang sedang meletakan kedua tangannya di atas pinggang.


"Kita kan mau mengikuti Alana. kenapa malah berdebat!" seru Jesslyn.


"Oh, Iya. kau sih..." saut Kimmy. mereka berdua saling melepaskan pegangan tangannya dari pinggangnya masing-masing.


"Berani menyalahkanku lagi. akan ku dorong dirimu!" ancam Jesslyn.


"Tidak apa-apa jika kau mendorongku  ke tubuh Jasson. aku akan dengan senang hati memeluknya seperti ini." Kimmy menyilangkan tangannya memegang kedua bahunya dan  meragakan bagaimana dirinya memeluk Jasson.


"Berkhayal sesuka hatimu sana!" Jesslyn reflek memukul kepala Kimmy hingga wanita mengerucutkan bibirnya.


"Kau suka sekali membuatku membuang suara dengan percuma. kita harus mengikuti Alana! lihatlah, gara-gara kau kita kehilangan jejak!" seru Jesslyn.


"Kenapa kau tidak kirimkan pesan singkat saja  kepada Alana? tanyakan di mana dia sekarang!" usul Kimmy.


"Oh, iya, ya." Jesslyn segera mengambil ponsel miliknya di dalam tas. jari-jarinya mulai menyentuh layar ponsel itu dan mengetikan beberapa pertanyaan di sana.


Alana, kau terburu-buru mau ke mana? ~ Jesslyn.


Usai mengirim pesan singkat kepada kakak iparnya. Jesslyn yang hendak memasukan kembali ponsel miliknya di dalam tas. ia tiba-tiba mengurungkannya, karna ponselnya berdering kembali. terlihat ada satu pemberitahuan pesan masuk dari Alana.


"Balasan pesan dari Alana." Jesslyn segera membuka pesan yang baru saja ia terima  itu.


Aku mau ke toko. ada urusan penting. maafkan, aku, ya karna pergi terburu-buru ~ Alana.


Okay, baiklah ~ Jesslyn.


"Bagaimana?" tanya Kimmy.


"Alana pergi ke toko kue miliknya." Jesslyn meletakan kembali ponselnya ke dalam tas selempangnya. ia mengajak Kimmy untuk mencegat taxi dan segera mengikuti Alana ke tokonya


***


Alana saat ini sedang berada di dalam taxi untuk menuju ke toko kue miliknya. tak lama kemudian taxi yang ia tumpangi berhenti di tujuannya. Alana mengambil beberapa lembar uang di dalam dompetnya dan memberikan uang tersebut kepada sang sopir taxi. ia segera turun dari sana. kakinya melangkah dengan cepat hendak  memasuki toko kue miliknya. belum sempat masuk, Alana sudah di hadang di depan pintu oleh Caleey.


Raut wajah wanita itu terlihat sama sekali tak ramah.


"Ada apa kau kemari lagi?" tanya Alana dengan menajamkan kedua matanya. rasanya, peringatan Ken tak membuat saudaranya itu jera. Caleey sejenak terdiam dan memperhatikan kalung yang menggantung di leher jenjang Alana. ia tau betul kalung berlian yang Alana kenakan sangatlah mahal. guratan di dahi Caleey menunjukan akan rasa ketidak sukaannya.


"Kau sengaja kan menyuruh Kak Ken yang datang menemui Bibi tadi pagi?" suara Caleey yang cempreng itu hampir saja merusak gendang telinga Alana. Alana hanya mengernyit bingung akan perkataan saudaranya tersebut.


"Apa maksudmu?" tanya Alana.


"Kau berpura-pura seolah tidak tau." Caleey berdecih sambil menatap Alana dengan rasa geram.


"Aku benar-benar tidak tau apa maksudmu!" Alana mengulangi kembali perkataannya.


"Tadi Bibi mengajakmu bertemu dan kau sengaja  menyuruh Kak Ken yang datang untuk merendahkannya! anak macam apa kau ini!" seru Caleey. Alana terdiam sejenak sambil mengernyitkan dahinya. ia benar-benar bingung, memangnya kapan Mami Brianna mengajaknya untuk bertemu? pertanyaan itu berkali-kali Alana lontarkan dalam pikirannya.


"Kak Ken menemui Mami?" tanya Alana.


"Jangan berpura-pura tidak tau!" Caleey mendorong bahu Alana hingga membuat wanita itu hendak terjatuh, namun, Alana sekua tenaga menjaga keseimbangan tubuhnya.


"Kak Ken merendahkan Bibi Brianna di depan umum!" imbuh Caleey mencoba meyakinkan Alana.


"Tidak mungkin! Ken tidak mungkin seperti itu!" ujar Alana. Caleey menggeleng kepalanya dan tersenyum licik


"Mata dan otakmu sudah benar-benar di butakan! pantas saja kau di tinggalkan oleh Darrel dan sahabat-sahabatmu!" tutur Caleey.


"Ingat perkataanku, kau hanya di manfaatkan oleh Kak Ken. kelak kau akan menyesal karna sudah menikah dengan nya! setelah mendapat apa yang dia dan keluarganya inginkan. dia pasti akan membuangmu dan Paman Holmes seperti sampah! kau tidak mengenal  sifat asli mereka!" hasutan Caleey mencoba menyusup ke dalam pikiran Alana hingga membuat hati dan pikiran wanita itu hendak goyah.


"Hey wanita tidak tau diri..." teriakan suara wanita yang sangat keras  menyambar begitu saja hingga membuat Alana dan juga Caleey menoleh ke arahnya. Alana begitu terkesiap ketika melihat Jesslyn dan Kimmy berada di sana.


"Astaga, kenapa mereka berdua kemari?" Alana bergumam dalam hati.


"Jesslyn, Kimmy, kalian sedang apa kemari?" tanya Alana.


"Mengikutimu," saut Kimmy dengan melebarkan senyumnya.


"Jesslyn..." Alana mencoba menjauhkan tubuh Jesslyn dari Caleey. ia benar-benar takut jika Jesslyn tidak bisa mengendalikan emosinya saat melihat Caleey.


"Lepaskan aku Alana. dia ini perempuan tidak tau diri! aku dari dulu sangat tidak menyukainya!" Jesslyn sama sekali tak melepaskan Caleey dari pandangannya.


"Kau pikir aku dari dulu menyukaimu? cih, aku dari dulu sangat membencimu kau mengerti!" seru Caleey. wanita itu juga ikut menajamkan kedua matanya kepada Jesslyn. rasanya ia ingin sekali menampar mulut wanita  yang ia rasa  tidak sopan itu


"Wanita bermuka dua sepertimu memang pintar sekali bersandiwara. itu sebabnya, dari dulu aku tidak sudi melihat Kakakku menikah denganmu! untung saja Kakakku tidak menikah denganmu!" Jesslyn berucap dengan begitu geram.


"Kenapa memangnya jika aku bermuka dua? dari pada dirimu yang selalu bertingkah layaknya anak kecil. menjijikan!" suara Caleey menghentak telinga Jesslyn. rasanya ia benar-benar lelah dari dulu harus bersandiwara dan bersikap baik terhadap adik dari laki-laki yang ia cinta itu.


"Kau bilang apa? aku anak kecil?" Jesslyn yang tidak terima tiba-tiba mendorong tubuh Caleey hingga terbentur pintu.


"Aww..." Caleey memegangi bahunya yang terbentur keras pintu kaca toko itu.


"Jesslyn..." Alana dan Kimy segera menarik tangan Jesslyn yang tak gentar ingin mencabik-babik mulut wanita itu.


"Kau berani mendorongku!" Caleey beranjak dan tangannya hendak mendarat di wajah Jesslyn.


"Caleey, kau jangan berani-berani melukai adikku!" Alana menangkis tangan Caleey.


"Adik? kau menganggap wanita yang tidak tau sopan santun ini adik? Alana, apa aku perlu mengingatkanmu kembali? di mata mereka, kau ini hanya  sampah yang tidak sengaja di pungut oleh keluarga Paman Gio. dan Kak Ken menikahimu hanya karna terpaksa! mereka baik kepadamu  karna ada maunya ingat itu!" seru Caleey.


"Tutup mulutmu! kami tidak pernah menganggap Alana seperti itu. kami sangat menyayangi Alana! yang sampah itu dirimu! lihatlah, bahkan kau saja tidak pantas disebut sebagai manusia!" Jesslyn berbicara dengan tenaga penuh.


"Anak manja! aku benar-benar muak dengan perilakumu yang menjijikan itu. jangan bandingkan aku dengan Alana yang otaknya seperti anak bayi yang mudah di bodohi! kau pikir aku tidak tau akal busuk keluargamu!" seru Caleey.


"Kau pikir aku tidak tau, Kakakmu menikahi Alana hanya untuk di gunakan sebagai alat tukar bisnis saja!" Caleey berbicara dengan nada ketus. Jesslyn yang tidak terima tangannya tiba-tiba melilit di rambut Caleey dan menarik rambut wanita itu habis-habisan.


"Aww, sakit, lepaskan!" Caleey berteriak kesakitan mengikuti gerak arah tangan Jesslyn yang sedang melilit rambutnya.


"Jesslyn, lepaskan Caleey!" teriak Alana.


"Ayo Jesslyn, ayo sedikit lagi!" suara Kimmy begitu heboh mendukung Jesslyn.


"Kimmy..." Alana melototkan kedua matanya kepada Kimmy. membuat wanita itu takut dan segera mencoba menjauhkan rambut Caleey dari tangan Jesslyn. namun, Jesslyn  tak mau melepaskan wanita itu begitu saja. ia begitu tidak terima keluarganya di sangkut pautkan seperti itu.


"Jesslyn,  tolong lepaskan! jangan seperti ini!" Alana semakin mengeraskan suaranya dan menarik tangan Jesslyn agar melepas rambut Caleey. Jesslyn pun akhirnya menuruti perkataan Alana.


"Dia menjelek-jelekan keluargaku dan aku tidak terima itu Alana!" seru Jesslyn.


"Jesslyn, sudahlah! hanya orang yang memiliki hati dan pikiran kotor yang berpikiran seperti itu! untuk apa kau meladeni orang semacam dia!" tutur Alana sambil melirik tajam ke arah Caleey yang sedang mengernyit kesakitan memegangi kepalanya.


"Kau berani merusak rambutku..." teriak Caleey. namun, ia tak berani membalas Jesslyn. karna takut Jesslyn akan berbuat hal yang menyakiti dirinya lebih dari ini. Caleey hanya melototkan kedua matanya dan menggertakan giginya untuk menahan rasa geram.


"Kenapa? kau mau mengajakku adu pukul? ayo kemarilah! aku akan menghabisimu sekarang juga!" seru Jesslyn


"Asal kau tau! Kakakku sangat mencintai Alana meskipun pernikahan mereka terjadi hanya karna bisnis. tapi Kakak sangat mencintainya! bukankah Tuhan menyatukan cinta dengan caranya  yang berbeda-beda? dan sekarang hati Kakakku hanya berpihak kepada Alana saja bukan kepada iblis yang menjelma manusia seperti dirimu!" kata-kata Jesslyn terdengar begitu pahit.


"Kau iri kan dengan Alana? hah menjijikan!"


"Kakakku sangat mencintai Alana. lihatlah, Kakakku membelikan Alana satu set berlian yang sangat mahal. lihatlah ini... lihatlah... matamu tidak buta kan?" Jesslyn menunjuk kalung yang di kenakan oleh Alana. Jesslyn memang sengaja  ingin membuat hati Caleey mendidih karna iri. perkataan Jesslyn yang begitu ketus membuat Alana kesulitan untuk menyela bicaranya.


"Kak Caleey, boneka Teddy bearku matanya buta, lalu, aku ganti dan aku  jahit dengan mata boneka buaya, kau mau mencobanya?" Kimmy ikut menyautinya.


"Kenapa melototiku seperti itu?" Kimmy menciut saat Alana dan Jesslyn melotot ke arahnya.


"Kenapa kau hanya  diam?" tanya Jesslyn kepada Caleey.


"Jesslyn sudah!"


"Caleey, cepat pergilah dari sini. kehadiranmu hanya membawa kekacauan bagi semua orang!" teriak Alana.


"Kau bilang apa? kekacauan? kau tidak melihat bagaimana dirimu? dari kecil yang selalu membawa kesialan dan kekacauan itu dirimu! lihatlah, Paman Holmes bangkrut dan lumpuh gara-gara dirimu. kau ini hanya anak pembawa sial!" seru Caleey. Jesslyn tiba - tiba mendorong tubuh Caleey dengan keras membuat wanita iu tersungkur dan berguling di lantai yang tak rata itu.


"Kau bicara seperti itu lagi kepada Alana. aku pastikan kau besok tidak akan pernah bisa bicara lagi selamanya!" ancam Jesslyn dengan menunjukan jarinya ke arah Caleey.


"Jesslyn sudah, jangan hiraukan dia!" Alana merengkuh tubuh Jesslyn.


"Caleey pergilah! kenapa kau suka sekali membuat orang naik darah! seru Alana.


"Ini semua gara-gara dirimu, Alana! awas saja, kalian!" Caleey beranjak berdiri. ia merapikan rambutnya dan segera pergi dari sana mengenakan mobil miliknya yang terpakir di seberang jalan. ia mulai menyalakan mesin mobilnya dengan tubuh yang masih gemetar.


"Jesslyn sungguh menakutkan dari apa yang aku bayangkan." Caleey menyentuh beberapa bagian tubuhnya yang memar akibat terbentur.


***


"Alana, apa kau baik-baik saja?" tanya Jesslyn.


"Aku baik-baik saja..." saut Alana. Jesslyn memeluk Alana dengan erat.


"Jangan di masukan ke dalam hati perkataan Caleey, kami semua sangat menyayangimu," ujar Jesslyn.


"Iya, Alana. kami semua sangat menyayangimu." Kimmy ikut memeluk mereka berdua.


"Aku tidak menghiraukan apa kata Caleey." Alana melepaskan pelukannya.


"Jesslyn, Aku tidak mau kau kasar seperti itu lagi. kau wanita baik. kau tidak boleh bertengkar seperti itu lagi," tutur Alana sambil sambil menyentuh lembut kedua pipi Jesslyn.


"Maafkan aku Alana, aku benar-benar emosi setiap kali melihat Caleey," ucap Jesslyn.


"Hah, denganku juga selalu saja emosi." Kimmy menggerutu. Jesslyn melototkan kedua matanya kepada Kimmy membuat wanita itu menunduk takut.


"Sudah... sudah, ayo kita masuk," ajak Alana.


"Tapi, Jesslyn. kau tadi  sungguh hebat. aku tidak percaya kau begitu berani kepada Caleey." Kimmy heboh memberikan dua jempolnya kepada Jesslyn.


"Bagaimana kau bisa berani seperti itu?" tanya Kimmy dengan heran.


"Entahlah, Sebenarnya aku mana berani. aku tadi  sangat takut, lihatlah tanganku saja masih gemetar ketakuan!" Jesslyn menunjukan kepada Kimmy dan Alana tangannya yang masih  gemetar.


"Kalau aku tidak seperti itu. Caleey tidak akan jera mengganggu Alana. aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu Alana!"


"Maafkan aku ya Alana, aku sudah menyakiti saudaramu," ujar Jesslyn.


"Untuk apa meminta maaf? aku berterimakasih karna kau sudah membelaku tadi." Alana kembali memeluk Jesslyn.


"Tapi jangan melakukan hal seperti itu lagi ya Jesslyn. itu tidak baik, biar saja Tuhan yang membalas," tutur Alana sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, Alana. aku janji tidak akan seperti itu lagi. kecuali dengan  Caleey," ucap Jesslyn.


"Jesslyn..." Alana menajamkan kedua matanya.


"Aku hanya bercanda, Alana." Jesslyn terkekeh.


Dering ponsel milik Alana tiba-tiba  terdengar begitu nyaring. Alana mengambil ponsel miliknya di dalam tas. terlihat satu panggilan masuk dari Ken. Alana terdiam sejenak mengingat perkataan Caleey yang mengatakan bahwa Ken menemui Brianna. pikirannya yang baru saja tenang. kini mulai bertanya-tanya.


.


.


.


.


.


.


Holla, maaf aku slow update karna kemarin sibuk nulis kisah Amoera hingga tamat. barangkali ada yang belum membaca kisah Amoera is My Lady, kalian bisa mampir baca,ya.  karna ceritanya sudah ending jadi kalian gak bakal kena tanggung.


terimakasih ^_^