
Kediaman rumah David.
Keesokannya,
Hari ini adalah hari pertama David dan Valerie menjadi suami istri. Karna kelelahan menggelar resepsi pernikahan semalam. Mereka jadi terbangun kesiangan. Valerie yang terlebih dulu bangun, segera membangunkan David untuk menyuruhnya mandi dan membantu menyiapkan keperluan suaminya pagi itu.
Masih tidak bisa menyangka, bahwa tambatan hati Valerie berhenti pada laki-laki yang awalnya tidak ia sukai, pertemuan yang ketidaksengajaan akan dua hati yang pernah mengalami patah hati, kini menyatukan mereka hingga membawa mereka berdua ke pernikahan.
"Sayang, setelah sarapan kita ke rumah Ken. Kemarin kita banyak merepotkan keluarga mereka. Jadi kita harus ke sana untuk berterimakasih dan memberi bingkisan," ujar David sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk, karna laki-laki itu baru saja keluar dari kamar mandi.
"Iya... kemarikan, biar kubantu mengeringkan rambutmu." Valerie mengambil alih handuk yang dipegang oleh David, dan segera membantu laki-laki yang baru sehari menjadi suaminya itu untuk mengeringkan rambutnya yang cukup lebat bagi seorang laki-laki. Davdi memperhatikan wajah Valerie yang kini ada di hadapannya sambil tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum?" tanya Valerie yang seketika menghentikan aktivitasnya.
"Tidak apa-apa, ternyata menikah sangat menyenangkan seperti ini. Saling berbagi, setiap pagi yang akan pertama kali kulihat wajah cantikmu, jika tau seperti itu aku menikah dari dulu," pujinya sembari memberi ciuman di wajah Valerie yang berubah menjadi bersemu merah.
"Sudah, cepat pakai pakaianmu." Valerie mencoba menghindar saat David hendak melakukan lebih dari apa yang ia lakukan saat ini.
"Apa tak bisa kita melakukannya lagi sebentar?" rayu David yang mencoba menangkap tubuh istrinya itu.
"Kita bisa melakukannya nanti lagi, sekarang ibu dan nenek menunggu kita untuk sarapan," tutur Valerie seraya mengusap dagu suaminya yang ditumbuh bulu-bulu halus itu.
"Baiklah." David tersenyum dan segera memakai pakaian yang telah disiapkan Valerie untuknya.
Kediaman rumah Alana.
David dan Valerie baru saja tiba di rumah sahabatnya tersebut, mereka melihat beberapa mobil yang tak asing terparkir di sana. Mobil milik Jasson dan juga Ashley.
"Sayang, itu bukannya mobil Ashley? dia kemari?" tanya Valerie.
"Iya, aku memang menyuruh Ashley kemari. Kami bertiga rindu berkumpul," ujar David. Laki-laki itu segera mengajak istrinya untuk turun dan masuk ke dalam rumah sahabatnya yang pintunya terlihat terbuka sangat lebar.
"David, Valerie...." Alana yang melihat mereka segera menghampiri dan memberi sapaan peukan kepada Valerie.
"Di mana Ken dan yang lainnya?" tanya David.
"Ada di kamar, mereka sedang bermain bersama Elga."
Alana segera mengantarakan sahabat suaminya tersebut ke kamar. Di sana, Ken terlihat sedang berkumpul bersama Ashley dan juga Jasson. Namun tidak terlihat Kimmy dan juga Jesslyn di sana. Para lelaki itu itu sibuk mengajak Elga bermain boneka dengan luwesnya. Aktivitas mereka terhenti saat melihat David dan Valerie datang, sejenak saling menyapa satu sama lain. Valerie dan David pun bergantian menggendong anak dari sahabatnya yang begitu menggemaskan.
"Apa kau sudah lama di sini, Ashley?" tanya David.
"Ada sekitar 30 menit," jawab Ashley.
"David, Valerie, aku permisi tinggal ke dapur, ya. Aku aku masih belum selesai membuat kue," pamit Alana. David dan Valerie mengiyakannya.
"Sayang, lebih baik kau bantu Alana," tutur David kepada Valerie.
"Baiklah, aku akan membantunya," jawabnya dengan senang hati.
"Sayang, bibi tinggal, ya." Valerie yang kala itu masih menggendong Elga, ia memberi ciuman di kedua pipi bulat bayi itu dan memberikannya kepada David. Lalu, ia berlalu pergi mengikuti Alana yang baru saja keluar dari kamar tersebut.
"Jasson, tolong mintalah minum dan makanan ringan untuk Ashley dan David kepada bi Ester," perintah Ken kepada adiknya tersebut.
"Baiklah, Kak." Jasson yang kala itu duduk di bawah lantai hendak beranjak berdiri, namun Ashley menahannya.
"Biar aku saja yang memintanya kepada bi Ester, sekalian ingin mencicipi kue buatan Alana."
"Dasar, makanan saja yang kau pikirkan!" David reflek memukul kepala sahabatnya itu sambil tertawa. Ashley beranjak berdiri dan segera meninggalkan kamar itu untuk pergi ke dapur.
Di dapur, Ashley melihat Alana sedang sibuk membuat kue bersama Valerie, bi Ester dan juga satu orang wanita yang tidak ia kenali, wanita itu ialah Nona Felly. Wanita yang bekerja ditempat Alana sebagai baker dan sekarang dipercayakan untuk mengelola toko kue miliknya. Sejenak memperhatikan wanita itu yang sedang sibuk mengeluarkan kue yang baru matang dari dalam pemanggang. Alana yang melihat Ashley segera menegurnya.
"Ashley, ada apa kau kemari?" tanya Alana.
"Ingin mencicipi kuemu... salah." Ashley menutup mulutnya. "Maksudku. Aku disuruh oleh Ken untuk meminta minuman dan makanan ringan," ujar Ashley. Alana segera menyuruh bi Ester untuk mengambilkan makanan dan minuman agar segera dibawa ke kamar.
"Kue sebanyak ini untuk apa, Alana?" tanya Ashley kepada Alana, namun pandangan matanya mengarah ke arah Felly.
"Untuk dimakan, mana mungkin untuk kutimpukan ke wajahmu, kan tidak lucu," saut Alana dengan tertawa kesal akan pertanyaan Ashley.
"Tapi ini banyak sekali...." Ashley begitu tergoda akan mencium baru harum aroma kue-kue tersebut, sungguh lezat sekali.
"Iya, karna sebagian kue ini adalah pesanan dari bibi Carrol dan pesanan orang lain," jawab Alana yang masih sibuk menuangkan adonan ke dalam loyang.
"Permisi, Tuan." Felly membuat Ashley memindahkan posisinya, ia melihat wanita itu mengambil loyang yang berisikan adonan cupcake yang baru saja Alana tuang untuk ia masukan ke dalam alat pemanggang.
Alana mengambil 5 buah cupcake yang baru saja matang dan meletakannya di atas piring. "Aku tau apa yang kau inginkan. Ambilah ini dan bawa ke kamar, berbagilah dengan yang lainnya." Alana menyodorkan kue tersebut kepada Ashley.
"Wah, terimakasih banyak, Alana." Ashley segera mengambil kue tersebut. Ia sejenak memandang Felly dan segera berlalu pergi kembali ke kamar menemui Ken dan yang lainnya. Piring kue yang Ashley pegang baru saja mendarat di bawah lantai, ia langsung dengan tidak sabar mengambil satu kue dan segera melahapnya.
"Ken, di dapur ada seorang wanita cantik, itu siapa?" tanya Ashley sembari mengunyah penuh kue di dalam mulutnya.
"Oh, itu Nona Felly, pegawai toko Alana."
"Oh... apa dia sering sekali ke mari?" tanya Ashley.
"Tidak, ini karna kebetulan banyak sekali pesanan kue dari bibi Carrol, jadi Alana menyuruh Nona Felly untuk membuat kue di sini."
"Oh...." Ashley menelan kue ke dalam tenggorokan sambil menggangguk-anggukan kepalanya.
"Ashley, tinggal dirimu yang sekarang belum menikah. Kapan kau akan rencana menikah?" Jasson menepuk bahu sahabat kakaknya itu. David dan Ken tertawa meledek.
"Entahlah, pusing setiap hari kalian meledekku!" seru Ashley dengan kesal.
"Kalau kau David, bagaimana rasanya? apa menikah menyenangkan?" tanya Jasson.
"Menyenangkan sekali, sekarang yang akan aku lihat setiap pagi wajah cantik istriku. Bukan wajah Ashley lagi, sungguh bosan aku melihatnya!" ledek David sambil tertawa begitu uga Ken dan Jasson. Ashley sedaritadi dijadikan bahan ledekan oleh kedua sahabatnya dan juga Jasson.