
Kini, Alana dan Ken berada di dalam kamar untuk bersiap-siap melakukan perjalanan pergi berlibur di pantai yang dekat dengan Villa milik keluarga David. Begitu juga Kimmy dan Jesslyn, mereka berada di dalam kamar menyiapkan keperluan mereka yang sekiranya dibutuhkan dan akan dibawa untuk berlibur.
Alana terlihat sudah rapi dengan pakaian santai miliknya. Ia terlihat di sibukan menyiapkan beberapa baju miliknya dan juga milik Ken untuk dibawa berlibur. Sedangkan Ken, ia terlihat sejenak mengistirahatkan tubuhnya yang masih lelah akibat perjalanan panjang pulang dari luar kota.
"Apa kau tidak lelah?" tanya Alana yang kini mendekati suamiya tersebut. Ken seketika membuka kedua matanya.
"Tidak!" jawab Ken.
"Apa tidak lebih baik diundur saja besok? karna kau baru saja pulang dari luar kota," ujar Alana.
"Tidak. Kita pergi berlibur hari ini saja dan pulang besok lusa, lagipula ada Jasson, nanti kita bisa bergantian mengemudikan mobilnya," kata Ken.
"Ehm baiklah." Alana mendudukan tubuhnya di samping Ken. Tiba-tiba ia terdiam dan menatap kosong sembarang arah. Ken memperhatikannya dengan mengernyitkan dahinya.
"Kau kenapa?" tanya Ken.
"Tidak apa-apa," saut Alana.
"Tidak apa-apa lalu kenapa diam saja? apa ada yang kau pikirkan?" tanya Ken.
"Aku hanya memikirkan Daddy saja." Alana tersenyum tiba-tiba ia merasa tak tenang seakan ada yang mengganjal di hatinya. Sebenarnya, ia enggan sekali jika harus meninggalkan Daddynya berlibur selama beberapa hari. Namun, bagaimana lagi, Alana juga tidak mau membuat suaminya kecewa.
Ken beranjak duduk dan melingkarkan tangannya di bahu istrinya itu. "Daddy, akan baik-baik saja. Kan ada perawat dan Bi Ester yang menjaga, kau sudah menelpon Daddy kan?" tanya Ken.
Alana mengangguk. "Iya, aku sudah menelpon Daddy," ujarnya.
Suara ketukan pintu terdengar dua kali dari luar kamar menghentikan percakapan Alana dan Ken, saat Ken menyauti ketukan pintu itu, pintu kamar itu seketika terbuka dan terlihat Jesslyn yang sudah mengenakan pakaian santainya masuk ke dalam kamar Kakaknya terebut.
"Kakak, Alana, ayo... Kak Ashley dan Kak David sudah datang, mereka menunggu di depan," ajak Jesslyn dengan penuh semangat. Bagaimana tidak, pantai adalah tempat wisata yang sangat ia gemari dari kecil, dan jarang sekali dirinya pergi ke pantai jika bukan hari libur tertentu saja. Itu sebabnya Jesslyn begitu senang saat kakaknya mengajaknya berlibur ke pantai.
"Iya, tunggulah di luar," jawab Ken. Jesslyn segera berlalu keluar dari kamar Kakaknya itu. Tak lama kemudian, Alana dan juga Ken mengikutinya dari belakang sambil membawa satu ransel yang cukup besar di punggungnya.
Seperti yang dikatakan Jesslyn sebelumnya. David, Ashley terlihat menunggu di ruang tamu mereka berdua ditemani oleh Jesslyn, dan juga Kimmy.
"Mana Jasson?" tanya Ken yang tak melihat adik laki-lakinya di sana.
"Mungkin masih di kamarnya, Kak." Jesslyn menyautinya.
"Panggilkan dia!" perintah Ken.
"Baiklah, Kak." Jesslyn beranajak dan bergegas hendak menaiki anak tangga untuk menuju ke kamar Jasson. Namun, ia tiba-tiba mengurungkannya saat Jasson terlihat turun dari tangga yang sama.
"Kau ini lama sekali!" gerutu Jesslyn. Namun, Jasson hanya diam dan hanya melewati saudara kembarnya tersebut. Rasanya ia benar-benar malas sekali untuk ikut Ken dan lainnya berlibur ke pantai, kalau bukan karna terpaksa dan takut dengan Papa Gio. Mungkin, ia tidak akan mau ikut berangkat. Ia akan lebih memilih membaca buku sambil menikmati kopi dan musik blues di dalam kamarnya. Tidakkah itu lebih menyenangkan daripada harus pergi liburan dengan orang-orang yang menurutnya menyebalkan. Terlebih lagi, Harry sahabatnya sejak kecil itu tidak bisa ikut karna harus pergi ke luar kota, jadi ia tidak bisa mengajaknya.
Jasson masih memasang wajah malasnya, tanpa menyapa dan menegur Ken dan yang lain, ia segera berlalu keluar dari rumah menuju ke mobil.
"Ken, kenapa Jasson?" tanya David dan Ashley.
"Kalian seperti tidak tau dia saja," jawab Ken.
"Ayo berangkat!" ajak Ken,
Mereka semua pun berlalu keluar dari rumah untuk masuk ke dalam mobil yang akan mereka tumpangi. Namun, sebelumnya Ken dan yang lainnya berpamitan terlebih dulu kepada Gio dan juga Merry.
^
Jasson bergabung dengan mobil yang dibawa oleh Ashley dan juga David. Sementara, Kimmy dan Jesslyn ikut bersama mobil milik Ken dan Alana. Mobil yang dikemudikan oleh Ken terlihat membuntuti mobil Ashley dari belakang. Karna, David dan Ashley-lah yang sangat tau jalanan menuju ke lokasi tersebut. Mereka harus menempuh perjalanan ke lokasi selama 3 jam lamanya. Di dalam mobil, Alana hanya diam saja memandangi jalanan sekitar mulutnya ikut bergerak ketika lagu kesukaannya diputar melalui audio mobil. Sedangkan Jesslyn dan Kimmy tak henti-hentinya berbicara dan bercanda, tak sedikit candaan mereka selalu diakhiri dengan adu mulut dan pertengkaran, hingga membuat telinga Ken seakan hendak rusak dibuatnya. Berulangkali Ken menegur dan menyuruh mereka diam, namun, tetap saja, mereka berdua mengulanginya.
***
Saat di tengah perjalanan, Billy mencoba menghubungi David dan memberitahukan bahwa laki-laki itu dan juga calon istrinya sudah sampai di pantai yang dimaksud oleh David dan Ken sebelumnya. David menyuruh Billy untuk singgah di villa milik keluarganya terlebih dulu yang letaknya 100 meter dari bibir pantai itu sembari menunggu kedatangannya dan juga yang lainnya. Billy mengiyakannya dan mereka saling mengakhiri panggilan yang sedang berlangsung tersebut.
***
Setibanya di Villa, Ken dan Ashley memarkirkan mobil mereka di garasi Villa yang terlihat luas itu. Jesslyn dan Kimmy terlihat begitu senang sekali. Namun, karna perdebatan kecil di dalam mobil tadi, membuat mereka berdua saling tak bertegur sapa.
Kimmy dan Jesslyn berlomba mengajak Alana agar segera turun dari mobil dan menghirup dalam-dalam udara alami yang berhembus secara bergantian di sekitar villa itu, pantas saja, mereka berada di daerah pinggiran kota, di mana udara di sana sama sekali belum tercemar oleh polusi kendaraan atau sebagainya.
Mereka semua menurunkan barang bawaan mereka dan berjalan bergerombol hendak masuk ke dalam Villa. Tepat di depan pintu Villa itu, mereka di sambut oleh satu orang laki-laki parubaya dan perempuan muda yang berusia kisaran 20 tahun. Laki-laki parubaya itu adalah Kin penjaga Villa milik keluarga David. Dan perempuan muda itu bernama Alea yang tak lain ialah putri sang penjaga Villa itu.
"Selamat Sore, Nona, Tuan." Mereka berdua menundukan kepalanya menyambut rombongan majikannya yang baru saja datang.
"Apa Paman Kin sudah menyiapkan kamar untuk semua temanku?" tanya David.
"Sudah Tuan muda," jawab Kin.
"Baiklah, terimakasih, Paman."
Tak lama kemudian, terlihat Billy dan Valerie keluar dari dalam Villa, rupanya mereka sudah menunggu sejak 2 jam yang lalu. Alana sudah mengetahui akan kehadiran Valerie sebelumnya, jadi saat melihat wanita itu tak membuatnya terkejut sama sekali.
Billy menyapa Ken dan juga David, ia juga menjabat tangan Ashley dan Jasson sebagi bentuk perkenalan mereka. Sementara, Valerie, kedua matanya saat itu hanya terfokus ke arah Ken. Ia menatap Ken tanpa henti hingga membuat Alana memperhatikannya dengan tatapan tak senang.
Tak lama kemudian, Valerie mengalihkan pandangannya kepada Alana membuat mereka berdua sejenak saling beradu pandang. Valerie segera mengakhiri pandangan itu dengan begitu acuh. Ia mengalihkan pandangannya kepada Jesslyn yang kala itu berdiri tepat di samping Alana.
"Hallo Jesslyn?" sapa Valerie dengan melebarkan senyumnya membuat lesung pipit di kedua pipi wanita itu berlomba menarik perhatian bagi siapa saja yang melihatnya.
"Valerie, ternyata kau di sini? lama sekali aku tak bertemu denganmu!" Jesslyn dan Valerie sejenak berpelukan dan saling berbagi kabar satu sama lain.
"Hallo Nona Valerie." Alana yang sempat tak dihiraukan, mencoba memulai terlebih dahulu menyapa wanita itu. Valerie terdiam sejanak memperhatikan Alana.
"Hai Nona Alana, bagaimana kabarmu?" sapa Valerie dengan nada yang terdengar malas.
"Baik! Bagaimana denganmu?" tanya Alana.
"Baik juga, bahkan sangat baik, apalagi bisa ikut berlibur bersama Ken."
"Ma-maksudku, bisa berlibur bersama kalian," imbuhnya. Valerie menepiskan senyumannya. Namun, Alana tak membalas senyuman itu, ia hanya menatap wanita itu dengan tatapan datar.
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Jesslyn yang bergantian memandang ke arah Valerie dan juga Alana.
"Iya, Jesslyn, kami sempat bertemu di pesta Adam," jawab Valerie.
"Oh..." Jesslyn membulatkan bibirnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Nona Alana tidak bercerita jika kita sudah pernah bertemu?" tanya Valerie. Jesslyn menggeleng kepalanya.
"Mungkin Alana lupa, iya kan Alana?" tanya Jesslyn. Alana mengiyakannya dengan cepat.
"Jesslyn..." panggil Kimmy dengan wajah yang melas.
"Ada apa?" tanya Jesslyn.
"Kau daritadi mengajak Alana dan Nona ini berbicara, sedangkan kau daritadi kau mendiamkanku, kau tidak mengajakku berbicara." Kimmy mengerucutkan bibirnya.
"Karna kau menyebalkan, aku tidak mau berbicara denganmu!" seru Jesslyn.
"Maafkan, aku. Ayo kita baikan." Kimmy menyodorkan jari kelingkingnya layaknya anak kecil.
"Aku tidak mau!" Jesslyn mengalihkan jauh-jauh pandangannya dari Kimmy.
"Jesslyn, kita sedang berlibur, apa harus kau marah dengan Kimmy? kemarin kau memaksanya untuk ikut, sekarang sampai di sini kau malah mendiamkannya," tutur Alana.
"Iya kau mendiamkannya..." Kimmy menyaut sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kimmy jangan ikut bicara," bisik Alana. Kimmy segera membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya sendiri.
"Jesslyn..." panggil Alana.
"Kau juga menyebalkan!" Kimmy ikut menyautinya.
"Lihatlah, Alana. Dia sama seperti Jasson, sama-sama menyebalkan!"
"Astaga..." Alana menggeleng-gelangkan kepalanya dengan bingung.
"Maafkan aku, ayo kita baikan." Kimmy kembali menyodorkan jari kelingkingnya kepada Jesslyn. Namun Jesslyn tetap diam saja.
"Ya sudah, kalau kau tidak mau memaafkanku, aku akan pulang." Kimmy menurunkan tangannya.
"Memangnya kau pulang mau naik apa?" tanya Jesslyn.
"Oh iya, ya, naik apa?" saut Kimmy.
"Aku bisa menelpon Papa biar Papa menjemputku kemari," imbuhnya.
Jesslyn terdiam sejenak. " Ya sudah, jangan pulang, ayo kita baikan." Jesslyn melirik ke arah Kimmy.
"Kita baikan?" tanya Kimmy sambil melebarkan senyumannya. Jesslyn menganggukan kepalanya dengan cepat, seketika itu, Kimmy segera memeluk Jesslyn dengan erat sebagai tanda bahwa mereka berdua sudah baikan. Alana tersenyum melihat mereka sudah baikan, sementara Valerie, wanita itu hanya memutar kedua bola matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah mereka yan layaknya anak kecil.
"Sayang, ayo..." suara Ken yang memanggil Alana sejenak mengalihkan perhatian semua perempuan yang kala itu berkumpul, terutama Valerie yang juga ikut menoleh ke arahnya.
"Mau ke mana?" tanya Alana.
"Mencari kamar, apa kau mau meletakan barang-barangmu di teras?" tanya Ken.
"Ya sudah, masuklah terlebih dulu, aku akan menyusulmu nanti," ujar Alana.
"Ayo ikutlah, aku juga ingin berbicara denganmu!" perintah Ken.
"Bicara? bicara apa? katakan di sini saja," saut Alana. Ken hanya diam dan menatap dingin Alana. Membuat wanita itu tersenyum takut.
"Baiklah, sebentar," saut Alana.
"Nona Valerie, Jesslyn, Kimmy. Aku tinggal masuk dulu, ya." Jesslyn dan Kimmy mengiyakannya dengan penuh semangat. Sementara Valerie menganggukan kepalanya tanpa bersuara.
"Ayo, sayang..." Alana berjalan mendekati Ken dan melingkarkan tangannya di lengan kekar suaminya itu, bahkan, kedua mata Valerie masih tak lepas memandangi gerak langkah tubuh mereka dengan tatapan panasnya
***
Penjaga Villa menunjukan masing-masing kamar yang sudah ia siapkan sebelumnya. Billy satu kamar dengan Valerie, Jasson memilih kamarnya sendiri, David memilih kamar yang biasa ia tempati jika berkunjung kemari, ia akan berbagi kamar bersama Ashley, di mana letak kamarnya itu berdampingan dengan kamar Ken dan juga Billy. Sementara kamar Jesslyn dan Kimmy bersebelahan dengan kamar yang akan ditempati oleh Jasson.
Mereka semua masuk ke dalam kamar mereka masing-masing sembari menata barang bawaan mereka. Begitu juga dengan Alana, ia terlihat sibuk mengeluarkan beberapa baju miliknya dan juga milik Ken yang tertata rapi di dalam ransel, lalu, ia memindahkan baju-baju tersebut ke dalam lemari yang ada di kamar yang ia tempati saat ini.
Sementara, Ken. Ia terlihat merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil meregangkan tulang punggungnya yang terasa sangat kencang. Seusai menata baju, Alana segera menghampiri suaminya tersebut dan duduk di sampingnya.
"Kau pasti lelah," Alana mengusap kepala Ken. Ken mengangkat kepalanya dan memindahkannya di pangkaun Alana menjadikannya sebagai bantal.
"Sudah tau lelah masih saja bertanya," ujar Ken. Alana terkekeh.
"Kau ingin sesuatu?" tanya Alana.
"Teh atau kopi? aku akan membuatkannya untukmu," tanya Alana.
Ken tersenyum. "Kenapa malah tersenyum?" tanya Alana sembari mengernyitkan dahinya.
"Aku menginginkan anak," pinta Ken. Alana menahan senyumannya. "Bersabarlah," jawab Alana.
"Ayo temani aku istirahat." Ken beranjak dan mengajak Alana untuk sama-sama merebahkan tubuhnya di tempat yang sama. Ken menarik tubuh Alana dan hendak mencium bibir yang masih menyelipkan senyumannya di sana. Alana pun sudah tau, jika mereka berciuman pasti akan berakhir lebih dari itu.
"Kau tidak bosan? tadi pagi kan sudah!" Alana menggerutu mencoba menjauhkan Ken dari tubuhnya.
"Kalau denganmu mana bosan!" goda Ken.
"Katanya lelah! Sudah lebih baik istirahatlah!" perintah Alana.
"Sebentar saja." Tangan Ken saat ini sudah berlarian ke mana-mana.
Tok... Tok... Tok...
Suara ketukan pintu mengurungkan niat Ken, membuat laki-laki itu bersungut kesal.
"Ken ada orang..." kata Alana sembari beranjak bangun.
"Pasti Jesslyn kalau tidak Kimmy, mereka selalu saja mengganggu. Biarkan saja!" seru Ken.
"Aku akan melihatnya sebentar saja, Sayang." Alana mencoba melepaskan tangan Ken yang saat ini menahan tubuhnya. Ken pun terpaksa menjauhkan tangannya dan membiarkan istrinya itu pergi.
Alana turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati pintu kamar. Ia memegang gagang pintu dan segera membuka pintu kamar yang masih tertutup rapat dengan sempurna itu.
Ceklek
Pintu terbuka,
Alana terdiam saat melihat seseorang yang mengetuk pintu kamarnya bukanlah Jesslyn ataupun Kimmy yang seperti diduga oleh Ken. Yang ia lihat saat ini tak lain ialah Valerie. Wanita itu terlihat sedang berdiri dangan tangan memegang kain yang terlipat rapi, kain itu tak lain ialah Jas milik Ken yang sempat terbawa olehnya kemarin malam. Suasana sunyi menyaksikan mereka berdua yang saling beradu pandang. Valerie benar-benar tidak menyukai wanita yang ada di hadapannya saat ini.
"Ada apa Nona Valerie?" tanya Alana dengan raut dan suaranya yang datar.
"Apa Ken ada?" tanya Valerie, tatapan mata dan suaranya terdengar seperti orang yang sedang malas berbicara.
"Ken sedang beristirahat, ada perlu apa?" tanya Alana.
"Oh, apa kau bisa memanggilnnya sebentar?" tanya Valerie.
"Dia sedang beristirahat." Alana menjawab dengan jawaban yang sama. Kedua matanya melirik ke arah jas milik Ken yang saat ini dipegang oleh Valerie.
"Oh, kau pasti mau mengembalikan jas milik suamiku?" imbuh Alana sambil tersenyum. Tangannya tanpa permisi segera menyaut jas milik Ken dari tangan Valerie.
Valerie terdiam sejenak dan menganggukan kepalanya, raut wajahnya terlihat jelas akan ketidak sukaannya terhadap Alana. Namun, ia masih mematung di depan pintu kamar itu.
"Apa ada hal penting lainnya lagi, Nona Valerie?" tanya Alana.
"Tidak ada," saut Valerie.
"Baiklah, kau boleh pergi Nona. Aku mau menemani suamiku beristirahat, kasihan, dia sangat lelah karna dari kemarin melakukan perjalanan panjang," ujar Alana. Mungkin perkataan itu terdengar biasa, namun, bagi Valerie, kata-kata itu begitu menusuk jantung dan relung hatinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like dan Votenya yaaaaaaaa