
"Hallo kuliah mu sudah selesai sweety?" tanya Aditya saat panggilan di telpon sudah tersambung.
"Iya ini aku sedang di kantin dengan Lena, ada apa suami ku?" Ucap Ziana.
Mendengar panggilan mesra yang di ucapkan Ziana, membuat Lena memutar kedua matanya dan mencebikkan bibirnya.
"Tidak ada nanti aku jemput jika kau sudah selesai ya. Kabari aku."
"Baik lah." Dan panggilan pun terputus.
"Panggilan lo lebay banget Mun, berasa ada di jaman old gue." ucap Lena setelah Ziana selesai menelpon.
"Itu bukan mau gue, tapi suami gue."
"Dasar bucin." Lena hanya menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan pasutri baru yang tengah di mabuk asmara.
Mereka tak menyadari jika semenjak Ziana masuk ada orang yang selalu mengawasinya, mereka adalah pengawal bayangan dari team Eagle. Semua kegiatan Ziana terekam dengan jelas untuk di jadikan bahan laporan kepada Aditya.
Sebelum ada teror yang mengancam Ziana, Aditya tak pernah memberikan Ziana pengawalan karena merasa itu tak terlalu di butuhkan. Tapi untuk saat ini dan seterusnya ia tak mau sampai kecolongan, Ziana mendapatkan pengawalan exstra meski ia sendiri tak mengetahuinya.
"Lo nanti di jemput Zi?" tanya Lena yang kini tengah menyantap soto lamongan dan es jeruk yang tadi ia pesan.
"Iya kok tumben ya biasanya dia sibuk terus." Ziana pun mulai melahap bakso nya.
"Maklum lah pengantin baru Mun, lagi hot - hot nya jadi yah waktu berlalu bagai keong yang nggak bisa lari. Terasa lama saat berjauhan."
"Sok tau lo kayak udah pernah aja." Ziana mencebikkan bibirnya.
"Berdasarkan riset yang gue baca itu, udah pasti akurat tau." ucap Lena dengan mimik wajah serius.
"Eh lo tau nggak pas nikahan lo, si Dion nangisin lo!" seru Lena dan dengan segera ia menengok ke kanan dan kiri takutnya suaranya terlalu kencang dan di dengar orang. Tapi untungnya mereka yang ada di sana tetap asik menikmati makanan mereka, mungkin karena siang hari yang terik kali ini membuat siapa pun akan mampir ke kantin meski hanya sekedar membeli teh gentong dingin.
"Kenapa emang?" Ziana yang masih belum mengerti dengan perkataan Lena, dan ia pun menyeruput jus mangga nya.
"Ternyata si Dion beneran suka sama lo, Mun."
"Masa sih?" Ia pun mengerutkan keningnya karena tak percaya dengan omongan Lena yang terkadang hanya jebakan yang unfaedah.
"Suer gue sendiri yang nanya dia langsung."
"Ya ampun gue nggak nyangka kirain gue dia cuma gombalin gue doang."
"Kalau pun lo tau juga, gue nggak yakin lo bakal nerima dia. Secara saingan dia berat." Lena terus saja mengoceh sampai makanan di hadapannya habis tak bersisa.
"Ishh bukan gitu Odah, kan kalau gue tau gue bisa ngomong baik - baik biar nggak ada hati yang terluka seperti kisah gue dulu." lirih Ziana ia mengingat kisah cinta pertamanya yang tak terbalas.
"Ck mulai deh, udah ah Mun sekarang kan lo udah merried dan gue yakin lo juga pasti udah move on."
"Iya dong, mana bisa berpaling ke lain hati lagi." Ziana tersenyum mengingat ia kini telah berstatus istri seorang Aditya Erlangga. Mungkin ia telah menjadi orang yang paling di benci oleh para wanita yang menggilai suaminya itu.
Sementara itu Aditya yang tengah mengecek laporan yang di kirimkan oleh team Eagle, ia terlihat mengepalkan tangannya karena di sana ada salah satu foto adegan tabrakan Ziana dengan Evan. Meski mereka bertemu hanya sesaat saja tapi bagi Aditya yang seorang posesif, itu hal yang dapat menjadikan mood nya lebih buruk.
"Kenapa harus bertemu dengan dia lagi."
Setelah setengah jam berlalu, ponselnya bergetar tanda ada notif pesan masuk, dengan cepat Aditya pun langsung membuka ponselnya.
My sweety <<
Suami ku, bisa jemput sekarang?
Aditya tersenyum mendapati pesan yang membuat hatinya hangat, kala melihat bunyi pesan yang di kirim oleh istrinya. Entah mengapa saat Ziana menyebutkan panggilan itu untuk dirinya, membuatnya begitu bahagia.
Suami ku<<
Ya aku segera datang.
Ziana langsung membuka pesan balasan dari suaminya, nama di ponsel mereka telah berubah saat mereka bulan madu ketika tengah saling memeriksa hp masing - masing.
flashback on
"Suamiku sini, kita foto bersama." Ziana menarik tangan Aditya saat mereka tengah jalan - jalan di kota Seoul. Aditya yang paling anti untuk selfie hanya menurut pasrah ketika istrinya memintanya untuk bergaya, entah kenapa baginya dengan melihat senyum di wajah Ziana dengan tak mengecewakannya itu sudah menjadi mood booster bagi Aditya.
Saat tengah melihat hasil jepretan kamera ponsel Ziana, dengan sengaja Aditya melihat nama kontak dirinya yang di beri nama patung es.
Oh jadi selama ini dia mengumpatku dengan nama ini.
"Sweety kau sering mengumpatku ya, hmm?" tanya Aditya dengan menatap Ziana yang kini tengah menyantap es cream padahal udara begitu dingin.
"Apa maksudmu, suamiku?" Ziana belum paham dengan arah pembicaraan suaminya.
"Apa nama ku di kontak mu?" Dengan muka merah padam Ziana yang seperti ketauan tengah mencuri, ia menjadi salah tingkah.
Mampus gue lupa ganti kontak namanya, aduh bagaimana ini.
"Maaf aku lupa menggantinya, dulu kan kau begitu menyebalkan." Ziana tersenyum canggung dengan bergelayut di tangan suaminya berusaha merayu nya agar ia tak kesal pada dirinya.
"Aku sudah mengganti nama kontak ku, awas jangan pernah sekalipun kau menggantinya. Dan aku tau selain itu pasti ada lagi sebutan untuk ku kan?"
"Tidak ada kok, sumpah!" seru Ziana ia mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V dan menggelengkan kepalanya.
"Jangan bertingkah seperti itu sweety, kau begitu menggemaskan, aku jadi ingin mencium mu saat ini juga." Aditya mencubit pelan hidung Ziana.
"Tidak ini tempat umum, aku tidak mau." Ziana menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia mundur beberapa langkah agar tak terlalu dekat suaminya, ia tau Aditya adalah orang yang nekat.
"Kemari lah sweety, aku menginginkan mu." Aditya terus menggoda Ziana dengan berusaha mendekat padanya.
"Tidak mau." Ziana pun berlari dan di ikuti oleh Aditya sampai di ujung jalan Aditya berhasil menarik Ziana ke dalam pelukannya dan ia pun tertawa mengingat wajah Ziana yang begitu panik saat ia mengatakan akan menciumnya di tempat umum.
"Aku hanya bercanda sweety, ayo kita jalan lagi." Aditya menggenggam erat jemari Ziana, dan mereka pun kembali menikmati keindahan kota Seoul.
Ziana tersenyum melihat perubahan yang terjadi pada suaminya. Kini ia melihat Aditya mudah tersenyum dan tertawa jika tengah bersamanya tidak seperti dulu yang kaku, dan dingin seperti patung es, ya sebutannya dulu untuk suaminya itu.
flash back off