
"Ayo semua kumpul ini sudah menunjukan jam 8 malam, semua yang di dalam tenda harap keluar tidak ada yang di dalam tenda!!" teriakan panitia acara membuat semua siswa yang ada di tenda keluar.
Setelah semua berkumpul lalu mereka semua duduk di tanah dengan formasi melingkar untuk mendengarkan pengumuman dari panitia acara.
"Malam ini akan di adakan acara jerit malam, semua siswa telah di bagi kelompoknya masing-masing dengan satu orang sebagai kepala regu."
"Nanti kalian harus bisa membawa bendera yang telah kami pasang dan harus membawa sebanyak-banyaknya, jika regu yang membawa paling banyak bendera itu yang menang dan akan mendapatkan hadiah tapi jika yang kalah atau yang paling sedikit membawa bendera itu akan mendapatkan hukuman esok harinya, mengerti?" teriakan senior yang merupakan panitia acara camping yang hanya di hadiri oleh kelas 11 saja.
"Dan sekarang kalian berkumpul sesuai dengan regu yang telah di bentuk tadi siang." Lanjutnya lagi suara di malam hari yang hening membuat siapapun yang hanya berbicara santai akan sangat jelas terdengar.
Mereka berkumpul sesuai dengan regu yang tadi siang di bentuk, saling mencari teman sesama regu dalam remangnya cahaya malam.
Setelah semua nya berkumpul sesuai dengan regu nya masing- masing mereka mulai berpencar sesuai dengan arahan panitia acara. Sekarang giliran regu Zian yang beranggotakan Zian, Luki, Dimas, Darma, Hanum, indah, Risa.
Zian sebagai kepala regu berjalan terlebih dahulu untuk mencari bendera di ikuti anggota regu yang saling menguatkan di belakangnya, pasalnya mereka kini tengah berada di tempat yang bisa di sebut hutan ataupun bukan tapi yang jelas penuh dengan pepohonan besar.
"Itu bendera nya Zian" tunjuk Luki pada pohon yang cukup besar.
"Iya udah ayo bawa." ucap Zian dengan berjalan hendak mengambil bendera nya dan tiba-tiba ada suara tawa yang sangat memekakkan telinga membuat bulu kuduk merinding.
"Aaaaaaaaaaaaaaa...."
Tiga siswi yang ikut bersama mereka kompak berteriak histeris, dan Darma juga Dimas mereka langsung lari. Melihat itu ketiga siswi regu Zian ikut berlari. Karena tidak melihat ke arah depan mereka saling bertubrukan yang menyebabkan mereka jatuh bertumpukkan.
Luki yang tidak bisa menggerakkan kaki nya karena takut hanya mampu berpegangan pada zian. Sementara Zian ia hanya diam mencerna apa yang terjadi sesaat sekelebat bayangan muncul di balik pohon ia melihat dua orang berpakaian mirip hantu tapi memakai sepatu dan jaket.
"Ck ternyata orang." Zian yang termasuk pemberani dengan tenang mengambil bendera yang ada di pohon itu.
"Hey hantu ya kalau mau cosplay yang lengkap, tuh jaketnya masih keliatan." Zian berbalik untuk menemui Luki dan melihat teman-temannya yang tadi jatuh bertumpuk hanya menyisakan Darma dan Dimas sedangkan Hanum, Indah dan Risa terus berlari ke tenda.
"Ayo lah lanjut lagi lo ingat ya nggak ada hantu itu cuma senior aja yang lagi ngerjain kita, awas jangan pipis lo pada." Zkan mengatakan itu dengan menujuk semua teman- temannya.
"Ih si monyong jangan tarik- tarik baju gue engap ini gue nggak bisa nafas." Dimas yang masih takut terus menarik baju Luki dari belakang.
"Lo apaan sih pegang terus tangan gue, jauhan sana gue masih normal, geli gue di pegang sama lo!" Zian mengibaskan tangan nya yang di pegang Darma.
Mereka yang bingung dengan situasi hanya mengikuti Zian. Setiap bendera yang ada pasti di jaga senior yang selalu menggagu mereka ada yang nimpuk pakai ranting, ada yang nangis, ada juga yang menyerupai hantu datang mengejutkan mereka satu persatu.
"Zian tolong gue, baju gue ada yang narik jangan tinggalin gue." Darma berteriak dan mencoba menggapai teman nya yang ada di depannya dengan tangisan nya.
Mereka yang sedang berjalan pun berhenti mendengar rengekan dan juga tangisan Darma, Zian berjalan mendekati.
"Lo nangis? liat lo cuma ke sangkut akar pohon dodol, badan aja gede ke sangkut ranting nangis kejer lo!!"
"Udah banyak nih kita balik tenda aja, capek gue." lanjutnya lagi dan yang lainnya hanya ikut kemanapun langkah kaki kepala regu mereka.
Tidak ada yang bicara sepatah kata pun mereka masih shock dengan apa yang terjadi, meskipun itu hanya keisengan dari senior mereka.
***
Tegah malam Ziana terbangun dari tidurnya ia merasa perutnya sangat lapar, ternyata ia tidur dengan cukup lama. Ia beranjak dari tempat tidurnya setelah itu berganti pakaian dan membersihkan wajahnya dari riasan yang tadi dipakainya.
"Bapak sama Ibu pasti sudah tidur, ini kan tengah malam." gumam Ziana berjalan ke arah dapur, ia berencana untuk membuat mie instan.
"Baru bangun kamu?" tanya Pak Risman.
"Ih Bapam kaget aku, kok belum tidur pa?" tanya Ziana dengan mengambil air minum karena dirinya sangat haus.
"Oh gitu, bapak mau mie juga nggak biar Zi bikinin sekalian?"
"Nggak perlu kamu aja tadi Bapak masih kenyang abis makan sama Ibu."
"Baiklah." Ziana lalu mengambil panci dan mulai memasak mie instan yang ia bayangkan dari tadi mungkin akan sangat nikmat di makan pada malam hari seperti ini.
"Apa Zian ada menghubungi mu Nak?" tanya Pak Risman.
"Tidak ada Pak, mungkin dia sibuk dengan acara nya di sana. Kalau ada apa-apa nanti juga pasti dia hubungi Zi." Jawab Zi dengan tangan nya yang masih sibuk membuat mie.
"Iya sudah Bapak tinggal dulu ya, sudah ngantuk ini besok kan Bapak harus bangun pagi." Pak Risman pergi meninggalkan Ziana di dapur.
"Iya Pak." Zi mengangguk dan mulai menyantap mie nya yang sudah beres di masak.
"Si patung es lagi apa ya? pengen ngirim pesan tapi ini udah malam banget."
Karena tidak ada kerjaan iseng-iseng ia pun membuat story tentang mie yang baru habis ia makan, dan tanpa di duga aditya mengirimkan nya pesan.
Patung es<<
Tidak sehat
Gadis berisik<<
Eh Kak Ditya belom tidur ya?? ko sama kita sehati🤗
Patung es<<
Hmmmm
Gadis berisik<<
Sarang hae oppa!!!! cie yang senyum pas baca pesan nya aku🤪
Patung es<<
Hmmmm
"Aaaaaa segitu aja gue udah senang banget, oh ya ampun pria masa depan ku." Ziana berteriak histeris dengan tak hentinya mencium dan memeluk ponselnya.
Sedangkan di tempat yang lain Aditya nampak tersenyum mendapatkan balasan pesan dari Ziana.
Ia yang juga tak bisa tidur, tadi begitu pulang dari mansion Bara langsung terlelap tidur karena lelah dan sekarang malah terbangun tengah malam. Aditya yang saat ini juga sedang makan, ia memanaskan makanan siap saji yang selalu ada dalam lemari pendingin jika keadaan darurat seperti sekarang bisa langsung ia santap.
Gadis berisik<<
Kak Ditya.
Gadis berisik<<
Kok ilang sih tidur ya?? good night aja dan mimpiin aku ya kak, aku tunggu di mimpi ya🤗
"Gadis konyol." gumam Ditya tersenyum.