
Leo dan juga Selene terus mengikuti langkah kaki Roselia yang terlihat ceria itu.
Setelah beberapa saat, mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan yang cukup besar. Ruangan itu memiliki ukuran sekitar 15x20 meter, dengan 3 buah ruangan kecil lainnya yang ada di dalamnya.
Dalam ruangan itu, terlihat dipenuhi berbagai gelas kaca, banyak cairan, dan tumpukan buku dalam rak yang tersusun rapi. Tak hanya itu, terlihat terdapat sebuah tempat dengan lantai dan dinding yang dilapisi besi serta sebuah boneka kayu yang mengenakan baju besi.
“Jadi ini adalah ruang kerja kita kedepannya. Ini adalah untuk mempelajari kimia, kemudian itu adalah target untuk menembakkan sihir. Tiga ruangan itu masing-masing dari kiri adalah tempat tinggalku, toilet, dan gudang.” Jelas Roselia dengan senyuman yang lebar.
Leo dan juga Selene terlihat memperhatikan sekeliling ruangan itu dengan seksama. Mengikuti semua penjelasan Roselia dengan rinci.
“Kemudian untuk aturannya sederhana. Kalian bisa tinggal di sini kalau mau. Jangan rusakkan benda apapun tanpa izin, kemudian belajar lah untuk mencintai sihir. Kalau sudah mengerti kita akan segera mulai bekerja.” Lanjut Roselia.
Mendengar hal itu, Leo dan juga Selene tentu saja senang. Melihat ruangan dan fasilitas yang selengkap ini, tentu saja mereka akan dengan cepat berkembang.
Tapi....
“Bekerja? Bagaimana dengan kelas?” Tanya Leo.
“Lupakan hal membosankan itu. Syarat kalian lulus hanyalah lulus ujian akhir dan membuat sebuah penelitian yang memiliki manfaat. Benar juga, untuk penyihir tingkat rendah, membuat sesuatu yang sederhana juga tak masalah.” Balas Roselia.
“Ujian akhir? Penelitian?” Tanya Selene penasaran.
“Kalian bisa menempuh ujian akhir kapan saja, karena itu bersifat individu. Tapi kesempatan kalian untuk mencoba ujian itu hanya 3 kali. Jika ketiganya gagal, kalian takkan bisa kembali menginjakkan kaki di akademi ini selamanya. Tentu saja, kalian bebas mempersiapkan diri berapa lama pun.” Jelas Roselia.
Leo dan juga Selene pun mulai berpikir.
Kemungkinan besar, alasan Roselia yang masih semuda ini sudah bisa menjadi salah satu dari promotor, tak lain hanyalah karena kecerdasannya saja. Akan tetapi....
“Kemudian untuk penelitian.... Sebagai contoh kalian meneliti pengaruh pencampuran bahan yang berbeda dalam pembuatan ramuan. Lalu bagaimana efeknya. Apakah meningkat atau tidak. Itu saja.” Lanjut Roselia sambil mulai mengambil beberapa gelas kaca.
“Jadi.... Kelas itu tidak wajib?” Tanya Leo sekali lagi karena penasaran.
“Kelas diciptakan untuk memfasilitasi murid yang tidak memperoleh promotor dan hanya bergantung pada Dewan Penyihir. Dimana mereka akan dididik oleh penyihir tingkat menengah atau tingkat atas. Kau tak perlu mengikutinya jika sudah memperoleh promotor.” Jelas Roselia sambil memasukkan beberapa bahan ke dalamnya.
“Katakan, apa yang akan terjadi jika aku memanaskan bahan ini dengan cairan ini?” Ucap Roselia sambil menyentuh bagian ujung dari tulisan aneh yang menyala dengan warna biru.
Setelah itu, gelas kaca yang digunakannya seakan menjadi panas dan bahkan segera mendidih.
Di saat Leo mencoba menanyakan atas apa yang baru saja terjadi, Roselia hanya mengabaikannya dan melanjutkan pelajaran seperti biasa.
Sebuah pelajaran yang hanya berfokus kepada praktek dibandingkan dengan teori.
Dan semuanya merupakan sebuah penelitian kecil bagi Roselia itu sendiri. Menyelesaikan tanggungannya sebagai profesor untuk selalu melakukan penelitian tiap tahunnya.
......***......
Tanpa disadari, hari telah mulai gelap dan matahari mulai tenggelam.
Di sudut ruangan, Roselia terlihat sedang membersihkan beberapa peralatan yang selama satu hari ini Ia gunakan. Sedangkan di sisi lain, Leo dan juga Selene terlihat begitu kelelahan.
Bagaimana tidak, mereka mempelajari 3 topik yang berbeda secara bersamaan hari ini. Penyebabnya hanyalah karena adanya waktu tunggu ketika sedang memanaskan beberapa bahan atau mendinginkan bahan.
“Dan itulah dasar-dasar dari kimia, besok kita akan mempelajari mengenai sifat Mana. Ngomong-ngomong, kalian yakin tak ingin tinggal disini?” Tanya Roselia dari sudut ruangan.
“Tidak, kami masih perlu melakukan pekerjaan lain.” Balas Leo.
Apa yang dimaksudkan olehnya tentu saja adalah memenuhi kuota Enchanting untuk Eastfort atau Feris. Dimana jumlahnya saat ini sudah cukup banyak dan bisa dibilang miris dengan Mana yang dimilikinya.
“Sayang sekali. Padahal aku sangat ingin memeriksa perbedaan sel antara manusia dan half elf.” Balas Roselia seakan kecewa.
Kedua mata Leo segera melebar setelah mendengar kata itu. Ia sama sekali tak menyangka bahwa konsep sel telah ada dan diketahui di dunia ini.
Sementara itu, Selene terlihat kebingungan karena tak paham apa yang dimaksudkan.
“Sel?”
“Aaah! Lupakan! Itu hanya salah satu penelitianku yang tak begitu populer. Tapi aku sangat yakin di dalam bagian tubuh makhluk hidup ada semacam penyusun dan....”
Leo segera menyela perkataan Roselia dengan cepat. Paham bahwa ini adalah kartu terbaiknya untuk membuat negosiasi dengannya.
“Menentukan fungsi dan wujud dari makhluk hidup sendiri.” Ucap Leo seakan mengerti kelanjutan dari apa yang ingin disampaikan oleh Roselia.
Roselia pun dengan segera terkejut atas apa yang dikatakan oleh Leo.
“Ka-kau.... Ba-bagaimana kau bisa tahu itu? Tidak, apakah itu memang benar?” Tanya Roselia dengan tubuh yang gemetar. Ia secara perlahan berjalan ke arah Leo dengan kedua tangan yang terlihat seakan siap untuk menangkapnya.
Melihat hal itu, Leo tak lagi mampu menahan senyumannya. Dengan kata lain, Roselia telah mengetahui mengenai susunan makhluk hidup. Hanya saja belum mampu untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai hal itu.
Dan jika Leo bisa mengarahkannya dengan tepat, kemungkinan Ia bisa memperoleh posisi negosiasi yang sangat tinggi kali ini.
“Tentu saja aku tahu. Tapi jika ingin tahu lebih lanjut, bisakah kau menjelaskan padaku atas apa yang sebenarnya kau lakukan untuk memanaskan gelas itu tanpa api?” Tanya Leo dengan tatapan yang tajam.
“Aku akan mengatakannya! Jadi tolong jelaskan padaku apa yang kau tahu soal sel!” Teriak Roselia sambil memegang erat kerah baju Leo.
“Sepakat. Kalau begitu sampai jumpa esok hari, Roselia. Aku menanti pelajaran yang ku inginkan besok.” Balas Leo sambil melepas cengkraman tangan Roselia di pakaiannya.
Ia tanpa ragu segera membalikkan badan dan berjalan keluar ruangan bersama dengan Selene. Meninggalkan Roselia sendirian dalam rasa penasarannya itu.
Sikapnya jauh berubah dari yang sebelumnya. Seakan sikap cerianya telah menghilang sepenuhnya setelah ditelan oleh rasa penasaran.
“Tidak! Jangan tinggalkan aku! Aku takkan bisa tidur dengan semua ini!”
Tapi Leo tetap pergi. Hanya Selene yang sedikit menolehkan kepalanya ke belakang melihat sosok Roselia yang kini telah menatap tanah.
Sedangkan Leo?
‘Bersabarlah sedikit. Aku perlu memikirkan cara untuk melihat struktur sel di dunia ini tanpa adanya mikroskop.’ Pikir Leo dalam hatinya.
Apa yang dilakukan Leo, hanyalah mengulur waktu selama satu hari untuk memberikannya kesempatan berpikir.