E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 40 - Pasar



...- Kota Venice -...


Leo dan juga Artemis akhirnya tiba di sebuah Kota di wilayah Barat dari Pegunungan Rustfell.


Kota ini terletak di dekat pesisir pantai. Sebuah Kota yang cukup besar dan megah dan menjadi salah satu dari pusat perdagangan Kerajaan manusia di wilayah Utara dan Selatan.


Kali ini, dengan penampilannya yang rapi dan sebuah kereta kuda, Leo bisa memasuki Kota itu dengan mudah. Bahkan disambut cukup ramah oleh para penjaga gerbang.


Hal itu dikarenakan pedagang dipandang cukup tinggi di Kota Venice ini.


Bahkan, para penjaga itu menjelaskan arah pasar budak yang ingin dituju oleh Leo dengan rinci. Membuatnya tak perlu lagi mencari tahu lokasinya nanti.


"Leo, kau benar-benar serius akan membeli budak?" Tanya Artemis sesaat setelah melewati gerbang itu.


"Tentu saja. Lagipula, membeli budak bukanlah hal yang ilegal di sini." Balas Leo singkat.


Apa yang dikatakannya memang benar. Di dunia Egalathia ini, tingkat peradabannya masih setara dengan abad pertengahan di bumi. Dan di dunia ini, budak memiliki status yang sama dengan sebuah komoditas dagang.


Dengan kata lain, budak adalah sebuah barang yang umum diperjualbelikan di dunia ini. Bahkan hampir setiap bangsawan yang terendah sekalipun yaitu seorang Baron, pasti memiliki setidaknya satu orang budak untuk melayani pekerjaan di rumahnya.


"Tapi.... Aku tak tahan jika melihat mereka menderita...." Ucap Artemis dengan tatapan yang memandang tanah.


Leo tak segera menjawab perkataan Artemis barusan. Ia justru sibuk memandangi pemandangan kota ini.


Kereta kudanya terus berjalan melewati jalanan kota yang lebar dan telah di paving ini. Beberapa kali kereta kuda yang lain mendahuluinya, atau melewatinya dari arah yang berlawanan.


Para penduduk kota pun terlihat berjalan kesana kemari, membuat suasana Kota ini begitu ramai.


"Artemis. Kurasa kau sedikit salah dalam satu hal. Sejak kapan aku bilang akan menyiksa mereka?" Tanya Leo kembali.


"Eh? Bukankah budak itu biasanya selalu memperoleh siksaan?"


"Untuk apa merusak barang yang telah ku beli dengan susah payah. Ah, kita sudah sampai." Balas Leo yang segera mengarahkan kudanya memasuki sebuah pasar yang cukup besar itu.


Segera setelah mereka berdua turun, Leo mengikat kudanya pada sebuah tiang kayu yang tersedia di dekat pasar itu.


Pasar ini bisa dibilang cukup kumuh dan gelap. Di tanah lapang yang cukup luas ini, terdapat banyak sekali tenda dengan berbagai macam ukuran, bentuk dan warna.


Sedangkan pemilik dari kios yang berupa tenda itu berdiri di depannya sambil berusaha menarik pelanggan.


"Halfling! Halfling! Kami memiliki banyak Halfling yang bagus disini!"


"Bagi yang membutuhkan pengawal! Banyak Beastmen yang kuat disini!"


"Banyak gadis cantik di sini! Segera beli sebelum habis!"


"Budak murah! Budak murah! Kami akan memberikan tambahan satu setiap kalian membeli empat!"


Teriakan mereka yang berusaha untuk mempromosikan barang dagangan mereka sangatlah diluar bayangan Leo. Itu karena mereka benar-benar mempromosikannya seperti sebuah barang.


Tak seperti dirinya yang dulu dilelang, kali ini harga dari tiap budak telah ditetapkan di depan kurungan besi mereka.


'Sreett....'


Artesmis memegang tangan kiri Leo dengan cukup erat. Sejak tadi, wajahnya selalu menatap tanah, tak berani untuk melihat apa yang ada di depannya.


"Artemis, apakah ini terlalu berat untukmu?" Tanya Leo singkat sambil menoleh.


Tanpa menjawab, Artemis hanya menganggukkan kepalanya. Menandakan bahwa Ia memang tak kuat dengan pemandangan dan suasana ini.


"Baiklah, kau pergi cari restoran atau semacamnya dan kembalilah di depan pasar setelah kau selesai. Aku juga takkan lama disini." Balas Leo.


Artemis dengan segera mengangguk dan melepaskan pegangannya. Meninggalkan Leo di pasar budak ini.


Langkahnya terlihat cukup cepat, seakan memang tak lagi mampu bertahan di sini lebih lama lagi. Tapi Leo sama sekali tak mempermasalahkannya. Bagaimanapun, pemandangan di tempat ini terlalu mengerikan untuk seorang gadis.


Tidak....


Bahkan jika itu adalah dirinya yang dulu, mungkin Ia akan segera muntah setelah melihat pemandangan di pasar ini.


Beberapa orang terlihat sedang mencambuk budaknya karena melawan atau berusaha melepaskan diri.


Yang lain terlihat sedang memberikan cap pada tubuh mereka dengan besi panas. Sebuah cap yang sama dengan yang Leo miliki di pundak kanannya.


Sementara itu, beberapa orang lain terlihat 'mencoba' pada budak yang akan mereka beli.


'Menjijikkan sekali. Aku akan segera mencari yang ku butuhkan dan pergi dari sini.' Pikir Leo dalam hatinya sambil segera melangkah mengelilingi pasar budak ini.


Setelah tiba di salah satu tenda, Leo menanyakan sebuah hal yang mengganjal pikirannya sejak tadi.


"Maaf, tapi mereka itu apa?" Tanya Leo sambil menunjuk ke arah budak yang ada di dalam kurungan besi itu.


"Aaah, mereka adalah Halfling." Balas pedagang budak itu sambil tersenyum. Ia merapatkan kedua tangannya sambil menggosok-gosokkannya.


"Halfling? Apa itu?"


"Mereka adalah keturunan terkutuk, setengah manusia dan setengah dari ras lain. Termasuk ras iblis.


Sebagian besar dari mereka akan ditangkap dan diperjualbelikan seperti ini karena memiliki kemampuan yang unik. Sebagian lagi mungkin mati di tangan orang tua mereka." Jelas pedagang itu dengan cukup panjang lebar.


Mendengar penjelasan itu, Leo menjadi sangat tertarik. Ia pun mendekat ke arah tumpukan kurungan itu berada dan mulai menggunakan skill Clairvoyance miliknya.


Sebagian besar halfling yang ada di tenda ini adalah ras campuran antara manusia dengan ras iblis atau ras minor. Beberapa terlihat seperti memiliki telinga serigala, telinga kelinci dan bahkan ada yang memiliki sepasang sayap seperti seekor burung.


Akan tetapi....


'Buruk, buruk, buruk....'


Dengan cepat, Leo bisa mengetahui atribut dan juga skill mereka semua hanya dengan sekali pandang. Meski begitu, gerakannya saat ini hanya seperti orang yang sedang melihat-lihat seperti biasa.


Hingga akhirnya, setelah Leo berkeliling selama 2 menit....


Ia membuka matanya lebar-lebar karena tak bisa percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.


'Yang benar saja?! Makhluk seperti ini berakhir sebagai budak?!' Teriak Leo dalam hatinya sambil memperhatikan sosok seorang wanita berambut panjang dengan warna seputih salju yang indah itu. Tanpa sadar, senyuman tipis mulai terbentuk di wajah Leo.


"Oooh! Mata Anda benar-benar tajam sekali, Tuan. Itu adalah salah satu dari produk terbaik yang kami miliki. Tapi sayangnya.... Seperti yang bisa Anda lihat. Dia memiliki pendirian dan harga diri yang terlalu tinggi.


Seorang budak yang tak bisa memenuhi tugas yang diberikan oleh tuannya, itu sama seperti mempersilakan penyusup masuk ke dalam rumahmu sendiri.


Hahaha.... Seorang pembeli pernah mengatakan hal itu padaku mengenai dirinya. Akibatnya, dia tak laku selama 2 bulan lebih aku memungutnya." Jelas Pedagang itu dengan cukup panjang lebar sambil tertawa.


Sedangkan apa yang dilihat Leo dengan kemampuan Clairvoyance miliknya bukan hanya seorang wanita yang menawan dengan telinga yang sedikit runcing.


Bukan juga pakaian yang terlihat seperti seorang petinggi suatu ras dengan warna hijau dan putih yang begitu indah itu meskipun telah robek dan berlubang di berbagai sisi. Akan tetapi....


...[Objek : Half-Elf]...


...[Nama : Selene]...


...[Rating : B-]...


...Kesehatan : 3.189 / 8.752...


...Mana : 218 / 3.520...


...- Atribut -...


...Strength : 85 (Degraded)...


...Agility : 129 (Degraded)...


...Vitality : 78 (Degraded)...


...Magic : 62 (Degraded)...


...Dexterity : 51 (Degraded)...


...- Skill -...


...Wind Blessing - B Rank...


...Sharpshooter - B Rank...


...Night Vision - B Rank...


...Blade Dancer - B Rank...


...Bow Talent - C Rank...


'Jackpot! Berapapun harganya aku harus mendapatkannya!' Teriak Leo dalam hatinya segera setelah mengintip sebagian dari statusnya.


Sementara itu, Half-Elf yang bernama Selene itu terus memberikan tatapan yang sangat tajam kepada Leo. Sebuah tatapan yang sama seperti seekor hewan buas yang siap untuk menerkam mangsanya.