E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 19 - Awal Baru



"Perlu kau tahu, mungkin ini adalah bantuan terakhir dariku." Ucap Cyrese di saat Dimas sedang memperhatikan keseluruhan kertas di keenam gerbang raksasa itu.


"Hmm? Kenapa begitu?"


"Berdasarkan peringkat dirimu yang ada di tingkat E, aku hanya bisa memberikan bantuan hingga sekitar 50.000 poin. Dan pada saat ini, poin itu sudah sangat mendekati batasnya." Jelas Cyrese sambil terbang di samping Dimas.


Mendengar hal itu, Dimas sendiri sama sekali tak terkejut. Seakan sudah menduga hal itu dari dirinya sendiri yang hanya senilai 200 poin saja.


"Ah, jadi begitu? Tak masalah bagiku. Bantuan ini sudah jauh melampaui apa yang ku harapkan. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan Reina? Dia baik-baik saja? Lalu jika itu dirinya, berapa banyak bantuan poin yang bisa diberikan?" Tanya Dimas dengan cukup panjang lebar.


Meski begitu, Ia masih terus meneliti semua jenis skill dan kemampuan yang ada di keenam gerbang itu.


"Reina baik-baik saja. Saat ini Ia sedang berkelana dan menjadi seorang petualang di suatu Guild." Balas Cyrese singkat.


"Syukurlah. Aku tak ingin menderita sia-sia untuknya."


"Lalu mengenai poinnya.... Reina sendiri merupakan seorang Pahlawan dengan peringkat C, atau dengan kata lain, Dewinya yaitu Silvie bisa memberikan bantuan hingga 150.000 poin." Lanjut Cyrese.


Dimas yang mendengarnya cukup terkejut. Bahkan kedua matanya terlihat sedikit melebar setelah mendengar hal itu.


"Aah.... Itu kabar yang bagus. Tapi kupikir Ia akan memperoleh lebih banyak batas poin. Jadi untuk Pahlawan tingkat S, maksimal 300.000 poin?" Tanya Dimas sambil mengarahkan jari telunjuknya ke dagunya.


"Kau benar. Setiap kenaikan peringkat akan memperoleh tambahan batas poin bantuan sekitar 50.000 poin."


Dimas hanya menganggukkan kepalanya sambil berjalan memperhatikan keenam gerbang itu.


Berbeda seperti di dunia nyata dengan tubuh aslinya, ketika di dunia surgawi, informasi mengalir dengan sangat mudah.


Bahkan hanya dengan berdiri di hadapan salah satu gerbang itu, Dimas seakan bisa melihat daftar dari seluruh skill yang bisa diperoleh.


Setiap gerbang sendiri mewakili skill atau kemampuan pada setiap tingkatan. Mulai dari tingkat E, D, C, B, A dan S sebagai peringkat yang tertinggi.


Harga dari setiap skill sendiri berbeda-beda tergantung dari kekuatan dan juga kegunaannya.


Tapi jika dikelompokkan, maka harga dari setiap tingkatan skill akan terlihat seperti ini :


Skill tingkat E : 1 - 500 poin


Skill tingkat D : 400 - 2.500 poin


Skill tingkat C : 2.000 - 7.500 poin


Skill tingkat B : 5.000 - 15.000 poin


Skill tingkat A : 10.000 - 30.000 poin


Skill tingkat S : 25.000 - 100.000 poin


Secara sederhana, tingkatan skill itu bisa disederhanakan menjadi tingkat E adalah skill yang hampir tak berguna seperti skill memecahkan telur dengan rapi.


Sedangkan skill tingkat S sendiri merupakan skill yang sangat kuat hingga mampu merubah aliran pertempuran.


Berdasarkan dari harga skill yang ada, Dimas bisa mengambil satu skill tingkat S yang paling lemah, dan mungkin beberapa skill tingkat A dan B jika ingin.


Akan tetapi....


Dimas masih terdiam. Ia masih terus memikirkan apa yang harus dipilihnya.


Beberapa puluh menit berlalu dengan Dimas yang menanyakan beberapa jenis skill kepada Cyrese dan Cyrese yang menjawabnya dengan antusias.


Bagaimanapun, Dimas adalah pahlawan pilihannya karena kecerdasan dan pengalaman hidupnya. Ia harus mendukungnya dengan sepenuh hati.


Hingga akhirnya.... Setelah hampir 1 jam....


"Cyrese, aku telah memutuskannya. Ini adalah beberapa skill yang akan kupilih." Ucap Dimas sambil memegang beberapa lembar kertas.


"Begitu kah? Biar kulihat terlebih dahulu." Balas Cyrese sambil tersenyum.


Skill yang dipilih oleh Dimas yaitu :


...- Skill tingkat S -...


...[Enchanter]...


...Sebuah skill yang memungkinkan pemilik untuk menambahkan atau mengurangi keadaan suatu benda. Membutuhkan daya sihir yang cukup tinggi untuk melakukannya....


...Harga : 28.000 Poin...


...- Skill tingkat A -...


...[Clairvoyance]...


...Harga : 12.250 Poin...


...- Skill tingkat B -...


...[Mana Affinity]...


...Meningkatkan afinitas mana seseorang. Membuat seseorang memiliki kapasitas Mana dan regenerasi Mana yang lebih besar daripada biasanya....


...Harga : 9.000 Poin...


...Total Penggunaan Poin :...


...49.250 / 49.282...


...Sisa Poin :...


...32...


Cyrese yang telah memperhatikan seluruh skill yang dipilih oleh Dimas merasa sedikit kebingungan. Itu karena semua skill ini hampir tidak berguna secara langsung dalam pertarungan.


Dengan pengecualian yaitu [Mana Affinity] yang meningkatkan kapasitas dan regenerasi Mana pemiliknya.


Tapi jika mengambil skill itu, kenapa Dimas tak mengambil skill yang berhubungan dengan bakat dalam penggunaan sihir? Seperti [Sorcery Mastery] atau skill yang serupa?


Terlebih lagi, skill tingkat A yang dipilih oleh Dimas hanya berguna untuk menilai suatu barang. Salah satu dari beberapa skill tingkat A yang bisa dikatakan tidak berguna.


Bahkan skill itu hanya seperti versi lebih lanjut dari skill penglihatan tingkat C miliknya.


Merasa kebingungan, Cyrese pun menanyakannya secara langsung.


"Dimas.... Kau yakin dengan skill pilihanmu ini? Aku sangat tidak yakin bahwa skill ini...."


Dengan kecepatan kilat, Dimas pun segera membalasnya.


"Tenang saja. Gabungan dari ketiga skill itu adalah hal yang paling sempurna bagi diriku. Aku akan menunjukkannya padamu tak lama lagi bahwa kombinasi dari skill itu bahkan lebih kuat daripada [Sword Saint] di tingkat S." Jelas Dimas.


"Apa kau bilang?! Lebih berguna daripada salah satu skill tertinggi [Sword Saint] di tingkat S?! Itu tidak mungkin!" Teriak Cyrese yang merasa sedang dipermainkan itu.


"Hah! Segera berikan kemampuanku dan aku akan memperlihatkannya padamu!" Balas Dimas sambil memberikan senyuman yang lebar.


Dengan kalimat itulah, Cyrese akhirnya terpaksa untuk menganugerahi Dimas dengan 3 skill pilihannya. Yang bahkan Ia sebut mampu melampaui [Sword Saint] yang seharga 90.000 poin itu.


"Baiklah.... Kalau begitu, aku akan segera memberikannya padamu." Ucap Cyrese sambil membentangkan kedua tangannya.


Tekanan angin yang cukup kuat mulai memenuhi tempat ini. Atau lebih tepatnya, di sekitar Dimas berdiri.


Tiga buah bola cahaya dengan warna yang berbeda mulai muncul dan terbang mendekati tubuh Dimas.


Satu cahaya memiliki warna emas yang indah, satu lagi memiliki warna merah menyala dan yang terakhir memiliki warna biru.


Ketiga buah bola cahaya itu pun memasuki tubuh Dimas secara bergantian.


Kekuatan yang besar mulai dirasakan olehnya. Seakan-akan kekuatan mengalir deras dalam tubuhnya.


Pada akhirnya, sebuah lingkaran sihir dengan warna biru yang berukuran cukup besar muncul di bawah tubuhnya.


Lingkaran sihir yang sama yang mengirimkannya ke dunia fantasi sihir dan pedang itu untuk pertama kali. Dan kali ini, lingkaran sihir itu akan mengembalikannya kesana.


"Dimas.... Aku tak tahu apa yang sedang kau rencanakan tapi.... Jangan mati." Ucap Cyrese sebagai kalimat perpisahan.


"Jangan bercanda, aku sama sekali tak ada niatan untuk mati." Balas Dimas sambil memberikan senyuman yang tipis.


Dengan itulah....


Dimas kembali.


Kembali ke dalam tambang yang sangat dingin dengan perut yang sangat kelaparan.


Beberapa orang terlihat memperhatikan dirinya yang jatuh tersungkur ke tanah selama beberapa saat, seakan telah mati.


Tapi kini, berbeda dengan sebelumnya.


Dimas telah merencanakan sesuatu yang besar. Cukup besar untuk tak hanya menyelamatkan dirinya sendiri dari lingkungan yang busuk ini.


Tapi juga cukup besar untuk mengguncang seluruh dunia ini.


"Sekarang.... Mari kita mulai."