E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Arc 3 - Golden Age



Kedamaian yang diperoleh secara tak terduga ini, secara langsung merubah seluruh kehidupan umat manusia.


Sebagai langkah pertama untuk menjaga perdamaian ini, Feris memerintahkan pembangunan dinding besar di sisi Timur dari Eastfort yang merupakan sebuah pegunungan.


Termasuk juga melakukan penjagaan yang sangat ketat untuk mencegah manusia manapun untuk melangkah ke Utara dari Eastfort.


Untuk itu, Feris memerintahkan penguncian gerbang di Utara.


Kini, umat manusia sama sekali tak bisa lagi untuk meninggalkan wilayahnya melalui Eastfort.


Meski pada awalnya merasa sedikit ragu atas perkataan dari Valkazar, tapi pada kenyataannya semua itu benar.


Bahkan setelah 2 bulan berlalu semenjak musim semi tiba, tak ada satu iblis pun yang terlihat di perbatasan Eastfort. Dan karena itulah, Feris segera membubarkan pasukan elit di wilayah Eastfort untuk berjaga di daerah lain.


Di sisi lain, pemberontakan di wilayah Maelfall dimenangkan oleh kubu rakyat jelata. Semua itu berkat kerja keras antara Feris dan juga Leo untuk mendukung mereka menggulingkan tahta bangsawan di dalamnya.


Sebagai hasilnya, Eastfort mendeklarasikan sebagai wilayah independen baru dengan nama Persatuan Rakyat Republik Maelfall dan memisahkan diri dari Kerajaan Manusia.


Meski dari luar nampak seperti itu, pada kenyataannya mereka masih menjalin kerjasama yang erat dengan kerajaan manusia.


Mereka hanya memiliki lebih banyak kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat mereka sendiri.


Kemudian wilayah Mulderberg juga mengalami hal yang sama. Kemenangan mutlak serikat dagang di sana atas pemerintahan Duke yang korup dan terpengaruh oleh Succubus sebelumnya merubah sistem tata wilayah secara drastis.


Kini, mereka menyebut wilayah itu sebagai Serikat Dagang Mulderberg. Dimana kekuasaan wilayah diatur oleh para pedagang-pedagang besar dengan kekuatan kekayaan mereka.


Tak ada pimpinan tertinggi dalam wilayah Mulderberg. Yang ada adalah keputusan kolektif antara 9 orang pedagang besar di dalamnya.


Di sisi lain, Rustfell mungkin yang mengalami perubahan terbesar.


Sebagai Duke baru di wilayah tersebut, dan kembalinya banyak prajurit yang sebelumnya direkrut oleh Achibald untuk berperang di Maelfall, kini wilayah Rustfell mengalami ledakan ekonomi besar-besaran.


Semua itu berkat seluruh keputusan Leo yang sangat akurat dan juga tepat dalam menyelesaikan setiap masalah satu persatu sambil terus menjaga hubungan baik dengan serikat dagang.


Sebagai pemerintah di wilayah itu, Leo menyediakan lapangan yang luas bagi serikat dagang untuk menanamkan modal mereka berbisnis. Kecuali untuk bisnis vital yang hanya boleh dikuasai oleh pemerintah seorang.


Bisnis tersebut yaitu : penambangan, produksi persenjataan dan zirah, serta produksi ramuan.


Selain ketiga itu, pedagang dapat membuka bisnis apapun.


Dan berkat pengetahuannya dari dunia lain itu lah, Leo bisa mengembangkan banyak hal melalui bekerjasama dengan banyak tenaga ahli.


Tanpa di sadari....


Musim panas telah tiba.


Udara hangat yang nyaman ini membuat semua orang melupakan mengenai penderitaan yang mereka alami selama musim dingin berlangsung.


Dan di dalam ruang kerja balai kota ini....


'Dok! Dok!'


"Silakan masuk." Balas Leo singkat.


"Permisi, Tuan Leo. Laporan dari desa Rarth telah tiba." Ucap seorang ksatria dengan zirah besi itu sambil memberikan hormat kepada Leo.


"Terimakasih. Kau bisa kembali."


Leo dengan segera membukanya dan membaca apa isi di dalamnya.


Secara ringkas, di dalamnya dibahas mengenai perkembangan lahan pertaniannya di Desa Rarth yang dulu pernah dibelinya.


"Hahaha.... Baguslah. Setiap koin itu berarti. Bukankah begitu, Selene?" Tanya Leo ke arah sebelah sampingnya.


"Pembangunan kota dagang baru di sebelah Desa Rarth bukanlah perkara mudah. Kita butuh lebih banyak uang untuk itu. Terlebih lagi mengenai pembangunan jalur perdagangan yang baru." Balas Selene dengan rinci.


"Kau benar. Masih banyak yang perlu dikerjakan tapi.... Aku tak menyangka kita akan benar-benar merasakan kedamaian ini."


3 bulan lebih telah berlalu di wilayah Kerajaan manusia. Tapi tak ada satu Iblis pun yang terlihat mendekati wilayah Eastfort.


Dan karena itu lah....


Manusia memasuki kembali jaman keemasannya. Sebuah jaman dimana hanya ada kebahagiaan dan kejayaan di dalamnya.


"Aku pulang." Ucap Leo sambil membuka pintu rumahnya secara perlahan.


Di belakangnya, Selene terlihat sedang membereskan sepatu yang mereka kenakan bersama dengan pakaian formal yang baru saja dilepas itu.


Kini, Leo dan juga Selene hanya mengenakan sebuah kaos sederhana yang setidaknya menutupi tubuh mereka.


'Duk Duk Duk!'


Suara langkah kaki yang sangat cepat terdengar dari kejauhan. Membuat Leo sendiri cukup kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Reina? Ada apa?" Tanya Leo dengan sedikit keras.


"Tuan, aku akan menyiapkan makan malam." Ucap Selene yang segera berjalan melewati Leo itu.


Tiba-tiba....


'Bruuukk!'


Reina berlari dan melompat ke arah Leo secara langsung. Memeluknya dengan sangat erat dengan wajah yang nampak begitu bahagia.


Dan dari bibirnya yang berwarna merah muda itu, Ia pun berteriak.


"Dim! Aku hamil!" Teriak Reina dengan suara yang cukup keras.


'Brukk!'


Kali ini, Leo nampak menjatuhkan semua barang bawaannya. Begitu juga Selene yang hanya bisa menganga dengan tatapan yang kosong.


"Eeh? Kau bercanda kan?" Tanya Leo kebingungan.


"Hah?! Tentu saja aku serius! Lihatlah!" Teriak Reina sambil mengarahkan tangan kanan Leo ke arah perutnya yang kini mulai sedikit membesar itu.


Dalam pikiran Leo hanya ada satu kata.


'Gawat!'


"Kau senang kan? Jadi, akan kita beri nama apa anak pertama kita?" Tanya Reina dengan wajah yang begitu bahagia itu.


Di sisi lain, Selene nampak memberikan tatapan wajah yang penuh kekecewaan.


"Tidak mungkin.... Kenapa.... Tuan! Bagaimana denganku?!" Teriak Selene dengan keras kini menatap tajam ke arah Leo.


"Hah?! Kau jangan ikut-ikutan membuat situasi lebih buruk lagi! Lagipula, aku ini tidak...." Teriak Leo sambil berusaha sedikit menjauh dari pelukan Reina yang kini mulai terasa sakit itu.


"Apakah aku tidak menarik di matamu, Tuan?" Tanya Selene kini dengan wajah yang sedih.


Setelah situasi sedikit mereda, akhirnya mereka bertiga pun berbicara lima mata di ruang tengah.


"Reina. Kau paham situasi ini kan? Jadi pertama, kita akan menikah dengan singkat di ruang balai kota. Aku akan meminta Ferry untuk mengurus berkasnya. Mengerti?" Tanya Leo.


Reina pun mengangguk dengan kuat menyetujui permintaan Leo itu. Di sisi lain....


"Selene. Apakah kau tak masalah jika...."


"Tak masalah selama Nona Reina memperbolehkannya!" Balas Selene singkat kini dengan mata yang berbinar.


"Tunggu dulu, aku belum selesai berbicara dan...."


"Tak masalah, Selene. Sebagai seorang Duke, wajar untuk memiliki 3 atau 4 wanita di sisinya." Ucap Reina memotong perkataan Leo.


"Itu benar! Tak adil rasanya jika orang sehebat Tuan Leo hanya memiliki satu orang wanita untuk meneruskan keturunannya!" Balas Selene dengan wajah yang jauh lebih bersemangat lagi.


"Oii, bisakah aku sedikit...."


"Dan kau tahu? Dimas sangat hebat ketika beraksi." Bisik Reina kepada Selene.


"Begitu kah? Aku tak tahu soal itu."


Akhirnya, Leo hanya menjadi seorang Pria yang diabaikan dalam pembicaraan antar dua orang wanita itu.