
Leo memulai harinya dengan melatih fisiknya. Ia sadar bahwa dirinya merupakan salah satu pahlawan terlemah yang mungkin pernah terpanggil di dunia ini.
Meski begitu, Ia cukup percaya diri dengan pengetahuannya. Itulah mengapa Ia masih bisa bertahan hingga detik ini di dunia fantasi yang kejam ini.
Rutinitas latihannya cukup sederhana.
Untuk melatih staminanya, Leo akan berlari di tempat dengan mengangkat kaki hingga sejajar dengan perutnya.
Ia melakukannya di luar penginapan ini karena Miria pernah menegurnya karena suara berisik yang dihasilkan.
Sedangkan untuk melatih kekuatannya, Leo hanya melakukan Push-Up dan Sit-Up yang sederhana. Sesekali, Ia akan menambahkan latihan mengayunkan pedangnya.
Kemudian untuk Vitalitynya, Leo membutuhkan bantuan Artemis untuk menghajarnya. Setelah membuatnya babak belur dimana Leo berusaha untuk menghindar atau menahan serangannya, Artemis akan menyembuhkannya di akhir sesi latihan.
Setelah tenaganya habis, Leo akan beralih ke latihan sihir. Atau lebih tepatnya, sebuah latihan yang sekaligus menghasilkan uang untuknya.
Hingga saat ini, Leo hanya mampu menambahkan 2 buah Enchantment tingkat D ke dalam sebuah perlengkapan setiap harinya. Karena hanya dengan itu, Mana miliknya telah terkuras habis.
Bisnis penjualan barang yang telah memperoleh Enchantment itu berjalan dengan sangat baik. Berkat kemampuan bicara dan bujukan Artemis, mereka berdua mampu menjualnya dengan harga yang mahal.
Total pendapatan mereka berkisar antara 20 hingga 50 koin emas setiap harinya.
Jumlah yang sangat besar bagi warga biasa, tapi juga merupakan jumlah yang sangat kecil bagi bangsawan atau petualang tingkat tinggi.
Bagaimana tidak, setiap senjata atau perlengkapan tingkat tinggi bisa dijual dengan harga mencapai ribuan koin emas atau lebih.
Karena terlalu besar, mereka terkadang membayarnya dengan koin platinum. Atau sebuah koin berwarna putih cerah yang seharga 100 koin emas.
Tak banyak orang yang pernah melihatnya. Itu karena koin itu sebagian besar hanya digunakan sebagai alat transaksi orang-orang besar.
Meski begitu, Leo telah puas dengan hasilnya.
Ia membagi hasil penjualan itu menjadi dua sama rata. Artemis tentu saja sangat bahagia dengan pembagian itu dan kini menjadi jauh lebih dekat dengan Leo.
Tepat setelah 30 hari dimulainya bisnis itu....
Leo mulai merasakan perubahan yang cukup besar pada dirinya.
"Clairvoyance." Ucap Leo sambil mengarahkan pandangannya kepada kedua telapak tangannya. Apa yang muncul dalam pandangannya adalah status dari dirinya sendiri.
...[Objek : Manusia]...
...[Nama : Dimas]...
...[Rating : E]...
...Kesehatan : 1.485 / 1.521...
...Mana : 464 / 479...
...- Atribut -...
...Strength : 27...
...Agility : 29...
...Vitality : 22...
...Magic : 11...
...Dexterity : 13...
...- Skill -...
...Enchanter - S Rank...
...Clairvoyance - A Rank...
...Mana Affinity - B Rank...
...Keen Eyes - C Rank...
'Masih lemah, tapi setidaknya aku telah membuktikan bahwa latihan ini bisa menghasilkan beberapa poin tambahan pada atributku.' Pikir Leo dalam hatinya sambil memperhatikan informasi itu.
Menyadari bahwa kemampuan fisiknya cukup lambat dalam berkembang karena latihan yang terlalu sederhana, Leo memutuskan untuk mencari sebuah perguruan atau semacamnya.
Bagaimanapun, satu-satunya yang bisa sepenuhnya dipercaya untuk melindunginya adalah dirinya sendiri. Bukan orang lain.
'Uangku sudah cukup banyak, apakah sekarang saatnya fokus memperbaiki perlengkapan ku?'
Leo mulai berpikir untuk menggunakan sebagian uangnya untuk membeli perlengkapan terbaik untuk dirinya sendiri. Yang tentunya kemudian akan diperkuat dengan Enchantment darinya.
......***......
...- Hari ke 60 Musim Dingin -...
Musim dingin mulai mendekati akhir. Dan semua itu ditunjukkan dengan badai yang semakin kuat dan semakin dingin.
Bahkan semenjak hari ke 50, tak ada lagi orang yang cukup gila untuk keluar rumah kecuali terdapat keperluan yang mendesak.
Sementara itu di benteng Eastfort, umat manusia sebagai pihak bertahan memperoleh keunggulan yang mutlak karena musim ini. Jumlah Iblis dan juga monster yang menyerbu menurun denhan drastis karena badai salju yang sangat mematikan ini.
Dengan demikian, memberikan kesempatan bagi para prajurit untuk beristirahat.
Di sisi lain, berita mengenai sosok seorang petualang yang baru saja menghabisi seekor Wyvern sendirian telah menyebar di sekitar wilayah Maelfall.
Berbeda dengan wilayah Aegis Lake yang mana banyak orang cukup takut dengan sosok Reina, disana Ia justru disambut dengan sangat baik. Membuatnya cukup betah untuk menyelesaikan misi di daerah Maelfall.
Kemudian kembali ke wilayah Aegis Lake.
Sebuah Danau raksasa yang dikelilingi oleh 4 buah Kota.
Leo yang berada di salah satu Kota tersebut, kini telah mengganti pekerjaannya dari seorang Enchanter menjadi seorang pengangguran.
Bagaimana tidak? Sebagai Kota yang terletak di kaki pegunungan Rustfell membuatnya memperoleh banyak sekali kiriman salju dan hawa dingin. Bahkan dengan pakaian 5 lapis sekalipun, hawa dingin itu masih mampu menembus hingga ke tulang.
Dan saat ini....
"Giliran mu, Artemis." Ucap Leo yang sedang duduk berhadapan dengan gadis penyembuh itu.
Pada sebuah meja yang ada di hadapan mereka berdua, terdapat sebuah papan permainan yang menyerupai catur. Perbedaannya adalah permainan itu sedikit lebih rumit dengan ukuran papan 10x10 kotak.
Gerakan yang bisa dibuat pun sebanyak 2 langkah untuk setiap giliran pemain. Dengan catatan bahwa bidak hanya bisa bergerak satu kali.
"Ugh.... Kau yakin tak pernah memainkan permainan ini?" Tanya Artemis yang membuat wajah kesal sekaligus kebingungan.
Beberapa hari sebelumnya, Artemis membeli papan permainan ini seharga 20 koin emas dan mengajak Leo untuk bermain.
Rasa percaya dirinya cukup tinggi karena Ia sudah sedikit banyak mengetahui mengenai permainan yang populer di kalangan para bangsawan ini. Tapi pada kenyataannya....
"Kemenanganku." Ucap Leo sambil mengarahkan bidaknya ke arah Raja milik Artemis.
Melihat hal itu, tentu saja Artemis merasa cukup kesal. Bagaimana tidak?
"Aarrgghh! Kenapa aku tak pernah menang sekalipun! Leo! Kau melakukan kecurangan bukan?! Aku yakin kau melakukan sesuatu!" Teriak Artemis seakan menuduh Leo.
"Kau benar, aku memang melakukan sesuatu yang tidak kau lakukan yaitu berpikir. Sekarang, apakah kau mau bermain lagi?" Balas Leo dengan wajah yang tetap datar.
Jujur saja Ia cukup menyukai permainan ini. Tapi Ia akan jauh lebih senang jika lawannya sedikit lebih kuat.
"Tentu saja! Kali ini aku akan mengalahkanmu!"
Dan begitulah, Leo dan juga Artemis menghabiskan sebagian besar bulan keduanya di musim dingin ini. Berdiam diri di kamar sambil melatih fisik sekaligus pikiran mereka dengan papan permainan.
Tak hanya itu, ikatan antara mereka berdua kini menjadi jauh lebih erat. Terutama mengenai rasa saling percaya antara keduanya.
Sebuah kemajuan yang cukup baik dalam kelompok yang dibuat atas dasar saling menguntungkan ini.
Pada saat ini, Leo berada dalam kondisi terbaiknya.
Keuangannya stabil, bahkan cukup berlebih dengan hasil penjualannya selama 3 Minggu terakhir. Saat ini, Ia masih memiliki banyak uang sisa sebesar 327 koin emas untuk memperbaiki perlengkapannya.
Sebelumnya Ia telah membeli beberapa barang yang menurutnya bagus, tapi Ia masih membutuhkan barang lain yang akhirnya gagal karena badai salju ini.
Apa yang telah diperolehnya yaitu setelan pakaian ala bangsawan dengan warna coklat dan ungu yang begitu indah, serta sebuah pedang satu tangan yang dibuat dari baja tempa.
Hanya saja.... Ia masih belum melakukan Enchantment karena ingin memberikan efek setidaknya tingkat C pada perlengkapan terbaiknya itu.
Dan dengan begitulah....
Leo dan Artemis menghabiskan sisa musim dingin ini dengan mengurung diri di penginapan itu.