E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 130 - 6 Tahun Kedamaian



Musim dingin kembali tiba.


Tapi kali ini jauh berbeda daripada yang sebelumnya. Jika biasanya orang akan kehabisan makanan dan kekurangan pakaian hangat, kali ini, atau tepatnya di wilayah Rustfell, semua itu sama sekali tak terjadi.


Ekspansi Leo dalam hal perdagangan dan pertanian membuat ketahanan pangan di wilayah Rustfell sangat kuat. Bahkan terlalu kuat hingga mereka perlu menjualnya ke wilayah lain dengan harga yang cukup tinggi.


Di saat wilayah lain hanya bisa bersembunyi di balik rumah dan juga berharap makanan masih cukup untuk melalui musim dingin, warga di wilayah Rustfell justru bekerja keras di musim dingin.


Sebagian besar dari mereka justru berdagang atas nama Rustellia atau Leo itu sendiri. Mendistribusikan kelebihan makanan mereka secara gratis ke wilayah yang lainnya.


Tindakan Leo ini tentu semakin memperkuat kedudukannya dan menegaskan atas statusnya sebagai bangsawan yang peduli dengan kalangan bawah.


Akan tetapi....


Bahkan Leo sekalipun bisa merasa takut. Bagaimana tidak?


"Reina! Kau tak apa?!" Teriak Leo dengan khawatir saat melihat istrinya sedang berusaha untuk melahirkan.


Bukan balasan yang diperolehnya, melainkan sebuah cengkeraman tangan yang sangat kuat dari Reina.


"Uugghhh!!!"


"Aaarrgghh!!!"


Hanya ada satu orang yang melahirkan. Tapi terdapat dua orang yang berteriak. Di satu sisi adalah Reina, dan di sisi lain adalah Leo yang berusaha menahan cengkeraman tangan Reina yang kini seakan sudah mematahkan tulangnya.


"Nona Reina, berjuanglah! Sebentar lagi!" Ucap beberapa perawat dan penyembuh yang telah bersiap di sekitar ranjang ini.


Sementara itu, Selene di bagian belakang nampak membelai perutnya sendiri yang juga sudah membesar.


'Apakah aku terlalu bersantai?! Bahkan Selene juga akan mengalami hal ini?!' Pikir Leo dalam hatinya saat melihat sosok Selene yang juga telah hamil itu.


Setelah beberapa saat perjuangan, akhirnya seorang anak perempuan terlahir dengan selamat.


"Oeeeekkk!!" Teriak bayi itu sambil menangis dengan cukup keras.


Hal itu membuat Leo dan juga Reina segera bernafas lega. Terlepas atas rasa sakit yang mereka berdua rasakan.


Sedangkan para perawat dan penyembuh segera menangani bayi perempuan itu.


Dengan tubuh yang mulai lemas, Reina akhirnya bertanya kepada Leo.


"Jadi.... Apakah kau sudah memutuskan namanya?"


"Stella. Sebuah bintang yang indah di langit. Ku rasa aku akan menamainya Stella. Bagaimana denganmu?" Tanya Leo dengan senyum yang lebar dan tangan yang berdarah.


"Aku suka itu. Kalau begitu dariku.... Warwick, mengingatkanku atas kota tempatku dulu tinggal." Balas Reina juga dengan senyuman yang lebar.


"Stella Warwick von Rustellia. Nama yang indah."


"Kau benar."


Dengan kejadian ini, Leo pun akhirnya memiliki anak pertamanya. Entah masa depan apa yang menantinya, tapi setidaknya....


Ia telah meninggalkan jejaknya di dunia ini.


Karena Ia tak tahu kapan kedamaian ini akan berakhir. Jadi harapannya, setidaknya Ia bisa mendidik calon pemimpin yang kuat jika Ia kehilangan nyawanya dalam pertempuran kedepan.


......***......


Dalam masa damai ini, waktu berlalu seakan begitu cepat. Tanpa Leo sadari, saat ini telah satu tahun semenjak kelahiran anak pertamanya, Stella. Dan sekitar 6 bulan setelah kelahiran anak keduanya dari Selene, Marcus.


Keduanya memperoleh perlakuan dan didikan yang begitu istimewa. Semua itu berkat posisi Leo sebagai seorang Duke, dan juga kekayaannya sebagai seorang pebisnis.


Jalur perdagangannya yang dibentuk kini telah terhubung ke seluruh wilayah kerajaan manusia. Membuat pergerakan pedagang begitu mudah dan nyaman.


Terlebih lagi, dengan kuasanya sebagai Duke, Leo membangun banyak pos keamanan dan juga pasukan patroli di sepanjang jalur perdagangan itu. Menekan jumlah bandit dan perampokan di jalanan menjadi sangat rendah.


Perkembangan persenjataan sihir umat manusia juga berlangsung dengan sangat lancar. Kini, 5 orang penyihir berbakat yang berada di bawah bimbingan Roselia dan juga Leo, bisa menghasilkan sekitar 20 senjata sihir tingkat menengah setiap harinya.


Sekitar 10 senjata akan dikirim ke Eastfort untuk didistribusikan oleh Feris itu sendiri. Sedangkan sisa 10 lagi akan didistribusikan oleh Leo dalam beberapa divisi dan pasukan khususnya.


Tapi di atas semua itu, umat manusia seakan lupa terhadap keberadaan dan ancaman iblis.


Berdasarkan informasi yang ditanam oleh Feris di benua Elf dan juga wilayah Dwarf, pergerakan Iblis selama ini sangatlah tenang.


Tak ada pergerakan yang berarti kecuali adanya pergerakan ancaman naga kuno di wilayah Dwarf. Meski begitu, naga itu hanya tidur dengan tenang di salah satu gunung dan memakan hewan apapun yang ada di sekitarnya.


Dalam salah satu pesan terakhir yang dikirimkan oleh Feris, Ia meminta agar Leo mulai menurunkan produksi persenjataan dan fokus kepada area bisnis dan juga pertanian.


Bahkan keduanya mulai yakin, bahwa Raja Iblis Valkazar itu benar-benar menginginkan kedamaian.


Mengambil alih kembali wilayah manusia di Utara Eastfort? Untuk apa? Bahkan wilayah yang saat ini saja masih memiliki terlalu banyak ruang untuk berkembang.


"Kekayaan umat manusia dan tenaga kerjanya perlu dialihkan ke sektor yang lain. Saat ini, pertumbuhan penduduk mencapai angka yang sangat tinggi yaitu 30% per tahun.


Jika hal ini terus berlanjut, kemungkinan dalam 10 atau 20 tahun kedepan, kita akan benar-benar berada dalam jaman keemasan yang sempurna." Jelas salah seorang petinggi di Benteng Eastfort itu.


Meskipun membutuhkan waktu agar anak-anak yang baru saja lahir menjadi dewasa, tapi setidaknya ini adalah sebuah bukti nyata.


Bahwa kedamaian ini, terutama perjuangan Leo dalam meningkatkan ketersediaan sumber makanan di wilayah manusia, membuahkan hasil yang sangat manis dalam pertumbuhan populasi.


Yang juga berarti tenaga kerja, atau prajurit di masa yang mendatang.


"Kerja bagus. Lalu bagaimana dengan keuangan?" Tanya Feris kepada petinggi yang lain.


"Ekonomi wilayah manusia meledak dengan sangat luarbiasa. Dorongan Anda dalam melakukan penambangan intensif, serta persenjataan baru yang diberikan oleh Duke Leo, berhasil mendobrak stagnasi ekonomi umat manusia.


Bisa diperkirakan, bahwa jumlah kekayaan dan uang yang beredar akan meningkat setidaknya 200% tahun depan. Kami menyarankan untuk membuat sistem mata uang yang baru dan yang lebih efisien daripada penggunaan logam berharga."


Rapat itu terus berlanjut dengan membahas banyak sekali hal.


Tapi ada satu hal yang pasti.


Terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Feris yang sebelumnya meragukan perkataan dari Valkazar, kini sedikit demi sedikit mulai mempercayainya. Dan berharap, bahwa kedamaian ini akan berlangsung selamanya.


......***......


...- Tahun ke 3 -...


Sudah tiga tahun berlalu semenjak permintaan perdamaian dari Valkazar.


Sama sekali belum ada tanda-tanda bahwa pergerakan roda kemajuan dan pertumbuhan ekonomi di wilayah manusia akan berhenti.


Bahkan sama sekali tidak ada satu Iblis pun yang terlihat sejauh puluhan kilometer dari wilayah Eastfort.


Pada saat ini, semua orang mulai mempercayai bahwa dunia memang sudah berada dalam masa kedamaiannya. Dimana tak ada lagi kebutuhan untuk berperang agar bisa maju.


Anak pertama Leo, Stella, saat ini sudah memulai pendidikan pertamanya di usia yang hampir mencapai 3 tahun ini.


Meskipun dinilai terlalu dini oleh banyak orang, tapi tanggungjawabnya sebagai putri dari seorang bangsawan besar tidak main-main.


Jika tidak dimulai sejak awal, mungkin Ia tak akan tumbuh menjadi orang hebat yang diharapkan oleh semua rakyat di Kota Venice khususnya, dan wilayah Rustfell pada umumnya.


Reputasi Stella sebagai seorang putri yang jenius dalam sihir sudah mulai terdengar di berbagai akademi sihir. Bahkan, Stella sudah menguasai sihir tingkat E seperti Fire Needle di usia yang belum genap 3 tahun ini.


Berdasarkan penglihatan Leo, Ia sangat yakin bahwa Stella akan tumbuh sebagai penyihir yang sangat kuat. Terlebih lagi jika dididik oleh Roselia sejak dini seperti saat ini.


Di sisi lain, Marcus yang masih berusia dua tahun setengah ini menunjukkan kemampuan fisik yang luarbiasa. Tak hanya lincah dan cepat, tapi gerakannya juga kuat.


Marcus juga mewarisi setengah dari ciri ibunya dengan rambut perak yang indah serta telinga yang sedikit runcing. Sementara itu, Stella memiliki rambut pirang yang indah seperti ibunya.


Semuanya berjalan terlalu lancar hingga membuat Leo merasa sedikit khawatir. Apakah ini benar-benar kehidupannya? Apakah semua masalah dunia ini telah berakhir?


......***......


...- Tahun ke 6 -...


Pada saat berumur 6 tahun, Stella telah diakui untuk masuk ke dalam akademi sihir Aselica dalam sebuah kelas khusus.


Di dalamnya, Ia di didik dan di bimbing oleh 6 profesor terbaik yang pernah ada. Termasuk juga Roselia sebagai pembimbing utamanya.


Dalam hal sihir, Stella benar-benar seperti sebuah keajaiban yang hanya muncul satu kali setiap seratus tahun. Kapasitas Mana yang telah dilatihnya sejak umur 2 tahun itu, kini sudah setara dengan seorang penyihir tingkat B dewasa.


Bahkan pengetahuannya dalam hal sihir benar-benar begitu luas. Banyak orang berpikir bahwa Stella mewarisi kecerdasan ayahnya dan kecantikan dari ibunya.


Di sisi lain....


Marcus yang selalu berada di bawah bayangan kakaknya yaitu Stella, memutuskan untuk menjadi bayangan itu sendiri.


"Jika kakak memang sehebat itu, maka aku akan menjadi bayangan yang selalu mengikutinya kemana saja! Menjaga kakak dari siapapun yang akan melukainya!"


Di bawah pelatihan Selene itu sendiri, serta beberapa petinggi militer yang ada di Kota Venice, Marcus mulai terbentuk menjadi seorang Assassin yang memiliki pergerakan yang begitu lincah dan cepat.


Meskipun tak terlalu berbakat dalam sihir, bukan berarti Ia lemah dalam sihir. Berkat latihan kerasnya, setidaknya Marcus dapat menggunakan sihir yang kuat di masa mendatang.


Banyak bangsawan dan juga petinggi di wilayah Rustfell meletakkan harapan besar kepada dua keturunan Leo itu.


Akan tetapi....


Sesuatu yang menjijikkan mulai terjadi di belahan dunia yang lain.


'Braakkk!!!'


Leo, meninggalkan Selene, Reina, dan dua anaknya di Kota Venice, pergi secepat mungkin menuju ke Eastfort. Semua itu karena panggilan darurat dari Feris yang dikirimkan padanya.


"Apa yang terjadi?!" Teriak Leo membuka pintu ruang rapat itu sekuat tenaga.


Di dalamnya adalah para petinggi kerajaan di seluruh wilayah manusia. Termasuk wakil dari Republik Maelfall, dan 9 Pedagang Besar di Mulderberg.


Melihat kedatangan Leo itu, Feris tanpa ragu segera berbicara.


"Leo. Kurasa memang benar. Kita telah dibutakan oleh kedamaian. Seharusnya aku menerima saranmu untuk selalu fokus dalam hal militer." Ucap Feris sambil melemparkan sebuah gulungan surat padanya.


Dan apa yang tertulis dalam surat itu, adalah sebuah deklarasi langsung dari wilayah Elf yaitu Silverhide. Sebuah tempat suci yang diberkati oleh Pohon Mana.


Dalam deklarasi itu menyebutkan, bahwa saat ini, Silverhide, telah sepenuhnya tunduk di bawah kekuasaan Raja Iblis Valkazar.


"Tidak mungkin.... Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Leo dengan tubuh yang gemetar.


"Mudah saja. Silverhide sangat membenci manusia, jadi kita tidak memiliki informasi apapun dari mereka. Di sisi lain, Crystalcourt sedikit percaya pada manusia.


Itulah kenapa, mereka memberitahu hal ini kepada salah satu petualang manusia di Benua itu. Dan juga.... Meminta pertolongan pada umat manusia untuk pertama kalinya." Jelas Feris dengan tatapan yang begitu tajam.


Kedamaian yang dirasakan oleh umat manusia selama ini, hanyalah sebuah pengalihan untuk menjauhkan umat manusia dari rencana Iblis yang sebenarnya.


Atau dengan kata lain....


Membebaskan garis depan Iblis di Eastfort dari ancaman manusia. Membuat mereka, atau Valkazar, bisa memfokuskan serangannya pada tempat yang lain tanpa takut bahwa manusia akan menyerang.


Mengetahui hal itu....


"Leo, perintah mutlak untukmu." Ucap Feris dengan tegas.


"Apa itu?"


Seluruh mata kini memandang ke arah Leo dengan tatapan yang serius. Menanti perkataan selanjutnya dari Feris, dan jawaban dari Leo itu sendiri.


Tapi apa yang dikatakannya....


"Bunuh aku dan pimpin pasukan untuk menaklukkan kembali wilayah di Utara Eastfort. Aku sangat yakin mereka tak memiliki pertahanan di sana. Daripada mati oleh sebuah kontrak iblis, aku lebih baik mati di tangan sesama manusia."


Leo sama sekali tak tahu harus menjawab seperti apa atas permintaan Feris itu.


Semua orang di ruangan ini tahu dengan baik. Bahwa apa yang menanti umat manusia setelah keputusan kritis ini, hanyalah sebuah neraka. Baik mereka menyerang, ataupun terus diam menjaga kedamaian semu ini.