E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 124 - Keputusan



Setelah kejadian itu, semua orang tersadar bahwa ada sesuatu yang tak beres. Sesuatu yang sama sekali tak sederhana. Dan mencakup kehidupan seluruh manusia di kerajaan ini.


Untuk itu lah, Leo saat ini memutuskan untuk meninggalkan wilayah Rustfell bersama dengan Reina dan juga Selene.


Ia menitipkan Kota dan wilayah ini kepada seluruh bawahan dan kenalannya. Termasuk kepada akademisi di Akademi Aselica.


Tujuannya?


Pergi ke wilayah Eastfort bersama dengan pasukan Alicia. Semua itu untuk menyelesaikan seluruh kesalahpahaman di wilayah Kerajaan Manusia. Dan mungkin, melakukan kerjasama dengan Feris.


"Tuan, apakah kau yakin dengan hal ini?" Tanya Selene dengan nada yang sedikit khawatir.


"Dengan apa?" Tanya Leo singkat.


"Bekerjasama dengan Feris.... Bukankah sebelumnya kau mengatakan bahwa itu adalah hal yang buruk?"


"Jujur saja, aku memang benci dengan orang itu. Tap di sisi lain, Feris adalah sosok pahlawan yang sesungguhnya. Ia melakukan banyak hal demi keselamatan umat manusia."


Reina yang berjalan di sebelahnya hanya menatap Leo dengan khawatir. Dan saat itu lah...


"Dim, apakah kau bisa.... Membuatnya pada tubuhku? Lingkaran sihir biru yang menyala itu." Ucap Reina.


Reina, meskipun merupakan seorang pendekar pedang, masih memiliki jumlah Mana yang setidaknya 4 kali lipat lebih besar daripada yang dimiliki oleh Leo.


Semua itu berkat ketergantungan Reina terhadap sihir persepsi waktu yang sangat tinggi, membuatnya secara tak sadar selalu melatih sihirnya.


"Aku takkan membuatnya padamu." Balas Leo singkat.


"Kenapa?"


"Karena itu sangat menyakitkan dan aku tak ingin me...."


"Buat saja. Aku akan menahannya. Jika itu bisa membuatmu sedikit lebih kuat, walaupun hanya sedikit saja.... Aku ingin membantumu."


Beberapa prajurit yang ada di belakang mereka nampak mulai berbisik. Membuat spekulasi atas apa yang sedang mereka bicarakan.


Setelah beberapa saat memikirkannya, Leo pun telah memutuskan.


"Baiklah. Kalau begitu, nanti malam. Aku akan menanamkan Rune padamu, dan melakukan sedikit modifikasi pada lengan kiriku untuk menerima Mana darimu."


Alicia yang mendengar semua percakapan Leo, Reina dan juga Selene tak lagi mampu menahan dirinya untuk bertanya.


"Apapun yang sedang kalian rencanakan, aku takkan mempermasalahkannya selama kalian tidak melukai Feris. Dia adalah harapan umat manusia itu sendiri." Ucap Alicia.


"Aku mengerti, jadi tenang saja."


Perjalanan pasukan itu pun berlangsung selama satu Minggu. Dimana mereka tiba di benteng Eastfort sesaat sebelum musim dingin akan berakhir.


Sepanjang perjalanan, Leo melakukan banyak modifikasi pada dirinya sendiri dengan menggunakan Enchantment. Terutama kepada kaki, tangan dan matanya.


Pada bagian kakinya, Leo terus menerus meningkatkan atribut kecepatan, kekuatan, dan ketahanan. Sedangkan pada bagian lengannya, Leo hanya meningkatkan atribut ketahanan dan juga stabilitas tangan.


Untuk mata sendiri, atau lebih tepatnya mata kanannya, Leo meningkatkan kemampuan penglihatannya dengan Enchantment.


Bahkan saat ini, tanpa bantuan alat apapun, Leo bisa melihat dengan cukup jelas pada kondisi gelap. Tak hanya itu, Ia juga bisa melihat jarak yang cukup jauh darinya dengan memanfaatkan kemampuan skill Enchantment itu.


Bisa dibilang, skill ini seperti sebuah mesin penghasil skill lainnya. Dan salah satu pilihan terbaik yang pernah dilakukan oleh Leo selama berada di dunia ini.


Dalam kondisinya yang saat ini, Leo telah meningkatkan atributnya hingga hampir setara seperti atribut yang dimiliki oleh Reina. Seorang pahlawan tingkat C.


Dan semua itu berkat kemampuan Enchantment miliknya saja.


Tapi jika digabungkan dengan kemampuan dan pemahamannya tentang sihir di dunia ini....


"Seperti ini. Jika kau melakukannya dengan baik, kau bisa mempercepat regenerasi Mana milikmu sebesar dua kali lipat atau lebih." Jelas Leo kepada Reina.


Pemahamannya dalam ilmu sihir benar-benar telah melampaui perkiraan banyak orang. Berkat ketekunan dan kecerdasannya, mungkin bisa dikatakan bahwa Leo saat ini adalah salah satu dari 100 penyihir paling ahli di seluruh Kerajaan Manusia.


Dan juga yang paling kreatif. Karena Ia menciptakan puluhan sihir original seakan itu bukanlah masalah yang besar.


Meski begitu....


'Feris, kenapa kau terlalu mencurigai Pria ini?'


...-Eastforth...


Pasukan Alicia akhirnya tiba kembali di Benteng Eastfort. Bersama dengannya adalah sekitar 5.000 prajurit, dan juga kelompok Leo.


Leo yang pertama kali melihat benteng ini hanya bisa terkagum atas kehebatannya. Dinding yang tebal dan kokoh, sistem pertahanan yang luarbiasa lengkap, serta prajurit yang begitu disiplin.


Semua itu menunjukkan betapa baiknya manajemen yang dilakukan terhadap benteng ini untuk tetap menjaga keselamatan umat manusia di belakangnya.


Karena dengan keberadaan benteng ini, seluruh wilayah manusia di belakangnya dapat hidup dengan damai.


Alicia nampak berbicara dengan beberapa Ksatria yang ada di benteng. Menanyakan mengenai dimana dan apa yang sedang di lakukan oleh Feris.


Setelah menyelesaikan urusannya, pasukan itu dibubarkan untuk beristirahat selama 1 hari sebelum kembali bekerja. Lalu setelah itu....


"Ikut denganku. Aku akan mengantarkan kalian pada Feris." Ucap Alicia.


Leo, Reina dan juga Selene pun berjalan di belakang langkah kaki Alicia. Mengikutinya untuk menemui sosok yang disebut sebagai 'harapan umat manusia' ini.


Tujuan mereka adalah salah satu bangunan yang terbuat dari batu dengan ukuran yang cukup besar. Tanpa menanyakannya pun, Leo tahu bahwa bangunan itu adalah pusat administrasi dari benteng ini.


Setelah menaiki anak tangga hingga ke lantai tiga, Alicia membuka sebuah pintu yang cukup besar di ujung.


'Cklek!'


Di balik pintu itu, terlihat sebuah ruangan yang cukup besar dengan cahaya jingga kemerahan yang tak terlalu terang.


Sosok seorang wanita dengan penampilan yang sedikit tomboi itu terlihat sedang menulis sesuatu di atas kertas. Pada mejanya, tumpukan kertas dan juga buku nampak begitu banyak.


Pemandangan itu pun mengingatkan Leo atas pekerjaannya ketika berada di Kota Venice.


"Kau membawa tamu yang menarik, Alicia." Ucap Feris sambil sedikit melirik ke arahnya.


"Informasi yang dimilikinya jauh lebih menarik daripada hal itu." Balas Alicia singkat.


Seketika, Feris nampak menghentikan tangannya yang sedang menulis itu. Membuat sedikit coretan yang mengotori dokumen yang tertulis dengan sangat rapi itu.


"Informasi? Maksudmu permintaan maaf karena telah membakar sebuah desa di wilayah Eastfort?" Tanya Feris.


Sebelum Alicia sempat menjawab, Leo melemparkan sebuah gulungan kertas ke arah meja Feris.


Kini, dengan tatapan yang cukup sinis, Feris pun bertanya sambil menatap tepat di mata Leo.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Feris.


"Baca saja. Itu adalah seluruh informasi mengenai geopolitik di wilayah Rustfell Barat, dan sebagian dari Rustfell Timur serta Mulderberg." Jelas Leo.


"Bagaimana aku bisa mempercayai perkataan pemimpin dari komplotan kaum barbar itu?" Tanya Feris kini dengan tatapan yang lebih tajam daripada sebelumnya.


"Percaya atau tidak, itu adalah urusanmu. Tapi setidaknya, aku telah sedikit berusaha membantumu mengenai masalah konflik internal di Kerajaan ini."


Mendengar perkataan itu, mata Feris nampak menyipit. Ia menyadari sesuatu pada diri Leo setelah melihat perubahan drastis seluruh atribut yang dimiliknya. Bahkan, skill tingkat S miliknya kini telah berubah menjadi tingkat SS.


Sebuah fenomena yang sama sekali belum pernah dilihat, atau diketahui olehnya.


"Apa yang kau tahu?" Tanya Feris.


"Sebelum itu, aku ingin memastikan sesuatu. Apakah ini benar-benar tulisan bawahanmu?" Tanya Leo sambil menyerahkan sebuah surat.


Surat itu, tak lain adalah surat yang dituliskan oleh Sheila sebelum dirinya kabur dari penahanan rumah Leo.


"Jika iya, aku punya beberapa pertanyaan lagi. Pertama, apakah tulisannya itu benar-benar apa yang akan kau lakukan? Kedua, apakah dia disini? Dan ketiga...."


Feris nampak membaca isi surat itu dalam perasaan yang sama sekali tak bisa mempercayainya.


Ia sama sekali tak memberikan perintah semacam itu kepada pasukannya. Apalagi kepada Sheila. Tapi kenapa? Kenapa gaya penulisannya begitu mirip?


Setelah beberapa saat menjeda pertanyaannya, Leo pun melanjutkannya.


"Apakah dia benar-benar bawahan yang kau kenal seperti sebelumnya?"