
'Klaaangg!'
Artemis meletakkan 5 buah senjata seperti yang diperintahkan oleh Dimas, atau kini bisa dipanggil dengan Leo, tepat di mejanya.
"Ini, sesuai dengan permintaanmu." Ucap Artemis.
"Terimakasih banyak."
Dimas kemudian segera memeriksa semua senjata yang dibawakan olehnya.
'Dua buah pedang satu tangan, sebuah crossbow, sebuah busur dan sebuah tombak. Pilihan yang menarik, Artemis. Sekarang....' Pikir Leo dalam hatinya.
"Jadi, Leo.... Apa yang harus ku lakukan sekarang?" Tanya Artemis.
"Kau bisa beristirahat dan melakukan apapun yang kau mau. Yang penting besok kau kembali kemari sebelum membeli senjata baru." Balas Leo.
"Kalau begitu aku akan duduk disini dan melihat apa yang akan kau lakukan." Ucap Artemis sambil menarik sebuah kursi dan duduk di sebelahnya.
Leo pada awalnya cukup khawatir, tapi Ia mengabaikannya dan memutuskan untuk segera bekerja.
Senjata pertama yang dipilihnya adalah pedang satu tangan.
Tapi sebelum itu....
"Artemis. Apa yang akan kulakukan saat ini adalah sebuah sihir tingkat tinggi yang cukup rumit dan rahasia. Apakah kau bisa menjaga rahasia ini apapun yang terjadi?" Tanya Leo.
"Menjaga rahasia ya.... Tentu saja aku bisa melakukannya dan...."
"Jika rahasia ini tak pernah bocor, aku akan menambahkan bonus 10 koin emas tiap bulannya." Ucap Leo memotong perkataan Artemis itu.
"Sampai mati pun aku takkan mengatakan apapun yang terjadi disini!" Teriak Artemis dengan sangat keras dan penuh percaya diri.
Setelah memastikan rahasianya aman, Dimas atau Leo itu pun segera memulai sihirnya. Sebuah sihir tingkat S yaitu Enchanting.
Kedua tangannya mengarah tepat di atas bilah pedang itu. Sedangkan kedua matanya tertutup cukup rapat untuk fokus mengalirkan Mana yang ada di dalam tubuhnya ke arah kedua tangannya.
Di sisi lain, Artemis terlihat memperhatikan apa yang dilakukan oleh Leo dengan seksama. Wajahnya pun terlihat begitu antusias dengan apa yang sedang terjadi.
Setelah itu, cahaya merah mulai muncul dari telapak tangan Leo. Semuanya segera masuk ke dalam pedang itu secara perlahan.
Tepat setelah sekitar satu menit proses itu berlangsung....
"Selesai. Tak ku sangka ini akan berhasil." Ucap Leo sambil mengangkat pedang satu tangan itu.
"Hmm? Apa yang berbeda pada pedang itu?" Tanya Artemis penasaran karena tak memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Leo pun mulai menjelaskannya dengan sangat singkat kepada Artemis.
"Pada intinya, cahaya merah itu membuat pedang ini semakin kuat. Dan hal itu akan meningkatkan harga jual dari pedang ini. Dari uang yang dihasilkan, kita akan membeli senjata baru dan mengulangi proses yang sama berulang kali."
Penjelasan itu pun hanya bisa membuat Artemis menganga dan takjub.
"Leo.... Bukankah kau sangat cerdas dan sangat hebat bisa memikirkan hal itu? Bukankah kita.... Akan menjadi kaya raya?!" Teriak Artemis sambil tersenyum dengan sangat lebar.
"Tunggu dulu. Ada sesuatu yang salah dalam pernyataanmu. Yang benar adalah aku yang kaya, bukan kita."
Seketika, senyuman Artemis segera menghilang dan berubah menjadi wajah cemberut.
"Huh.... Kenapa begitu? Bukankah kita bekerja sama untuk ini?"
"Aku sudah menggajimu. Jadi tak ada perlu lagi aku memberikan lebih. Tapi mungkin.... Mungkin jika kau bekerja dengan baik, aku bisa saja memberikanmu lebih. 20% dari keuntungan misalnya." Balas Leo.
"Yes! Kalau begitu aku akan segera menjualnya dan...."
"Tunggu dulu! Masih ada sesuatu yang ingin ku coba!"
Apa yang ingin dilakukan oleh Leo. Yaitu mencoba untuk menambahkan dua Enchantment pada satu barang yang sama.
Apakah hal itu bisa dilakukan?
Apakah akan ada efek negatif dalam melakukannya?
Lalu jika bisa dilakukan, apakah ada batasan dalam jumlahnya?
Berbagai pertanyaan itu telah menghantui pikirannya sejak lama. Dan kali ini, Leo yang masih memiliki setengah Mana miliknya, akan mencobanya.
Sedangkan apa yang ingin ditambahkan olehnya....
Tepat setelah satu menit lebih 30 detik, Enchantment itu selesai.
Dan untuk menentukan apakah Enchantment yang dilakukannya berefek pada pedang itu....
'Clairvoyance!'
Leo menggunakan kekuatan matanya untuk melakukan identifikasi secara menyeluruh pada pedang itu.
...[Pedang Besi - Rating : E]...
...[Atribut]...
...Attack Power : 82...
...Durabilitas : 97/100...
...[Enchantment]...
...Sharpness [D] - Meningkatkan ketajaman pedang dan kekuatannya. Attack Power meningkat sebesar 105. ...
...Durability [D] - Meningkatkan ketahanan pedang sehingga sulit untuk patah. Kekerasan pedang meningkat sebesar 30, sedangkan durabilitas meningkat sebesar 50....
'Jadi begitu.... Aku bisa menambahkan 2 Enchantment yang berbeda pada satu barang yang sama. Pertanyaannya, apakah aku bisa menambahkan Enchantment dengan jenis yang sama pada satu barang?'
Tenggelam dalam pikiran itu, Leo terus menerus memperhatikan pedangnya. Setelah cukup puas, Ia pun menyerahkan pedang itu kepada Artemis.
"Jika kau mau uang, jual lah pedang ini. Ingat, jangan ke toko yang sama pada saat kau membelinya. Sedangkan harganya....
Incar harga sekitar 6 koin emas, atau didekatnya. Jangan mau menjual di bawah 4 koin emas. Mengerti? Jika kau berhasil, kau bisa menyimpan sepertiga dari koin yang dihasilkan."
Mendengar penjelasan itu, Artemis segera merebut pedang yang sedang dipegang oleh Leo tanpa sepatah kata pun.
"Aku akan mengejutkanmu! Sampai jumpa!" Teriak Artemis yang segera pergi meninggalkan kamar itu.
Apakah dia bisa dipercaya? Apakah dia bisa melakukan pekerjaan dengan baik?
Semua itu akan ditentukan untuk kedua kalinya disini.
Lagipula, menurut Dimas atau Leo itu sendiri, Artemis adalah tipe orang yang jujur selama keinginannya terpenuhi.
Sedangkan keinginannya itu adalah hal yang sangat sederhana dan cukup terus terang. Yaitu uang.
'Hah.... Sekarang Mana milikku telah habis. Haruskah aku beristirahat sekarang? Lagipula, apakah aku bisa membuat suatu barang yang mampu meningkatkan jumlah Mana ku?
Jujur saja aku benci dengan karakter Dimas yang lemah ini. Kenapa aku ditakdirkan seperti ini?' Keluh Leo sendiri dalam hatinya.
Saat ini, Ia sedikit mengutuk dirinya yang terlahir lemah. Bahkan di dunia lain ini sekalipun.
"Tingkat E ya.... Apakah aku bisa menaikkannya?" Ucap Leo pada dirinya sendiri sambil memperhatikan status tubuhnya.
Selama perjalanan dari dalam goa tambang itu menuju kota ini, Statusnya sedikit mengalami perubahan. Terutama bagian Vitality yang meningkat sebesar 1 poin dan Magic yang meningkat sebesar 1 poin.
Mana yang dimilikinya pun meningkat sebesar 20 poin sejak hari itu.
"Jika aku terus berlatih.... Aku akan menjadi semakin kuat bukan?"
Dengan kalimat itu, matanya mulai terasa berat. Tak lagi mampu untuk terbuka.
Nafasnya mulai melambat, kemudian kesadarannya mulai memudar.
Secara perlahan....
Ia mulai bisa meninggalkan dirinya yang dulu.
Sosok lemah yang tak bisa melakukan apapun.
Baik itu di bumi, maupun di dunia ini.
'Leo ya.... Nama yang tak buruk.'
Pada saat itulah, Leo kembali merasakan kenyamanan tidur dengan nyenyak. Di sebuah ranjang yang empuk, dan selimut yang hangat.