E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 48 - Kontrak



Setelah pembicaraan itu, Leo dan juga Feris segera berdiskusi untuk membuat kontrak yang mampu memuaskan kedua belah pihak.


Di satu sisi adalah Leo sebagai pedagang, sedangkan di sisi lain adalah Feris sebagai pembeli.


Pembahasan mengenai kontrak itu berlangsung cukup lama, yaitu sekitar satu jam. Permasalahannya adalah Leo perlu menjelaskan keterbatasannya kepada Feris.


Sedangkan Feris sendiri berharap untuk bisa memperoleh banyak suplai perlengkapan yang kuat untuk pasukan dan pahlawan yang lainnya.


Setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya kontrak itu berhasil di selesaikan dan dapat dirangkum sebagai berikut.




Leo, sebagai penjual, sepakat untuk menjual hanya kepada prajurit kerajaan atau langsung kepada Guild Petualang. Dimana nantinya barang buatannya akan dikirim ke Eastfort secara langsung.




Leo, sebagai penjual, memperoleh hak istimewa berupa lencana kerajaan. Lencana itu akan membuktikan bahwa dirinya memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan atau pahlawan secara langsung. Membuat Leo akan terlepas dari banyak permasalahan.




Leo, sebagai penjual, akan memperoleh harga yang setara dengan 2 kali lipat harga pasar. Pembayaran akan dilakukan setiap bulannya dan akan dikirim oleh ksatria yang diutus oleh Feris secara langsung. Pembayaran didasarkan atas jumlah barang dan kualitas yang diterima di Eastfort.




Feris, sebagai pembeli, memperoleh hak untuk mendapatkan paling sedikit 30 perlengkapan tingkat C atau di atasnya setiap bulannya. Jika kurang, maka Leo akan mendapat sanksi berupa pengurangan bayaran.




Feris, sebagai pembeli, memperoleh hak untuk memonopoli pasar dari barang buatan Leo. Menguasai arus pengiriman dan juga distribusi barang tersebut tanpa hak bagi Leo untuk campur tangan setelah mengirimkan barang tersebut ke Eastfort.




Feris, sebagai pembeli, berhak untuk meminta perubahan isi kontrak berdasarkan dari kinerja dan hubungan kerjasamanya dengan Leo. Lokasi, waktu dan aturan perundingan untuk perubahan ini ditentukan di kemudian hari.




Leo sebagai penjual tak berhak untuk menolak permintaan perubahan isi kontrak ini. Tapi bisa menyetujui atau menolak isi perubahan kontrak. Penolakan pada pengajuan perubahan isi kontrak akan berakibat pada diputusnya kontrak sepenuhnya dan hubungan kerjasama ini.


......***......


Setelah selesai menandatangani kontrak asli dan salinannya, termasuk memberikan cap kerajaan, keduanya masing-masing membawa satu lembar kontrak itu. Dimana Feris membawa yang asli, sedangkan Leo membawa salinannya.


"Senang bekerjasama denganmu, Leo. Aku akan menantikan hasil yang memuaskan dari semua barang buatanmu." Ucap Feris sambil memberikan senyuman tipis sebelum pergi meninggalkan penginapan ini.


Sementara itu....


"Hah...."


Leo hanya bisa menghela nafasnya setelah semua yang terjadi sebelumnya. Ia tak menyangka bahwa akan ada pertemuan seperti itu.


'Felicia ya? Jujur saja, kau lebih mengerikan daripada pahlawan yang bisa menaklukkan naga.' Pikir Leo dalam hatinya sambil melihat pintu penginapan itu tertutup. Memperhatikan sosok terakhir dari wanita itu.


Leo berpikir bahwa kenyataan dirinya bisa bertahan hidup selama 12 tahun di garis depan sendiri adalah sebuah keajaiban. Tidak.... Leo yakin bahwa itu karena kecerdasannya yang mengerikan itu.


Memanfaatkan seluruh informasi yang ada untuk tak hanya menyudutkan lawan bicaranya, tapi membuat mereka menari di telapak tangannya.


Sama seperti yang terjadi pada dirinya saat ini.


Leo sangat yakin jika Ia menolak tawaran itu, mungkin Ia akan ditangkap dan dipaksa membuat barang-barang itu secara paksa.


Tapi untungnya, tak ada alasan bagi Leo untuk menerima tawaran yang menguntungkan seperti itu. Penghasilannya dari Enchantment bahkan bisa meningkat 2 kali lipat berkat tawaran Felicia itu.


Terlebih lagi....


'Tak bisa bertemu lagi dengan Dewi Cyrese ya? Itu informasi yang sangat berharga. Terlebih lagi, aku telah mengamankan diriku sebagai manusia biasa di dunia ini. Bukan seorang pahlawan.'


Segera setelah Leo memikirkan hal itu, seluruh rekannya yang selama ini menunggu di luar penginapan segera masuk.


"Tuanku.... Kau tidak apa-apa?"


"Leooo!! Apa yang baru saja terjadi?!"


Semua orang berteriak dan mulai mengerumuni Leo, menghujaninya dengan berbagai pertanyaan. Tapi Leo hanya memberikan balasan yang singkat.


"Silakan baca ini. Ingat, jangan sampai rusak atau hilang." Ucap Leo sambil menunjukkan kertas kontraknya.


Mereka yang pada awalnya khawatir terhadap keselamatan Leo, kini justru kagum bahwa ternyata Leo bisa membuat kontrak yang sangat menguntungkan ini.


Akan tetapi....


"Uang disini memang besar. Tapi sayangnya, poin keenam dari kontrak ini cukup berbahaya menurutku." Ucap Leo sambil menunjuk pada poin keenam di kertas itu.


Setelah Artemis dan juga Selene melihatnya, mereka pun setuju terhadap pendapat Leo.


Inti dari poin keenam kontrak tersebut adalah Feris bisa meminta perubahan kontrak sewaktu-waktu ketika dia mau. Dan permintaan itu tak bisa ditolak.


Ketika bernegosiasi mengenai perubahan kontrak itu, kedua belah pihak masih bisa berdiskusi. Tapi pilihan bagi Leo hanya 2. Yaitu menerima hasil diskusi sebagai kontrak baru yang entah menguntungkan atau merugikan baginya, atau....


"Menolak perubahan dan membuat kontrak ini batal sepenuhnya. Di saat itu terjadi, aku tak tahu apa yang akan mereka lakukan pada kita." Jelas Leo.


Itu benar.


Feris memanglah seorang pahlawan. Dan hal itu hanya diketahui oleh Leo. Ia tak bermaksud untuk membocorkan hal itu, sebagai bentuk penghargaannya kepada Feris yang nampaknya tak akan membocorkan identitasnya.


Akan tetapi, tetap saja.


Feris bergerak demi keuntungan umat manusia secara keseluruhan. Jika saja itu memberi peluang umat manusia sedikit saja untuk bertahan hidup lebih lama, maka Ia takkan ragu untuk mengorbankan apapun.


Orang seperti itulah Feris di mata Leo yang memperhatikannya selama beberapa waktu lalu.


Dan jika itu terjadi, kemungkinan Feris akan menculik, atau lebih buruk memperbudak Leo untuk menjadi mesin pembuat perlengkapan Enchantment.


Tapi semua itu masih dalam batas kemungkinan dan spekulasi semata. Tak ada kebenaran yang bisa dibuktikan maupun dipatahkan dalam pemikiran Leo.


Hanya saja....


"Aku akan bergerak lebih cepat mulai saat ini. Kalian semua masih akan ikut denganku bukan? Tentu saja, aku takkan memaksa jika kalian tak mau. Tapi perlu ku tegaskan bahwa jalan kita kedepan mungkin takkan semudah yang sebelumnya." Jelss Leo.


Berbeda dari perkiraannya, Artemis hanya menundukkan kepalanya menatap lantai kayu penginapan ini.


Wajahnya terlihat cukup khawatir atas apa yang baru saja terjadi.


"Leo.... Aku...."


"Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Jadikanlah kesalahanmu hari ini sebagai pelajaran. Mengerti?" Ucap Leo yang segera memahami apa yang ada di dalam pikiran Artemis.


Mendengar jawaban itu, Artemis hanya bisa menganggukkan kepalanya secara perlahan. Dan sedikit demi sedikit, kembali mendekati Leo.


Sementara itu....


"Tuanku. Kau telah menyelamatkanku dari nasib yang buruk, bahkan memberikan diriku kebebasan dan kesempatan untuk hidup dengan sebaik ini. Aku akan selamanya bekerja padamu." Ucap Selene sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Aku juga...."


"Begitu pula denganku."


"Tuan Leo telah menyelamatkanku dari perbudakan bangsawan yang kejam."


"Memperbolehkan diriku memasak dan menikmati hidangan yang lezat...."


"Tempat tidur yang nyaman...."


"Bahkan Tuan Leo membayar kami."


"Itu benar, aku merasa tak ada tempat yang lebih baik daripada bersama Tuan Leo."


Seluruh budak yang lain pun mulai berbicara. Mengutarakan isi hati mereka. Menyatakan bahwa mereka akan tetap setia dan selalu mengikuti Leo.


'Bagus.... Ini bagus. Dengan mereka yang sebelumnya memiliki status budak, dan hidup dalam kenyamanan ini.... Perkataan mereka akan jauh lebih berharga daripada janji manis ku kepada budak yang berikutnya.


Dengan kata lain.... Selama mereka tetap hidup dan mendukungku, budak yang baru akan dengan cepat beradaptasi dan memihakku hanya dengan tinggal dan hidup bersama mereka.' Pikir Leo dalam hati tetap dengan wajahnya yang cukup datar itu.


Dan dengan itulah, kelompok Leo mulai menempuh jalan baru yang sedikit berbeda dari rencananya yang sebelumnya.


Sebuah jalan yang lebih sulit daripada yang direncanakan oleh Leo sebelumnya.


Tapi jika mereka berhasil....


Maka jalan mereka di masa depan akan jauh lebih baik dan lebih mudah.