
Beberapa hari telah berlalu semenjak Leo mengirim persenjataan ke Eastfort.
Leo saat ini masih berusaha untuk mengejar ketertinggalannya terhadap semua informasi yang ada. Termasuk perkembangan arah bisnis Ferry dan juga Artra lakukan.
Ketiganya, bersama dengan Selene, Artemis dan Reina melakukan rapat di lantai pertama penginapan tersebut. Inti dari rapat itu adalah untuk saling membagi informasi mengenai keadaan terkini dan juga arah mereka ke depannya.
Untuk saat ini, keadaan ekonomi kelompok Leo benar-benar berada dalam kemakmuran. Dalam kas mereka sendiri masih terdapat 28 koin platinum yang tersisa. Tidak termasuk 4 koin platinum sisa yang dimiliki oleh Leo.
Setelah pertukaran informasi berlangsung dengan baik, mereka berenam pun mulai membahas mengenai masalah yang sedikit lebih sensitif.
“Mohon maaf jika ini terkesan buruk tapi, Tuan Leo. Kami ingin menanyakan mengenai bayaran kami.” Ucap Ferry mewakili dirinya dan juga Artra.
“Benar. Seperti yang Anda lihat, kami telah membuktikan semua kemampuan kami. Akan lebih melegakan jika kami bisa.... Anda tahu. Menikmati sedikit dari hasil kerja keras kami.” Tambah Artra.
Leo pun juga memahaminya.
Sebelumnya, Leo hanya meminta mereka berdua untuk melakukan tugas sederhana selama Leo pergi di desa Rarth. Tapi kenyataannya, mereka melakukan manajemen yang jauh lebih baik daripada yang bisa diharapkan oleh Leo.
Tentu saja Leo tak bisa menggaji mereka sama seperti sebelumnya, yaitu sekitar 1 platinum dan 50 koin emas per bulan. Atau sekitar 8 juta rupiah perbulan.
Jika Ia memaksa untuk melakukan hal itu demi alasan apapun seperti menghemat anggaran, atau memaksimalkan keuntungan untuk dirinya sendiri, maka banyak efek buruk yang bisa terjadi.
Pertama. Performa kerja mereka berdua mungkin akan menurun dengan sangat drastis.
Kedua Loyalitas mereka berdua kepada Leo dapat dipertanyakan kedepannya. Karena gaji yang diperoleh terlalu rendah, mungkin saja mereka akan berkhianat di masa depan
Terakhir. Bagaimana sikapnya nanti kepada para bawahan mereka? Bisa jadi, mereka akan mulai bersikap buruk dan menggaji bawahan mereka serendah mungkin karena kurangnya keuntungan bagi diri mereka sendiri.
Leo memahami hal itu bahkan semenjak dirinya masih di bumi. Dimana banyak pekerja atau bawahan ayahnya yang mundur karena gaji yang kurang sesuai.
Menyikapi hal itu....
“Tenang saja. Aku pasti akan menghargai kerja keras kalian semua tanpa terkecuali, dan itu bukanlah omong kosong belaka.” Balas Leo sambil tersenyum.
Menanggapi jawaban dari Leo, Ferry dan juga Artra nampak tersenyum lega. Begitu pula Selene dan juga Artemis.
“Sebagai awalan. Artemis. Pekerjaanmu selama ini memang bagus. Kau tak hanya menyembuhkan banyak orang dengan sihirmu, tapi juga merubah suasana menjadi bahagia dengan sikapmu. Itulah mengapa aku akan meningkatkan bayaranmu menjadi 5 koin platinum per bulan.” Ucap Leo panjang lebar.
“Wuaaaa! Leo! Kau serius?! Akhirnya! Selama ini aku selalu menahan kau tahu? Kupikir bayaranku akan semakin menipis setiap harinya. Terimakasih!” Balas Artemis dengan senyuman yang begitu lebar.
Leo kemudian melanjutkan bahasannya.
“Kemudian untuk kau, Selene. Kemampuanmu sebagai pedang dan panahku telah dibuktikan berkali-kali. Untuk saat ini, aku juga akan menempatkan mu di posisi yang sama dengan Artemis, yaitu 5 koin platinum per bulannya.” Jelas Leo.
Selene hanya menundukkan kepalanya sambil menyilangkan lengan kanannya di dadanya. Sebuah sikap yang biasa ditunjukkan kepada para bangsawan.
“Itu sudah lebih dari cukup bagiku, Tuan Leo.”
“Kemudian untuk kalian berdua kasusnya akan berbeda. Sebelumnya aku bilang akan membayar kalian 1 koin platinum dan 50 koin emas bukan?
Kalau begitu mulai hari ini, kalian masing-masing akan memperoleh bayaran tetap dariku sebesar 8 koin platinum dan bonus keuntungan sebesar 10% dari setiap usaha kalian.
Kalian paham? Semakin baik kalian bekerja, maka bonus yang akan kalian peroleh akan semakin besar. Sebagai contoh kedai bulan, selama 2 Minggu lebih ini memperoleh 112 koin platinum.
Maka dari itu, Artra, kau berhak untuk mendapatkan 11 koin platinum tambahan dari itu. Tapi tentu saja, tunggu hingga akhir bulan sampai aku membagikannya kepada kalian. Sedangkan sisanya, aku akan mengatur alokasinya untuk bulan berikutnya.” Jelas Leo panjang lebar.
Artra dan juga Ferry pun terlihat tersenyum lebar. Keduanya terlihat begitu bahagia karena memperoleh bayaran yang bahkan bisa dikatakan jauh melampaui bayaran ketika bekerja di kantor pemerintahan.
Melihat reaksi dari dua pemuda itu, Leo hanya bisa ikut tersenyum puas.
‘Dengan begini.... Aku memperoleh dua orang baru yang bisa ku percaya. Bekerja lah dengan baik, kalian semua.’ Pikir Leo dalam hatinya.
Sementara itu, Reina nampak hanya bisa duduk diam tanpa bisa berkata banyak. Sesekali, pandangannya melihat ke arah wajah Leo yang telah berubah total itu.
‘Dim.... Kau benar-benar sudah menjadi Pria yang sangat bisa diandalkan ya?’ Pikir Reina sambil tersenyum bahagia. Tangan kanan Reina terlihat berusaha untuk meraih lengan Leo yang ada di atas meja itu.
Ketika berhasil meraihnya, Leo hanya membalas dengan senyuman ringan ke arah Reina.
Akan tetapi....
Ada sesuatu yang mengganjal kedua pemuda yang memiliki pikiran tajam itu.
“Tunggu dulu, Tuan Leo. Lalu bagaimana dengan Anda?” Tanya Ferry kini dengan tatapan wajah yang penasaran.
Mengalihkan pandangannya dari Reina ke arah Ferry, Leo pun dengan segera membalas.
Kelompok yang dimaksud tentu saja usaha dagang yang mereka semua bangun ini.
Mendengar jawaban dari Leo, Ferry dan juga Artra hanya bisa memasang raut wajah kebingungan dan juga ketakutan di saat yang bersamaan.
Bagaimana tidak?
“Tu-Tuan Leo?! Anda benar-benar hanya akan mengambil 5 koin platinum?” Tanya Artra kebingungan.
“Yah, bukankah selama ini aku selalu melempar uangku untuk kelompok ini tanpa banyak menikmatinya untuk diriku sendiri? Bukankah begitu, Selene?” Tanya Leo kepada wanita berambut seputih salju itu.
Semua orang tahu bahwa Selene selalu mengikuti Leo kemanapun Ia pergi. Dengan pengecualian sederhana ketika Leo tidur dan juga di kamar mandi.
Tapi selain itu, Selene pasti selalu berada di sisi Tuannya. Tak pernah menjauh sedikitpun.
Dan semua orang juga tahu, bahwa Selene dapat dikatakan sebagai tangan kanan Leo yang sebenarnya. Dimana Ia memiliki pemikiran dan kecerdasan yang setidaknya sama dengan Tuan Leo.
Semua itu berkat Artemis yang selalu menceritakan apapun yang dilihatnya.
Dengan begitu ....
“Aku sudah mengingatkan Tuan untuk menghemat pengeluaran demi diri Anda sendiri. Bukankah bulan ini Tuan Leo bahkan meraih dari kantung pribadi?” Tanya Selene kembali.
“Hahaha.... Maafkan aku soal itu. Tapi itu adalah keadaan darurat.”
Balasan dari Selene itu bagaikan sebuah tombak yang mengenai tepat di jantung Artra dan juga Ferry. Sedangkan untuk Artemis, Ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya seakan menyetujuinya.
Reina sendiri terlihat masih kebingungan dengan apa yang terjadi. Tapi hasilnya sudah cukup menjelaskan semuanya.
“Tuan Leo! Maafkan kami! Kami berdua tak berpikir bahwa Tuan Leo akan menghabiskan uang pribadinya untuk kami!”
“Bahkan belum menikmati hasil dari kerja kerasnya sendiri.... Maafkan kami jika kami justru meminta untuk....”
Sebelum mereka berdua menyelesaikan perkataannya, Leo segera menendang tombak yang telah ditancapkan oleh Selene lebih dalam. Menusuk tepat di hati mereka.
“Hahaha.... Kalian tak perlu memikirkan itu. Aku sama sekali tak masalah dengan ini. Sekarang, apa bahasan yang selanjutnya?” Tanya Leo kepada Selene yang dengan cepat memahami maksudnya
“Untuk selanjutnya, mungkin kita bisa membahas mengenai rencana perdagangan dengan Kota Daeta. Tapi sayangnya data mengenai harga di kota itu masih belum lengkap. Dan juga mengenai kereta kuda yang kita miliki....”
“Hmm.... Benar juga. Mungkin setelah bayaran dari Feris tiba aku akan membeli beberapa kereta baru.”
Pembicaraan dari Leo dan juga Selene itu, kini telah sepenuhnya menghancurkan hati Ferry dan juga Artra.
Atau lebih tepatnya, menghancurkan kegelapan yang ada di dalamnya.
Apakah kau bisa hidup mewah dan bersantai-santai ketika bahkan Tuannya sendiri justru sama sekali tak menikmati hasil kerjanya? Bahkan harus merugi demi kelompok dagang ini.
Sedangkan mereka....
“Tuan Leo!” Teriak keduanya menyela pembicaraan Leo dengan Selene.
“Hmm? Ada apa? Ada sesuatu yang ingin kalian tanyakan dalam rencana ini?” Tanya Leo singkat.
“Tidak.... Kami....”
“Tuan Leo. Kami berjanji akan bekerja sekeras mungkin mulai sekarang. Dan juga.... Mungkin kami juga akan menyumbangkan....”
“Hahaha! Jangan pikirkan soal itu. Itu adalah tanggung jawab dari ketua kelompok bukan?”
Dengan jawaban itulah, Leo berhasil menyegel keburukan di dalam hati mereka berdua. Selamanya membuat mereka dalam perasaan tidak enak kepada Tuannya karena sikap Leo sendiri.
Dan tentu saja....
Semua itu....
‘Sesuai dengan rencana. Dengan berpura-pura dalam keadaan yang jauh lebih buruk daripada bawahan, maka aku bisa memperoleh simpati mereka secara menyeluruh. Dan akhirnya....’ Pikir Leo sambil tersenyum puas.
‘Aku memperoleh bidak yang sempurna, menurunkan peluang mereka untuk menusukku dari belakang di kemudian hari secara drastis. Setidaknya, hingga aku sudah cukup kuat untuk menahan semua tusukan itu.’
Sesuai dengan rencana Leo.
Sebuah trik yang serupa, yang Ia gunakan untuk sedikit mencuci otak Selene ketika dalam tahanan.