
Beberapa jam berlalu sejak kejadian itu.
Di sisi lain, tubuh Selene masih terus tergeletak tak berdaya. Roselia yang duduk di sampingnya nampak melakukan operasi dengan bantuan sihir yang sangat rumit.
Tangan kanannya terus memotong dan membedah punggung dari gadis itu. Beberapa gunting dan benang sihir terlihat melayang di sekitarnya dan bekerja dengan cepat.
Sedangkan tangan kirinya terus menggunakan sihir untuk menahan luka dan infeksi yang mungkin masuk.
Tak hanya itu, sekeliling tempat mereka berdua berada kini terdapat sebuah pelindung dengan bentuk setengah bola yang mencegah apapun keluar atau masuk.
Bahkan suara sekalipun.
Membuat Leo yang berdiri di sudut pintu itu hanya bisa melihat dengan lemas. Tak berdaya untuk melakukan apapun.
Jika saja Ia menyadarinya sejak awal bahwa tangan kirinya mengaktifkan sihir Enchantment, mungkin Ia bisa meminimalisir luka yang diderita oleh Selene.
Bagaimanapun, Skill itu hanya mampu digunakan untuk mengubah properti dari benda mati.
Di saat Leo mencoba untuk melihat apa yang terjadi pada tubuh Selene dengan Clairvoyance miliknya, apa yang dilihatnya hanyalah tulisan acak dengan angka yang berantakan.
Mungkin ini adalah efek samping dari skillnya sendiri. Yang membuat kerusakan pada makhluk hidup ketika digunakan.
Waktu berlalu dengan cepat.
Roselia yang terus bekerja keras dengan puluhan sihir rumitnya sama sekali tak beristirahat. Ia bahkan menunjukkan wajah yang begitu serius yang belum pernah Ia tunjukkan sebelumnya.
Di sisi lain Leo hanya bisa terdiam. Menatap dan merenungkan kesalahannya sedari tadi.
Jika saja Ia tidak....
Jika saja Ia melakukan ini....
Jika saja....
Kata 'Jika' itu sendiri memiliki makna yang sangat kuat. Hanya saja, apa yang telah terjadi takkan bisa dikembalikan. Ia hanya perlu memikirkan apa yang sebaiknya Ia lakukan berikutnya.
Hingga akhirnya, tepat setelah 6 jam sejak kejadian itu....
Pelindung yang mengelilingi tubuh Roselia dan juga Selene itu mulai memudar dan menghilang.
Leo terlihat cukup senang dengan hal ini. Mungkin saja, Roselia berhasil menyelamatkannya. Tapi tidak. Apa yang keluar dari mulutnya pertama kali....
"Kau masih punya batu-batu itu kan? Berikan padaku. Aku sudah mulai kehabisan Mana." Ucap Roselia.
Leo dengan segera mengambil tasnya yang berisi sekitar 21 batu Mana yang telah terisi penuh. Ia lalu memberikan semuanya kepada Roselia.
"Hanya segini? Aku hanya akan bertahan 15 menit dengan ini. Cepat cari yang lain." Balas Roselia dengan nada suara yang belum pernah ditunjukkannya. Yaitu sebuah nada yang seakan sedikit berisi kemarahan.
Dalam hatinya, Leo berpikir. Bagaimana mungkin batu Mana sebanyak itu hanya bisa bertahan selama 15 menit. Sihir apa yang digunakan oleh Roselia? Memangnya, seberapa besar Mana miliknya hingga bisa bertahan hingga 6 jam?
Saat Leo sedikit melirik ke arah Roselia sebelum pergi meninggalkan akademi ini....
Ia menyadarinya.
Bahwa Mana yang dimiliki oleh Roselia, bahkan 20... tidak, mungkin 25 kali lebih besar daripada yang dimiliki oleh Selene saat ini. Jumlah yang selama ini selalu Ia sembunyikan dan tak banyak dibicarakannya.
Jika peringkat penyihir ditentukan oleh seberapa besar Mana yang dimiliki, mungkin sistem peringkat itu sendiri takkan bekerja bagi Roselia yang memiliki Mana seperti monster itu.
Tapi Leo segera menepis rasa terkejutnya itu dan berlari keluar dari ruang kerja Roselia.
Tujuannya hanya satu.
Yaitu mencari penyihir atau batu Mana.
Hanya saja, Ia baru teringat. Bahwa sebagian besar dari penyihir di akademi ini sedang berada di Eastfort untuk mendukung peperangan.
Sedangkan jika Ia menghubungi para pengajar di akademi ini, mungkin Ia bisa memperoleh bantuan yang cepat.
Akan tetapi, mengingat kembali perkataan Roselia....
Nyawa mereka mungkin akan segera berakhir setelah para penyihir senior mengetahui bahwa mereka melakukan hal terlarang.
Oleh karena itu, satu-satunya pilihan Leo saat ini adalah membeli batu Mana atau kristal Mana.
Dengan uangnya yang sejumlah beberapa puluh koin platinum itu, Ia segera berlari keluar dari akademi ke toko sihir terdekat.
'Kliingg!'
"Selamat datang. Ah, Leo. Hari ini, apa yang ingin kau beli?" Tanya penjaga toko itu. Suaranya yang lembut ditambah parasnya yang sedikit menawan itu menyambut dengan ramah pembelinya.
Toko ini adalah sebuah toko yang selalu dikunjungi Leo untuk mencari buku sihir atau beberapa alat sihir yang dibutuhkannya.
Dan kali ini....
"Mana! Aku butuh batu Mana, kristal Mana, apapun itu yang memiliki banyak Mana di dalamnya." Balas Leo dengan panik sambil meletakkan semua uangnya di atas meja kayu itu.
"Eeh.... Semuanya?" Tanya penjaga toko itu dengan sedikit kebingungan.
"Cepatlah!" Balas Leo.
Penjaga toko itu pun segera mengambil kotak kayu kecil dan mengisinya dengan apa yang diminta oleh Leo.
Setelah beberapa saat, Leo segera mengangkatnya dan pergi dari toko itu sambil berlari.
"Tunggu, Leo! Masih ada yang belum!" Teriak penjaga toko itu.
"Aku akan mengambilnya nanti jika kurang!"
Dengan sekuat tenaga, Leo terus berlari untuk kembali ke ruang kerja Roselia. Berusaha secepat mungkin agar tidak terlambat.
Setibanya di sana, Roselia segera berbicara.
"Kau datang di waktu yang tepat. Kau sudah memperoleh Mana lainnya?" Tanya Roselia yang masih terus mempertahankan sihirnya itu.
"Ya, ini." Balas Leo sambil melempar puluhan batu Mana dan juga kristal Mana itu.
"Bagus, dengan ini aku mungkin bisa bertahan sekitar 2 jam. Dan mungkin bisa menyelesaikannya. Untuk berjaga-jaga, carilah yang lain." Balas Roselia.
Setelah itu, Ia segera kembali mengaktifkan sihir pelindung di sekitar tubuhnya dan kembali bekerja.
Sedangkan Leo sendiri kembali ke toko tersebut untuk mengambil sisanya.
Bahkan hingga malam hari, Selene masih belum juga sadarkan diri. Kusir kuda yang seharusnya menjemput mereka sebelum matahari terbenam, saat ini sedang menunggu di aula akademi ini dengan tenang.
Menanti keperluan Tuannya agar selesai terlebih dahulu.
Sesaat sebelum mencapai tengah malam....
"Leo, aku sudah selesai." Ucap Roselia yang berjalan keluar dari gudang itu.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Leo dengan panik.
"Nampaknya, skill Enchanting milikmu bukanlah penyebabnya. Apa yang membuatnya jatuh tak sadarkan diri adalah dirinya yang kehabisan Mana, bahkan hingga ke inti jiwanya.
Sungguh, apa yang sebenarnya kau tambahkan pada tubuh Selene? Lagipula, katakan padaku jika kau memang bisa melakukannya pada makhluk hidup." Jelas Roselia panjang lebar.
Leo membutuhkan sedikit waktu untuk memahaminya. Hingga akhirnya, Ia pun tersadar.
"Ja-jadi.... Selene baik-baik saja?" Tanya Leo.
"Baik-baik saja itu terlalu meremehkan. Selain inti jiwanya, tubuhnya saat ini mungkin jauh lebih kuat dari Marcs, gladiator terkuat di kota ini." Balas Roselia.
Leo yang tak mempercayai perkataan itu pun segera memasuki ruangan ini. Melihat apa yang sebenarnya telah ditambahkannya melalui Enchanting.
Dengan matanya yang mulai sedikit bercahaya, Leo pun melihat status dari tubuh Selene dan hanya fokus pada bagian Enchantment.
...[Life-Form Enchantment]...
...Guardian : S Rank - Meningkatkan seluruh atribut dasar pemilik. Peningkatan kekuatan fisik. Peningkatan kekuatan sihir. Peningkatan persepsi....
Jumlah pasti dari peningkatan itu sama sekali tak dapat dilihat oleh kekuatan Clairvoyance. Akan tetapi dari seluruh atribut statusnya, semuanya setidaknya meningkat sebesar 2 kali lipat.
'Syukurlah.... Selene.... Kau baik-baik saja....' Pikir Leo dalam hatinya. Tanpa Ia sadari, air matanya mulai mengalir dengan sendirinya.
Pada saat itulah, dengan kekuatan Clairvoyance yang masih aktif, Leo melihat tangannya sendiri yang sedang mengusap air matanya.
Ia pun menyadari ada sesuatu yang telah berubah dalam dirinya.
...[Skill]...
...[Ultimate Enchantment - SS Rank]...