E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 133 - Pertempuran di Crystalcourt 2



Meskipun pasukan khusus yang dipimpin oleh Leo berhasil menekan pasukan Iblis dengan sangat kuat, ada satu hal yang tak diperhitungkan nya. .


Mungkin karena Ia memang tak pernah berperang dengan bangsa Iblis sebelumnya.


"Sialan! Apa-apaan dengan mereka?!" Tanya Leo dengan penuh keheranan.


Apa yang ada di hadapan Leo dan pasukannya saat ini adalah barisan pasukan Iblis yang terus maju. Semakin lama semakin mendekat ke arah pasukan Leo. Tanpa sedikitpun rasa takut atas kematian. Mereka terus bergerak maju.


Tak perlu waktu lama hingga akhirnya pasukan Iblis itu hanya berjarak puluhan meter saja dari barisan penembak Leo.


"Mundur! Pasukan tombak, maju!" Perintah Leo dengan tegas. .


Tapi Ia sama sekali tak memperkirakannya.


Pasukan Iblis yang kini berdiri di hadapannya bukanlah pasukan yang biasa didengarnya dari kisah Feris selama ini.


Melainkan sebuah pasukan yang sangat terlatih dengan zirah yang sangat tebal dan senjata yang besar.


Pada barisan terdepan, terlihat barisan Orc yang setidaknya setinggi 2.1 meter lebih dengan kapak besar di tangan kanan mereka serta perisai baja yang tebal di tangan kiri mereka.


Perisai itu bahkan mampu menahan setidaknya 3 buah tembakan sihir pasukan Leo sebelum akhirnya hancur berkeping-keping.


Baru sesaat setelah Leo memalingkan pandangannya untuk berlari ke belakang....


'Braaakkk!!!'


Sebuah hempasan yang sangat kuat terlihat melemparkan puluhan prajurit sekaligus. Di saat Leo memalingkan pandangannya kembali.... Sosok yang sama sekali tak di duganya terlihat berdiri tepat di hadapannya.


Iblis itu memiliki tubuh setinggi 2.4 meter lebih dengan kulit berambut hitam yang cukup lebat.


Ia memiliki kepala seperti seekor banteng dengan tanduk yang besar dan cukup panjang. Sedangkan sorot matanya sendiri bagaikan lautan darah yang mengerikan.


Dengan tangan kanan yang membawa sebuah kapak yang sangat besar, Ia menatap sosok Leo dengan tajam. Tangan kirinya sendiri nampak siap untuk menyerang Leo kapan saja.


"Grr.... Kepala.... Komandan...." Ucap Iblis yang tak lain adalah Minotaur itu dengan bahasa manusia.


Hal itu tentu saja mengejutkan Leo yang mendengarnya. Ia tak percaya bahwa ada Iblis lain yang benar-benar bisa berbicara dengan bahasa manusia selain Valkazar itu sendiri.


Terlebih lagi....


'Swuuushhh!'


Sebelum Leo sempat bereaksi, tangan kiri Minotaur itu telah memukul ke arah samping tubuh Leo dengan sangat kuat. Sebuah pukulan yang membuat Leo terlempar sejauh seratus meter lebih.


'Bruukk! Baakkk! Braaakkk!!'


Tubuh Leo nampak terus terjatuh ke tanah dan kembali terlempar dengan kuat. Menabrak banyak pasukannya sendiri dan juga pasukan dari bangsa Elf Crystalcourt.


Tapi semua itu tak berhenti di sana.


Minotaur itu dengan gigih mengejar sosok Leo sambil berlari dengan sangat cepat.


'Brukk! Bruukk! Bruukk!!'


Meskipun memiliki tubuh yang besar, Minotaur itu dapat berlari setidaknya 2 kali lebih cepat daripada pelari terbaik manusia.


Dan setiap langkah kakinya yang besar itu, Minotaur itu menggetarkan tanah yang ada di sekitarnya.


'Tak salah lagi! Iblis ini! Komandan!' Teriak Leo dalam hatinya sambil berusaha untuk menghentikan tubuhnya yang terus terlempar itu.


'Sreeettt!'


Salah seorang Prajurit Elf nampak menangkap sosok Leo dan menghentikan tubuhnya yang terlempar itu.


"Tuan, kau tak apa?" Tanya Elf itu.


Sebelum Leo sempat menjawab, Minotaur itu telah kembali berdiri tepat di hadapan Leo dan Elf yang sedang menahan tubuh Leo agar tak terjatuh itu.


Tapi kini, dengan kapak besar yang dipegang oleh kedua tangannya itu....


Sebuah tebasan kapak yang sangat kuat dan cepat telah melayang tepat di bagian dada dua orang itu. Dan Leo yang cukup cepat untuk bereaksi bisa menghindarinya dengan menundukkan tubuhnya.


Tapi Elf yang ada di belakangnya....


Kini tubuhnya telah terbelah menjadi dua. Mengucurkan darah dengan sangat deras sebelum akhirnya terjatuh ke tanah.


"Grrr.... Komandan.... Manusia...." Ucap Minotaur itu kembali sambil memandangi sosok Leo.


'Ini buruk!'


Bahkan sekalipun Leo telah memberikan banyak Enchantment pada seluruh bagian tubuhnya sendiri. Baik itu peningkatan kekuatan, ketahanan, maupun kecepatan, semua itu seakan sama sekali tak berarti di hadapan Iblis ini.


Leo kemudian dengan cepat melompat mundur setelah melihat gerakan tangan dari Minotaur itu yang seakan ingin kembali mengayunkan kapaknya.


Dan semua itu benar.


'Swuuussh! Blaaarrr!!!'


Kini, Minotaur itu mengayunkan kapaknya secara vertikal mengarah tepat di kepala Leo. Jika saja Ia tak melompat mundur, mungkin tubuhnya telah terbelah menjadi dua.


Di saat situasi dalam keadaan yang sangat kritis ini, bala bantuan datang kepada Leo.


Semua bantuan itu berasal dari bangsa Elf yang melihat pertarungan mereka berdua.


"Semuanya! Fokus pada komandan musuh! Tak salah lagi Minotaur itu adalah pemimpin dari mereka semua!" Teriak salah seorang kapten dari bangsa Elf itu.


Dengan segera, sekitar 200 prajurit Elf segera mengarahkan senjata mereka kepada Minotaur itu. Puluhan prajurit nampak mendekat dengan pedang sebagai senjata utamanya. Lainnya nampak menembakkan anak panah mereka ke arah Minotaur tersebut.


Sedangkan yang lainnya nampak sedang menggunakan berbagai sihir penyerang maupun pendukung kepada para prajurit di garis depan. Termasuk Leo.


"Blessing...." Ucap salah seorang Elf yang mengarahkan kedua tangannya kepada Leo.


Cahaya dengan warna hijau dan biru itu mulai menyelimuti tubuh Leo secara melingkar. Dan dengan segera, Leo merasakan bahwa kekuatan yang besar sedang mengalir dalam tubuhnya.


"Terimakasih."


Leo segera menarik senjata sihirnya yang berupa sebuah pistol dengan dua buah laras. Dua laras pistol ini memiliki Rune sihir yang berbeda.


Laras pertama memiliki sihir es yang akan membuat serpihan es besar setelah mengenai target, sedangkan laras kedua memiliki sihir ledakan yang akan menghancurkan tubuh yang sudah membeku itu.


Dengan incaran yang akurat, serta Minotaur yang sedang sibuk berhadapan dengan puluhan Elf itu, Leo pun segera menembakkan senjatanya.


'Daaar!!!'


Dua buah peluru sihir segera melesat ke arah tubuh Minotaur itu.


Apa yang terjadi selanjutnya sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi pada targetnya.


'Krettaakk!'


Bongkahan es yang tajam mulai terbentuk di lengan kiri Minotaur itu. Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah ledakan kemudian segera menghancurkan bongkahan es itu.


Hanya saja....


'Blaarrr!!!'


Dari balik asap ledakan itu, terlihat lengan kiri Minotaur itu yang hanya menderita luka ringan. Darah memang mengalir dari lengannya. Tapi hanya itu saja.


'Kau bercanda kan?! Ini adalah sihir tingkat B! Dan dia menahannya seperti sebuah sihir tingkat E?!' Teriak Leo terkejut dalam hatinya.


Pasalnya, setelah menembakkan dua peluru sihir itu, Leo musti mengganti batu Mana yang ada di dalamnya karena akan langsung habis sekali tembakan.


Bahkan dengan kekuatan sihir sebesar itu sekalipun, Ia masih belum bisa memberikan luka yang berarti.


Dengan tatapan yang dipenuhi hawa membunuh, Minotaur itu melihat ke arah Leo sambil berkata.


"Sudah kuduga.... Aku harus membunuhmu secepatnya...."