E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 75 - Motif



Kegelapan memenuhi pandangannya.


Ia tak lagi tahu apa yang baru saja terjadi. Dan tak tahu apa yang saat ini sedang terjadi.


Seberapa keras pun Ia mencoba untuk melihat, Ia hanya bisa melihat kegelapan. Memaksanya untuk berdiam diri dalam keadaan itu untuk beberapa saat.


Hingga akhirnya....


Seberkas cahaya seakan muncul di langit. Membawanya kembali ke dunia nyata.


‘Uughh.... Apa yang baru saja terjadi?’ Tanya Leo pada dirinya sendiri yang mulai memperoleh kembali kesadarannya itu.


Tepat di atasnya, terlihat wajah Reina yang sedang berbicara sambil tersenyum. Selene sendiri duduk di sebelah Reina juga sambil membicarakan sesuatu.


Sedangkan diatas mereka berdua adalah pemandangan langit malam yang indah dengan cahaya lampu yang tak terlalu terang di dinding kincir angin itu.


Mereka semua masih berada di lokasi yang sebelumnya, sambil duduk di depan kincir angin memandangi gandum yang melambai-lambai secara perlahan.


Tapi ketika Leo menoleh ke samping, sosok Igor dengan tubuh yang besar itu terlihat duduk di depan mereka berdua.


‘Sruuugg!!’


Leo dengan cepat bangun untuk kembali bersiap bertarung. Meski ingatannya dalam beberapa menit yang lalu sedikit pudar, sosok Igor yang mengerikan itu masih terngiang di dalam kepalanya.


“Apa maumu?!” Teriak Leo sambil memberikan tatapan yang tajam.


Akan tetapi, Ia baru menyadarinya pada saat itu. Dimana separuh dari bagian depan tangan Igor terbakar hingga memperlihatkan tulang dan dagingnya.


Dan dihadapannya itu, terlihat sosok Artemis yang sedang menyembuhkannya secara perlahan.


Cahaya kehijauan yang indah membalut luka di kedua lengan Pria bertubuh besar itu. Sedikit demi sedikit menumbuhkan kembali daging dan otot yang hilang. Termasuk menyambungkan kembali tulang yang telah remuk.


“Hoo.... Kau sudah bangun? Cepat juga.” Ucap Igor sambil tersenyum lebar.


“Jangan malah tersenyum! Kenapa kau malah menahan serangan itu?! Bukankah kau bisa melompat ke samping?!” Tanya Artemis yang terus memperkuat sihirnya itu.


Pada saat itulah, kilas balik atas dirinya yang menggunakan sihir api original pertamanya segera kembali dalam ingatan Leo.


Dan juga mengenai atas alasan apa Ia bisa melakukan hal nekat yang menguras habis keenam batu Mana dan Mana di tubuhnya itu secara langsung.


“Eh?! Itu.... Salahku?! Tunggu dulu....” Tanya Leo memperhatikan tubuhnya yang tak lagi merasa kesakitan.


Melihat reaksi bodoh Leo, Artemis segera berbicara.


“Tentu saja aku telah menyembuhkannya. Bukankah itu alasanmu membayar ku hingga hari ini? Dasar....” Keluh Artemis sambil hanya melirik sosok Leo.


“Leo, syukurlah kau baik-baik saja. Tapi tenang lah, Tuan Igor bukanlah Pria yang jahat.” Ucap Reina sambil meraih tangan kiri Leo.


“Tapi mendidik dengan cara nekat seperti itu.... Apakah kau mau mati?” Tanya Selene kepada Igor.


Akhirnya, kesalahpahaman pun segera terselesaikan diantara mereka berlima. Membuat semuanya dalam keadaan damai untuk saat ini.


Hanya butuh waktu sekitar 15 menit bagi Artemis untuk menyembuhkan lengan Igor yang terluka cukup parah itu. Dan hasilnya terlihat seperti semula.


“Whoaah.... Aku tak menyangka bahwa sihir bisa melakukan hal seperti ini.” Ucap Igor pada dirinya sendiri sambil memandangi lengannya yang telah kembali seperti semula itu.


“Hebat bukan? Berterimakasih lah pada diriku yang agung ini!” Balas Artemis sambil memasang wajah yang sombong.


Melihat sikap gadis yang menurut Igor begitu lucu itu, Ia hanya membelai lembut rambut hitam kebiruan nya itu.


“Hahaha.... Kau seperti putriku saja....” Ucap Igor.


Perkataannya itu sedikit menyita perhatian orang-orang. Mengingatkannya atas apa yang dikatakannya sebelumnya.


Dan Selene adalah orang pertama yang mengungkit hal itu.


“Maafkan aku jika lancang, Tuan Igor. Tapi sebelumnya kau bilang bahwa dirimu adalah pahlawan? Begitu pula dengan Tuan Leo? Apa maksudnya itu? Ku pikir hanya ada 8 pahlawan di dunia ini.” Tanya Selene dengan tatapan yang tajam.


Perkataannya memang benar.


Keberadaan 8 pahlawan yang dipimpin di dunia ini telah diketahui dengan begitu luas oleh semua orang. Dimana mereka semua berjuang di Eastfort, berusaha untuk menyelamatkan umat manusia dari serangan Iblis.


Bahkan keberadaan mereka sendiri sudah seperti dongeng yang nyata.


Untuk mencegah timbulnya banyak pahlawan palsu yang hanya mengaku-ngaku saja, salah satu dari delapan pahlawan itu membuat sebuah peraturan suci.


Peraturan itu saja sudah cukup untuk menekan timbulnya pahlawan palsu yang hanya mengincar hidup nyaman dan sejahtera menjadi sangat minim. Bahkan hampir dikatakan tak ada orang yang berani mengaku karena takut terbukti palsu dan dieksekusi.


Hasilnya?


Sebuah dunia yang telah kokoh dengan faham dimana 8 pahlawan yang datang sekitar sepuluh tahun yang lalu adalah satu-satunya kelompok pahlawan yang nyata.


Mengetahui bahwa ada orang yang meneriakkan mengenai identitas pahlawan seperti Igor barusan....


Sebelum menjawabnya, Igor terlihat melihat ke arah Reina dan juga Leo. Dimana Leo dengan cepat segera menutup kedua matanya serta menggelengkan kepalanya dengan sangat ringan. Berharap tak ada yang melihatnya.


Melihat hal itu....


“Buahahaha! Kau percaya bahwa aku adalah pahlawan?! Terlebih lagi pria lemah seperti dia?! Buahahaha! Jangan bercanda! Itu barusan hanyalah salam singkat kami berdua sebagai teman lama!” Teriak Igor sambil tertawa puas.


Mendengar hal itu, Leo juga segera berimprovisasi dengan menjawab perkataan Igor.


“Dasar.... Meskipun kita telah lama tak bertemu, tapi memukulku sekuat itu.... Ku pikir kau akan benar-benar membunuhku.”


“Buahaha! Maafkan aku....”


Mendengar percakapan mereka berdua, kecurigaan Selene dan juga Artemis segera memudar. Mereka akhirnya menganggap bahwa ini memang adalah yang sebenarnya.


Lagipula, Leo memang berkata untuk menemui kenalan lamanya.


Setelah beberapa saat....


“Maafkan aku, Selene, Artemis. Tapi bisakah mau meninggalkan kami bertiga sebentar?” Tanya Leo.


“Yah, baiklah. Tapi kau harus membayar semua jasa ku hari ini, mengerti? Ayo Selene. Aku ingin memakan nasi itu lagi.” Ucap Artemis sambil segera berdiri dari duduknya.


“Baiklah....” Balas Selene singkat.


“Leo! Aku akan kembali ke pusat desa terlebih dahulu! Jika kau mencari kami, kami mungkin ada di rumah besar itu!” Teriak Artemis sambil melambaikan tangan kanannya.


“Aku akan segera menyusul!” Balas Leo singkat.


Dan kini....


Setelah beberapa saat....


Akhirnya hanya tersisa mereka bertiga.


Reina masih duduk di kursi kayu itu sambil sesekali memegangi tangan kirinya. Sedangkan Igor masih duduk di tanah bersandarkan batu besar. Sementara itu, Leo yang masih berdiri segera ikut duduk di tanah untuk memulai apa yang menjadi tujuan utama mereka.


“Igor, sebelumnya.... Terimakasih atas sebelumnya.” Ucap Leo singkat.


“Jangan salah sangka. Aku baru sadar atas prinsip dunia ini barusan. Dan juga.... Aku tak lagi ingin hidup sebagai anjing orang lain.” Balas Igor.


Apa yang mereka maksud adalah sebuah kenyataan dimana Igor membantu Leo menyembunyikan identitas mereka bertiga sebagai pahlawan.


Keheningan mulai menyelimuti mereka bertiga di bawah langit malam yang indah ini. Cahaya dari lentera yang menempel di dinding luar kincir angin itu terlihat berjuang keras menerangi gelapnya malam ini.


“Lalu bagaimana denganmu? Dewi bernama Ceres atau apalah itu mengatakan bahwa pahlawan bernama Dimas akan mencariku. Tapi kenapa semua orang memanggilmu Leo?” Tanya Igor penasaran.


Leo terlihat sedikit menghela nafasnya sebelum menjawab. Tapi apa yang keluar dari mulutnya adalah sebuah kalimat yang sederhana.


“Ada banyak hal yang terjadi.”


Tanpa mempertanyakan lebih lanjut, Igor hanya menyalakan rokok yang telah berada di mulutnya dengan korek apinya.


Setelah menghisap rokok itu satu kali dan menghembuskan asapnya, Ia hanya menjawab.


“Begitu kah? Nampaknya kita semua memiliki alasan tersendiri untuk bersembunyi. Bukankah kau juga begitu, Gadis pirang?”


“Yah....” Balas Reina singkat sambil sedikit menganggukkan kepalanya.


Pada akhirnya, mereka bertiga pun memulai pembicaraan mereka secara mendalam. Mengenai alasan apa Dewi Cyrese memanggil Leo untuk menemui sosok bernama Igor ini.


Termasuk juga....


Apa yang akan mereka lakukan berikutnya.