E - Rank Hero In Another World

E - Rank Hero In Another World
Chapter 46 - Tawaran



'Krrek!'


Pintu dari kereta kuda yang begitu indah dan besar itu pun dibukakan oleh seorang pelayan.


Pelayan itu mengenakan pakaian serba hitam dengan sedikit corak merah di bagian dadanya.


Meski mengenakan pakaian seperti seorang laki-laki, pelayan itu memiliki rambut hitam keunguan yang panjang dan dikepang hingga pinggangnya.


"Silakan, Tuan Pahlawan." Ucap pelayan itu sambil membungkuk. Kacamatanya menatap tanah, mempersilakan pahlawan dengan tubuh yang besar dan zirah tebal itu turun dari kereta kuda.


Pahlawan itu mengenakan zirah putih yang tebal. Sebuah zirah dengan kualitas tertinggi yang terbuat oleh bahan paling langka, Mithril. Sedangkan kepalanya sendiri tertutupi oleh helm Mithril yang tebal. Tak memperlihatkan sedikitpun wajahnya.


Dengan tangan kanannya yang besar, Ia melambaikan tangan ke arah para penduduk kota ini.


"Wuaaaaa! Itu pahlawan Karte!"


"Seperti biasa dia terlihat sangat gagah!"


"Tolong bersalaman denganku!"


"Terimakasih banyak karena selalu berjuang keras menjaga kerajaan ini!"


Sorakan yang begitu meriah dari para penduduk kota itu terdengar di seluruh jalanan ini. Membuat semakin banyak orang berdatangan untuk melihatnya.


Setelah itu, pelayan yang sebelumnya membukakan pintu untuk Karte telah pergi. Menghilang entah kemana.


Meninggalkan pahlawan palsu bernama Karte yang diciptakan oleh Feris, pahlawan yang sebenarnya. Tak ada satu warga pun yang mengetahui nama Feris. Semua kecuali prajurit yang menetap di Eastfort ataupun para bangsawan tertinggi.


Sementara itu, Ia memiliki kuasa yang penuh terhadap militer dan juga Guild petualang.


Ia berjalan melewati semua kerumunan itu dengan wajah yang tetap datar. Sedangkan para penduduk Kota itu sama sekali tak memiliki waktu untuk peduli pada siapapun wanita itu.


Itu karena pahlawan yang mereka cintai berdiri tepat di hadapan mereka.


Setelah beberapa saat....


'Sekarang, dimana kau, Enchanter?' Tanya Feris pada dirinya sendiri dalam hatinya. Tatapannya terlihat mengarah ke berbagai tempat untuk mencari keberadaannya.


......***......


...- Penginapan -...


'Dok! Dok!'


Suara ketukan pintu yang cukup pelan itu terdengar. Beberapa orang yang sedang berlatih di lantai pertama segera membukakan pintu itu.


Dan sosok yang ada di baliknya....



"Perkenalkan. Namaku adalah Feris, kenalan Artemis. Dia bilang ingin menemuiku untuk membahas suatu bisnis keuangan. Bisakah kalian memanggilkannya kemari?" Ucap wanita itu.


Penampilannya menyerupai seroang bangsawan tingkat tinggi. Terlebih lagi sikapnya yang sopan.


Para budak yang sedang berlatih itu tentu tak memiliki cukup banyak waktu untuk mengenali kedua Tuan mereka, Artemis dan juga Leo.


Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa sosok yang bernama Feris ini memanglah kenalan Artemis. Tanpa ragu....


'Tap! Tap! Tap!'


Salah seorang pria yang merupakan budak dari Leo itu berjalan ke lantai dua. Memanggil Artemis untuk turun.


"Permisi, Nona Artemis. Ada seseorang bernama Feris yang mengatakan bahwa dia adalah kenalan Anda. Ia meminta agar Anda menemuinya di lantai satu." Ucap Pria itu.


"Hah? Aku tak kenal siapapun yang bernama Feris. Suruh dia pergi." Balas Artemis yang sedang sibuk menata koin emas dan platinum yang Ia miliki.


Akan tetapi....


"Ia bilang ingin membahas mengenai bisnis keuangan atau semacamnya." Lanjut Pria itu.


Dengan segera, Artemis segera bangkit dari duduknya. Karena terlalu terburu-buru, Ia pun menjatuhkan menara koin yang baru saja ditumpuknya.


'Cklek!'


"Kau serius? Aku akan segera kesana!" Ucap Artemis segera setelah membuka pintu kamarnya. Dengan langkah yang cepat, Artemis menuruni tangga itu.


Dan apa yang ada di lantai satu, adalah sosok bernama Feris itu.


"Jadi bagaimana urusan bisnis kita? Apa yang perlu ku lakukan untuk menghasilkan banyak uang?" Tanya Artemis dengan penuh semangat.


Tapi Feris hanya terdiam. Menatap sosok Artemis dengan tatapan yang cukup tajam.


Setelah beberapa saat....


'Jadi bukan dia ya? Lalu siapa yang membuat barang-barang itu? Tapi aku sangat yakin bahwa gadis ini memiliki suatu hubungan dengan barang-barang itu. Haruskah aku mencobanya?' Pikir Feris dalam hatinya sambil terus memandangi sosok Artemis.


Segera setelah Feris memutuskannya, Ia pun mengeluarkan salah satu kartu as nya tanpa ragu.


Hanya dengan kalimat itulah, Artemis telah jatuh dalam tangan Feris.


......***......


...- Penginapan -...


Beberapa jam telah berlalu. Meski begitu, keramaian yang ditimbulkan oleh kedatangan pahlawan itu masih terus berlangsung.


Leo dan juga Selene pun segera kembali ke penginapan untuk mempersiapkan diri menyambut esok hari.


Akan tetapi....


"Leo! Lihatlah! Aku menemukan seorang pembeli yang mau membayar 100 koin platinum untuk kita!" Ucap Artemis sambil menunjuk ke arah seorang wanita dengan pakaian laki-laki yang duduk di kursi kayu itu.


Wanita itu terlihat sedang meminum teh dan membaca buku.


Hanya dengan kata 100 koin platinum saja, Leo sudah tahu bahwa kemungkinan besar ini adalah perangkap. Tapi karena Artemis telah memanggilnya seperti itu, berpura-pura sebagai orang asing sekalipun takkan berguna.


Oleh karena itu....


"Selene. Bersiaplah untuk apapun yang mungkin terjadi sebentar lagi." Bisik Leo kepada Selene yang berdiri di sampingnya.


Tanpa menjawab, Selene hanya mengangguk dan mempersiapkan dirinya untuk bertarung.


Pada saat itulah, hal yang jauh diluar bayangan Leo terjadi.


"Tak perlu waspada seperti itu kepada calon pembeli bukan?" Ucap Feris yang masih terpaku pada bukunya.


'Yang benar saja?! Ini buruk, wanita itu terlalu berbahaya!' Pikir Leo singkat setelah mendengar perkataan wanita itu.


Untuk memastikan situasi ini, Leo pun menggunakan kemampuan Clairvoyance miliknya untuk melihat status wanita itu.


...[Objek : SzyT;&4?#]...


...[Nama : 9n1&jw!mA]...


...[Rating : b11v+D?&%]...


...Kesehatan : ]!2 d?8a / ]b1m8?&a...


...Mana : [yb!?4>a / [j1yn67a...


...- Atribut -...


...Strength : 0...


...Agility : 999...


...Vitality : 0...


...Magic : 999...


...Dexterity : 0...


...- Skill -...


...Fool - SSS Rank...


...Stupid - F Rank...


'A-apa-apaan ini?!' Teriak Leo dalam hatinya sesaat setelah memperhatikan status yang dimiliki oleh wanita yang ada di hadapannya.


Ia bahkan tak mampu menahan kedua matanya yang secara spontan terbuka lebar. Melihat reaksi dari Leo, wanita yang bernama Feris itu hanya tersenyum tipis sambil berkata.


"Ada apa? Apakah kau melihat sesuatu yang menarik dariku?" Tanya Feris kepada Leo.


Tentu saja, apa yang dimaksud oleh Feris adalah status yang baru saja dilihat oleh Leo. Tapi bagi orang lain yang bahkan tak mengetahui kemampuan seperti itu ada, mereka hanya menganggap bahwa Leo tertarik pada wanita yang tomboi itu.


"Apa yang kau mau dariku?" Tanya Leo singkat. Tubuhnya mulai gemetar. Ia teringat mengenai kenangan buruknya ketika bertemu dengan bangsawan.


Dan wanita yang ada di hadapannya itu, terlihat seperti seorang bangsawan tingkat tinggi. Mungkin saja setingkat Duke.


Tapi balasan yang diperolehnya berkebalikan dari apa yang ada di dalam pikirannya.


"Tenang saja, Leo. Aku bukanlah musuhmu. Maksud kedatanganku kemari murni untuk memberikan tawaran yang menarik padamu." Balas Feris.


"Ooh begitu kah? Tawaran seperti apa itu? Menukar nyawaku dengan uang?"


Suasana tegang mulai memenuhi ruangan ini. Artemis yang sebelumnya ada di dekat Leo kini mulai melangkah mundur dan menjauh karena ketakutan.


"Sudah kubilang aku bukanlah musuhmu, Leo. Atau sebaiknya aku memanggilmu Dimas agar kau paham?" Balas Feris sambil tersenyum.


Pada saat itu, satu-satunya kesimpulan yang ada di dalam kepala Leo hanyalah sebuah anggapan bahwa wanita yang ada di hadapannya....


Adalah seorang pahlawan yang sama seperti dirinya.