
Beberapa jam berlalu.
Penyapuan di dalam balai kota ini pun terus berlangsung. Dimana Leo menjadi seorang pengeksekusi, sedangkan Selene akan menjadi seorang pembersih.
Reina yang sejak awal masih selalu hidup dalam cahaya nampak tak mampu melihat semua kekejaman ini. Meskipun, Ia sedikit memahami setelah pengalamannya di Maelfall.
Hingga akhirnya, total sebanyak 61 pegawai di balai kota ini telah dieksekusi secara langsung oleh Leo. Sedangkan sisanya hanyalah sebanyak 28 orang saja.
28 orang ini adalah mereka yang menurut Leo sama sekali tak terlibat dalam kejahatan, memiliki kemampuan yang dibutuhkannya dalam mengelola Kota ini, atau mereka yang hanya melakukan kejahatan minimal seperti menyewa penghibur atau melakukan korupsi ringan.
Bagaimanapun, Leo tak bisa membunuh semuanya. Jika Ia melakukannya, Ia takkan memiliki kuasa penuh terhadap kota ini.
Setelah semuanya terkumpul, Leo memanggil Ferry untuk masuk ke dalam. Begitu juga dengan 30 prajurit untuk membersihkan semua darah dan kekacauan yang ada di dalamnya dengan baik.
Ferry adalah salah satu tangan kanan Leo yang bisa dipercaya olehnya dalam mengatasi masalah yang jauh lebih rumit daripada orang yang lain bisa atasi.
Berkat latar belakang dan kecerdasannya itulah, Leo mempercayainya menjadi kepala bagi seluruh pegawai di balai kota ini.
"Begitulah, kau akan memimpin dan mengatur mereka semua. Apapun yang kau butuhkan, katakan saja padaku. Baik itu uang, tenaga, atau yang lainnya. Bisakah aku mempercayakannya padamu?" Tanya Leo.
Ferry terlihat tersenyum puas mendengar tawaran itu dari Leo.
"Sebuah kehormatan besar untuk memperoleh kepercayaan ini dari Anda, Tuan. Aku akan bekerja dengan baik dan memenuhi harapan Anda. Kemudian untuk projek pemetaan harga itu...." Tanya Ferry penasaran.
"Kau bisa mencari orang yang menggantikan mu untuk sementara waktu. Saat ini, Kota Venice memiliki krisis yang lebih besar dan lebih penting daripada memetakan harga." Balas Leo.
"Baik, Tuan Leo. Aku akan berusaha melakukannya sebaik mungkin." Balas Ferry.
Sesaat setelah Ia membalikkan badannya, ekspresi Ferry yang lemah lembut dan baik hati segera berubah. Wajahnya terlihat begitu serius dan juga dingin di saat yang bersamaan.
"Kalian dengar? Saat ini aku memegang tanggung jawab penuh terhadap kalian. Jika kalian bekerja dengan baik, aku akan memberikan hadiah. Jika tidak, aku takkan berbaik hati seperti Tuan Leo untuk membunuh kalian dengan cepat.
Tapi aku akan meletakkan kalian dalam penjara agar membusuk di dalamnya hingga mati." Tegas Ferry dengan tatapan yang tajam.
Perkataan itu tentu membuat semua pegawai yang tersisa itu merasa ketakutan. Tapi di sisi lain, mereka yang benar-benar hanya ingin bekerja untuk kota ini terlihat senang.
"Apakah benar Anda akan memberikan hadiah?"
"Hadiah seperti apa itu?"
Beberapa pegawai itu nampak menanyakannya. Mendengar hal itu, Ferry nampak menoleh ke arah Leo sesaat.
Leo yang memahami apa maksudnya segera menganggukkan kepalanya dengan ringan.
"Setidaknya, aku akan memberikan uang yang cukup banyak. Sekitar 5 koin platinum atau lebih tiap bulannya bagi mereka yang memang melakukan kerja dengan baik." Balas Ferry.
5 koin platinum. Sebuah bayaran yang tak terdengar besar bagi atasan di kelompok Leo. Tapi bagi orang di luar, itu adalah bayaran yang sangat besar karena sebagian dari mereka bahkan jarang melihat wujud dari koin platinum itu sendiri.
"Kalian bebas menggunakannya untuk apapun, selama itu tak melanggar hukum yang kedepannya akan diterapkan."
Leo tersenyum dengan bangga mendengar perkataan dari Ferry. Itu seakan Ferry benar-benar bisa memprediksi apa yang akan dilakukan Leo berikutnya.
Yaitu untuk membuat tambahan hukum baru dari yang sudah ada di kota ini.
Merasa puas, Leo pun pergi meninggalkan Ferry bersama mereka. Sementara itu, para prajurit Leo nampak sibuk membersihkan mayat dan darah yang berceceran di banyak tempat. Mengotori balai kota yang akan menjadi markas baru mereka itu.
Setibanya di luar, Leo segera menemui Artra untuk menyampaikan tugas barunya.
"Artra, kali ini tugasmu adalah untuk mengelola seluruh bisnis yang kedepannya akan ku buat di kota ini. Kau bebas menunjuk siapapun orang yang menurutmu pantas untuk membantumu. Sedangkan untuk masalah uang, tenang saja. Aku akan menanganinya." Jelas Leo.
"Anda bersungguh-sungguh dengan itu? Bukankah Nona Feris tak lagi memesan senjata karena menganggap Anda ikut berperang?" Tanya Artra.
Mengingat kondisi kota Venice saat ini, Artra yang memang merupakan seorang pebisnis handal juga paham mengenai kondisi keuangan Leo karena kerap kali membantunya membuat rekapan.
Salah satunya adalah penghasilan uang terbesar Leo berada pada pemesanan senjata oleh Eastfort.
Kemudian untuk Kedai Bulan dan juga toko ramuan, meskipun telah berkembang pesat sejak saat itu, kini keduanya takkan bisa diharapkan.
Alasannya sederhana.
Tak ada pasar yang mampu untuk membeli barang dari kedua usaha itu. Jangankan usaha milik Leo. Pasar bahan makanan saja saat ini sudah tutup karena tak ada barang dan juga tak ada pembeli.
Sebagian besar uang telah ditarik oleh Duke Achibald untuk membantunya membeli peralatan perang. Sedangkan sebagian besar bahan makanan yang ada di kota ini juga ditarik untuk menjadi suplai para prajurit selama di perjalanan dan peperangan.
Akan tetapi, karena manajemen yang baik dari Leo, termasuk dirinya yang tak terlalu menggunakan sebagian besar uangnya....
"Tenang saja. Aku masih punya setidaknya 2.000 koin platinum saat ini. Bisa untuk bertahan selama beberapa Minggu atau satu bulan jika cukup baik. Sementara itu, aku akan mencari sumber yang lain." Balas Leo.
Artra yang mendengarnya sedikit sungkan. Itu karena uang yang dimaksud oleh Leo adalah uang pribadinya. Ia tak ingin Tuannya lagi-lagi kesulitan demi orang lain.
Akan tetapi....
"Baiklah, Tuan Leo. Aku akan mengusahakannya sebaik mungkin." Balas Artra secara terpaksa.
Ia telah paham sikap dari Tuannya yang takkan mundur setelah memutuskan sesuatu. Seberapa kerasnya Ia mencoba untuk meyakinkan Tuannya, Leo takkan pernah menarik kata-katanya kembali.
Dan satu-satunya cara untuk menghargai sikap Leo adalah untuk berusaha sekuat tenaga memenuhi harapannya.
Di sisi lain, Artemis yang sedari tadi duduk di atas kereta sambil mendengarkan pembicaraan Leo mulai paham dengan situasi ini lalu bertanya.
"Leo, apa yang sebaiknya ku lakukan?" Tanya Artemis.
Senyuman tipis terlihat di wajah Leo. Ia tak menyangka bahwa Artemis yang biasanya hanya menggilai uang itu, menawarkan dirinya untuk melakukan sesuatu.
Dan Leo memang sudah mengetahui apa yang perlu Artemis lakukan.
"Artemis, aku ingin kau berkeliling kota. Bukan hanya untuk membantu menyembuhkan mereka yang butuh, tapi juga mencari wanita yang masih cukup muda dengan fisik yang kuat.
Kumpulkan mereka dan bawa ke halaman balai kota ini. Karena tak ada lagi pria muda, aku tak lagi bisa terlalu pemilih. Siapapun mereka, aku akan menjadikannya pasukan... tidak. Polisi sementara untuk menjaga ketertiban di kota ini." Jelas Leo cukup panjang lebar.
Kedua mata Artemis pun terbuka lebar setelah mendengar penjelasan dari Leo.
"Polisi wanita?! Kau serius?! Dan aku akan menjadi komandan mereka?!" Teriak Artemis dengan senyuman yang lebar.
"Benar sekali, Artemis. Bisakah aku mempercayakannya padamu?" Tanya Leo.
"Tentu saja!"
Leo cukup senang dengan sikap yang diberikan oleh Artemis. Dan untuk membantunya melaksanakan itu....
"Bawalah dua prajurit wanita bersamamu. Mengingat situasi kota ini, mungkin mereka mulai sedikit membenci pria. Aku akan menyiapkan persenjataan untuk mereka.
Artra, kumpulkan siapapun yang masih bisa menempa dan cari lokasi penempaan terdekat dari balai kota ini. Kita akan membuat senjata sendiri." Jelas Leo.
"Dengan segera, Tuanku."
Di kejauhan, para prajurit penjaga balai kota ini nampak kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.
Leo yang memahaminya pun segera berjalan mendekat bersama dengan 6 orang prajurit pengawal.
Dengan wajah yang penuh percaya diri dan sikap yang begitu meyakinkan, Leo pun berbicara dengan cukup keras.
"Kalian semua, sebarkan informasi ini. Alexander Leonardo von Rustellia ini akan menggantikan pemerintahan di Kota ini untuk sementara waktu demi mengatasi krisis yang terjadi.
Percaya lah padaku. Atas nama Rustellia ini, aku akan menyelamatkan kalian semua melalui kekacauan di kota ini serta musim dingin yang mematikan."
Ucapan Leo, terutama mendengar kata menyelamatkan dengan atas nama keluarganya, para penjaga balai kota ini pun terpana. Dan bahkan mulai terkagum-kagum.
"Akhirnya...."
"Ada seorang bangsawan yang benar-benar akan mengerjakan tugasnya...."
"Bodoh! Apa yang kau katakan?"
"Aah, maafkan kami, Tuan."
Leo hanya tersenyum untuk menunjukkan keramahannya.
"Tak masalah. Tapi bisakah aku mempercayakan itu kepada kalian?" Tanya Leo dengan suara yang lembut.
"Tentu saja!" Balas mereka serempak. Kini dengan tatapan yang penuh dengan hormat.
Dengan begitulah, saat ini, Leo mulai memperoleh sebagian kekuasaan di Kota yang hampir mati ini.
Sementara itu, musim dingin sendiri masih panjang. Dan kota Venice bukanlah satu-satunya kota yang menderita atas tindakan egois Duke Achibald. Tapi seluruh wilayah Rustfell itu sendiri juga mengalami krisis yang sama, atau lebih parah dari Venice.