Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 3 Episode 24 : Incaran Chandra



"Pagi kak" kata Erika tersenyum.


Andika terbelalak kaget melihat pemandangan itu, dengan tangisan yang masih mengalir dengan begitu deras, Andika berusaha memaksa untuk berjalan.


"Y-Yun... chan..." Andika memaksa berdiri, namun kakinya terluka akibat pertarungan dengan makhluk astral hingga ia terjatuh sedikit.


"Pangeran Andika!" Prajurit yang datang mencoba membantu.


"Andika!" Wira juga menghampiri temannya itu diikuti Nisa dan David.


Andika memaksa berdiri kemudian berjalan perlahan lalu berlari dan memeluk adiknya hingga Erika jatuh ke tanah di belakangnya.


Andika memeluk Erika.


"Ukh... Maafkan aku! Alhamdulillah, terimakasih! kau selamat, Yun-chan! Dasar... " kata Andika.


Erika perlahan bangun dan memeluk Andika.


"Tenanglah" kata Erika.


"Ya! Yun... chan" Andika tiba-tiba oleng dan tak sadarkan diri di bahu Erika.


"Andika!" kata Nisa.


"Dia hanya kecapekan dan pingsan" kata Wira.


Erika menatap Zeydan dan Pasha.


"Semuanya baik-baik saja, Eri" kata Zeydan.


Semuanya kembali ke markas, Andika di rawat di ruangan kesehatan markas.


Ilman dan yang lainnya bertemu Erika yang bersama Zeydan dan Pasha.


"Pagi... semuanya" kata Erika sambil tersenyum tipis.


"W.. Wah!! Erika kalau di malam hari bagaikan Putri jelita! jika di pagi hari bagaikan bidadari matahari yang jatuh dari surga!! kau benar-benar cantik Erika!!" Seru Ilman yang duduk di kursi roda.


GPLAK! Dirga memukul Ilman.


"Berisik, kau terlalu ganjen! tak pites diam kau" kata Dirga.


"Sakit oi!!" kata Ilman.


"Kau... terlihat mengecil, Ilman?" tanya Pasha.


"Kau baik-baik saja?" tanya Erika.


Ilman menoleh ke arah Erika dan Pasha dengan perlahan lalu memeluk tubuh Dirga.


"Huaa! Erika!! kau tahu tidak!? saat misi semalam, aku digigit laba-laba bau dan beracun! aku tersiksa! benar-benar tersiksa! dan racunnya membuatku mengecil!!" kata Ilman sampai-sampai ingusnya menempel di seragam Dirga.


"Lap dulu ingusmu!!" seru Zeydan.


"Erika! syukurlah kau baik-baik saja!" kata Salsa.


"Iya, kenapa tiba-tiba dia mengoceh begitu?" tanya Erika.


"Dia hanya mengeluh karena obat pahit untuk penyembuhannya di minum 5 kali sehari, biarkan saja dia" kata Salsa.


"Tapi karena Erika disini aku baik-baik saja, hehe" kata Ilman.


"Heha hehe, palalu heha hehe" kata Salsa.


Sementara itu Chandra...


"Ini dia! ini yang aku cari selama ini! akhirnya aku tak perlu menemukan ramuan untuk mengakhiri kutukan Fujiwara yang di berikan Putri Silent itu padaku! aku akan memakan Putrinya yang telah menaklukan matahari! dengan begitu, aku akan dapat menaklukkan matahari juga!" Kata Chandra yang tergiur.


"Aku akan mempersiapkan semuanya hingga siap untuk memulai perang yang sesungguhnya" kata Chandra.


Di markas pemberantasan...


Adelia dibantu Ratri.


"Benarkah!? Yuna sudah bisa menaklukan matahari dari kutukan Fujiwara-nya!?" tanya Ratri.


"Erika... " gumam Adelia.


"Ya! itu benar, dan sekarang... Pilar pengintai dan medis, Meghan Sparkle meminta izin untuk memeriksa sepenuhnya pada Nona Kitagawa Yuna" kata pelapor.


"Baiklah, katakan padanya untuk memberikan kesimpulan laporan penelitiannya!" kata Ratri.


"Dimengerti!"


Setelah peristiwa Yun-chan yang berhasil menaklukkan matahari, Subjek Pandora, makhluk astral, dan Iblis, jarang sekali muncul.


Sementara itu di ruangan bawah tanah...


"Jadi begitu?" tanya Meghan.


"Iya, saya merasakan penyembuhan regenerasi dari lelehan diwajah saya yang perlahan menyebar" kata Erika.


"Baik, akan kita lanjutkan hal ini nanti... Edward dan yang lainnya akan segera sampai" kata Meghan.


Edward dengan berpakaian jas rapi membawa kawanan terakhir Ray dulu bersama Zeydan dan Pasha.


"Cepat jalan!" kata Edward.


Mereka berempat duduk.


"Ada... ada apa ini sebenarnya?" tanya Meghan.


"Kita ingin melakukan rencana untuk memperbaiki dinding selatan, dan orang ini tahu denah dinding selatan dengan lumayan fasih, jadi kita tidak akan memerlukan pengetahuan markas dengan itu" jelas Edward yang punggungnya berselimutkan jubah hijau yang pernah didapatnya.


"Huh! aku takkan memberitahukannya pada kalian!" kata si kawanan Ray yang bernama Zack.


"Yah, banyak sekali hal cara untuk membuka mulut seseorang, bukan?" tanya Edward yang menempelkan mulut pistol dari dalam jubahnya ke pinggang Zack karena Edward duduk di sebelah Zack.


Zack berkeringat dingin.


"Aku sebenarnya tidak tahu apapun selain yang ku tahu hanyalah kalau di Dinding selatan menyediakan sebuah portal untuk keluar masuk para musuh" jelas Zack.


"Ng? Portal?" tanya Meghan.


"Baiklah, waktunya kau mati, ucapkan selamat tinggal pada dunia" kata Edward.


"Aku tidak berbohong! sungguh! hanya itu yang ku tahu!" kata Zack.


Edward sedikit mengaktifkan Silent-nya.


"Baiklah kalau itu katamu" kata Edward sambil menyimpan pistolnya.


"Dia melihat kejujuran orang itu dari Silent-nya" batin Erika.


"Kemungkinan besar musuh akan menyerang karena kau sudah bisa menaklukan matahari, jadi nanti kau akan berada dalam penjagaan ketat pasukan, dan akan melindungi Zeydan disaat yang tepat. Jadi aku ingin kau mengerahkan seluruh kekuatanmu untuk melindungi Zeydan di saat yang tepat" Jelas Edward pada Erika.


"Baik! Aku akan selalu melakukannya!" kata Erika.


"Aku tak tahu sebenarnya, kenapa kau begitu lengket pada Zeydan, tapi ingatlah kalau kau harus bisa mengendalikan dirimu sendiri, jangan buat hal fatal seperti saat Subjek Pandora wanita yang membunuh Farel yang saat itu hampir membunuhmu sendiri, kau sudah menaklukan matahari, artinya posisimu sekarang sangatlah penting bagi Chandra Nagata" jelas Edward.


"!?" Zeydan tidak tahu apapun soal itu dan hanya Edward dan Aram si Subjek Pandora wanita yang tahu.


"Disebabkan karena kau akan menjadi incaran Chandra karena kau berhasil menaklukan matahari dari kutukan Fujiwara" kata Edward.


"Akan menjadi bencana yang benar-benar besar jika Chandra berhasil menaklukan matahari, karena kelemahan Chandra akan matahari akan menjadi peluang besar bagi kita untuk mengalahkannya" kata Meghan.


"Baik, akan kupastikan hal itu takkan terulang dua kali" kata Erika.


Zeydan, Pasha, dan Erika mempersiapkan semuanya.


"Jadi... rencananya apaan?" tanya Erika.


"Ya, nanti Pasha yang akan mengawasi dan memberikan sedikit rencananya, dan akan mengatasi musuh yang menyerang dengan kekuatan Subjek Pandora-nya" kata Zeydan.


"Aku... masih tidak terbiasa dengan kekuatan ini" kata Pasha.


"Kau pasti bisa" kata Zeydan.


"Dan kita akan dibimbing oleh Pilar Karya" kata Erika.


"Pilar... Karya?" Zeydan langsung gugup.


"Kenapa? kau sakit?" tanya Erika.


"Bu.. Bukan" kata Zeydan.


"Baiklah... Ayo, kita akan ke tempat misi segera" kata Pasha.


"Zayn... soal tadi, terimakasih" kata Erika.


"Eh?" tanya Zayn.


Di ruang kumpul para Pilar...


"Hah? tipe wanita yang disukai?" tanya Toni.


"Kau jauh-jauh datang dari Dunia Nyata hanya untuk menanyakan itu Randi!? yang benar saja!" kata Toni.


"Ayolah! aku sedang mampir, setidaknya beritahu aku!" kata Randi.


"Hm... aku lebih suka yang kalem, ideal, berpengalaman, sederhana, asik, pintar, penyayang, dan penurut itu sudah cukup untukku" kata Ersya.


"Aku yang ahli bela diri! dengan begitu aku bisa duel dengannya!" kata Toni.


"Mana masuk Laki-laki lawan perempuan woi! kormaa!!" kata Randi.


"Kalau Edward?" tanya Randi saat melihat Edward yang sedang melihat album fotonya bersama Andra, Amanda, Amir dan Umar dulu.


"Apa?" tanya Edward.


"Tipe perempuan yang kau suka! tapi, kau itu sangat mahal, dan perempuan paling cantik saja kau tolak dan hindari, jadi beritahu kami kau suka tipe yang kayak gimana?" tanya Randi.


"Hah? ck... aku tidak tahu" kata Edward.


"Oi, kau membuatku kesal" kata Toni.


Edward terdiam dan teringat perkataan Amanda.


Flashback On...


"Ck... si kacamata menyebalkan dan Arsya menyebalkan sekali" gumam Edward.


"Ada apa, Kapten?" tanya Amanda.


"Mereka bilang aku tidak punya kelembutan terhadap para junior perempuan yang mendekatiku di SMP Helvetia, apa-apaan!?" tanya Edward.


"Tidak dapat mengampuni orang lain juga bukan hal yang buruk, itu juga merupakan kelembutan Kapten, kan?" tanya Amanda sambil tersenyum.


Flashback Off....


"Yumna... " batin Edward.


"Jujur aku tidak memiliki kesukaan yang spesial, selama orang itu mempunyai kepribadian yang tegas, mempunyai kelebihan yang melebihi diriku, bisa membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, lalu bisa membuatku tersenyum, maka tak ada alasan lain yang membuatku tak bisa menganggapnya sebagai orang yang amat berharga dan kusayangi, atau intinya aku tidak ada permintaan lainnya selain itu" jelas Edward.


"Hiks... Edward, rupanya kau tak hanya polos percintaan, ternyata kau itu terlalu polos bagaikan kertas putih nan suci yang di jaga sepenuh hati, seperti anak sendiri, sudah jelas penampilan itu nomor satu!!" Seru Randi yang entah nangis terharu atau gimana.


"Jika penampilan nomor satu, Edward pasti akan menilai perempuan dari penampilannya Randi" kata Rahmat.


Basa-basi dan Fakta 😋


Selain karena keponakan jauhnya, Edward melindungi Erika karena Erika adalah satu-satunya yang memiliki Silent murni langsung dari Ibunya, Putri Silent ( Fujiwara Yumna ).


Edward lebih dekat dengan Andika ketimbang Erika karena Erika selalu menatap tajam apabila Edward membuat Zeydan tidak nyaman.