
Sementara itu Edward...
"Tidak ada... kita sudah kehabisan sirup" kata Edward sambil pergi.
"Heh, begitu ya?" tanya SP.
Edward terus berjalan.
"Meski dia adalah anggota pasukan Dirgapati atas nomor 10, dia takkan bisa lari dan mustahil dia bisa melakukan perubahan di dekat kawah gunung berapi seperti ini, aku akan membunuhnya jika tak ada lagi urusan dengannya, aku hanya ingin menginginkan informasi Dirgapati darinya dan itulah alasanku membiarkannya hidup" batin Edward.
"Aku selalu berpikir, kalau Kenzo dan Zeydan akan membawa pasukan pemberantasan ke ambang kemenangan dengan cepat, jadi itulah aku selalu melindungi mereka berdua, tapi... kami baru kehilangan satu aset terpenting pasukan pemberantasan"
"Butuh waktu yang lama sekali untuk seperti ini... Yumna, sepertinya akhirnya aku akan mewujudkan janji yang telah ku buat padamu di tempat penyegelan Pandora saat itu ya? kematianmu dan yang lainnya berhasil membuka kedok siapa yang telah membantai pasukan pemberantasan, kematianmu dan yang lainnya sangat berarti, untuk membalasnya paling tidak aku akan membunuh Chandra dan pasukannya" batin Edward sambil berbalik ke arah SP
Edward terbelalak melihat SP yang lari.
SP langsung melakukan segel tangan dan para pasukan pemberantasan langsung berubah menjadi Subjek Pandora abnormal.
"Apa!?" tanya Edward terbelalak.
"Aku disini berniat untuk menghabisimu!!" Seru SP.
"Ck! pantas saja firasatku mengatakan kalau si makhluk itu merencanakan sesuatu!" kata Edward.
Edward terbelalak dan kaget melihat seluruh pasukan berubah menjadi Subjek Pandora abnormal.
"Selamat tinggal! Pilar pedang, bukan... Kapten Edward" kata SP.
"Ck!" Edward hanya bisa menghindar karena para pasukan melepaskan kekuatan tinggi dan menggetarkan area gunung berapi.
"Subjek Pandora abnormal!? jika seseorang menjadi Subjek Pandora namun abnormal, maka kekuatan mereka tidak bisa dikendalikan dan akan melontarkan serangan! tapi, jika dikendalikan oleh SP maka... artinya mereka sudah dikendalikan untuk menyerang ku" batin Edward yang terus menghindar.
"Aku harus membawa mereka jauh dari gunung berapi! jika tidak, maka gunung berapi akan semakin aktif apabila terus terkena getaran kekuatan Subjek Pandora!!" batin Edward.
"Seperti kata Tuan Chandra, kau sangat perhatian pada bawahanmu! dan para bawahanmu yang tak bersalah memberikan serangan mematikan padamu!" kata SP sambil lari.
"Kau takkan membunuh mereka kan!?" tanya SP.
Edward terus menghindar.
Flashback...
"Ng? sirup? aku tak berpikir meminta sirup dari markas?" tanya Edward.
"Akan sayang untuk dibuang! biarkan kami mengonsumsi-nya kapten!" kata mereka.
"Tapi... ck! daripada mubazir baiklah, tapi jangan kebanyakan!" kata Edward.
Flashback Off...
"Ck! Morph-x ada di dalam sirup itu!? pantas saja aku merasakan aura aneh saat memegang botol kacanya!! berapa lama dia mempersiapkannya!? setidaknya Morph-x yang dia berikan itu tidak murni dan seharusnya mengurangi dampak perubahan Subjek! tapi, mereka terlalu banyak!" batin Edward.
"Pergerakan mereka juga cepat sekali! mereka... dikendalikan SP!? jadi itu kekuatannya, seharusnya aku langsung membunuhnya!" batin Edward.
Saat Edward akan menebas, dia hanya teringat melihat wajah para bawahannya dan menjadi tak sudi.
"Kalian semua...."
Sementara itu SP....
SP berhasil kabur dibantu makhluk astral kain.
"Edward, kau terlalu meragukan Tuan Chandra, itulah kesalahanmu" kata SP yang sudah membayangkan Edward terkoyak dan tewas.
"Meskipun kau berhadapan dengan Tuan Chandra kedua kalinya, kau takkan bisa menang" kata SP dan melihat ada jangkar tali besi yang ada di sampingnya.
Edward dengan tatapan murka mendatangi SP bagaikan seekor predator.
"Kau... jadi kau masih hidup!?" tanya SP dan melancarkan serangan pada Edward setelah Edward menghabisi makhluk astral-nya.
"Apa yang terjadi dengan bawahan manismu!?" tanya SP.
"Meski... bawahanku telah menjadi Subjek Pandora abnormal, apakah kau pikir aku tak bisa membunuh mereka!?" tanya Edward dengan matanya yang bagaikan laser merah.
"Apakah kau tahu...? berapa banyak bawahan dan orang-orang berharga bagiku itu mati ditangan Chandra!? mereka semua... mati ditangan orang serakah seperti kalian yang hanya mementingkan nasib sendiri!!" Seru Edward dan akan langsung menebas SP.
CTRANG!!! SP langsung berubah menjadi abu.
"Sayang sekali, kau tidak tahu bagaimana rasa pedihnya kehilangan seseorang" kata Edward dan mengambil Mustika Delima Merah yang dipakai SP untuk menyimpan kekuatan.
Edward menatap Mustika Delima Merah yang dipegangnya dan menatap hutan yang dipenuhi abu menandakan Subjek Pandora yang tewas.
"Maafkan aku"
"Aku harus mengumpulkan yang lainnya di dekat kawah gunung berapi-... " belum selesai Edward bicara.
JDAR!!!! Gunung berapi langsung meletus diakibatkan karena pergerakan para Subjek Pandora abnormal dan lavanya mengenai area tempat Edward berada.
Di penjara pinggiran kota Helvetia...
Erika, Pasha, dan yang lainnya termasuk keluarga Fahmi dibawa ke penjara, Pasha dan Erika hanya bisa terdiam atas perlakuan "Mantan sahabat" mereka.
"Setidaknya kita bisa minum teh disini" kata Rudy.
"Hah! apakah, kita hanya bisa melihat yang terjadi dari sini?" tanya Dirga yang bersandar di sel sambil memegang cangkir teh.
"Kau mau teh?" tanya Fahmi.
"Terimakasih Paman" kata Pasha sambil menerima cangkir.
"Pasha, apakah kau bisa menggunakan kekuatan Subjek Pandora-mu untuk mengeluarkan kita dari sini?" tanya Dirga.
"Tidak bisa, dengan perubahanku disini, itu hanya akan menghancurkan kota Helvetia, kekuatan Subjek milikku memiliki kategori memiliki energi terbanyak yang tidak bisa digunakan sepraktis itu, tidak seperti kutukan Pandora Kak Andika dan Zeydan" kata Pasha sambil meminum tehnya.
Pasha dan Erika duduk berhadapan.
"Kenapa kau bisa dipukul Zeydan? kau bisa menceritakannya kan?" tanya Ilman.
"Itu karena... Zeydan menyakiti Erika dan aku tidak terima, aku memukulnya, lalu dia memukul balik" kata Pasha.
"Hah?" tanya Dirga.
"Zeydan... menyakiti Erika!!?" tanya Ilman.
"Apa yang dia lakukan!? bagaimana bisa!?" tanya Ilman antusias.
"Tidak usah dipikirkan, hentikan, sudahlah" kata Erika sambil menunduk.
"Hal seperti itu tidak usah dipikirkan!? Pasha!?" tanya Ilman.
"Sudahlah Ilman, sekarang... Zeydan benar-benar sudah menjadi seorang pengkhianat, dua orang yang sangat amat berharga baginya, dia bisa menyakitinya segampang itu tanpa pikir panjang" kata Dirga.
"Jika dia benar-benar waras, aku ragu kalau dia melakukan itu tanpa alasan, mungkinkah dia punya motif tersembunyi?" tanya Ilman.
"Ah... " Erika dan Pasha langsung tersadar dan berpikir kalau ucapan Ilman lumayan masuk akal, Zeydan tidak mungkin mengkhianati Gerakan Pemberantasan hanya karena Gerakan pemberantasan itu lemah.
"Permisi... " kata seseorang.
Mereka semua berbalik.
"Senang bertemu dengan kalian, Wahai para pahlawan pasukan pemberantasan" kata Raka.
"Kau... siapa?" tanya Pasha.
"Perkenalkan, namaku Raka, penasihat Tuan Chandra" kata Raka.
Erika sedikit menyipitkan matanya dan mengaktifkan Silent-nya.
"Diantara semua iblis dan pasukan Dirgapati, orang ini yang punya aura Nagata paling kuat. Atau lebih tepatnya... dia pasti dekat dengan Chandra Nagata" batin Erika.
"Raka?! kau!!" seru Rudy.
"Kau mengenalnya?" tanya Dirga.
"Kami berdua adalah chef yang bekerja di restoran Magnaga!" kata Rudy.
Erika dan Pasha ternganga karena kaget.
"Kau, anggota sekte itu?!" tanya Rudy.
"Aku penasihatnya, tentu saja" kata Raka.
"Oi Rudy, apakah kau tahu penyebabmu berada disini?" tanya Raka.
"Apa maksudmu?!" tanya Rudy.
"Karena kau terlalu memikirkan gadis yang menyukai makananmu itu! gadis yang adalah bagian dari pasukan pemberantasan" kata Raka.
"Apa maksudmu... Salsa?" tanya Dirga.
"Terserah siapapun namanya namun, kau terlalu terobsesi kan? dia memang pantas mati, apa yang membuatmu tiba-tiba menjadi berpihak pada Gerakan pemberantasan sedangkan keluargamu memiliki dendam?" tanya Raka.
"Menyebalkan, pekerjaanmu di restoran menjadi tidak bagus karena terus mengoceh tentang perempuan itu" kata Raka.
"Kau... jaga bicaramu, Raka!!!" seru Rudy dengan amarah.
"O... Oi! Rudy, tahan! hentikan!" kata Ilman sambil menahan Rudy.
"Bukan kau yang menentukan Salsa pantas hidup atau tidak!! dia tetaplah manusia! kau tidak pantas mengatur hidupnya!!" seru Rudy.
"Benarkah? sepertinya kau salah, dia mati karena kesalahannya kan? biarkan saja dia pergi atau intinya seharusnya sejak awal dia memang tidak ada didunia ini" kata Raka.
Fahmi dan keluarganya yang mendengar itu hanya bisa terdiam.
"Tutup mulutmu Raka!!" seru Rudy.
"Baiklah, apakah disini ada yang bernama... Ilman Triyanto?" tanya Raka.
"I... itu aku" kata Ilman.
"Aku mengantarkan pesan dari seseorang" kata Raka sambil memberikan surat.
Ilman menerimanya dan membacanya.
Ilman langsung terbelalak sekali dan syok berat.
"Jujur sebenarnya tujuanku datang kesini bukan untuk mengolok-olok kalian, tapi untuk membantu kalian" kata Raka.
"Setelah kau menjelek-jelekkan Salsa, kau ingin memutar fakta?!" tanya Rudy.
"Aku hanya ingin mengetes saja, karena sebagai Subjek Pandora yang hanya hidup sampai 13 tahun saja, tidak banyak waktu yang bisa kusampaikan" kata Raka.
"Kau... jangan bilang masa hidupmu?!" tanya Pasha.
"Hidupku akan berakhir sekitar 3 jam lagi, aku hanya ingin mengetes Rudy saja agar dapat merelakan kepergian sang almarhumah, namun ternyata tidak berhasil" kata Raka.
"Aku ingin kalian menghancurkan Dirgapati, hentikan Chandra Nagata dan si pemegang kutukan Pandora yang memiliki inti Pandora itu" kata Raka.
"Bagaimana Ilman? kau sudah membacanya?" tanya Raka.
"Ya sudah... aku benar-benar akan menghancurkan Dirgapati kali ini tanpa belas kasihan" kata Ilman dengan wajah kesal.
"Kalau begitu, sampai jumpa" kata Raka.
"Kau akan kemana?!" tanya Pasha.
"Aku akan diserap menjadi kekuatan oleh Tuan Chandra, jadi tolong lakukan segala hal untuk mengakhiri Dirgapati. Aku percaya pada kalian"
Di sisi lain, Zeydan yang di markas Dirgapati hanya bisa menatap pemandangan dari jendela.
"Zeydan, ayo... kita harus bersiap, kau sudah mengurung Yuna kan?" tanya Chandra.
Zeydan melirik Chandra dengan tatapan membunuh.
"Ya, sudah" kata Zeydan.
"Kalau begitu ayo, kita mulai ke fase terakhir dimana aku akan mendapatkan keabadianku"
"Sebelum itu" Zeydan tiba-tiba bicara.
"Ng?" tanya Chandra.
Basa-basi dan Fakta 😋
SP... Pasukan Dirgapati atas nomor sepuluh terbawah, memiliki kekuatan yang bisa mengontrol seseorang jika ada darah SP pada seseorang, dia bisa mengubah pasukan pemberantasan hanya dengan segel tangan karena Morph-x yang diminum pasukan pemberantasan ada campuran darah miliknya di dalam sirup, tapi dia hanya bisa mengontrol untuk perubahan sejenis Subjek Pandora abnormal, tak berlaku pada Subjek Pandora yang kekuatannya bisa dikendalikan seperti Pasha.
Alasan kenapa dia hanya bisa mengontrol Subjek Pandora abnormal karena ada campuran darah SP di tubuh para pasukan pemberantasan akibat meminum sirup yang dicampur dengan Morph-x. Untuk Subjek Pandora seperti Pasha, kenapa Pasha tak dapat dikendalikan karena Pasha disuntikan serum Morph-x langsung tanpa adanya darah campuran SP didalamnya. Lagipula Pasha tergolong kategori Subjek Pandora terkendali.