Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 3 Episode 31 : Sky and Human



Zeydan, dan Erika sedang berada di beranda atap markas.


"Zeydan! Erika!"


Zeydan dan Erika berbalik bersamaan.


"Kita akan melihat Gerhana matahari total, gerhana bulan total, dan bintang jatuh!" kata Pasha.


Zeydan tersenyum merekah, sedangkan Erika terbelalak karena lega.


"Kapan? kapan Pasha!?" tanya Zeydan antusias.


"Esok hari saat kita menjalankan misi bersama Pilar Pedang, Pilar Pengintai dan Medis, Vincent, Ilman, Dirga, dan Salsa!" kata Pasha dengan senang.


"Sungguh?" tanya Erika.


"Iya! aku benar-benar menantikan hal ini!! hahaha!!" Pasha benar-benar senang dan berlari memeluk kedua sahabatnya sampai Zeydan dan Erika jatuh berdua ke belakang.


BRUK! Erika dan Zeydan bertatapan sambil telentang karena Pasha menekan mereka sambil terharu dan senang.


"Iya, kita akan melihat itu besok" kata Erika.


"Kau benar-benar sangat senang ya, Pasha" kata Zeydan sambil tersenyum.


Di ruangan Lord Fifth...


Shadow Of Lord : Ratri


"Bagaimana dengan laporan seleksi pemeriksaan kutukan Pandora di saat pelatihan?" tanya Ratri yang mewakili Lord Fifth.


Pilar Aura : Veronica Kencana


"Tidak ada... saya sudah melakukan relaksasi, dan mereka lumayan menikmatinya! saya sangat senang! mereka senang, saya juga senang" kata Vanora.


Rahmat langsung suram.


"Bagaimana denganmu, Rahmat?" tanya Ratri.


Pilar Karya : Ar-Rahmat


"Saya sudah melakukan latihan yang tak ada celah, dan memberikan mereka istirahat untuk melihat perbedaan, dan tak ada hasilnya" kata Rahmat.


Pilar Bayangan : Elena Ramanathan / Kitagawa Miyuki


"Saya sudah melakukan pemeriksaan dengan membuat mereka menggunakan jurus teknik bayangan, dan melihat mereka yang tak terbiasa itu membuat saya mengambil kesimpulan kalau mungkin saja Kutukan Pandora tak mempunyai jurus teknik bayangan Kitagawa, begitu juga dengan Subjek Pandora" jelas Elena.


Pilar Bela diri : Toni


"Saya sedang dalam masa penundaan dan dilarang bertemu dengan mereka" kata Toni.


Pilar Teknologi : Ersya Ramanathan / Kitagawa Masahiko


"Saya sudah melakukan analisis otak mereka dengan X-ray, tapi tak ada masalah medis" kata Ersya.


"Begitu, bagaimana denganmu, Komandan Meghan?" tanya Ratri.


Pilar Pengintai & Medis / Komandan Pasukan pemberantasan : Meghan Sparkle


"Em... saya sudah melakukan pengintaian selama mereka tidur juga... dan hanya melihat kalau pagi harinya kantong mata Kenzo bengkak dan sembab" kata Meghan.


Pilar Pedang : Fujiwara Edward


"Memang pantas kalau setiap bangun, dia selalu menangis saat tertidur" kata Edward.


Semuanya menatap Edward.


"Sebenarnya... pada malam itu, saya membiarkannya untuk tidur dan melihat dia tiba-tiba menangis dan saya langsung memasuki pikirannya dengan teknik clairvoyant khas Klan Taira yang bisa melihat pikiran atau kejadian masa depan sekilas hanya dengan menyentuh objek maupun manusia" jelas Edward.


"Jadi?" tanya Ratri.


"Dan saat saya mengawasinya, Kenzo tiba-tiba menjadi terus gelisah dan menangis, akhirnya saya memasuki pikirannya dengan Astral Projection, dan melihat ada makhluk astral utusan sekte Dirgapati yang menyerupai Ayahnya, Kitagawa Mizuki, untuk membuat Kenzo frustasi dan berpihak pada musuh" jelas Edward.


"Dan akhirnya saya menghapus makhluk astral dari Dirgapati yang membuatnya di santet, jadi... saya akan meminta Vanora untuk memeriksa dan menghapus aura dan sisa-sisa Dirgapati dari Kenzo" jelas Edward.


"Andika... " kata Elena yang tak percaya kalau keponakannya menjadi korban Dirgapati.


"Miyuki-san" gumam Meghan.


"Jadi, besok kami akan ke Dunia nyata bersama Zeydan dan yang lainnya untuk memulihkan dan menyelidiki energi Mustika Delima Merah di dekat kawah gunung" kata Meghan.


"Baiklah... Vanora, tolong untuk siasatkan dan hapus semua aura Dirgapati dan jejak-jejaknya" kata Ratri.


"Akan saya lakukan, Nona"


Keesokan harinya...


Andika, Nisa, David, Wira, Zeydan, Erika, Pasha, Ilman, Vincent, Dirga, Salsa, Edward dan Meghan melakukan misi.


"Kita akan beristirahat di tebing ini, tidak ada pemukiman warga" kata Edward.


"Eh!? WAAH!!! Semuanya! pakai kacamata!" kata Pasha sambil membagikannya.


"Eh!? I... itu!?" Salsa melihat ke tebing arah timur.


"Gerhana Matahari" kata Zeydan dengan ekspresi datar.


Erika begitu terbelalak melihatnya, sedangkan Pasha benar-benar senang.


"Benar-benar mengagumkan... mirip cincin" kata Ilman.


Semuanya begitu terpukau.


"Waaw!! kurasa, aku akan melihatnya dengan melepaskan kacamata gerhana ini!" kata Meghan.


"Jangan atau tidak maka matamu akan buta" kata Edward yang melihat gerhana matahari dengan kacamata gerhana.


"Barakallahu fii umrik untuk usiamu yang ke 16 tahun, Yun-chan!" kata Andika.


"Iya, makasih" kata Erika.


"Benar juga! Erika ultah gw sebagai calon suami masa depannya tak berikan hadiah apapun!!" kata Ilman yang stres histeris.


"Siapa yang calonnya siapa?" tanya Zeydan dengan tatapan tajam.


"Barakallahu ya Erika" kata Nisa.


"Makasih kak Nisa" kata Erika.


"Erika! aku akan berikan buku ini untukmu!" kata Pasha.


"Makasih Pasha" kata Erika.


Mereka semua kembali melihat gerhana bulan total.


"Hebat" gumam Pasha.


"Kita melihat nya, Zeydan, Erika!" kata Pasha.


"Iya, aku akhirnya bisa menepati nazarku pada Mama, aku harap, dia bersama Papa dan Paman bisa melihat gerhana bulan total dan bintang jatuh" kata Erika.


Zeydan menatap Erika.


"Musuh yang kita kira jauh lebih berbahaya dari dugaan" kata Zeydan yang kembali menatap langit.


"Eh?" tanya Erika.


"Jika saja... kita bisa mengalahkan semua musuh, dan membagikan kesenangan yang kita dapat dari kemenangan yang kita lakukan... seperti bagaikan bulan yang membagikan cahayanya" kata Zeydan.


"Tapi... itu butuh pengorbanan" kata Zeydan lagi.


Edward dan Meghan mendengar perkataan Zeydan.


Edward bersandar di sebuah pohon dan melihat langit.


"Hikaru, Yumna, Amir, Umar, apakah kalian... ingin melihat gerhana dan bintang jatuh ini? ini sungguh luar biasa" batin Edward dan berharap dengan adanya kejadian ini, dia bisa melihatnya bersama 4 orang berharganya meski dia tahu kalau keinginannya itu takkan pernah terkabulkan.


Di markas Lupin Star di Dunia nyata....


Phantom Lady sedang duduk sambil merajut dan melihat gerhana bulan dan bintang jatuh.


"Sepertinya.... nazarku sudah terjadi? hmf, Barakallahu Fii Umrik untuk umurmu yang ke 16 tahun, Erika" kata Phantom Lady.


Sementara itu, Zeydan sedang terdiam dengan wajah suram dan agak sedih lalu memejamkan matanya dan pikirannya langsung terbesit sebuah kejadian.


3 tahun yang lalu...


"Cepat!!! sampai mereka hancur!!!"


"Ya!"


JDUARR!!!


"Selamat tinggal... Zayn"


CRAK!!


*****


"Hah!" Zeydan tiba-tiba terbangun.


"Hah... Hah... Hah..." Zeydan terbangun dengan kaget dan terengah-engah.


Zeydan rupanya tertidur dibawah pohon yang berada dibelakang istana Carna. Zeydan melihat ada Erika yang menatapnya.


"Eh? Eri?" tanya Zeydan.


"Sudah waktunya kita kembali Zayn, kupu-kupunya juga sudah kita lepaskan, Dasar..." kata Erika sambil membereskan keranjang dan tikar.


"Kenapa... kau disini? mana pedangmu?" tanya Zeydan.


"Apakah, kau terlalu nyenyak tidur sampai-sampai tidak menyadari? kalau kita sedang mencari kupu-kupu untuk PR pengamatan di SMP? dan apa maksudmu dengan pedang? apakah kau terlalu bersemangat setelah bergabung ke klub ninja?" tanya Erika.


"Entahlah... aku memimpikan hal yang sama saat pertama kali akan masuk SMP, ini juga sama namun... sedikit berbeda. Apa tadi ya?" tanya Zeydan.


"Ng? eh? Zayn... btw soal kata 'sama', kau berkata saat kau terlambat bangun pada saat pertama kali masuk sekolah soal mimpi yang sama. Kau juga menangis pada saat bangun. Sekarang kenapa kau juga menangis?" tanya Erika sambil membawa keranjang.


"Eh?"


Flashback Off...


"Yang benar saja, apakah penerawangannya benar seperti itu?" batin Zeydan dan melihat Erika dan Pasha yang sedang asik berdiskusi tentang buku yang diberikan Pasha sendiri.


"Kalian berdua..." Zeydan melihat kedua sahabatnya yang tertawa.


"Kumohon untuk selalu seperti itu untuk selamanya" kata Zeydan dengan pelan sambil meneteskan air matanya di mata kirinya tanpa memperlihatkan raut wajahnya.


Pengumuman...


Season Final Between curse and peace akan update tanggal 1 Januari 2022 jam 12.00


Terimakasih sudah mendukung dan mohon maaf apabila ada beberapa komen ataupun sapaan di IG yang tidak sempat dibalas, jadwalku sibuk banget 😂.


Basa-basi dan Fakta 😋


Anggota Klan Fujiwara memiliki warna rambut tersendiri yaitu Merah Muda.


Tapi... warna rambut itu hanya dimiliki oleh orang yang mempunyai Silent Murni saja.