Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 6 : Support and Insistence



"Makin hari... makin lama, pasukan pemberantasan makin berkurang karena hampir setiap ada misi, pasti hanya sebagian kecil dari sebuah pasukan yang berhasil kembali" kata Adelia.


"Edward juga tengah melakukan penyelidikan bersama para pasukan" kata Meghan.


"Haha... sepertinya kita hanya bisa menyerah kepada Zeydan agar memintanya untuk membuat perjanjian damai dengan Chandra Nagata?" tanya Meghan.


"No... Nona Meghan!?" tanya Adelia.


"Saya hanya bercanda" kata Meghan.


Meghan menghampiri Sera.


Sera menundukkan pandangannya untuk memberikan hormat.


"Komandan" kata Sera.


"Nyonya Clarke" kata Meghan.


"Saya mohon maaf kalau anda harus melihat pemandangan yang tak menyenangkan seperti ini" kata Meghan.


"Tidak, suatu hal ataupun keputusan pasti harus di lalui oleh semua orang tergantung bagaimana hal yang terjadi" kata Sera.


"Untuk dalam keadaan seperti ini dan pasukan pemberantasan yang semakin lama menipis, kami takkan bisa menjamin keselamatan anda apabila anda ingin tetap di Dimensi ini, saya dan Nona Adelia menyarankan kalau anda lebih baik tetap di mansion anda di dekat portal Dimensi agar lebih dekat dengan Dunia nyata demi keselamatan anda" jelas Meghan.


"Akan saya lakukan" kata Sera.


"Kami sangat mendukung pasukan pemberantasan karena Klan Fujiwara, Hasegawa, Taira, dan Kitagawa sudah banyak memberikan banyak pada Gerakan pemberantasan yang dibentuk dengan kerjasama dari banyaknya pihak, kami dari keluarga Clarke berharap kemenangan berada di tangan Pasukan pemberantasan" kata Sera.


"Terimakasih atas dukungannya, Nyonya Sera" kata Adelia.


"Iya, kami doakan semoga kemenangan berpegang teguh pada Pasukan pemberantasan" kata Sera.


Akhirnya pertemuan di bubarkan.


"Putri Erika" panggil Sera.


Erika berbalik.


Sera memegang kedua bahu Erika.


"Bila terjadi apa-apa, tolong pergilah ke mansion kami bersama Tuan Edward dan kakakmu di dekat portal Dimensi" kata Sera.


Sera menatap Erika dengan khawatir dan itu membuat Erika tak nyaman karena Erika hanya akan nyaman dengan tatapan yang sudah lebih dekat dengannya seperti ibunya.


"Terimakasih atas perhatian dan atas segala yang anda berikan pada saya, Nyonya Sera" kata Erika.


"Namun sebagai keluarga Ameera yang memimpin untuk melindungi rakyat, terlepas dari warisan kepemimpinan Fujiwara Ibuku, aku hanya akan membawa bahaya pada Clarke begitu juga dengan Negeri Bilton, bila aku bersama anda" jelas Erika.


"Klan Fujiwara adalah Klan Ibuku, Klan mendiang nenekku Fujiwara Mika, dan Silent yang ada di mataku ini adalah turunan Fujiwara. Tapi aku ingin melihat takdir dan akhir bagaimana kami mengalahkan Dirgapati ataupun mendapatkan kedamaian dengan Silent-ku, jadi tolong jangan khawatirkan aku" Jelas Erika.


"Nona ini bicara apa? alasan kami semua kesini adalah karena dirimu, karena mendengar ada keturunan Fujiwara disini, dan ternyata ada 5 orang yang memiliki darah Fujiwara" jelas Sera dengan tersenyum gugup.


"Bukan karena keuntungan dari Klan Fujiwara yang berupa energi kotak Pandora?" tanya Erika.


Sera terdiam sambil tersenyum gugup, karena meski ia bohong, Erika bisa tahu lewat Silent.


"Anda mengetahui kakak saya dan Zayn memiliki kekuatan dari kutukan Pandora, jika kutukan Pandora yang kecil begitu saja bisa membuat kakak dan Zayn kuat, apalagi dengan energi besar Pandora yang anda inginkan sebagai energi alam demi kemajuan Negeri Bilton kan?" tanya Erika.


"Tidak peduli siapapun yang memimpin Dimensi astral, Klan Fujiwara, dan Klan Hasegawa selama sudah ditetapkannya asuransi dan hutang budi yang dijanjikan, hanya yang jadi masalahnya adalah... anda ingin menekan untuk memastikan sampai energi Pandora disahkan menjadi hutang budi pada Clarke. Mungkin saya benar kalau Anda ingin memperkuat alasan bahwa Clarke harus menerima energi Pandora dengan cara membantu dalam keseimbangan Dimensi, pelancaran titisan, dan mengejar ketertinggalan. Dengan begitu... hutang budi yang akan diterima Clarke akan semakin besar" kata Erika.


"Lebih tepatnya... anda akan sangat mendukung jika Tanggal Emas untuk menyegel Pandora nanti gagal untuk kedua kalinya dan jika saya dan Nona Adelia telah menetapkan energi Pandora sebagai hutang budi Fujiwara dan Hasegawa, maka keuntungan akan jatuh pada keluarga Clarke, sedangkan Pandora sudah tidak di perkuat segelnya 5 tahun yang lalu dan hanya di tahan dengan kertas penyegel Fujiwara sementara setelah Ibu dan Ayahku tiada" kata Erika dengan tak menatap Sera.


Sera memegang bahu Erika sambil menunduk.


"Benar, bila anda dan Nona Adelia serta Tanggal Emas berhasil dan itu tak sesuai harapan kami, Negeri kami, negeri kami Bilton akan menghukum kami karena bertindak sesuka hati, seluruh investasi dan modal hingga saat ini akan sia-sia, hutang semacam itu akan menjadi akhir bagi keluarga Clarke dan kami akan mencemari nama keluarga nenek moyang kami yaitu Takatsukasa" kata Sera.


"Kalau begitu... malah semakin kuat alasanku, kakak-kakakku, dan kapten yang kerabat jauh Ibuku, untuk tidak bisa bergantung padamu. Kurasa... aku dan Nona Adelia akan membatalkan keputusan tentang energi Pandora sebagai hutang budi dan akan menggantinya dengan yang lain" kata Erika.


"Keluarga Takatsukasa telah beradaptasi sejak anggota Klan Fujiwara generasi keempat sampai keenam untuk bertahan dalam situasi sulit seperti ini, kami telah menjadi rubah serakah yang hanya bisa melihat uang setelah berhasil selamat dari pembantaian, tidak seperti keluarga Ameera yang kaya raya tapi mementingkan sesama" jelas Sera.


"Meski begitu, Ibumu sangat menghargai keluarga Takatsukasa bahkan mewarisi logo keluarga Clarke di Silent-nya, kami tidak kehilangan kebanggaan Keluarga yang ditinggalkan Ibumu kepada kami, tak peduli seberapa dan seperti apa nasib Dimensi dan Keluarga Clarke... Kau, Kakak-kakakmu, dan Tuan Edward akan kami lindungi" jelas Sera dengan mendesak.


Erika hanya sedikit tertekan.


"Mama... jika kau masih hidup, keputusan macam apa yang akan kau pertimbangkan soal hutang budi pada keluarga Clarke?"


Di penjara Zeydan...


"Zeydan... " kata seseorang yang bersandar di dinding tepatnya di depan penjaranya, yang wajahnya tertutup bayangan.


"Kau, Kak Andika?" tanya Zeydan.


"Aku cukup kagum kau bisa mengetahuiku"


Andika mendekat, lampu penjara mulai menyinari wajahnya yang masam dan dingin.


"Tidak sulit mengetahuinya karena Kutukan Pandora saling terhubung, auranya familiar, itu mudah buatku" kata Zeydan


"Lalu bagaimana kabarmu? sayangnya aku tidak bisa ikut saat misi membawamu kembali ke markas karena posisiku yang begitu penting, apa itu benar kabarnya kalau kau bekerja sama dengan makhluk yang membunuh orang tua dan pamanku?" tanya Andika.


"Kau cukup sewot setelah aku kembali dari markasnya Dirgapati, memang benar kabarnya kok, kenapa? apakah masalah buatmu?" tanya Zeydan.


"Sebagai orang yang sama-sama mempunyai kekuatan berbahaya, cukup merugikan posisi kita berdua jika bertarung disini, apakah aku salah?" tanya Andika dengan mendelik sambil menatap Zeydan dengan Turquoisenya.


"Tidak juga, hanya karena kau tidak bisa ku kendalikan dengan Inti Pandora, bukan berarti kau bisa seenaknya" kata Zeydan.


"Siapa yang seenaknya yang kau maksud diantara kita? kau... ataukah aku?" tanya Andika.


"Lalu apa yang kau lakukan disini? apakah kau kesini hanya untuk menyudutkan dan memaksaku?" tanya Zeydan.


"Kau itu baik seperti biasanya namun tidak kali ini, pikiranmu sudah dikotori oleh Chandra. Apakah kau bisa sedikit saja tahu diri?" tanya Andika.


"Siapa... yang kau maksud tidak tahu diri?" tanya Zeydan dengan melirik tajam.


"Kau mendengar ucapanku tadi kan?" tanya Andika.


Mereka bertatapan, keadaan mulai memanas.


"Andika! Zeydan! hentikan!" kata Nisa yang tiba-tiba datang.


Zeydan menoleh.


"Kakak" kata Zeydan.


Nisa menatap kesal pada adiknya yang berbeda 5 cm dari tingginya dan usianya satu tahun lebih muda darinya.


"Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Nisa.


"Aku hanya ingin menemui adikku saja, itu bukan masalah kan?" tanya Andika sambil tersenyum.


"Sebaiknya kau bisa berpikir" kata Zeydan.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu perihal dirimu dan Chandra, mungkin kau berpikir menggunakan lutut?" kata Andika dengan meremehkan.


"Lalu kau berpikir dengan apa?! Siku?!" tanya Zeydan dengan kesal.


"Sudah! sudah!" kata Nisa.


"Kalian!!" Seru seseorang.


"Ko... Komandan" gumam Nisa melihat Meghan.


"Kalian ketempat kalian saja, Zeydan diamlah" kata Meghan.


Akhirnya mereka bertiga berpisah dari Zeydan.


Di ruang privat...


"Ukh!! aku benar-benar akan memukulmu, Zeydan! apa sebenarnya yang ada di kepala anak itu!?" tanya Nisa dengan membendung air matanya sambil terus frustasi setelah mengirimkan pesan pada orang tuanya.


Andika hanya terdiam.


"Maafkan aku, Andika... karena perlakuan adikku" kata Nisa.


"Jangan minta maaf Nisa, aku yakin Zeydan punya alasan lain, dia memiliki sifat dan kepribadian yang keras bahkan tak mau mendengarkan pendapat orang lain yang tak ia suka, aku yakin dia punya alasan di balik semua ini" kata Andika.


Basa-basi dan Fakta 😋


Erika tidak bisa menjadi kepala sekaligus pemimpin Negeri Bilton karena Erika melepaskan warisan kepemimpinan Amanda darinya, tapi jika terpaksa... Erika akan mengambil kembali warisan kepemimpinan dengan melakukan perjanjian kepada seorang Fujiwara.


Meski Erika menuruni Fujiwara Utama, dia tidak termasuk kriteria untuk menjadi pemimpin Klan Fujiwara.