Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 5 : Via & Lia



Di Ruangan Andi...


Pak Andi membaca keterangan tentang gugurnya para penyegel Pandora.


"Kasihan anak-anak itu... " gumam Andi.


"Amir dan Umar cukup istimewa karena mereka sedang memilih pilihan untuk menjadi anggota Kitagawa atau Fujiwara, Andika... tak banyak orang yang memiliki keistimewaan warisan seperti dirinya kecuali ibu dan pamannya Nak Ana dan Nak Andra yang berasal dari keturunan Hasegawa dan Fujiwara" gumam Pak Andi.


"Andika atau Kitagawa Kenzo adalah Putra dari Kitagawa Mizuki dan Fujiwara Yumna. Karena Nak Mizuki adalah seorang Kitagawa, maka Andika juga adalah anggota Kitagawa karena juga memiliki Turquoise"


"Meskipun dilahirkan dalam Klan Kitagawa, dia dan adiknya Nak Erika juga secara resmi diakui sebagai anggota Klan Fujiwara, menjadikannya sebagai satu-satunya anggota yang diketahui tanpa Silent kecuali adik bungsunya" gumam Pak Andi.


SRAK! Pak Andi menggeser jendela.


"Aku penasaran, kenapa Lupin Star membuat rencana ini? dan merahasiakannya dari Pasukan Pemberantasan"


Di Kasur Erika...


"Mama, Papa,... " Gumam Erika.


Flashback...


Di Ruangan Privat...


Erika sedang menggunakan satu-satunya telepon yang terhubung dengan Dunia nyata.


📞"Maaf Erika, Paman sedang berusaha dan terus membicarakan hal ini pada Lord Fifth untuk terus mencari Kak Ana dan yang lainnya, kami terus berusaha"


"Begitu... apakah belum ada hasil?" tanya Erika.


📞"Sayangnya, tak ada... maafkan Paman ya, tapi Paman tahu kamu tertekan karena tidak ditemukan orang tuamu dan juga tentang Andika dan Zeydan, tapi kami akan terus berusaha! Erika yang baik ya di sana"


"Ya, terimakasih Paman... Assalamu'alaikum"


📞"Wa'alaikummussalam"


Flashback Off...


"Kenapa saat aku meminta izin pada Lord Fifth, aku sedikit merasakan aura kebohongan?" batin Erika.


"Aku gak boleh suudzon" gumam Erika.


"Anu... Putri?" tanya seseorang saat Erika sedang melamun.


"Eh? ya?" tanya Erika.


"Maaf mengganggu" kata Via yang datang dengan seorang teman.


"Gak apa, btw... panggil Yuna aja ya, kalau di Dunia nyata panggilnya Erika, tapi kalau manggil Erika disini juga gak masalah sih, Dasar... " kata Erika.


Amelia Widayanti ( 16 )


"Y.. ya, anu... sebelumnya nama saya Amelia widayanti akrab disapa Lia" kata Lia.


"Salam kenal ya Lia" kata Erika.


"Begini, besok sore kami mau minum teh berdua di dekat jendela kamar, apakah kau mau join?" tanya Lia.


"Tapi untuk putri sepertimu, kami tahu kau sibuk... tapi kami tak memaksa kok" kata Via.


"Tidak kok, aku ikut" kata Erika.


"Benarkah?"


Esok hari di sore hari...


"Sepertinya enak sekali minum teh disini" kata Via.


"Benar! Anu, Yuna... apakah kau baik-baik saja?" tanya Lia.


"Eh? Em, iya" kata Erika.


"Soal orang tuamu ya?" tanya Via.


"Eh!? kalian tahu? bukankah itu harusnya rahasia?" tanya Erika.


"Kalau di pasukan Pemberantasan tidak ada rahasia soal itu, tapi tenang saja... kami akan merahasiakannya" kata Lia.


"Makasih" kata Erika sambil menunduk.


"Anu, Apakah ada orang yang Yuna suka?" tanya Via.


"Eh?"


"Kata turunan leluhur ku dulu, jika dia menulis nama orang yang dia suka di tangannya tanpa membukanya dan tanpa dilihat oleh orang yang disukai dan terus mengepalkan tangannya, maka dia bisa terus di perhatikan oleh orang yang dia suka dan bisa bersama dengannya di akhir hari!" kata Lia.


"Sungguh!? Yuna! itu layak di coba! kau pasti juga ada kan?" tanya Via.


"Eh? Em... begitu ya?" tanya Erika.