Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 2 : Ujian



"Kalian sudah siap!? baiklah, peserta yang ikut dan di terima hanyalah 15 orang di 3 ruangan yang di sediakan" kata Meghan.


Untuk ruangan ini, yang mengambil alih adalah Meghan, Edward, dan Arsya.


"Baiklah, kita akan mulai dengan ujian Easy" kata Edward.


"Easy? sepertinya akan mudah?" tanya Ilman.


"Begitu ya? Dimensi Astral adalah kebalikan dari Dunia nyata, dari kata Easy menjadi Hard, paham?" tanya Meghan sambil memperbaiki kacamatanya.


"H... HARD!?" Tanya Ilman dan Dirga.


"Baiklah... bersiaplah untuk, ujian tulis" kata Arsya.


"HAH!? Ujian bertulis!?" tanya Salsa.


"Lord Fifth akan memeriksa dari ruangan satu sampai ruangan tiga yaitu ini" kata Edward.


Yang berada di ruangan tiga adalah Zeydan, Pasha, Erika, Ilman, Aram, dan Dirga.


"Disini bahkan ada ujian bertulis!? kenapa seperti di sekolah!? huaa!!" kata Ilman diikuti Salsa.


"Kalian hanya ada waktu 30 menit, untuk menjawab soal yang ada" kata Arsya.


Mereka akhirnya mulai mengerjakan.


"Innalillahi, soal seperti apaan ini? siapa Sekutu pasukan pemberantasan?" gumam Zeydan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal menggunakan pulpen.


"Berapa jurus rahasia yang harus di kuasai seorang ninja!? hal-hal apa yang diliputi organisasi dan sekte sesat!? dan berapa jenis racun yang sering diproduksi untuk pertempuran!? bagaimana kami bisa tahu soal ini-... Eh!?" tanya Ilman.


Erika melakukan segel tangan.


"Silent!!" Dan mengaktifkan Silent-nya lalu membaca semua soal dan menjawabnya.


"Radiasi Astral" gumam Aram sambil mencatat jawaban dengan radiasi firasatnya yang diisi dengan pelajaran yang dia pelajari semalam.


Sedangkan Pasha hanya menulis dan menjawab jawaban di soal.


"Sepertinya kita sudah mendapatkan siapa pemilik nilai tertinggi nanti ya?" tanya Meghan.


"Aku tak tahu" kata Edward.


"Bagaimana dengan ujian mereka?" tanya Pak Andi.


"Berjalan dengan baik, Tuan"


"Bagaimana mereka bisa menjawabnya?" tanya Dirga.


"Karena kami bertiga tadi malam belajar" kata Aram.


Flashback jam 20.45...


Erika, Pasha, dan Aram tadi malam membaca buku sampai bertumpuk.


Flashback Off...


Zeydan, Ilman, dan Dirga yang bisa ternganga saja melihat mereka.


"Jangan coba-coba menyontek" kata Erika dengan melirik Aram menggunkan Silent dengan tajam.


"Tidak tertarik" kata Aram.


"Kalau begitu, aku juga akan menggunakan kemampuan untuk menjawab soal!" kata Ilman.


"Baiklah! Huaa!! jawab sajalah!!" kata Ilman.


Zeydan melihat soalnya kembali.


"Tante Amanda dulu pernah menceritakan tentang ninja, aku rasa, aku bisa menjawab soal-soal ini" kata Zeydan.


30 menit kemudian...


"Berhenti! waktunya sudah selesai antar kertas kalian, sekarang!!" Seru Pak Andi dengan menghantam ujung tongkatnya dan membuat getaran.


"WAA!!!"


Kertas semuanya berterbangan karena getaran dari tongkat Pak Andi.


Arsya langsung menangkap semua kertas-kertas itu dan memeriksanya.


"Ng? Ilman Triyanto? kenapa soal subjektif kau menjawabnya dengan metode objektif?" tanya Arsya.


"Ma.. Maafkan saya Komandan" kata Ilman.


"Tak ada maaf bagimu!" kata Pak Andi.


"Kalau kalian gagal, kalian akan di berikan sanksi untuk bertahan hidup di salah satu dimensi yang kami pilih" kata Pak Andi.


"Paham kan? apa yang terjadi jika kalian gagal?" tanya Pak Andi.


"Baiklah, selesaikan ujian yang lainnya! seusai besok, seleksi akhir yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya akan di adakan di ruangan lain" kata Pak Andi.


"Baik, Tuan Shinobi legendaris kelima" kata Arsya.


Mereka akhirnya melakukan beberapa ujian, seperti ujian Survival, Fokus, pertarungan, DLL.


Jam 20.45...


"Alhamdulillah sudah selesai" gumam Zeydan.


"Parah juga ujian masuknya, gimana kabar yang lainnya ya?" tanya Pasha.


"Aku tak terlalu tenang karena merasakan aura mencekam saat perselisihan Erika dan Aram" kata Ilman.


"Begitu"


"Tapi, tidak dirasa ya? kita sudah lulus SMP?" tanya Dirga.


"Benar, akhirnya kita tahu alasan kenapa Lord Fifth marah ya?" tanya Zeydan.


Flashback...


Saat waktu istirahat jam 12.00


Andika & Nisa nimbrung bersama Erika, Zeydan, Pasha, Ilman, Dirga, dan Aram.


"Kak.. " kata Erika sambil fokus memakan makanannya.


"Ng?" tanya Andika yang lahap memakan.


"Kenapa Lord Fifth tiba-tiba menjadi baik?" tanya Erika.


"Ya, bukankah dia selalunya galak dan tegas ya?" tanya Zeydan.


"Kalian ini! cobalah untuk memperhatikan lebih teliti? Lord Fifth hanya galak pada waktu aktivitas saja, Dasar..." kata Andika.


"Galak pada waktu aktivitas?" tanya Salsa.


"Ya, dari pukul 07.00 sampai 19.00 kecuali waktu istirahat" kata Nisa.


"Oh, pantas saja dia baik saat membangunkan kami tadi" kata Pasha.


"Ya! dan tiba pukul 07.00 saja! dia berubah jadi Macan!" kata Ilman.


"Assalamu'alaikum, siapa yang galak seperti singa?" tanya Pak Andi yang tiba-tiba muncul.


"Ti.. tidak ada siapa-siapa Tuan!" kata Ilman yang jatuh ketakutan.


"Hohoho, maaf ya... saya galak karena ingin mendisiplinkan para peserta dan pasukan agar lebih berhati-hati juga dapat menjaga diri, kalian juga pasti ingin dapat menjaga nyawa kalian kan?" tanya Pak Andi.


Jam tangan Andika berbunyi 12.08, dia sengaja menyetel 2 menit sebelum jam 12.10...


Jam 12.10 berbunyi...


"Perhatian semuanya! waktu istirahat sudah selesai" kata Arsya.


"*Glek!*"


"Grr... Tunggu apa lagi! cepat pergi ke ruang ujian!" kata Pak Andi.


"Te... Tentu Tuan"


Flashback Off...


"Jadi ngantuk, ayo kita tidur" kata Dirga.


"Ya"


Di Ruangan Lord...


Tok! Tok! Tok!


"Masuk" kata Pak Andi.


Erika membuka pintu.


"Ng? Nak Erika? ada apa?" tanya Pak Andi.


Erika menurunkan lutut kirinya ke lantai lalu sedikit menaikkan lutut kanannya dan menaruh tangan kanannya di pahanya ( cara memberi hormat ala pasukan ).


"Lord Fifth, izinkan saya... " Erika menunduk.


Erika menaikkan pandangannya.


"Untuk pergi ke tempat penyegelan Pandora sekaligus tempat dimana Mama dan Papaku tiada"