
Keesokan harinya...
Erika sudah siap dan hanya menunggu arahan saja di taman.
"Ingat, harus sering memberi kabar lho" kata Amir.
"Setidaknya paling minimal 2 minggu sekali" kata Umar.
"Emangnya kenapa?" tanya Erika.
"Kau tidak ingat? bagaimana Ibu murka dulu saat Ayah bekerja sampai-sampai tidak memberi kabar sampai 3 minggu" kata Amir.
Flashback...
Ini flashback saat Andika berumur 5 tahun, Amir & Umar berumur 4 tahun, dan Erika berumur 3 tahun.
"Baiklah, aku ke Verheaven dulu" kata Erlan.
"Ya, jangan lupa berikan kabar" kata Amanda.
Amanda memang tipe-tipe istri idaman, dia mengasuh 4 anak kecil sekaligus yang umurnya berdekatan, sembari bekerja sebagai pemimpin kerajaan juga.
Kadang Andra mengajukan diri untuk membantu, tapi Amanda tidak mau karena tak ingin merepotkan kakaknya.
Dan dia juga terkadang menyapu, mengepel, melakukan tugas layaknya ibu rumah tangga.
Erlan sudah menasihatinya untuk tidak melakukan tugas IRT karena di istana, tapi Amanda tak mendengarkan dan terus saja melakukannya.
Erlan sih tugasnya memang memimpin Verheaven, sudah umum untuk seorang suami membawa istrinya ke tempat kerjanya tapi dia memakluminya karena Carna yang di pimpin Amanda itu memang sudah menjadi tanah kelahirannya.
Sebagai kepala keluarga, dia juga suami idaman sih? dia juga berani terhadap siapapun termasuk kakak perempuannya sendiri, tapi kalau sudah berhadapan dengan Amanda yang sedang marah bagaikan medusa sih? lain lagi ceritanya.
3 minggu kemudian...
Amanda duduk di meja dekat telepon, tapi benar-benar hening sehening novel Author ( Uhuk! ).
"Ibu,... mana Ayah?" tanya Andika.
Amanda tersenyum kesal di paksa.
"Ayahmu is dead" kata Amanda dengan tersenyum kesal.
"A.. Ayah!?" tanya Andika yang membendung air matanya.
Karena mereka berempat masih kecil tentu saja mereka sangat percaya yang dikatakan Ibu mereka.
"Huaa!!! Papa!!" kata Erika sambil menangis.
"Eri,.. sudah jangan nangis" kata Umar yang paling merasa sedih tapi tak bisa menangis.
"Kita harus dapat merelakan kepergiannya, Yun-chan" kata Andika menenangkan Erika.
"Aaa!! Ayah!!" kata Amir.
Ceklek! Pintu ruang keluarga di buka.
"Aku pulang" kata Erlan dengan datar.
"Huaa!!! Hantu! hantu Ayah!!!" Seru Amir.
"Hah? apa yang kau bicarakan Amir? sejak kapan aku mati jadi hantu?" tanya Erlan.
"Mungkin saja roh Ayah datang untuk mengucapkan salam perpisahan, bahkan auranya saja sama" kata Andika yang menangis sambil memeluk Erika yang ikut menangis.
"Kita harus merelakannya Yun-chan, sudah jangan nangis" kata Andika.
"Hah? apa maksud kalian?" tanya Erlan yang kebingungan.
JDUAK!! Umar langsung mendorong kepalanya ke perut Erlan layaknya kerbau yang menodongkan kepalanya untuk menerjang sasaran.
"Ayah udah mati! sana masuk ke liang lahat lagi!!" kata Umar sambil mendorong perut Erlan dengan kepalanya.
"U.. Ukh! ada... ada apa ini anak-anak?" tanya Erlan yang kesakitan.
"Amir? kau juga?" tanya Erlan yang menahan Umar dengan mengangkat baju bagian tengkuknya.
Amir terdiam sambil memegang foto Erlan.
"Ya, aku tahu tapi pengajian dan yasinannya tidak perlu" kata Erlan.
Amir terdiam.
"Ya terimakasih karena sudah khawatir" kata Erlan dengan heran.
Erlan dan keempat anaknya bisa telepati jika dalam waktu yang pas, seperti Amir dan Erlan yang sedang telepati tadi, Amir terdiam karena sedang telepati dan Erlan mengerti.
Akhirnya Erlan terpaksa menjadi potret sang ayah yang berusaha menenangkan anaknya, hingga akhirnya mereka percaya lagi kalau Ayah mereka masih hidup.
Andika yang bersyukur karena Ayahnya masih hidup, Amir yang bahagia, dan Umar yang terharu, sedangkan Erika masih merengek sedih karena itu, maklum baru 3 tahun.
Akhirnya Erlan berhasil menenangkan mereka semua dan pergi ke ruangan Amanda.
"Amanda... apa yang sudah kamu lakukan pada anak-anak kita?" tanya Erlan yang terhuyung-huyung kelelahan.
"Wah... Wah? ada yang baru bangkit dari kuburan?" tanya Amanda sambil tersenyum.
"Amanda... " kata Erlan.
"Dasar... Bagiku, suami yang pergi jauh 3 minggu tanpa memberi kabar, sudah kuanggap Is dead" kata Amanda dengan tersenyum kesal, sangat kesal dan marah.
"Ha?" tanya Erlan yang mulai berpikir.
DEG!! CRING! Erlan terbelalak, dia baru sadar lupa memberi kabar.
"Lu baru sadar sekarang! dasar menyebalkan, Dasar....!!!" Seru Amanda dengan aura medusa yang menyeramkan.
Flashback Off...
"O iya ding, aku ingat... seram sih" kata Erika.
"Baiklah, itu teman-temanmu sudah datang?" kata Amir.
"Iya ya" kata Erika.
"Sudah siap? kita akan menjadi para ninja!" kata Zeydan.
"Aku tak akan kalah!" kata Ilman.
"Aku harap, di Dimensi itu ada makanannya" kata Salsa.
"Ok, ku titip kak Andika padamu, jaga diri baik-baik? jangan lupa beri kabar" kata Umar.
"Ya, aku tak akan merindukan kalian" kata Erika sambil meledek dan meleletkan lidahnya.
"Kami akan mengawasimu" kata Amir.
"Ok! Ayo! kita berangkat!!"
Info!
Assalamu'alaikum para readers!
karena akan ada season dua, jadi eps pertama season 2 akan up besok jam 0.00! tapi setelah itu akan up seperti biasa kok 😁.
Ok, itu aja...
Thanks for:
Allah SWT
My Parents
My Sister & Brother
Readers
Support Author By Like, Favorite, Vote 😊