
"Siapa kau?" tanya Amir.
"Oh? gak kok, aku hanya ingin mengembalikan kunai yang kutemukan di jalanan, apakah punya kalian?" tanya wanita bertudung jubah.
"Kami tanya siapa kau?" tanya Zeydan.
"Kami?" tanya Umar.
"Baiklah, aku akan mengatakannya sekali jadi dengarkan baik-baik, namaku adalah Phantom Lady, you understand, everyone?" tanya Phantom Lady.
"Phantom... Lady?" tanya Amir.
"Tapi, biasanya Phantom Lady itu hot tahu" kata Zeydan dengan remeh.
"Kau kebanyakan baca majalah porno ya, Zeydan?" tanya Andika.
"Emang bener kata Zayn, Phantom Lady ini memakai rok sampai bawah, dengan sepatu ringan, coat selutut, dan jubah berdouble jilbab" batin Erika.
"Ok, kutinggalkan kunai ini disini, Das... em, maksudku, Dah!" kata Phantom Lady dan pergi melemparkan kunai ke arah mereka.
PSS!!! Asap mengepul menutupi area lapangan latihan.
"Kenapa dia? gaje amat, datang-datang udah aneh" kata Andika.
Erika mengamati asap yang di gunakan Phantom Lady menggunakan paragliding.
"Eri? ada apa?" tanya Zeydan.
"Ah... gak" kata Erika.
Das... em, maksudku, Dah!
"Das...?" gumam Erika.
Malam harinya...
"Ini dia! Mas Iwan!" kata Amir.
"Saya jadi gak enak nih" kata Iwan, dia memang mengejutkan, umurnya sudah 30-an tapi tingginya hanya sampai pinggang Zeydan saja atau lebih 85 cm.
"Be.. benar-benar mirip tuyul" gumam Nisa.
"Baiklah, boleh saya em... dandanin gak nih, Mas Iwan?" tanya Umar.
"Boleh kok" kata Iwan.
"Ok, kalian berdua urus sana Andika" kata Nisa.
"Kami?" tanya Zeydan.
"Ya! sama Erika, buruan sana" kata Nisa.
"Ya"
Di Kamar Andika...
"Jadi? ada tamu yang akan datang dari kolam renang indoor dan aku akan menyambutnya dengan prank pocong?" tanya Andika memegang kain putih.
"Yap! bener banget!" kata Zeydan.
"Bisa sih, tapi Yun! kau dapat kain putih dari mana?" tanya Andika pada Erika.
"Aku dapat dari bekas gorden kamarku, dulu pernah di kotor karena kotoran cicak, di cuci di simpan sama Mama di koper, ya udah ku ambil, Dasar... " kata Erika.
"Ealah dah! kenapa gak ada yang new gitu?" tanya Andika.
"Mau yang new? kelamaan, gak usah... jadi pocong aja style-nya ribet amat lu bang, cepetan pake!" kata Erika.
"Yo Nyonya besar" kata Andika.
Sementara itu Amir...
"Dah siap Mas, makasih ya udah bantuin" kata Amir.
"Sama-sama"
"Mas, nanti di kolam renang indoor ada kamar mandi dekat pintu belakang tempat kak Andika, nanti Mas sembunyi dan nakutin saat waktunya ya" kata Umar.
"Baik"
Kembali ke Andika...
"Dah selesai, syukurlah aku ingat kalau masih punya alat make up" kata Erika.
"Pfft... memang, mirip amat lu sama pocong, Kak Andika" kata Zeydan yang mati-matian menahan tawa.
"Terserah, aku lakukan ini karena takut di sosor soang" kata Andika.
"Lah, tahu-tahu ntar kakak sekutunya soang" kata Erika sambil merapikan alat make up nya.
"Bisa aja nih nenek moyangnya soang" kata Andika.
"Dah deh, Siap-siap! Zayn, aku ke kolam renang indoor duluan ya" kata Erika.
"Ya"
Andika kesusahan berjalan karena dililit kain.
"Cepetan dikit napa jalannya!" kata Zeydan.
"Susah! jalan aja udah syukur! daripada loncat-loncat! e... eh! WAA!!!" Kata Andika yang terpeleset dan jatuh.
GUBRAK!
"Pfft... Hati-hati kak! ntar jatoh!" kata Zeydan.
"Hadeh, baru sekarang kau bilangnya?" tanya Andika.
Di Kolam renang indoor...
Akhirnya, Mas Iwan bersembunyi di tembok kamar mandi, dan Andika di pintu belakang yang jaraknya dekat juga gelap.
"Duh, Yun" panggil Andika.
"Apaan?" tanya Erika yang ada di sisi lain kolam renang.
"Aneh gak sih? kok tamunya lewat pintu belakang?" tanya Andika.
"Duh, kok aku merinding ya Yun? Nis, ada apa ini?" tanya Andika.
"Kagak ada ape-ape" kata Nisa.
"Hi... Hi... " Mas Iwan memulai aktingnya.
"Eh!? Mir! Mar! Yun! Dan! Nis! kalian denger gak!?" tanya Andika pada Amir, Umar, Erika, Zeydan, dan Nisa.
"Gak tuh" kata Amir yang sibuk sama hafalan Al-qurannya sambil menahan tawa dan rasa agak bersalah karena ikut dalam mengerjai Andika.
"Kagak ada apa-apa, Bang" kata Umar yang sedang melukis kaligrafi dengan santai.
"Apaan?" tanya Erika yang sibuk dengan ponselnya.
"Tahu nih, nge-halu lu?" tanya Nisa dengan game online.
"Penakut ya?" tanya Zeydan yang sedang mabar bersama Nisa.
"Serius nih! Yun! apaan nih? tamunya kok gak datang-datang coba?" tanya Andika yang mulai ketakutan.
"Tungguin aja, kak! susah amat" kata Erika.
"Hi... Hi... "
"L.. lho! Yun! kamu lihat ada anak kecil gak?" tanya Andika.
"Aneh kamu ya Kak, anak kecil siapa? kita mana ada adik lagi!" kata Erika.
"Lah... tapi apa tadi sih Yun? serius lho Yun! Dasar... " kata Andika.
"Terserah lu dah kak" kata Erika.
"Hi... Hi... Hihihi!!!" Mas Iwan langsung berlari ke arah Andika.
"WAA!!! WAAA!!!" Andika berlari memutari kolam renang karena ketakutan di kejar Mas Iwan.
Nisa tertawa cekikikan, Zeydan, Amir, dan Umar memegang perut mereka karena sakit sebab terlalu ngakak, Erika menutup mulutnya karena menahan tawa.
"WAA!! PANTESAN GW NGERASA ADA YANG ANEH!! WAA!!!" Andika teriak-teriak dan berlari tak sengaja menyenggol Erika yang terdorong jatuh ke kolam renang.
"WAA!!" Seru Erika yang kaget dia mengarah ke kolam renang.
CBYUR!!!
"Eri!" kata Zeydan.
BLAM! Andika masuk dan bersembunyi di gudang.
"Eh! aku gimana ini! eh! kak Andika!" kata Erika.
"Ah! Hahaha!!!" Zeydan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Andika dan nasib Erika.
"E.. Erika? Pfft... kau baik-baik saja kan?" tanya Umar.
"Gak!" kata Erika.
"Andika tahu nih! tanggung jawab!" kata Nisa.
"Bagus juga nih di rekam! hahaha!" kata Umar sambil merekam Erika.
"Eh! udah! jangan ada yang ketawa! jangan ada yang ketawa! kak Umar jangan ketawa! jangan ada yang bikin editan, 'oe tak sayang-sayang!' Dasar... " kata Erika.
"Kok jadi aku?" tanya Erika.
"Kita berhasil! Mas Iwan" kata Amir yang tos tangan dengan Iwan.
"Apaan sih! kalian ini!" kata Andika yang perlahan keluar dari gudang.
"Kak! jangan kayak gitu napa, kasihan tahu Erika, haha!" kata Amir yang agak ketawa.
"Gimana nasib ku?" tanya Erika sambil keluar dari kolam renang.
"Sumpah tahu Yun! ada tuyul tadi!" kata Andika.
"Nih,.. tuyulnya nih" kata Umar sambil menggendong Mas Iwan.
"WAA!!!"
BLAM! Andika kembali bersembunyi di gudang.
"Kak! udah! sini! ini tuh manusia, kamu di kerjain, Dasar... " kata Erika.
"Lah? Oh! Mas Iwan! emang bener-bener! kembaran tuyul!" kata Andika.
"Jadi? gimana nih? sukses gak?" tanya Umar sambil menaruh sikunya ke bahu Erika.
"Sukses deh, bener aku takut banget" kata Andika.
"Yah? kita anggap sukses deh, kurang sayang apa coba kita sama kamu kak! kak!" kata Erika.
Andika menggendong Iwan.
"Wah! lama gak ketemu Mas Iwan nih" kata Andika sambil sengaja menyenggol Erika ke kolam.
"WAA!!!" Erika tercebur kembali.
CBYUR!
"Eri! kau baik-baik saja!?" tanya Zeydan.
"Ya.. " kata Erika sambil naik.
"Eh? Yun, lu mau berenang banget apa? kecebur mulu!" kata Andika.
"Wah.. iya lho kak" kata Erika dengan tampang menyeramkan.
"Se... seram" gumam Andika sambil menurunkan mas Iwan.
"Kak Andika... kau salah karena membangunkan singa tidur" kata Umar.
"Ayo basah bareng!!" Seru Erika sambil mendorong Andika.
"WAAA!!!"
CBYUR!