
Di Dimensi Astral...
"Wah, aku sangat terkejut. Tak pernah terpikirkan di pikiranku kalau kau akan kembali..."
"... Aram" kata Via menodongkan senapan pada Aram yang merangkak lemah.
"Via... ya?"
"Tunggu!"
Via dan Aram berbalik.
"Kau?!" tanya Via.
"Kumohon hentikan ini Via, biarkan kami bicara baik-baik. Kami disini untuk menghentikan Chandra Nagata, kami tidak sungguh-sungguh jahat!" kata Gibran.
"Yusuf, kenapa? lalu, kenapa kau kembali kesini? bukankah kau harusnya langsung di tempat Chandra jika benar-benar ingin menghentikannya?" tanya Via.
"Kami butuh rencana! kumohon, berikan tali teleportasi dan peta misi dimana Komandan Meghan dan Kapten Edward berada!" kata Gibran.
Di hutan Magnaga...
Gibran, T, dan Aram akhirnya melanjutkan perjalanan ke Hutan Magnaga menggunakan kuda.
"T, Gibran, kalian berhasil lolos dari Dirgapati?" tanya Aram.
"Lihat kami ada disini, itu tentu saja" kata T.
"Bagaimana rasanya melihat dunia ini lagi setelah 4 tahun, Aram?" tanya Gibran sedikit berbalik pada Aram yang di boncengnya.
"Hentikan sudahlah, aku muak dengan perseteruan ini. Aku jadi teringat dengan Adikku di Korea" gumam Aram.
Gibran terdiam.
"Begitukah?" tanya T.
"Aku akan kembali ke Korea setelah Chandra Nagata di kalahkan" kata Aram.
Di tempat Meghan...
DEG! Meghan merasakan ada yang datang dan langsung menodongkan senjatanya.
"Ketua... Meghan!?" tanya Gibran.
"Yu... Yusuf!!? apa yang kau lakukan disini?" tanya Meghan sambil memegang senapan.
"Tolong jangan tembak dulu... aku sedang mempersiapkan sesuatu" kata Gibran.
"Siapa... yang di belakangmu?" tanya Meghan.
"Dia adalah Pasukan Dirgapati atas nomor 3 bernama T, dan Aram. Dia dan aku sedang mempersiapkan sesuatu untuk membunuh Chandra saat Perang Kehancuran Dunia Astral keempat" kata Gibran.
"Jadi... ada baiknya jika kita bicara baik-baik dulu" kata Gibran.
Meghan terdiam, disini ia dan Edward cukup terpojok. Gibran cukup tenang karena ia berpikir, kalau Ia dan T bertarung dengan kedua Pilar itu maka hasilnya mungkin saja seri atau salah satu diantara kedua pihak akan kalah, karena Aram belum bisa bertarung.
"Baiklah kalau begitu" kata Meghan.
"Siapa yang di belakang anda?" tanya Gibran saat melihat seseorang tertidur dengan beralaskan alas dan penuh dengan perban.
"Tenang saja, yang di sana itu... adalah Prajurit terkuat yang tak jadi mati" kata Meghan.
"Kalian... ingin mengalahkan Chandra?" tanya Edward.
"Komandan Meghan Sparkle, Pilar pengintai dan Medis. Kapten Fujiwara Edward, Pilar pedang" kata T.
"Yusuf Zubair, dan Song Aram, angkatan 85 urutan ketiga dan keempat terbaik. Dan T, pasukan Dirgapati atas nomor 3" kata Edward.
"Fujiwara Edward, dilihat bagaimana kau berhasil membuat Chandra Nagata tak berdaya dengan sangat mudah saat penyerangan di dinding selatan Dimensi, sepertinya kau mempunyai kekuatan yang setara dengan 22 Subjek Pandora, tapi... bagaimana kau bisa bergabung dalam pertarungan nantinya dengan keadaan seperti itu?" tanya T.
"Aku sengaja untuk menunjukkan kondisiku pada mantan pasukan seperti Yusuf, hanya ingin menunjukkan bahwa tak semua manusia akan selalu kuat, ada pada masanya bahwa mereka akan tak berdaya, itu juga berlaku pada Subjek Pandora dan Chandra sendiri" Jelas Edward.
"Tapi itu takkan mengubah kenyataan kalau kau tetap mempunyai kekuatan besar karena kau adalah seorang Fujiwara"
Bersamaan dengan itu, kelompok Pasha datang.
"Komandan! Ah, Yusuf?!" tanya Erika dan mulai bersiap menyerang.
"Tu... Tunggu Yuna!" kata Meghan.
"Cukup mengejutkan melihatmu disini, Putri Erika" kata seseorang.
Erika terbelalak.
"Aram, apa yang kau lakukan disini?!" tanya Erika.
"Dugaanku benar, semua kristal pengeras yang dikendalikan Chandra akan hancur disebabkan Chandra terganggu dan diserang oleh para pasukan pemberantasan" batin Pasha.
"Kami, sedang membicarakan rencana untuk mengalahkan Chandra Nagata" kata T.
"Duduklah dulu, tidak ada gunanya untuk berseteru sekarang"
Di belakang markas...
Lord Fifth, tiada diusianya yang ke 104 tahun bersama keponakannya yang Shadow Of Lord yang tiada bersamanya diusia yang ke 61 tahun.
Nona Ratri menjadi Shadow Of Lord pada usianya yang ke 25 tahun dari era kepemimpinan Lord Sixth, beliau memiliki keahlian yang memiliki wajah yang terus muda, Rangga yang menjadi khodam Amanda... adalah kakaknya Ratri.
Lord Fifth adalah murid Lord Fourth, kemampuannya sangat hebat, namun karena penyakitnya beliau hanya bisa menghabiskan waktunya dengan mengunjungi makam para pasukan pemberantasan dan mengingat mereka, sampai-sampai penyakitnya itu membuatnya tidak bisa berdiri lagi.
Saat pertama kali aku bertemu dengan beliau adalah pada saat dimana aku menjadi Pilar karena sebagai Ninja aku sudah berpangkat Uchuunin.
Pak Andi... alias Lord Fifth sudah menganggap pasukan pemberantasan sebagai keluarganya sendiri, dan jika beliau berbicara... tipe bicaranya itu selalu diinginkan banyak orang.
Dan kesungguhannya tidak pernah berubah dari aku bertemu beliau sampai beliau tiada.
Flashback...
"Dalam... seminggu ke depan... Chandra... akan datang. Gunakan saya... sebagai umpannya dan penggal kepalanya.. " kata Pak Andi.
"Bagaimana anda bisa tahu?" tanya Elena.
"Fufu... hanya naluri saya saja... tidak ada... alasan lain lagi..." kata Pak Andi.
Di samping gaya bicara beliau yang menenangkan Klan Hasegawa yang mewarisi kekuatan Klan Fujiwara itu juga mewarisi penerawangan khusus yang hanya dimiliki sebagian anggota Hasegawa.
"Yang lainnya... mungkin tidak terima... kalau saya... dijadikan umpan... jadi Nak Elena... yang satu-satunya... bisa saya... mintai tolong" kata Pak Andi.
"Saya mengerti, kalau itu yang Anda inginkan Lord Fifth" kata Elena.
"Terimakasih... saya sangat berharap... tidak ada lagi... keluarga berhargaku... yang mati" kata Pak Andi.
Flashback Off...
Elena melancarkan serangan pada Chandra dengan analisis Turquoise-nya.
"Sudah kuduga!! seperti yang diprediksi Lord Fifth, orang yang bernama Chandra Nagata ini, tidak akan mati walau kuhancurkan kepalanya sebanyak apapun!!" batin Elena saat melihat Chandra yang meregenerasi-kan kepalanya kembali.
Menurut saya... yang bisa... menghancurkan Chandra Nagata adalah... sinar matahari... karena itulah... dia mengincar Nak Yuna... yang berhasil... menaklukan matahari, apabila dia tak hancur setelah kepalanya kau penggal... maka kau harus ulur waktu... sampai matahari terbit.
Elena mengingat ucapan Lord Fifth.
"Dan kecepatan regenerasi-nya... dilihat dari suaranya, dia berbeda dengan para makhluk astral yang pernah ku hadapi sampai saat ini!" batin Elena yang berlari mendekati Chandra.
"Meskipun sudah dilemahkan dengan ledakan Lord Fifth, dan bantuan sekutu kami... dia masih memiliki kekuatan yang besar" batin Elena.
"Itu berarti... aku harus menahan monster ini hingga matahari terbit!" batin Elena lagi.
Chandra menggunakan tangan kirinya untuk melontarkan serangan pada Elena.
Elena kaget.
"Jurus Pandora! Rantai Duri Astral!!" Chandra memberikan serangan Rantai Astral berduri berwarna merah menyala pada Elena.
"Jurus Tangan Bayangan!" Elena membuat bayangan berbentuk tangan panjang yang mematahkan Rantai Duri Astral yang dibuat Chandra.
Ada yang datang dengan berlari.
"Kurang ajar!!! apa yang sudah kau lakukan pada Guru!!!" Seru Toni dengan marah.
"Para Pilar sudah datang, penerus Lord Fifth, menakjubkan" batin Elena.
"Lord Fifth!!" Seru Vanora yang baru sampai.
"Lord Fifth!" kata Rahmat yang juga baru tiba.
"Dia adalah Chandra!! Chandra Nagata!! Orang ini takkan mati meski kepalanya terpenggal!!" teriak Elena.
"DIA!!!!" batin Toni.
"Dia...!!" batin Vanora.
"Orangnya!!" batin Rahmat.
"Jadi dia!" batin Ersya.
"Chandra Nagata" gumam Doni.
"CHANDRA!!!" Teriak Andika dengan amarah karena melihat orang yang membunuh Ibu, Ayah, dan 2 Pamannya.
"Aktifkan ledakan otomatis dari baterai peledak!!" batin Ersya yang mulai mengaktifkannya.
"Jurus aura penusuk!!" batin Vanora dengan pedangnya.
"Jurus manipulasi penglihatan!!" batin Rahmat sambil melakukan jurus dengan keahlian sulapnya melalui pedangnya.
"Jurus beladiri! ayunan pedang cekikan segitiga!!" batin Toni sambil mengatur pedang miliknya.
"Jurus bayangan! ayunan bayangan!" batin Elena yang akan mengeluarkan jurus melalui pedangnya.
"Akan ku tebas dia dengan pedang!" batin Doni.
"Turquoise! Uchuu Ankoku Ninpou!!" batin Andika dan mulai mengalirkan jurus petir ke pedangnya ke arah Chandra.
Semua Pilar yang ada juga Andika dan Doni mulai menyerang Chandra secara bersamaan.
Chandra tersenyum menyeringai.
"E! aktifkan!" batin Chandra pada E dengan telepati.
Sementara itu E...
"Baik, Tuan" kata E dan mulai mengaktifkan.
"Jurus Pandora... Benteng Labirin Dimensi aktifkan!"
Di markas...
Semua yang akan menyerang Chandra tiba-tiba menjadi terpisah-pisah dan mulai jatuh ke lubang di antara Benteng Labirin Dimensi yang memisahkan para Pilar, Andika, Doni dan yang lainnya.
"Kalian kira kalian bisa menyudutkan ku?! kalahlah kalian sekarang!!" kata Chandra.
Andika terjatuh ke salah satu lubang begitu pula para Pilar dan yang lainnya.
"Kaulah yang akan kalah Chandra!!! takkan kubiarkan kau lolos!!! aku pasti akan membunuhmu!!" Teriak Andika dengan penuh kemarahan.
"Coba saja kalau kau bisa!! Kitagawa Kenzo!!!" Seru Chandra.
Basa-basi dan Fakta 😋
Chandra memiliki sel cairan Morph-x di tubuhnya, Morph-x jika dikonsumsi, maka seseorang yang meminumnya bisa memiliki kekuatan seperti pemegang kutukan Pandora.
Pasukan Dirgapati atas spesial dan lebih kuat karena meminum Morph-x yang memiliki campuran darah Chandra yang hanya bisa dibunuh jika di penggal kepalanya ( kecuali Chandra ).
Jadi Chandra dan Pasukan Dirgapati atas bisa melakukan jurus dengan awal nama 'Jurus Pandora'.