
Erika sedang berdua di sebuah ruangan dengan Adelia.
"Apakah... aku tidak bisa? melakukan kontak fisik denganmu seperti bersalaman atau semacamnya? kita bisa mengetahui rencana Chandra Nagata kan?" tanya Adelia.
"Kurasa itu tidak mungkin, meski aku sudah menaklukkan sinar matahari jauh sebelum Chandra sendiri, itu bukan berarti Kutukan Fujiwara telah musnah seutuhnya dariku. Yang berarti, memang kita bisa melihat pikiran Chandra karena aku terhubung dengannya" Jelas Erika.
"Akan tetapi itu tidak memungkinkan kita bisa berbagi pikiran kan?" tanya Erika.
"Berbagi pikiran... aku pernah mendengarnya dari Nona Ratri, karena Shadow Lord dan Fujiwara saling terhubung secara ikatan batin maupun kutukan, Shadow Lord bisa melihat ingatan penitis sebelumnya. Ataupun mungkin sebaliknya, si pengguna Silent bisa melihat ingatan Fujiwara sebelumnya" jelas Adelia.
"Namun itu cukup berbahaya, kita tidak tahu apa resikonya jika mencobanya dengan kau yang sudah anti akan matahari, jadi lebih baik jangan mencobanya, itu termasuk dengan melakukan kontak fisik" kata Adelia.
"Ya, kau benar" kata Erika.
Keheningan berlangsung cukup lama.
"Adelia... kau bisa melakukan penitisan baru tanpa menggabungkan kekuatan kutukan Pandora Zayn, dan kutukan Pandora yang akan kau warisi dari kakakku. Kau juga jadi tidak perlu mewarisi kutukan Pandora kakakku, kau hanya perlu melakukan perjanjian Pandora denganku" kata Erika yang tiba-tiba bicara.
"??!!!" Adelia tersentak kaget.
"Sekarang bahkan juga bisa, caranya adalah melakukan perjanjian Pandora dengan seorang Fujiwara utama melalui kontak fisik dan beberapa proses yang aku kurang tahu, itu seperti kasusnya dengan diriku. Jika aku mau mengambil kembali warisan kepemimpinan Mamaku, aku harus melakukan itu jika mau mengambil kembali warisan kepemimpinan itu, Dasar..." jelas Erika.
"Setelah kau melakukan penitisan, kau mungkin saja akan langsung mati, dan kutukan kematianmu akan menitis ke seseorang di dunia ini. Kepada Kak Nisa? Kak Andika? Salah satu Pilar? salah satu pasukan? atau bahkan pada diriku sendiri" kata Erika.
"Kau tahukah kenapa Nyonya Sera mengajukan pilihan ketiga dengan menggabungkan kekuatan Pandora milik Zayn dan dirimu yang seorang Shadow Lord jika kau mewarisi kutukan Pandora kak Andika? tentu saja karena ingin meningkatkan keseimbangan Dimensi, dan yang paling penting adalah penitisan dan mengejar ketertinggalan Dimensi. Dan agar berjaga-jaga agar kau tidak mati"
"Ja... Jadi, jika aku melakukan perjanjian Pandora denganmu maka aku bisa membuat kutukan kematian baru alias penitisan baru? namun, itu tidak akan bisa meningkatkan keseimbangan Dimensi, dan mengejar ketertinggalan Dimensi begitu?" tanya Adelia.
"Itu benar, karena itulah Ia menyarankan agar Kak Andika menyerahkan kekuatan kutukan Pandoranya kepadamu. Lalu setelah itu, kau dan Zayn akan menggabungkan kekuatan dan ketiga hal tersebut akhirnya berhasil dicapai. Dan setelah itu... kau mungkin akan mati karena Kutukan Pandora Kak Andika hanya memperkuat jiwamu dalam melakukan Penitisan" jelas Erika.
"Namun tenang saja aku masih waras, aku tak mungkin menyuruhmu atau bahkan membiarkanmu melakukannya, penitisan itu tidak menjamin sama sekali kau selamat. Kau adalah penerus Nona Ratri, kau juga adalah temanku. Kalau perlu aku akan melarikan diri bersamamu agar tidak perlu memberikan keputusan hutang budi Clarke, dan kau tidak perlu mengorbankan dirimu soal titisan" kata Erika.
"Erika... " kata Adelia.
"Jadi, sepertinya... kita hanya perlu bersalaman dengan begini saja ya" kata Adelia sambil melemparkan bola kasti.
Erika menangkapnya.
"Jika kemenangan dan kedamaian telah berpihak pada kita, aku ingin bermain itu denganmu" kata Adelia.
"Huh, aku menantikannya" kata Erika sambil tersenyum.
Di Hutan Magnaga...
Edward dan beberapa pasukan sedang menjaga Pasukan Dirgapati nomor 10 bernama SP.
"Tak kusangka kau bisa berada didunia nyata ini, SP" kata Edward yang sedang berada di kaki gunung berapi yang dekat dengan hutan kota Magnaga.
"Sungguh kehormatan namaku bisa di sebut oleh Pilar penting di gerakan pemberantasan" kata SP.
"Aku tak berniat, kau dan Pasukan Dirgapati atas itu... mempunyai cairan darah Chandra yang menyebabkan kalian bisa lebih kuat, jika aku membunuh Pasukan Dirgapati atas, maka itu sama aku membunuh sebagian diri Chandra bukan? apa sebenarnya kekuatanmu?" tanya Edward.
"Kau pikir, aku gampang memberitahukannya pada dirimu?" tanya SP.
"Terserah, aku akan menyelidiki kawah gunung berapi ini, kau takkan bisa lari dengan adanya 15 pasukan elit bersenjatakan lengkap" kata Edward.
Edward kembali mengingat 3 tahun yang lalu saat dia mendengar rekaman Ibunya.
3 tahun yang lalu...
🔊 "Sebagai seorang Fujiwara Cabang dan adik tiri dari Terano Ryu dan adik kandung seorang Pembunuh berantai profesional... sudah lazim juga aku memberitahumu soal rahasia Fujiwara cabang"
Edward mendengarkan dengan seksama.
🔊 "Kau pasti tahu, maupun Utama dan Cabang... mereka akan mendapatkan "Peringatan" sebagai tanda kalau Silent akan kekurangan energi atau tenaga di tubuh mereka, dengan pusing yang menyakitkan"
🔊 "Aku mungkin perlu memberitahumu soal Fujiwara cabang terlebih dahulu. Sebenarnya... dulu saat pembantaian Kitagawa, demi mencari perlindungan dan informasi, Fujiwara cabang dipekerjakan secara paksa atau yang lebih dikenal dengan Kerja Paksa"
🔊 "Karena itu pendahulu Fujiwara cabang sering mengalami pusing yang teramat kuat karena tenaga mereka sering menipis akibat kelelahan dengan kerja paksa dan itu berpengaruh kepada kewarasan jiwa mereka"
🔊 "Setelah saking rusaknya jiwa mereka, mereka sampai-sampai menganggap majikan yang telah menyiksa mereka itu "Orang yang berharga" atau lebih tepatnya sebagai orang yang pantas dihormati"
DEG!! Edward kaget sekali.
"Apa maksudnya ini?" batin Edward.
🔊 "Dan banyak dari mereka ketahuan identitasnya oleh Kitagawa karena hal itu, jadi pihak Kitagawa mempunyai celah dalam pembantaian itu dan akhirnya terciptalah Kutukan Fujiwara"
"Kutukan yang sama dengan yang dipunya Chandra dan Putrinya Mizuki" batin Edward.
🔊 "Kami bisa menanamkannya pada musuh dengan menatap mereka dengan Silent tingkat paling atas dengan hasrat kebencian yang tinggi, dengan itu Kutukan Fujiwara bisa diberikan"
🔊 "Itu digunakan agar setiap orang yang mencuri Silent dan tidak punya DNA Fujiwara, tidak bisa menggunakan Silent-nya, terkecuali untuk Kitagawa. Jika seseorang menuruni Kitagawa-Fujiwara dari orang tuanya maka, Kutukan Fujiwara bisa dihilangkan setelah 6 tahun"
"Kejadian ini sama seperti saat Yumna memproses untuk menghilangkan Kutukan Fujiwara dari anaknya" batin Edward.
🔊 "Dan pusing yang teralami itu, biasanya menurun kepada generasi Fujiwara cabang berikutnya, akan tetapi hanya beberapa saja yang bisa mengimbanginya"
🔊 "Ibu tidak terlalu handal cara mengimbanginya, yang pasti caranya adalah, kau harus meminta Fujiwara utama yang menghilangkannya dan prosesnya memiliki jangka waktu 6 tahun, meski Fujiwara utama memiliki pusing yang sama, tapi mereka tidak ada kaitannya dengan "Kerja paksa", Ibu pernah mendengar kak Ray mengatakan itu"
🔊 "Ibu mengatakan hal ini karena mungkin kau akan mengalaminya, kau bisa mencobanya"
Flashback Off...
Edward memegang kepalanya dengan nafas terengah-engah.
"Kapten Edward, anda baik-baik saja?" tanya salah satu pasukan.
"Iya"
"Kelihatannya... kau sangat marah pada Tuan Chandra, apa dia mengganggumu? hal apa yang dia perbuat?" tanya SP dengan santai.
"Hal apa yang dia perbuat?" tanya Edward dengan kemarahan dan mendatangi SP.
GREP!!! Edward menggenggam kerah baju SP.
"Karena dia!! karena dia yang telah menyebabkan sepupuku meninggal!" Seru Edward sambil marah yang suaranya bergema.
"Oi! oi! santai bos!" kata SP.
Edward terengah-engah, tidak ada waktu untuk bertengkar, dia akhirnya melepaskan genggamannya dan pergi meninggalkan SP.
"Ngomong-ngomong... apakah kita masih punya sirup?" tanya SP.
Edward terdiam.
Di markas pasukan pemberantasan...
Setiap hari, Erika terus mengunjungi makam Salsa, dia rasa... Salsa masih berhak untuk hidup.
"Salsa... maaf, maafkan aku, aku menuruni darah dari dua pemimpin, tapi aku tak mampu melindungi dirimu, maaf" kata Erika.
"Kalah, mati... Menang, hidup" Erika terus bergumam.
"Ternyata... begini beratnya menjadi pemimpin, Mama dan Papa bisa melindungi lebih baik dari aku, seorang pemimpin memiliki banyak tanggung jawab dan moral yang penting" batin Erika.
"Aku minta maaf Salsa..." kata Erika.
Sementara itu di penjara bawah tanah...
Pasha mengunjungi Aram yang masih terkurung dalam batu kristal.
"Aram, kau tahu? banyak tragedi yang terjadi, mungkin kau takkan peduli" kata Pasha.
"Tapi, aku tak punya orang yang bisa ku ajak bicara... aku yakin Erika juga tak ingin di ganggu" kata Pasha lagi.
"Tadi pagi, kami bertemu dengan pengkhianat dari pergerakan yang di sediakan Dirgapati bernama Rebellion, kurasa kau belum tahu soal itu ya? haha... Zeydan bahkan berkhianat, itu lucu... karena kami tak tahu apa alasannya" kata Pasha.
"Hei! Alifiandra!" kata seseorang.
"Via!?" tanya Pasha.
"Jangan terlalu dekat! ayolah!" kata Via.
Via dan Pasha akhirnya berbincang.
"Aku tak tahu apa nasib Dimensi ini, aku dan Al bergabung pada pasukan pemberantasan agar bisa terus bersama, tapi... malah lebih buruk, Al mati dan gugur saat misinya bersama Ikram" kata Via.
"Aku tahu kau sangat menyayangi Alvin, maaf kalau kau harus merasakan rasa sakit di hati" kata Pasha.
"Tidak apa, aku berusaha merelakannya... btw, apakah kau dan Aram... " Via menggoda Pasha dengan tertawa cekikikan.
BLUSH!!
"A... Apaan!?" tanya Pasha.
"Jangan pura-pura! di sekolah saat SMP juga gitu!" kata Via.
"Su.. sudahlah, kita harus ke atas sekarang" kata Pasha.
"No, aku disini karena di tugaskan menjaga Aram" kata Via.
"Kalau begitu, jaga dia ya" kata Pasha.
"Ya, akan aku jaga Hunny Bunny Sweety Love Love mu! hihi!" kata Via.
Sementara itu para Pilar...
"Ck! kita tak menyangka salah satu aset terpenting gerakan pemberantasan telah berkhianat" kata Ersya.
"Kalau saja Lord Fifth tidak melarang kita menyentuhnya, aku pasti sudah mencabik-cabik dirinya!" kata Toni dengan kesal.
"Jangan bicara sembarangan, Toni... bahkan Chandra saja belum tentu bisa mengalahkan pemegang kutukan Pandora" kata Rahmat
"Kita harus bertahan terus, sampai ada informasi, dimana Edward? dia belum kembali?" tanya Elena.
"Memangnya untuk apa batu itu?" tanya Vanora.
"Untuk menyegel sekitar makhluk astral dan mengubah mereka menjadi energi agar Dimensi astral bisa terus bertahan" kata Meghan.
"Edward harus cepat kembali, entah kenapa... perasaanku menjadi tidak enak kalau para Pilar tidak lengkap" kata Elena.
"Yah, entah... aku akan ke Dunia nyata untuk mengecek Edward bersama pasukan angkatan 85, ok! bye-bye!" kata Meghan.
"Meghan, Hati-hati" kata Elena.
"Ya"
Sesampainya di Dunia nyata...
Meghan dan yang lainnya memutuskan untuk ke Magnaga terlebih dahulu.
"Kita singgah dulu di restoran tempat Rudy bekerja?" tanya Ilman.
"Ya, restoran terakhir kali yang kita datangi 2 tahun yang lalu itu menjadi tempat yang cocok untuk melakukan transaksi informasi dan peralatan perang, kudengar kita sudah bisa mengambilnya di restoran itu" jelas Meghan.
KAAAK!! KAAAK!! Ada burung gagak dari markas dan Meghan langsung mengambil pesan.
Di markas...
Para Pilar sedang ada di penjara bawah tanah.
Meghan... ini aku Elena, aku memberikan pesan dadakan padamu, kalau kumpulan pasukan Rebellion yang rata-rata berasal dari pasukan pemberantasan, telah melarikan diri dari penjara.
Toni terus kesal dan sampai-sampai tendangannya membuat besi penjara bengkok dan patah.
Kuharap kau dan Edward bisa berhati-hati karena Zeydan bahkan bebas dari penjara dan melarikan diri, kami para Pilar terus mendiagnosis dan menyelidiki kondisi di markas.
Kau tak perlu mencemaskan kami, Andika juga aman dan baik-baik saja.
Di Dunia nyata...
Dari Elena... Pilar bayangan
"Ck!" batin Meghan.
"Jadi... Zayn dan pasukan Rebellion bebas!?" tanya Erika.
"Benar, mereka bebas... kita harus secepatnya ke tempat Edward untuk memintanya kembali setelah dari restoran" kata Meghan.
Di restoran...
"Ah! Tuan Fahmi!" kata Dirga.
"Teman-temannya Salsa?" tanya Fahmi.
"Kami sedang berkunjung, apakah anda disini sedang memenuhi undangan Rudy?" tanya Ilman.
"Benar, katanya dia akan menyajikan hidangan berikutnya" kata Fahmi.
"Baiklah... ng? kau ada sirup bermerek baru?" tanya Dirga saat melihat ada botol kaca di lemari.
"Ja.. jangan sentuh itu!!" seru Rudy.
"Kenapa?" tanya Ilman.
"Tidak apa!" kata Rudy yang ketakutan.
Meghan dan yang lainnya agak heran.
"Baiklah, Rudy.. apakah kau punya ruangan kosong? kami ingin melakukan diskusi sementara dan tolong sajikan sedikit hidangan" kata Meghan.
"Te... Tentu" kata Rudy.
Erika dan Pasha sedang berada di ruangan yang berbeda dengan Meghan yang masih di ruang makan utama karena mereka ingin mengambil beberapa peralatan yang dikirim dari markas gerakan pemberantasan.
"Sebelum itu, kalian yang menyentuh botol kaca itu harus mencuci tangan kalian" kata Rudy.
"Kenapa?" tanya Meghan.
"Karena itu mungkin akan berbahaya kalau cairan sirup ada di luar botol kaca itu" kata Rudy.
DEG!!! Meghan langsung kaget.
"Apa.. yang ada didalam botol kaca sirup itu!?" tanya Meghan.
"Mungkin... Morph-x yang diletakkan oleh anggota Rebellion agar pasukan pemberantasan bisa menjadi Subjek Pandora abnormal karena restoran ini terlalu sering didatangi oleh pasukan pemberantasan" kata Rudy.
GREP!! Ilman menggenggam kerah pakaian Rudy.
"Kau ini kenapa sebenarnya?! kau punya dendam terhadap kami?!" tanya Ilman.
"Jangan bilang, kalau kau tadi mencegah kami agar kami tidak menjadi Subjek Pandora abnormal!?" tanya Dirga.
"Aku tidak tahu... sebaiknya cuci tangan kalian kalau tidak ingin terjadi hal buruk, maafkan saya karena pemandangan buruk ini, Tuan Fahmi" kata Rudy.
"Rudy... " gumam Fahmi.
Meghan sedang ada dapur bersama Ilman, dan Dirga di dekat ruangan makan utama untuk mencuci tangan mereka.
Tiba-tiba...
"Nona Meghan!!" Seru Rudy dari ruangan makan utama.
Meghan, Ilman, dan Dirga keluar.
"Kenapa!? Ada apa!?" tanya Meghan.
Tiba-tiba pasukan Rebellion termasuk Vincent menodongkan senapan pada Rudy, Fahmi dan keluarganya, dan Meghan bersama Ilman juga Dirga.
"Apa... apa-apaan ini Vincent!?" tanya Meghan.
"Komandan..." gumam Vincent.
Sementara itu Erika dan Pasha...
"Kita sudah siap dengan peralatan yang dibutuhkan" kata Erika.
"Baiklah" kata Pasha.
"Apa ada lagi yang perlu dibutuhkan? biar aku saja, kau bisa kecapean nanti kan?" tanya Pasha.
"Hm... kurasa... ng?" Erika menoleh ke depan meja bersamaan dengan Pasha.
Tiba-tiba ada yang datang pada mereka di depan meja.
Erika dan Pasha berbalik dan langsung kaget bukan kepalang.
"Zey-... " Ucapan Pasha terpotong saat Zeydan sudah menunjukkan telapak tangannya yang berdarah menandakan ia bisa mengaktifkan kutukan Pandora.
Di ruang makan utama...
"Kau pasti tahu, kalau para Pilar dan pihak pasukan pemberantasan akan bersiap untuk menyerang Dirgapati, jadi kalian akan kami bawa ke tempat yang sangat jauh" kata Vincent.
"A.. Apa maksudmu sebenarnya Vincent!?" tanya Meghan.
"Kami hanya ingin mencegah siapapun yang ingin menyerang Dirgapati, karena Tuan Chandra akan bergerak secepatnya untuk menghabisi gerakan pemberantasan" kata Vincent.
"Ck! kok bisa mereka tahu kami disini?" batin Ilman.
"Secepatnya!? jangan bilang..." Meghan terbelalak.
"Sebagai Pilar dan Komandan, kau sangat penting untuk di sandera di tempat yang sangat jauh, apalagi dengan membawa Erika yang bisa dijadikan sandera dan membuat Para Pilar dan pasukan pemberantasan harus melepaskan sandera dan menyerah pada Tuan Chandra" kata Vincent lagi.
"Bukankah... kalian harusnya memenuhi keputusan proposal dan asuransi bahwa sebelum adanya keputusan dari Lord Fifth maka takkan ada perang tumpah darah, bukankah itu yang telah di setujui!?" tanya Meghan.
"Ya, dan kami menolaknya dan kami tidak bernegosiasi dengan pasukan" kata Vincent.
"Kenapa!?" tanya Meghan.
"Karena Zeydan yang membuat keputusan itu, dia juga bersama kami" kata Vincent.
"Apa katamu!?" tanya Ilman.
"Ternyata benar dugaan Miyuki-san akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tapi tak ku sangka akan terjadi secepat ini!" batin Meghan.
"Dan kami bisa kesini dengan adanya mata-mata yang mengawasi kalian, baiklah... tahan mereka!" kata Vincent.
"Hentikan ini, Vincent!" kata Meghan yang ditahan.
"Kalian juga akan kami tahan" kata Vincent sambil menahan Fahmi dan keluarganya.
"Jangan! mereka tak ada hubungannya dengan ini!" kata Rudy.
"Terserah, lagipula pasukan Rebellion ingin pasukan pemberantasan hancur secara perlahan-lahan dari dalam" kata Vincent.
"Ap-..!? tunggu! kami belum pernah memberitahumu kalau ada Morph-x di dalam sirup itu!" kata Meghan.
"Jangan bilang... kalau kau tahu!? soal sirup itu!?" tanya Meghan.
Vincent tertawa dan merapatkan telunjuknya di mulutnya sambil tersenyum.
Meghan terbelalak.
"Tidak... mungkin. Rebellion... yang meletakkannya?!" kata Meghan.
"Di mohon untuk kerja samanya"