
Zeydan diarahkan untuk ke Dimensi duluan agar terhindar dari ancaman Ray.
Di ruang tengah...
Zeydan sedang sendiri menyiapkan barang-barangnya.
"Zayn" kata Erika.
"Ng? Eri? ada apa?" tanya Zeydan.
"Aku... aku akan ikut ke Dimensi bersamamu!" kata Erika.
"Apa!? tidak! aku akan kembali sendiri, kau masih ada misi disini!" kata Zeydan.
"Kalau kau sendirian, kau akan mudah di culik oleh pihak musuh! apalagi kau tidak boleh sembarangan mengaktifkan kekuatan kutukan Pandora! aku juga tak bisa membiarkanmu mati!" kata Erika.
"Zeydan! bersiaplah!" kata Pasha dari luar.
"Ya!" kata Zeydan.
"Zayn! aku akan ikut-... " belum selesai Erika bicara.
Zeydan mendorong Erika sampai menghempaskan Erika ke tembok.
BUK! Dan oh, jangan ditanya! jika bukan Zeydan yang melakukannya Erika takkan segan melayangkan pukulan pada orang tersebut.
"Ukh!"
"Berhenti Erika! jangan seperti ini! kau seperti memandangku sebelah mata dan menganggap aku tak bisa menjaga diri! jujur aku mengakui aku tak sekuat kau! tapi aku berusaha jika ingin menjadi ninja terkuat aku harus terus berusaha menjadi lebih kuat!" kata Zeydan dengan mengerutkan keningnya.
Erika terbelalak dan langsung berwajah agak sedih.
"Begitu... maafkan aku, Zayn" kata Erika yang bola matanya langsung berubah menjadi warna hitam kalau sedang sedih.
"Zeydan! ayolah!" kata Pasha.
Zeydan mengambil tasnya.
GREP! Erika menggenggam ujung jaket Zeydan untuk menahannya.
Zeydan terbelalak dan melihat Erika.
"Kalau begitu aku akan percaya padamu, tapi kau juga harus percaya dan memegang janjiku... Jangan sampai mati" kata Erika dengan menunduk sambil perlahan melepaskan genggamannya.
Zeydan menaikkan tasnya dan berpaling pergi ke arah luar.
"Aku takkan mati, sampai kau dan aku menjadi ninja terkuat" batin Zeydan.
Erika memandang Zeydan.
"Ukh! kepalaku pusing lagi! ada apa ini?" tanya Erika sambil naik ke lantai atas ke kamarnya.
Di markas lupin star...
"Andromeda" kata Phantom Lady.
"Ng? kenapa?" tanya Andromeda.
"Kenapa kalian begitu melarangku untuk melakukan orientasi dengan pasukan pemberantasan untuk mengalahkan Chandra? bukankah Fujiwara utama-lah yang bisa mengalahkannya?" tanya Phantom Lady.
"Justru itu yang bahayanya" kata seseorang.
"Kapten" kata Andromeda.
"Cepheus" kata Phantom Lady.
"Chandra memiliki kemampuan menghasut dan juga menyebarkan fitnah, bahkan dapat menghipnotis seseorang, dengan kemampuan hasutannya, dia bisa saja mengubah para prajurit pasukan pemberantasan menjadi pengikutnya atau bekerja sama dengannya" Jelas Cepheus.
"Jadi... jangan bilang!?" tanya Phantom Lady.
"Ya, saat kami bilang hanya Fujiwara utama saja yang bisa mengalahkannya itu dikarenakan orang yang memiliki darah Fujiwara utama tidak akan terkena hasutan dan jurus pelupa ingatan seperti yang dilakukan Kitagawa Pascal untuk menghapus sejarah Perang Kehancuran Dunia Astral pertama dulu" Jelas Perseus yang datang.
"Pertarungan Perang Kehancuran Dunia Astral pertama adalah dimana Kitagawa Pascal melawan Fujiwara Aika... akhirnya Pascal menghapus ingatan korban-korban yang selamat dalam perang, tapi Fujiwara dan Hasegawa tidak dapat dihapus ingatannya dan tidak terhasut" kata Phantom Lady sambil menunduk.
"Itulah alasan kenapa Klan Kitagawa membantai Fujiwara dan Hasegawa, dan Fujiwara memutuskan untuk membagi Fujiwara menjadi dua bagian yaitu Main dan Branch atau Utama dan Cabang, dan pemegang Marga Hasegawa terakhir adalah Ayahku sekaligus Hasegawa Kaito, Lord Sixth" Jelas Phantom Lady.
"Tapi, yang tak ku mengerti, kenapa harus Fujiwara utama dan apakah Fujiwara cabang tidak bisa mengalahkan Chandra?" tanya Phantom Lady.
"Itu dikarenakan Fujiwara Cabang memiliki tenaga yang lebih besar daripada Fujiwara utama, hanya untuk melindungi Fujiwara utama sesuai tradisi, tapi... Silent mereka tidak murni dan gampang sekali menguras energi bersama dengan pertarungan yang ada, itulah kenapa hanya Fujiwara utama yang bisa mengalahkan Chandra" Jelas Cepheus.
"Selain karena Fujiwara utama itu Silent-nya murni, juga dikarenakan Fujiwara utama memiliki energi dan kekuatan yang lebih besar daripada Fujiwara cabang" Jelas Perseus.
"Bersabarlah... kita harus menunggu disaat yang tepat, ini memang butuh pengorbanan, dan alasan utama Chandra menyerang disaat Tanggal Emas dikarenakan dia takut dengan Fujiwara utama" kata Andromeda.
"Baiklah... "
Sementara itu...
Erika sedang duduk di kamarnya dengan memegang kain putih dari Zeydan saat Zeydan memberikannya dulu pada saat mereka bertemu pertama kali.
( Yang ingin baca... silahkan ada di Novel Author The Unifying Butterfly BONUS! Chapter 5 bagian 1)
"Erika?" tanya Pasha.
"Eh? Oh? Pasha? ada apa?" tanya Erika.
"Boleh kita bicara sebentar?"