
"Baguslah! kalau tekadmu sudah kembali" kata Vanora.
Erika termenung, "Hm... terimakasih" katanya sambil agak malu.
"Eh?" tanya Vanora.
"Ng? apakah ada masalah?" tanya Erika.
"Bukan, gayamu saat tersenyum mirip Ayahmu" kata Vanora.
"Papa?" tanya Erika.
"Ya, jujur Vian dulu mempunyai sikap yang tak suka basa-basi juga sangat sewot! aku jadi heran kenapa Amanda mau sama Vian" kata Vanora.
"Kenapa... manggilnya Vian?" tanya Pasha.
"Dia dulu pernah terjebak masalah, tapi sudahlah, namanya juga dulu... biarkan saja di lupakan" kata Vanora sambil pergi.
"Terimakasih!"
"Ayo Erika!" kata Pasha yang mengajak Erika untuk bersiap.
Setelah bersiap...
"Anu, Pasha... apakah Erika baik-baik saja?" tanya Ilman.
"Yah, iya... dia lumayan syok" kata Pasha.
"Yusuf dan Mansa pengkhianat" kata Ikram.
"Tenanglah, kita tak menyangka hal ini akan terjadi kan?" tanya Pasha.
"Sudah siap?" tanya Erika yang berpakaian pasukan, dengan jilbabnya, juga jubahnya.
BLUSH!
Ilman melihat Erika sampai Blushing.
PLAK! Ikram menabok matanya.
"Jaga matamu" kata Ikram.
Dirga melakukan applause dengan Ikram, "Nice! Ikram!" kata Dirga.
PLOK! Ikram juga membalas tepukannya.
"Thanks, Ilman harus diginiin" kata Ikram.
"Sakit tahu!!" kata Ilman.
"Pasha, ayo... kita harus mengambil senjata" kata Erika sambil berjalan.
"Oh... i.. iya" kata Pasha.
Ilman dan Ikram yang diam disitu.
"Kalian ingin ikut?" tanya Erika menoleh.
"Te... Tentu saja!" kata Ilman dan langsung bergegas.
"Hei! tunggu!" kata Ikram.
"Anu... Ilman, dimana Aram?" tanya Pasha.
"Kenapa?" tanya Ilman.
"Hanya bertanya" kata Pasha.
"Dia, Via, Adel, Karin, dan Amel bergabung ke pelatihan wanita khusus" kata Ikram mengambil alih pertanyaan.
"Oh"
Di Tempat Yusuf...
"Bagaimana keadaan Yun-chan? ku harap dia baik-baik saja, siapa sangka kalau pengkhianat ternyata berasal dari pasukan baru angkatan ke 85 yang sama seperti Yun-chan dan Zeydan" batin Andika.
"Ng?" Zeydan masih setengah sadar.
"Bangun Zeydan" kata Andika.
"Eh!? apa yang-...!?" tanya Zeydan saat melihat Yusuf dan Mansa.
"Kalian!! Pengkhianat!! lepaskan aku! cepat lepaskan!!" seru Zeydan memberontak.
"Tenanglah Zeydan" kata Andika.
Zeydan akhirnya perlahan tenang, dia tak bisa apa-apa karena diawasi oleh Yusuf dan Mansa yang mereka berdua adalah subjek Pandora handal.
"Apa... yang kalian inginkan?" tanya Andika menatap tajam.
"Pangeran... izinkan kami menjelaskan terlebih dahulu" kata Yusuf.
"Aku bertanya apa yang kalian inginkan?" tanya Andika yang menahan mati-matian amarahnya.
"Kami menginginkan kalian untuk pergi ke markas Dirgapati karena kalian adalah korban kutukan Pandora asli" kata Mansa.
"Kami juga menunggu karena ingin mengincar seseorang" kata Yusuf.
"Siapa?" tanya Zeydan.
Yusuf dan Mansa terdiam.
"Kalian berdua mungkin takkan senang mendengar hal ini, namanya adalah...."
Di Markas Pemberantasan...
"Kita akan menggunakan kuda" kata Meghan.
"Baiklah... ng? Arsya, bagaimana tentang sinyal makhluk astral itu?" tanya Edward.
"Aku sudah meminta Vanora dan Farel untuk mengurusnya. Ditemani oleh Pasha, Ilman, dan Ikram" kata Arsya.
"Begitu... " kata Edward dan langsung naik ke kuda.
"Komandan, di bagian selatan... mereka menggunakan jurus teleportasi di tebing saat di bagian utara ke arah selatan... lokasi mereka ada di selatan sekitar 923 km dari sini" kata Erika.
"Baiklah, akan lebih baik jika kau merasakan aura... kau dapat merasakan aura dengan baik, siapa namamu?" tanya Arsya.
"Kitagawa Yuna"
Di tempat Yusuf...
"Yu... Yun-chan!?" tanya Andika dengan terbelalak dan rasa amarahnya hampir memenuhi pernafasannya.
"Kenapa kau mengincar Eri!?" tanya Zeydan yang kaget.
"Karena dia sama sepertimu Pangeran Andika, dia adalah seorang Putri yang memiliki darah campuran dari 5 bangsawan yang berbeda" kata Mansa.
"Dia menuruni Ameera dari Ibunya, Fujiwara menuruni Ibunya juga, Kitagawa menuruni Ayahnya, keluarga kerajaan Verheaven dari Ayahnya, dan Hasegawa... yang berasal dari kakeknya alias kakek dari ibunya" Jelas Yusuf.
"Kau sudah mengetahui sebanyak itu? tapi kenapa kau mengincar Yun-chan? aku yakin ada alasan lain, karena aku juga sama sepertinya yang memiliki garis campuran 5 bangsawan" jelas Andika.
"Yang memiliki keturunan Fujiwara di dalamnya bisa mengendalikan kutukan Pandora maupun subjeknya, tapi kau sendiri korban kutukan Pandora... aku hanya heran kenapa Pangeran yang memiliki turunan darah Fujiwara bisa mendapatkan kutukan Pandora" Jelas Yusuf lagi.
"Kau... jangan berani-berani kau sentuh Eri atau siapapu! atau akan ku buat kalian merasakan pembalasan yang sebenarnya!" kata Zeydan.
"Zeydan..." gumam Andika.
"Huh? kami? akan mendapatkan pembalasan darimu? kau tidak lihat bagaimana dirimu?" tanya Mansa.
"Jangan meremehkan aku!!!" teriak Zeydan.
"Berhenti Zeydan, kalian berdua jangan berani-berani menyentuh adikku" kata Andika.
"Kita lihat, siapa yang nantinya akan tertekuk lutut" kata Yusuf.