Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 27 : Penelitian Meghan



Di Ruangan Meghan...


Meghan sedang melakukan percobaan asam sulfat pekat dengan sianida dan akan memasukkannya ke alat hasil miliknya untuk melihat hasil.


Tok! Tok! Tok!


"Ck! siapa itu? masuk" kata Meghan sambil menaruh safety glasses miliknya ke atas kepalanya.


Ceklek!


"Oi, Kacamata Menyebalkan" kata Edward.


"Ng? Wah! si maniak tak sayang nyawa rupanya! kenapa?" tanya Meghan.


"Kau ada lemon tea kaleng tidak?" tanya Edward sambil mengambil buku di meja ruang tamu Meghan dan membacanya.


"Ambil sendiri di lemari, enak sekali minta ngambilin, kek di ruangan sendiri seenaknya saja minta ambilkan" kata Meghan kembali memakai safety glasses-nya dan memeriksa di alat hasil dengan fokus.


"Ck, merepotkan sekali" kata Edward.


"Ck! gagal lagi!" kata Meghan.


"Memangnya kau sedang apa?" tanya Edward sambil meminum kaleng lemon tea-nya.


"Membuat penawar Morph-x" kata Meghan.


Edward terbelalak.


"Hasilnya?" tanya Edward.


"Karena aku menemukan ada reaksi kimia yang sama dengan cairan Morph-x yang ku teliti, akhirnya aku mengambil kesimpulan kalau reaksi kimia yang ada adalah antara dua cairan beracun yang di kombinasikan, tapi tidak ada yang sama setelah semuanya hampir ku kombinasikan! bahkan Asam Sulfat pekat dan Sianida tak cocok!" Jelas Meghan.


"Morph-x... ada reaksi kimia? dan reaksi kimia yang berasal dari dua cairan beracun? seharusnya itu berbahaya bagi manusia kan?" tanya Edward.


"Iya, artinya... ada lagi yang ku lewati selain cairan beracun itu, apa ya? tak mungkin 2 cairan beracun umum seperti itu bisa membuat seseorang meminumnya menjadi Subjek Pandora?" tanya Meghan.


"Kau pikir, Subjek Pandora memakai kekuatan dari banyak Klan setelah darimana?" tanya Edward.


"Dari... sampel darah DNA polimerase klan Fujiwara, Kitagawa, Taira, dan Hasegawa... kenapa?" tanya Meghan.


Edward memandangnya dengan datar.


"AAAAH!!! Benar!! Artinya, mungkin dua cairan beracun itu, di kombinasikan dengan DNA Polimerase klan-klan yang ada!! itulah kenapa jika mereka meminum Morph-x, mereka bisa memakai kekuatan Klan Fujiwara, Kitagawa, Taira, dan Hasegawa!!" Jelas Meghan.


"Kau memang lebih bodoh daripada yang ku ekspektasi kan" kata Edward.


"Tapi... apakah benar seperti itu?" tanya Meghan.


"Mungkin" kata Edward sambil meminum lemon tea.


"Lalu, kenapa Pil Optik 294,1 buatan Ibu angkatnya Yumna itu menggunakan konsumsi yang sama?" tanya Meghan.


"Ck! kenapa malah membahas Optik 294,1?" tanya Edward dengan kesal.


"Karena, mungkin saja... Optik 294,1 yang bisa mengoperasi plastik wajah seseorang hanya dengan meminumnya menjadi ke umur yang lebih rendah, itu sama dengan Morph-x?" tanya Meghan.


"Jika memang sama, artinya Optik 294,1 yang kau minum itu pasti sudah membuatmu menjadi Subjek Pandora jika sama dengan Morph-x! kacamata Menyebalkan yang menyebalkan" kata Edward.


"Pintar!! kukira kau tidak pintar, Edward" kata Meghan.


"Oi! Edward! jangan pergi dulu! ini, ada surat dari Rafi... tadi dia menitipkan ku ini padamu melalui Adin" kata Meghan.


Edward memandangi surat yang dia pegang.


"Kenapa tidak langsung taruh ke ruangan ku saja?" tanya Edward.


"Kau itu tak suka jika ruanganmu di masuki sembarangan orang, apalagi... kalau dalam bulan Purnama seperti ini, kau tidak ingin urusan kunjunganmu mengunjungi Yumna di ganggu kan?" tanya Meghan.


Edward melihat Meghan.


"Btw, darimana kau mendapatkan jubah bertudung warna hijau yang kau kenakan itu? lumayan sih, tapi kayaknya aneh jika kau yang pakai" kata Meghan lagi sambil terkekeh meledek.


"Diamlah Kacamata menyebalkan! kenapa memangnya?" tanya Edward.


"Gak, biasanya kau lebih niat untuk menggunakan seragammu tanpa di dobel apapun" kata Meghan.


"Terserah" kata Edward dan akan pergi.


"Oh iya! Edward! tunggu!" kata Meghan.


"Ck! apaan?" tanya Edward yang kesal.


"Setelah dari ruanganmu, kau pergi ke ruang privat bawah tanah ya? soalnya aku ingin membahas sesuatu" kata Meghan.


"Hm"


Di tempat Andika....


Andika, Farel, David dan Wira sudah sampai... tapi mereka perlu berjalan 2 jam agar sampai ke kaki gunung berapi.


"Capek banget... " kata David.


"Ayolah! ini hanya seperti ini" kata Wira.


"Ng?" Farel mulai memegang tanah, dan menggunakan aura penciuman.


"Ada aura subjek Pandora!? ini sangat berbahaya... katanya kekuatannya setara dengan seorang Pilar, ada berapa sebenarnya Subjek Pandora yang dibuat Chandra!?" batin Farel.


JDAR!!! Tiba-tiba ada sebuah batu setinggi 1 meter yang menimpa Wira sampai Wira tertindih tengkurap.


"Wi... Wira!!" Seru Andika.


"Awas!!" kata Farel dan membuat Andika juga David menghindar ke dua arah dan dia menghindar dengan melompat mundur.


"Ternyata kau? Subjek Pandora?" tanya Farel.


Subjek Pandora itu hanya diam.


"Subjek Pandora Wanita?" batin Farel dan mulai memegang gagang pedangnya.


"Kenzo, bantu temanmu" kata Farel.


"Ba.. Baik!"


Pertarungan Pilar VS Subjek Pandora dimulai.