Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 35 : Syok



Sesampainya di penjara bawah tanah....


"Itu dia... kita tidak boleh mendekat" kata Pasha.


Zeydan terbelalak melihat Aram yang membeku di dalamnya dan ada beberapa Pengawal yang berusaha menghancurkannya.


*Pengawal di pasukan pemberantasan adalah para prajurit yang tidak lulus dan memutuskan untuk menjadi pengawal yang akan membantu para ninja dan agen.


"Apakah sudah mencoba semuanya untuk menghancurkannya?" tanya Zeydan.


"Benar, sudah coba di bakar, di hancurkan dengan gergaji, jurus elemen api, dan lainnya sudah dicoba tapi tak berhasil" kata Pasha.


"Mungkin ini di sebabkan oleh teknik pengerasan Subjek Pandora" kata Ersya.


"Paman Ersya" gumam Pasha, sedangkan Zeydan mengalihkan pandangannya dari Ersya.


"Ya, sepertinya ini teknik yang juga dimiliki oleh pemilik kutukan Pandora" kata Ersya pada Zeydan.


Zeydan hanya tak nyaman melihat Ersya.


"Ada apa, Zeydan?" tanya Ersya.


"Aku... aku... " kata Zeydan.


"Jenguk lah Erika, hm?" tanya Ersya.


"Ba... baiklah" kata Zeydan dan langsung ke ruang kesehatan markas.


"Omong-omong, terimakasih atas kerjasamanya Pasha, berkat dirimu kita bisa mengetahui identitas Subjek Pandora Wanita yang membunuh Farel" kata Ersya.


"Sama-sama, tapi... ini juga berkat Erika" kata Pasha.


"Aku mengerti"


Di Ruangan...


Zeydan memberanikan diri untuk bertemu Erika dan Andika.


"Permisi"


"Zeydan?" tanya Andika.


"Zayn?" tanya seseorang.


Zeydan terbelalak dan menghampiri ranjang Erika.


Erika sedang menatap kakak dan sahabatnya dengan datar dan tak bereaksi.


"Eri!" kata Zeydan.


"Dia baru saja sadar" kata Andika.


"Aku tak apa Zayn" kata Erika.


"Maafkan aku" kata Zeydan.


Zeydan menatap Erika dengan prihatin, sedangkan Pasha yang baru tiba memegang bahu Zeydan.


Zeydan menoleh pada Pasha.


"Bagaimana kondisi yang lainnya?" tanya Erika.


"Mereka baik-baik saja, semua prajurit pemula setengahnya tewas karena... Aram" kata Pasha dengan menunduk.


"Komandan Arsya sedang memberikan perawatan dan otopsi bagi para korban yang selamat dan tidak" kata Andika.


"Begitu... " kata Erika.


"Aku akan memanggil Nona Meghan! Zeydan, ceritakan yang terjadi apa adanya" kata Pasha.


Zeydan akhirnya menceritakannya.


Erika terbelalak mendengar hal itu.


"Itu... terjadi?" tanya Erika mendengar kalau Zeydan dan Andika bertarung melawan Aram.


"Itu benar"


Ceklek! Pintu terbuka.


"Yuna" kata Meghan yang datang bersama Nisa dan Pasha.


"Nona" kata Erika.


"Kau perlu 2 minggu lagi sampai tulang rusukmu membaik" kata Meghan.


"Begitu... " kata Erika.


"Kenapa kau lemas sekali, Yun?" tanya Andika.


"Gak tahu" kata Erika.


"Maafkan aku" kata Andika.


"Tidak, ini salahku" kata Zeydan.


Mereka semua terdiam.


"Hei! katanya Erika sudah sadar!?" tanya Ilman dengan berlari bersama Salsa, Dirga, Wira, dan David.


"Kalian" kata Zeydan.


"Ng? dimana Ikram?" tanya Pasha.


"Dia sedang menjalankan misi di sektor yang berbeda dari kita" kata Salsa.


"Lalu... bagaimana dengan Aram? kalian menangkapnya?" tanya Erika dengan berdesis.


Mereka terbelalak apalagi Pasha.


"Aku sudah memintamu untuk menceritakan apa adanya!" kata Pasha.


"Maaf, saat akan di tebas oleh Kapten Edward... Aram langsung di selimuti dengan kristal es yang membekukan dirinya, kami tak bisa memecahkannya" kata Zeydan.


Erika terdiam.


"Menurut yang ku teliti, es tersebut telah masuk ke siklus yang mencapai kapasitas melewati batasnya, itulah kenapa kita tidak bisa memecahkan es itu dan Aram tak bisa mencairkannya sampai energi yang dia kumpulkan cukup untuk mengeluarkannya dari sana" Jelas Meghan.


Erika perlahan menggerakkan tangannya dan meletakkan lengannya ke wajahnya.


"Maafkan aku... aku tidak berguna dan malah langsung terluka" kata Erika.


"Itu tak benar! kau sudah banyak berusaha dan bahkan terluka seperti ini!" kata Pasha.


"Kau hebat bahkan melebihi keahlian kami, Erika! aku begitu kagum padamu!" kata Ilman antusias.


GPLAK! Dirga menghantam muka Ilman dengan tangannya.


"Benar sekali! lagipula, kita tetaplah manusia kan?" tanya Dirga sambil menggenggam wajah Ilman.


"Hmm!! Hmm!!"


( lepaskan!! tanganmu!! )


kata Ilman.


"Cepatlah sembuh, Erika! aku bahkan belum sempat memberitahu ada roti melon lho!" kata Salsa.


"Terimakasih semuanya" kata Erika.


"Cepat sembuh, Yun" kata Andika.


"Ya"


"Ilman, setelah ini bergabunglah denganku... " kata Meghan.


"Eh? untuk?" tanya Ilman.


"Tolong bantu otopsi para korban, ada beberapa korban baru yang baru masuk. Ayo semuanya... biarkan Yuna istirahat!" kata Meghan.


"Baik!"


Di kamar mayat...


"Kita harus cepat mengotopsi mereka, kau urus mayat yang di sana" kata Meghan.


"Di mengerti!" kata Ilman setelah memakai masker, penutup kepala, baju operasi, dan sarung tangan kesehatan.


Ilman perlahan membuka kain putih yang menutupi si mayat dan terbelalak.


"I... Ikram!?" tanya Ilman yang bergetar melihat Ikram telah tak bernyawa.


"Kau, mengenalnya?" tanya Vanora.


"I.. iya, dia temanku" kata Ilman.


"Dia menjadi korban di sektor lain, maafkan kami... " kata Vanora.


Ilman hanya syok dan tabah bisa menerima temannya yang telah tak bernyawa.


Pengumuman!


Assalamu'alaikum Everybody! ini adalah pengumuman hiatus 😅.


Insya Allah akan up lagi pada tanggal 4 bulan depan.


Dan juga... waktu update di ganti menjadi hari Selasa jam 0.00 dan hari Sabtu jam 12.00


Wassalam dari Author.