Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 30 : Tugas Andika



Dan beberapa jam di markas, Harimau milik Farel yang membawa David, Wira, juga Farel yang sudah tak bernyawa sudah sampai di markas.


Meghan langsung memimpin regu untuk mengurus Farel.


David dan Wira hanya bisa bersabar sambil mengelus Harimau milik Farel yang begitu lucu jika jinak.


Meghan membuka maskernya.


"Terimakasih ya Wira, David, ng? dimana Kenzo?" tanya Meghan.


"Andika..." Wira dan David saling bertatapan.


"Memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mengambil sampel lava untuk anda, karena katanya kak Farel mencari itu untuk anda" Jelas David.


"Eh!? aku bahkan tak meminta sungguhan, aku hanya bilang kalaupun Farel sanggup! jadi... Farel? dia menanggap itu... serius?" tanya Meghan.


"Em, lagipula... Andika sekarang sedang pergi ke Dunia Nyata untuk pergi ke kediaman kak Farel dan menjenguk ayahnya" kata Wira.


Di tempat Andika..


"Inikah kediamannya?" tanya Andika setelah mengambil sampel lava.


Tok! Tok! Tok!


"Iya?" tanya seorang anak laki-laki yang usianya lebih muda dari Andika sekitar usia 12 tahun, sedangkan Andika sekarang berusia 18 tahun.


"Apakah, ini kediaman keluarga Maykatra?" tanya Andika dengan menanyakan nama keluarga Farel.


"Benar, ada apa ya?" tanya bocah itu.


"Begini... apakah ada baiknya kita bicara di dalam? saya ingin memberitahu perihal pesan dari kakakmu" kata Andika.


"Ka.. Kak Farel!?" tanya Bocah itu.


Akhirnya si bocah membawa Andika ke ruang tamu dan menyuguhkan teh.


"Maaf karena lancang, tapi... perkenalkan, nama saya adalah Andika Ameera atau Kitagawa Kenzo, saya termasuk Pasukan pemberantasan" Jelas Andika.


"Kak Andika! Ameera... Kitagawa, ah! nama dua marga bangsawan itu! hebat! aku selalu ingin bertemu secara langsung dengan anda!" kata Farel.


"Iya, benar..." kata Andika dengan canggung karena dia dikenal sebagai bangsawan yang sah.


"Perkenalkan saya Yang Mulia, nama saya Farhan Maykatra, saya adik Farel Maykatra" kata Farhan.


"Senang bertemu denganmu Farhan, kalau tak keberatan... apakah ayahmu ada di rumah?" tanya Andika.


"Oh ya! apakah anda ingin bertemu dengan beliau?" tanya Farhan.


"Kalau sedang sibuk, setidaknya tak perlu di paksa" kata Andika.


"Sebenarnya... beliau sedang istirahat, dan saat ada seekor burung gagak datang lalu berbicara pada Ayah. Ayah jadi kesal dan menyuruhku untuk jangan menemuinya sampai hari ini berakhir, aku tak tahu kenapa" Jelas Farhan.


"Kalau... Ibumu?" tanya Andika.


"Eh? Hmf... Ibu saya sudah meninggal saat masih kecil" kata Farhan sambil menunduk.


"Aduh! maaf! aku malah menanyakan hal yang sungkan" kata Andika.


"Tak apa, Tuan Pangeran, ada apa?" tanya Farhan.


Andika menjelaskan perihal kematian Farel.


"Maafkan aku, dia memintaku untuk menyampaikan perihal tersebut padamu sebagai wasiat, aku sangat benar-benar mengagumi kakakmu, aku jadi berambisi langsung ke kediamannya dan malah jadi memperkeruh keadaan ya?" tanya Andika.


"Tidak, jujur... sangat senang sekali mendengar seorang Pangeran bisa mengagumi kakakku, aku tidak apa-apa" kata Farhan yang mengusap air matanya sambil tersenyum.


Seketika Turquoise-nya Andika aktif.


"Dia... tidak berbohong, bahkan dia seperti sudah terbiasa untuk hal ini" batin Andika.


"Terimakasih ya Farhan, kamu pasti sangat tertekan sekali ya?" tanya Andika.


"Gak kok! aku bangga dengan kakak karena kuat dan berjuang sampai akhir, aku juga sangat mengagumi mu! begitu aku tahu kau adalah anak dari mendiang Lord Eight!" kata Farhan dengan berbinar-binar.


"Begitu ya? anu, apakah... aku bisa mengunjungi ayahmu?" tanya Andika.


Andika di tuntun Farhan ke lantai dua, ke beranda atap.


"Permisi-... " belum selesai Andika bicara.


"Mau apa kau kesini!?" bentak Ayah Farel.


"Ayah! dia adalah Putranya Lord Eight!" kata Farhan.


"Lalu apa masalahnya!!? pergilah dan jangan mengganggu!" seru Ayah Farel.


Andika mengisyaratkan Farhan untuk mundur beberapa langkah.


"Baiklah, saya akan pergi... maaf mengganggu. Tapi, kak Farel ingin aku menyampaikan pesannya yaitu"


Ayah... tolong jaga kesehatan


"Begitu pesannya, baiklah, saya permisi Tuan. Maaf mengganggu anda" kata Andika sambil menutup pintu geser perlahan.


Ayah Farel langsung memikirkan putra pertamanya.


Ayah, jangan terus-terusan minum soda!


Ayah! aku sudah menjadi seorang Pilar! bagaimana?


Ayah, sekarang aku akan lama tidak pulang karena urusan Pilar. Jadi tolong jangan susahkan Farhan dan juga, Ayah... tolong jaga kesehatan.


Ayah Farel langsung menangis diam karena mengingat Putranya.


"Kau yakin Ayahmu baik-baik saja?" tanya Andika sambil berjalan menyusuri koridor bersama Farhan.


"Hm, entah apa alasannya... Ayah pensiun dari menjadi seorang Pilar, dan Ayah juga sering melatihku, mungkin saja karena ingin aku menjadi Pilar Fauna berikutnya menggantikan kakak" Jelas Farhan.


"Kau pasti berhasil" kata Andika.


"Eh? Hm! terimakasih Yang Mulia!" kata Farhan.


"Ini, ada bingkisan... sebagai ucapan terimakasih dari saya, untukmu dan Ayahmu" kata Andika memberikan sebuah kotak.


"Terimakasih"


Andika akhirnya pamit.


"Aku harus terus mencari tahu, siapa sebenarnya... Subjek Pandora Wanita yang berani menyerang kami tempo hari" batin Andika.