Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Additional chapter : Past (4)



Akira-san akhirnya mengajariku, kalau aku harus melakukan hal yang sama apabila Chandra menyerang dengan kecepatannya yang tak dapat dilihat mata biasa.


Kata Akira-san, kecepatan paling maksimal serangan Chandra mencapai 50 Mach, atau sama dengan 61.740 km.


Akira-san memberitahu kalau jurus Topan dibalik Awan itu bisa melampaui kecepatan serangan Chandra, bahkan jika menggunakan jurus Topan dibalik Awan dengan insting saja, kita sudah bisa menebak serangan Chandra.


Dan yang paling utama, harus terus menjaga stamina dan mempunyai energi barang sedikit saja saat bertarung.


Akira-san sangat hebat, dia juga sangat rendah hati, selalu bersikap tenang dan ekspresi wajahnya dalam pertarungan tidak pernah terbawa suasana.


Raut wajah Akira-san selalu seperti orang sedih, dan meski itu dalam pertarungan, wajahnya sama sekali tidak berubah, aku paham kalau Akira-san punya potensi menjadi Pilar atau bahkan menjadi Shinobi legendaris dan bisa memimpin Gerakan Pemberantasan.


Namun, hal yang membuatku tidak ingin mengatakan itu karena raut wajah Akira-san yang seperti itu, artinya... Akira-san sudah pernah kehilangan sesuatu yang amat berharga.


"Caranya, pertama kau harus benar-benar menyatu dengan alam, sampai-sampai suara kepakan sayap burung dapat kau dengar dari kejauhan, dan kau harus selalu tenang meski tahu kalau kau dalam bahaya karena waspada akan serangan" jelas Akira.


"Harus selalu tenang?" tanya Amanda dengan memegang pedangnya.


"Ya, jangan pikirkan apapun, kosongkan pikiranmu, buat seranganmu menjadi sangat cepat seakan Topan, tapi tutupilah seranganmu itu dengan tipuan bagaikan dibalik Awan" jelas Akira.


"Namun, saat aku mengajari para pasukan pemberantasan, mereka sama sekali tidak paham dan tidak mengerti, jadi jangan heran kalau kau tidak bisa melakukan-... " belum selesai Akira bicara.


Amanda melakukan jurus yang dikatakan Akira dengan pedangnya.


Akira terbelalak.


"Kau luar biasa sekali, dengan hanya melalui ucapanku saja kau sudah berkembang pesat" kata Akira.


"Tapi, cara menutupi serangannya gimana?" tanya Amanda.


"Caranya, ini perumpamaan, kau harus mengarahkan seranganmu ke arah kanan, tapi buat lawan mengira seranganmu datang dari arah kiri, Chandra juga seperti itu, dan hampir menipu kesemua Indra-ku" jelas Akira.


"Untung saja, aku memiliki Tanda Ninja dan mengandalkan insting dan intuisi-ku, Aura Chandra begitu kuat, jadi kau mungkin takkan terlalu sulit memprediksi serangannya" kata Akira.


"Aku juga punya Tanda Ninja, di dahi sih" kata Amanda.


"Tanda Ninja letaknya biasanya berbeda-beda, tergantung bagaimana cara membangkitkan nya" kata Akira.


"Baiklah, tapi bagaimana caranya kau tenang saat melawan Chandra, Akira-san?" tanya Amanda.


"Kau harus mengatur pernapasanmu terlebih dahulu, dan selalu berprasangka baik, kesampingkan perasaan membunuhmu, dan selalu seimbangkan antara gerakan pedang dan situasi detak jantungmu, karena jika detak jantungmu membuatmu gugup, kau takkan bisa melancarkan serangan dengan benar, dan akhirnya kau akan gampang tumbang" jelas Akira.


"Tapi, pertama aku harus rubuh dulu untuk merekam dan melihat baik-baik seperti apa gaya serangannya, tapi aku yakin Chandra akan menggunakan serangan yang sama saat kau akan berhadapan dengannya" kata Akira.


"Jadi, aku harus tidak boleh menyerang sembarangan selagi merekam pergerakan Chandra dengan mataku, aku harus membuat diriku rubuh sampai aku mengerti tentang serangan Chandra?" tanya Amanda.


"Itu benar, meski kau terus rubuh, kau harus menghemat tenagamu juga, dan lakukanlah jurus lalu kirim energimu ke pedangmu, lalu penggal lehernya, jangan beri dia kesempatan walau sedikit" kata Akira.


"Karena gara-gara aku membuat jeda saat akan memenggalnya, dia jadi lepas, andai saja aku tidak menjeda saat itu... pasti Chandra sudah tewas" kata Akira.


"Ini bukan salahmu, Akira-san! kau sudah berusaha dengan baik!" kata Amanda.


Akira tercengang.


"Misora!?" batin Akira dan langsung teringat mendiang istrinya. Namun ia harus tahu diri, meski ia terus merenung dan merasa kehilangan, Misora nya itu tidak akan pernah kembali.


"Terimakasih, omong-omong Yumna, kenapa kau bisa tahu namaku Akira?" tanya Akira.


"Eh? em, entahlah, mungkin-... " belum selesai Amanda bicara.


Tiba-tiba Amanda menjadi kehilangan kesadarannya dan memejamkan matanya sambil menunduk.


"Kitagawa Akira"


"Kau... Fujiwara Aika?" tanya Akira.


"Kepekaanmu sebagai manusia cukup tinggi" kata Aika.


"Aku sudah menunggumu. Tidak menyenangkan jika membahas semuanya disini. Mari bicara di alam bawah sadar segelku" kata Aika.


Di alam bawah sadar segel...


"Aika, kau tidak sopan!" kata Amanda.


"Berisik" kata Aika.


"Aku merasa terhormat bisa berhadapan dengan ratu Silent" kata Akira.


"Kuucapkan terimakasih karena telah melindungi Fujiwara sebagai Kitagawa pemberontak" kata Aika.


"Aku hanya ingin meluruskan kesalahpahaman saja" kata Akira.


"Kau sangat rendah hati ya" kata Aika.


"Bagaimana latihan kalian?" tanya Aika.


"Akira-san mengajariku tentang jurusnya, kurasa itu sudah cukup" kata Amanda.


"Jangan lupa untuk terus mengasah jurus agar koneksi yang terhubung berjalan lancar" kata Akira.


"Aku cukup ragu. Setelah kau menguasai jurus 'Topan dibalik awan' milik Akira. Apakah nantinya kau bisa mengalahkan Chandra Nagata? karena kalian penyegel Pandora berhasil dibantainya kan?" tanya Aika.


Amanda mendekat.


"Aika, apakah kau takut untuk menyelesaikan ini? Dasar..." tanya Amanda.


"Apa katamu?!" tanya Aika kaget.


"Semua perkataanmu itu, berlawanan. Kenapa kau berbohong tentang menunggu Akira-san? aku yakin, sejak awal kau berniat agar membuatku bisa menguasai jurus Topan dibalik awan dengan membawaku terpisah jalur Dimensi dengan Lupin Star dengan cara memanipulasi jurus Dimensi waktu milik Cepheus" jelas Amanda.


"Ugh, kuakui sebagai Fujiwara kau termasuk yang pintar" kata Aika.


"Itu benar, karena aku berpikir. Kau sendiri selamat dari pembantaian yang dilakukan Chandra. Aku juga sudah tahu saat Mika menjadi Teranoku, orang yang bernama Akira itu sudah lama menjadi sahabat suaminya" jelas Aika.


"Jadi... benarkah kalau Ibu dan Ayah akan bertemu dengan Akira-san, Dasar...?!" tanya Amanda.


"Sungguh?" tanya Akira yang wajahnya tetap biasa saja.


"Hm, jadi itulah. Aku akhirnya tahu kaulah yang akan bertarung dengan Chandra karena Akira mengajarimu jurusnya. Fujiwara utama juga sudah ditetapkan untuk membunuh 3 induk utama" jelas Aika.


"Lalu, itu berarti hasilnya, apakah nanti akhirnya saat Yumna melawan Chandra Nagata. Ia akan menang?" tanya Akira.


"Apa?!! kenapa kau bisa membaca isi hati Fujiwara cantik ini dengan sangat tepat?! Generasi saat ini memang luar biasa" kata Aika.


*****


Akhirnya mereka kembali dari alam bawah sadar.


"Maaf ya Akira-san, Aika memang gak sopan, haha" kata Amanda.


"Aku tidak mempermasalahkannya sama sekali" kata Akira.


"Apakah... Akira-san Kitagawa pemberontak?" tanya Amanda.


"Bagaimana... bisa tahu?" tanya Akira.


"Jika mengetahui aku seorang Fujiwara, pastinya kau mungkin langsung membunuhku. Tapi kau menyelamatkan diriku, dan bahkan mengetahui soal Chandra Nagata" Jelas Amanda.


"Itu benar, aku adalah Kitagawa pemberontak. Bagian Kitagawa yang mengetahui fakta tentang perang kehancuran dunia astral pertama" kata Akira.


"Aku akui kau memang sangat pintar" kata Akira.


"Ahaha, gak juga. Aku mengetahui tentang Kitagawa pemberontak dari suamiku. Suamiku juga seorang Kitagawa bagian pemberontak, dan bergaris darah kekeluargaan inti Ramanathan, pelindung keluarga kerajaan Verheaven" jelas Amanda.


"Hebat sekali, Ramanathan... apakah kau mengenal Liana Ramanathan?" tanya Akira.


"Be... Beliau, bisa dibilang beliau adalah Ibu suri" kata Amanda dengan malu.


"Ibu, mertuamu? jadi... Liana Ramanathan adalah Ibunya suamimu?" tanya Akira.


"Ahaha, itu benar. Tapi beliau bersama suaminya, Dokter Harry Ramanathan tiada karena misinya memata-matai organisasi Kitagawa Pascal" jelas Amanda.


"Begitu. Soal Nyonya Liana, beliau adalah... "


Amanda terbelalak kaget.


"APA?!!" tanya Amanda.


"Aku tahu, kalau reaksimu akan kaget dan terkejut seperti itu" kata Akira.


"Ini memang tidak bisa dipercaya, aku tahu kamu pasti kaget" kata Akira lagi.


"Bagaimana bisa...?!" tanya Amanda.


"Yah, entahlah. Pembantaian Kitagawa sudah mulai teratasi dengan diriku yang mengajukan proses berhentinya pembantaian secara perlahan-lahan" kata Akira.


"Hebat sekali dirimu, Akira-san... pasti sangat hebat jika kau bisa berada di eraku sekarang" kata Amanda sambil tersenyum.


WUSH!! Tiba-tiba ada cahaya putih.


"Portal" gumam Akira.


"Akira-san, sebelum pergi aku ingin memberikan bros ini" kata Amanda sambil memasangkannya.


"Apa... ini? bros penghormatan pasukan pemberantasan? ini hanya dimiliki oleh pemimpin pasukan pemberantasan saja!" kata Akira.


"Aku, adalah istri dari pemimpin pasukan pemberantasan yang telah gugur, aku memberikan bros penghormatan ini sebagai ucapan terimakasih sedalam-dalamnya. Karena telah banyak membantu" kata Amanda.


"Meringankan pembantaian, melukak Chandra Nagata, menjadi pasukan pemberantasan. Aku sangat berterimakasih, mohon diterima. Aku mungkin tidak bisa memberikan hal lain" kata Amanda.


"Ya, terimakasih Yumna" kata Akira.


"Baiklah Akira-san, terimakasih untuk semuanya, aku akan membuatku melupakan tentang kau yang bertemu diriku ini! meski pada akhirnya sebagai kenangan, akan kubiarkan kau mengingatnya sebagian saja" kata Amanda.


"Ya, aku juga berharap kau berhasil. Sampaikan salamku pada Aika-sama!" kata Akira.


"Ya! terimakasih banyak... Paman" kata Amanda.


Akira terbelalak dan tersenyum.


"Tentu, selamat tinggal, Yumna"


"Baiklah!"


*****


Amanda akhirnya sampai.


"Cepheus! Perseus! Cassiopeia! Andromeda!"


DOENG!! Cepheus, Perseus, Cassiopeia, dan Andromeda pada tepar semua.


"Ka... kalian kenapa?" tanya Amanda.


"Karena gak sinkron, gak tahunya kenapa aku diantar ke portal hutan Amazon, jubahku digigit piranha, dikejar Black Caiman, ck! itu Buaya takkan ku lupakan! aku akan terus menyimpan dendam padanya!!" seru Perseus.


"Sebal, aku tidak tahu bahasa Spanyol, jadi aku tersesat dan dikira aku maling" kata Cepheus.


"O... oh, gitu" kata Amanda.


"Aika keterlaluan!!!" batin Amanda.


"Hii!! aku di portal ke negara tropis! panas! gak bawa Sunblock!" kata Cassiopeia.


"Aku cuman bisa nunggu di tengah-tengah hutan sambil nunggu portal lagi" kata Andromeda.


"Begitu ya, aku kasihan, tapi! aku mendapatkan banyak informasi!" kata Amanda.


"Ha?" tanya Cepheus dengan lemas.


"Ya! dan aku bertemu dengan seorang Kitagawa yang dulunya membuat Chandra sekarat!" kata Amanda.


"Dan, kemana tahu ceritanya kok bisa Tante Liana itu rupanya adik sepupu Akira-san?!!" batin Amanda.


"Serius!!?" tanya Cassiopeia.


"Ya! aku juga diajarkan banyak olehnya!"


"Ceritakan pada kami!"


"Ok!"