
"Ck... kami terlambat, Dasar..!!" batin Erika sambil merangkul erat lengan kedua sahabatnya itu dan lari ke dalam terowongan.
"Jangan dekati dia!!" Seru Erika.
Tapi tidak ada yang mendengarkannya karena terlalu fokus untuk menghentikan Aram.
Erika yang melihat Aram memfokuskan energinya ke telapak tangannya itu langsung terbelalak.
Erika dengan secepat mungkin membawa dua laki-laki yang ia rangkul ke dalam terowongan.
BZZT!! Aram langsung berubah menjadi bentuk wujud Subjek Pandora Wanita.
Sebelumnya...
"Dia... adalah... Song Aram" kata Pasha saat sedang pertemuan privat rencana menangkap Subjek Pandora Wanita.
DEG!!
"Apa... maksudnya? Pasha?" tanya Zeydan.
"Aram!?" tanya Andika.
"Jangan asal menuduh dan membuat teori secara sembarangan!" kata Zeydan sambil menatap Pasha yang menunduk ketakutan.
Meski Pasha laki-laki, dia itu memiliki perasaan perasa dan layaknya perempuan, tapi soal kepintaran dia setara dengan Erika.
"Apakah kau pikir... Pasha adalah orang yang suka menuduh tanpa bukti?" tanya Erika tanpa menatap Zeydan.
Zeydan melihat Erika.
"Apa buktinya!?" tanya Zeydan.
"Cara bertarung si Subjek Pandora Wanita itu" kata Erika sambil melihat Andika.
Andika melihat Erika.
"Itu bisa jadi mereka salah melihatnya kan?" tanya Zeydan yang terus saja menyangkal.
"Kalau begitu, jika kau tetap tidak percaya kalau memang beladiri Muay Thai yang kakakku lihat, apakah kau bisa melihat? bagaimana cara bertarung Aram saat kita di sekolah dulu?" tanya Erika lagi.
DEG!!
( Episode 3 )
"Lalu, itu sudah pasti Aram adalah anggota sekte Dirgapati karena dia menguasai Muay Thai dan juga Krav Maga" kata Meghan.
"Krav Maga?" tanya Zeydan.
"Intinya, Krav Maga adalah ilmu beladiri para pasukan khusus, seperti kita Pasukan Pemberantasan, mungkin saja Aram juga sudah dilatih, Dasar..." kata Erika.
Zeydan tidak bisa berkata-kata dan hanya duduk saja.
Edward mengedipkan perlahan matanya.
"Apa rencananya?" tanya Edward.
"Tentu saja, yang akan memaksa target ke tempat gelap dan sempit adalah aku" kata Pasha.
Flashback Off...
Erika berhasil membawa Zeydan dan Pasha ke tengah-tengah terowongan.
"Bagaimana dia bisa berubah!? bahkan segel tangan pun tak dia buat" kata Zeydan.
"Aku tadi menyadari saat menggunakan Silent, aku bisa melihat di aliran tubuh nya bagian dalam, ada energi yang sedang ditransfer ke telapak tangannya. Dan aku melihat telapak tangannya ada semacam cairan yang membuatnya bisa berubah menjadi Subjek Pandora" Jelas Erika.
"Cairan yang sama yang digunakan Yusuf dan Mansa, Cairan Pemindai yang akan memindai energi Subjek Pandora agar berubah hanya dengan perlu memberikan energi yang cukup pada lokasi tubuh yang di berikan cairan" Jelas Zeydan.
JDUAR!!! Aram mulai menghancurkan terowongan dengan kekuatannya.
"Ini gawat, sudah kuduga Aram pasti tadi mencurigai kita" kata Erika.
JDUARR!! Sisi terowongan mulai di hancurkan dan prajurit semua kewalahan dengan kekuatan Aram.
"Aku akan menggunakan kekuatan kutukan Pandora! dan menggunakan jurus teleportasi Hasegawa dan membawa kalian berdua ke markas!" kata Zeydan dan mulai melakukan segel tangan.
Tapi itu tak membuatnya berubah menjadi Kutukan Pandora.
"Kenapa tidak bisa!?" tanya Zeydan dan mulai menggigit sisi tangannya lalu mengoleskan darahnya ke logo kutukan Pandora yang ada di telapak tangan satunya.
Cara pertama untuk mengaktifkan kutukan Pandora ataupun Subjek Pandora adalah menggunakan segel tangan.
Cara Kedua adalah menggunakan cairan pemindai, tapi cara ini ilegal jika digunakan untuk hal yang tidak masuk akal.
Cara Ketiga adalah dengan melukai salah satu bagian tubuh dan mengoleskan darah yang ada ke logo kutukan Pandora.
"Tidak bisa!?" tanya Zeydan dan mulai terus melukai sisi tangannya sampai berdarah.
Erika dan Pasha hanya bisa memejamkan mata mereka dengan erat sambil mendengarkan protes Zeydan yang tak bisa berubah dan terus mencoba.
"Hentikan Zeydan, percuma saja kau ingin berubah tapi tak punya tekad kuat" kata Pasha.
"Apakah... ada suatu hal yang membuat tekadmu hilang?" tanya Erika.
"Huh? apaan!?" tanya Zeydan.
"Soal Aram, kau belum bisa menerima kenyataan bahwa Aram itu adalah Subjek Pandora Wanita yang telah membunuh Pilar Fauna bukan?" tanya Erika yang menatap Zeydan dengan Silent yang tajam.
"Apa... maksudmu?" tanya Zeydan.
"Aku juga merasakan aura kebohongan di dalam dirimu, kenapa kau begitu menolak kenyataan kalau Aram itu Subjek Pandora Wanita?" tanya Erika.
"Apakah... karena ada sebuah perasaan khusus padanya?" tanya Erika semakin menekan Zeydan.
"Diamlah!!" Seru Zeydan dan terus mencoba.
JDUAR!!
"Ck! Ini akan semakin buruk! Aram pasti mungkin akan membawa Zeydan! Erika! ayo kita alihkan perhatiannya Aram selagi Zeydan berusaha berubah! kau dari sisi satunya, aku akan mengurus sisi yang lain!" kata Pasha.
"Ya! Jangan biarkan Aram datang dari satu arah" kata Erika.
Melihat kedua sahabatnya berpisah karena ingin menyelamatkannya membuat Zeydan tertekan dan merasa tidak berguna.
Pasha dan Erika terus mencari perhatian Aram agar tidak fokus pada Zeydan.
Aram tahu taktik ini dan langsung menyerang tengah terowongan untuk menghabisi Zeydan dan menyerap kekuatan Pandora Zeydan.
Erika langsung terbelalak melihat tembok di belakang Zeydan hancur dan akan mengenai Zeydan.
"ZAYN!!!" Teriak Erika.
Zeydan kaget.
"Eh!? Erika!! jangan dekati Zeydan!!" Seru Pasha, karena saat melihat serangan Aram yang ternyata tidak akan mengenai Zeydan.
Ternyata rencana Aram adalah untuk membuat Erika diam tak berkutik.
JDAK!! Aram langsung meninju tembok dan mengenai Erika yang membuat Erika langsung terbanting keras.
"Erika!!!!" Teriak Pasha.
Teriakan Pasha bergema sampai di beberapa tempat.
DEG!! Andika langsung merasakan firasat buruk.
"Aku harus mengecek! Dasar... " kata Andika.
"Kenzo! ikuti rencana!" seru Meghan.
"Maaf! aku akan mengesampingkan itu!" kata Andika sambil melompat dari satu bangunan ke bangunan yang lain.
"Aku akan mengikutinya" kata Edward menggunakan jangkar dan menyusul Andika.
Di terowongan...
Erika langsung tak sadarkan diri dengan posisi tubuh tengkurap dan tubuhnya yang tertimpa reruntuhan yang membuat darah mengucur di bawah reruntuhan itu.
"Eri... ka" gumam Pasha yang bertekuk lutut.
Zeydan terbelalak sangat kaget melihat hal itu.
Andika yang berdiri di sebuah bangunan melihat adiknya yang tertimpa reruntuhan dengan bercucuran darah.
Edward berhenti di belakang Andika.
"Oi! Ada ap-... " Edward mengerti dan melihat kondisi Erika membuatnya syok.
"Kau.... kau... membuat Yun-chan terluka!!!" Seru Andika dan langsung dialiri dengan kekuatan Pandora dan melompat ke arah Aram untuk menyerang.
JDAK! Aram langsung menghindar dan pergi.
Andika langsung mengejarnya.
Pasha langsung mendatangi Erika dengan menangis.
"Erika! Ukh, Hiks! Erika!" kata Pasha dan menyingkirkan batu-batu yang menimbun.
Erika hanya samar-samar melihat sekelilingnya.
Erika memaksa berdiri.
"Jangan Erika! kau lemah, kau kehilangan banyak darah" kata Pasha.
"Aku... harus... Pasha" kata Erika.
Zeydan berdiri di dekat Erika.
"Zayn... " gumam Erika.
"Apa yang kau pikirkan melakukan hal seperti itu sangatlah berbahaya!!" Seru Zeydan.
"Entahlah,... aku... sepertinya... reflek" kata Erika dengan lemah.
Aram melihat mereka bertiga, sedangkan Zeydan melirik Aram dengan tatapan membunuh dengan penuh amarah.
Erika akhirnya tak sadarkan diri.
"Gawat! Erika! kumohon bertahan!" kata Pasha sambil mengikatkan perban ke kepala Erika dan menggunakan jubahnya ke tubuh Erika yang bersimbah darah.
"Grr... Kau menyakiti Eri!!" Seru Zeydan dengan murka dan langsung berubah dengan kekuatan kutukan Pandora.
Ilman datang bersama Dirga dan Ikram.
"Erika... hei Pasha, ini bohong kan!?" tanya Ilman melihat Erika yang terluka tak sadarkan diri dengan kepala penuh simbahan darah.
Bagi Ilman, selain menyukai, Erika juga perempuan yang paling ia kagumi karena Erika kuat dan juga penuh dengan aura kedewasaan, jadi wajar kalau dia sangat kaget melihat perempuan kuat yang paling ia kagumi terluka parah seperti ini.
"Ukh.. hiks! bantu aku Ilman!" kata Pasha.
Ilman langsung membantu Pasha dan pergi dengan jurus teleportasi bersama Pasha, Ikram, dan Dirga untuk pergi ke ruang kesehatan markas.
Edward melihat pertarungan.
Edward agak syok melihat Erika yang dibawa ke markas, dia seperti tidak menepati janjinya pada Amanda untuk menjaga dan membuat Erika senang.
"Maafkan aku... Yumna"