
Ersya mengambil sampel darah S.
"Syukurlah Meghan memberikan ku suntikan sebelumnya jadi aku bisa mengambil darah ini" kata Ersya dan menyuntikkannya pada Doni.
Doni langsung terdiam.
"Doni! bagaimana!? bertahanlah!" kata Ersya.
"Apa-apaan ini? tubuhku langsung sembuh dan beregenerasi dengan cepat" batin Doni.
".....,... "
"Eh!? suara siapa itu?" batin Doni.
S? sudah berapa Pilar dan pasukan pemberantasan yang kau bunuh?
"Chandra! ini suara Chandra Nagata!" batin Doni yang ketakutan.
Di tempat pertempuran...
"Begitu, kemungkinan dua Pilar ini adalah yang terkuat setelah Edward yang dimaksud. Keturunanku yang perempuan ini spesial, dia bisa menggunakan penggunaan senjata yang cerdik" batin S.
"Lalu yang ahli bela diri ini, dia tak terlalu ahli dalam menggunakan pedang, dan lebih ahli dalam tangan kosong" batin S.
Pakaian S terkoyak-koyak akibat serangan dari Elena dan Toni.
"Kami belum selesai!! serang lebih keras!!" Seru Toni.
"Lehernya! sampai lehernya putus!!" Seru Toni lagi dan datang bersama Elena mendatangi S.
"Di sana kalian rupanya" kata S dan menatap Elena juga Toni dengan tatapan membunuh.
CTRASH!!! CTRANG!! Tiba-tiba tubuh Elena dan Toni tertebas dan berdarah.
"Mustahil! cepat sekali... apa-apaan ini!? tubuhku... ukh! di tebas olehnya" batin Elena.
"Apa-apaan ini!? apa yang dilakukannya!?" batin Toni.
"Kalian... sudah merusak pakaianku, sekarang giliranku untuk menjatuhkan kalian, setelah kalian kubereskan... sisanya akan mudah" kata S dengan pedangnya yang bercabang.
Dua jari Toni terputus gara-gara tebasan S.
"Toni!!" Seru Elena.
"Gawat! bahkan aku tidak bisa bereaksi! jika saja Miyuki-san tidak mengubah lintasan jurus bayangannya untuk menahanku, tidak hanya jariku! tanganku saja bahkan bisa hilang!" batin Toni.
"Aku jadi semakin lambat apabila lukaku tertambah! kalau begini aku hanya akan jadi beban! dan lagi monster itu bisa dengan cepat sekali mengayunkan pedangnya yang kira-kira beratnya 60 kg, apakah aku bisa menghindari serangan berikutnya!?" batin Toni.
Di istana Carna...
"No.. Nona Adelia, apa saya harus mengirimkan Pilar lain ke lokasi Pasukan Dirgapati atas nomor 1? apakah kita bisa mengirim Fujiwara Edward dan kak Andika?" tanya Amir.
"Tidak, Kapten Edward dan Pangeran Andika akan menghadapi Chandra Nagata, sampai pasukan Lupin Star datang membawa Phantom Lady yang akan menjadi kunci kemenangan bagi kita pada peperangan ini" jelas Adelia.
"Dan mengenai Pasukan Dirgapati atas nomor satu itu... " Adelia menghentikan kata-katanya.
"Aku yakin Miyuki-san, Toni, Masahiko-kun, dan Doni. Mereka berempat bisa mengalahkannya" kata Adelia.
Di tempat pertempuran Elena dan yang lainnya...
Elena dan Toni menghindari serangan bertubi-tubi dari S.
"Serangannya bertambah kuat 2 kali lipat!!" batin Toni.
"Aku tidak bisa mendekati lehernya! dia terlalu cepat! aku harus mengerahkan seluruh kekuatanku bahkan Angry Turquoise-ku! hanya itu untuk menghindar! apakah.... itu cukup!?" batin Elena.
CTRASH!!! Punggung Toni tertebas.
"Toni!!" Seru Elena.
S melakukan jurus.
"Jurus cahaya! cahaya gerhana bulan!"
"Lupakan aku, Miyuki-san!!" Seru Toni.
Serangan S akan mengenai Toni.
Tapi ada yang mengangkat Toni dan membuat Toni terselamatkan.
"Eh!? Ersya!!" Kata Toni.
"Tidak akan kubiarkan kau mati! kau masih punya dua tangan! pergunakan itu sebaiknya!" kata Ersya.
Doni bersembunyi diantara dinding melihat pertempuran.
"Apa aku bisa? bisa berguna nanti? kalau dia menyadari ku... apakah aku akan berakhir seperti tadi? kakak... kakak... aku takkan membiarkanmu mati! aku tidak boleh gagal! Miyuki-san... Masahiko-san..." batin Doni sambil membayangkan Elena dan Ersya.
"Ukh!! jika saja aku lebih kuat, jika saja aku seorang Pilar! semakin aku berpikir untuk menyelamatkan mereka, semakin bergetar pula badanku! aku takut aku hanya akan mempersulit keadaan! aku benci jadi lemah!" batin Doni.
Doni terbelalak dan mengingat Andika.
Flashback...
"Eh? orang yang paling berpotensi?" tanya Doni.
"Apa yang terjadi jika kau sedang berhadapan dengan makhluk astral?" tanya Andika.
"Aku... pasti akan melawan yang paling sulit dulu" kata Doni.
"Tepat sekali, musuh juga begitu... akan melawan orang yang lebih kuat, dan orang yang lemah akan dibiarkan saja oleh si musuh... sehingga dinding bahaya si lemah akan jauh lebih tipis dibanding yang kuat" jelas Andika.
Flashback Off...
"Andika! tapi... apakah kau pikir aku bisa melakukannya?" batin Doni.
"Pasti bisa! akan kulakukan, harus! aku menyimpan ini untuk jaga-jaga apabila aku tumbang seperti tadi" batin Doni yang menyimpan patahan pedang milik S yang terbuat dari sel daging S dan campuran cairan Morph-x.
"Kakak... semuanya! aku harus melakukannya untuk menyelamatkan mereka dan mengakhiri perang ini!" batin Doni dan memakan pedang milik S.
Elena mendekati S.
"Tekniknya tidak ada habisnya! apakah dia dulu seorang Pilar di Gerakan pemberantasan!? ini janggal, apakah benar dia seorang Kitagawa!? tapi dia tak punya Turquoise" batin Elena.
"Aku harus melancarkan serangan! fokus! jika aku teralihkan, aku bisa saja tertusuk sebelum aku menyerang! aku tidak bisa memberikan ilusi Turquoise padanya karena dia juga Kitagawa!" batin Elena.
"Aku harus masuk dan menghampirinya! melihat celah darinya meski menggunakan Turquoise sangatlah tak mudah!" batin Ersya dan akan lari mendekati S.
Elena terbelalak melihat adiknya dan bersamaan itu dia mengerti apa yang akan dilakukan Ersya.
"Toni!!!" Seru Elena.
Toni berbalik dan melihat apa yang ingin dilakukan Ersya dan mengerti lalu melakukan hal yang sama.
Yaitu mendekati S secara bersamaan dan menyudutkannya.
"Mereka memahami niatku" batin Ersya.
Ersya mendekati S dan menusuk pinggang S dengan pedangnya.
"Karotisnya masih utuh, pemuda yang terluka ini... mampu menghindari seranganku dengan Turquoise" batin S.
Elena telah melontarkan serangan pada S.
Toni bersiap menebas.
S akan melawan.
"Jangan dilepas! meski dia mencincangku nanti!" batin Ersya.
"Meski aku dan Toni telah menyerangnya... kami berdua hanya menyudutkannya! ada yang harus menyerangnya meski sekali! untuk mengesankan serangan padanya dan itu akan membuatnya melemah!" batin Elena.
"Tapi... " batin Toni.
"Siapa!?" batin Elena.
"Ersya, apakah kau merencakan sesuatu?" batin Toni.
Dari balik dinding, Doni dengan wujud Subjek Pandora-nya menodongkan pistol dari jauh, pistol dengan di campuri Morph-x dan darah Subjek Pandora di dalam tubuh Doni agar berpengaruh pada Subjek Pandora seperti S.
Erysa melihat Doni.
Doni! ingat rencana kita! kau harus menembak aku juga kalau perlu! jika aku bisa menghentikan Subjek Pandora ini! jangan pernah ragu!
Doni mengingat perkataan Ersya.
"Aku tahu... aku tahu... " batin Doni.
DOR!! DOR!! Rentetan peluru telah di tembakkan.
"Apa ini!? bukannya memantul padaku, tapi pelurunya malah terserap ke dalam tubuhku!? bentuk bocah Subjek Pandora itu berubah, pistolnya juga, jangan-jangan ini... " batin S.
CRAK!! Tiba-tiba ada beberapa akar yang menahan S.
"Sudah kuduga, ini jurus Pandora! dia bisa menggunakannya... karena dia menyerap sampel darahku" batin S saat melihat Doni.
"Ck! perasaan gelisah ini... membuatku teringat akan seseorang, yang sangat kubenci" batin S.
50 tahun yang lalu...
Sebenarnya, Klan Kitagawa dulunya adalah Klan yang anggotanya paling banyak yang sangat cepat bisa membangkitkan Tanda Ninja, dan paling banyak yang cepat mati karena Tanda Ninja itu.
Aku menjadi pasukan Dirgapati atas sejak dulu, dan bertemu dengan temanku yang sama-sama Klan Kitagawa tapi dia memiliki jalan pikir yang berbeda dan membela sesama bahkan Fujiwara juga dia bela, yang usianya sekitar 40 tahunan, sedangkan dia menerima Tanda Ninja dari usia 15 tahun.
Aku memiliki rasa iri padanya karena dia mampu berumur melebihi 27 tahun.
Namanya adalah Kitagawa Akira, aku sempat membunuhnya sebelum dia membunuhku saat itu.