Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 47 : Result from a victory ( Final Season )



Amanda, Adelia, Toni, dan Edward sedang ada di ruang pertemuan para Pilar.


Mereka sedang duduk di lantai beralaskan karpet dan saling berhadapan.


"Sudah diputuskan kalau Pasukan pemberantasan akan cuti selama 4 tahun untuk memperbaiki dan memulihkan Dimensi yang mengalami kerusakan akibat Perang Kehancuran Dunia Astral Keempat, yang memakan banyaknya korban" jelas Amanda.


"Untuk itu, Edward dan Toni.... kalian berdua adalah Pilar yang tersisa, pergunakanlah waktu 4 tahun ini dengan baik dan istirahatlah" kata Amanda.


"Baik" kata Edward dan Toni.


"Para Pilar lainnya yang gugur pasti akan tenang karena perang dengan Chandra Nagata telah usai. Para pilar" Amanda mulai meneruskan ucapannya.


"Venorica Kencana, Farel Maykatra, Ersya Ramanthan, Ar-Rahmat, Meghan Sparkle, Elena Ramanathan, Toni, Fujiwara Edward" kata Amanda.


"Kalian semua telah bekerja keras, tetaplah saling mendukung meski terpisah karena kita saling terhubung satu sama lain" ucap Amanda.


Edward dan Toni menutup mata mereka dan sedikit menundukkan kepala sebagai penghormatan.


"Kalian sudah banyak berjuang dan tak mempedulikan nyawa sendiri, bahkan dengan sukarela memberantas sekte dan organisasi sesat" kata Adelia.


"Kami dari Pihak Klan Fujiwara, Hasegawa, dan Kitagawa serta Shadow Of Lord, mengucapkan terimakasih yang sangat tulus sedalam-dalamnya" kata Amanda dan Adelia sambil sedikit menunduk dan menaruh tangan kanan mereka di bahu kiri mereka.


"Kumohon angkatlah kepalamu!" kata Edward.


"Kami tak membutuhkan hal seperti itu!! alasan kenapa Gerakan Pemberantasan bisa bertahan, itu karena Klan Fujiwara dan Hasegawa yang membentuk dan mendukung Gerakan Pemberantasan!! aku yakin para Pilar lainnya juga berpendapat hal yang sama!!" seru Toni.


"Lady Yumna, Lady Adelia, anda berdua telah melakukan pekerjaan yang luar biasa, leluhur Klan Fujiwara, Hasegawa, dan Clarke pasti sangat bangga atas kerja keras kalian" kata Edward.


Amanda membayangkan bagaimana Ayah, Ibunya, seluruh keluarga, pasukan, dan semua yang telah berjuang begitu bangga dan senang akan usaha yang telah dilakukan semuanya.


"Ukh... terimakasih!" kata Amanda sambil menangis.


Adelia juga menangis.


Edward dan Toni bertatapan sambil tersenyum.


Setelah selesai pertemuan...


Amanda duduk di atap istana Carna sambil mengelus Roza, ular putih milik Rahmat.


"Yumna"


"Ng?" Amanda berbalik.


"Kapten" kata Amanda saat melihat Edward yang berpakaian prajurit dengan jubahnya yang terhembus bagaikan gelombang.


"Kerja bagus atas pekerjaanmu selama ini, kau juga butuh istirahat sebelum mengambil kembali tahta pemerintahan" kata Edward.


"Ya, aku bersyukur kita bisa memenangkan pertarungan selama ini... tapi semua itu dibayar dengan banyaknya korban yang ada" kata Amanda.


"Kita harus bisa merelakan mereka yang telah tiada, tapi kita juga perlu mengenang jasa mereka" kata Edward.


"Kapten kenapa?" tanya Amanda.


"Maksudmu?" tanya Edward.


"Iya, saat berhadapan dengan para pasukan kemarin, kau jadi tidak enak hati? apakah terjadi sesuatu?" tanya Amanda.


"I... itu... " Edward menghentikan kata-katanya.


"Apakah, ada hubungannya dengan para pasukan?" tanya Amanda.


"Ini... salahku" kata Edward.


"Apa?" tanya Amanda.


"Saat menahan SP bersama 15 pasukan elit, aku melakukan itu untuk mencari tahu lebih dalam tentang Dirgapati, tapi... SP sudah menjebak kami dengan mencampurkan Morph-x kedalam sirup tak di kenal" Jelas Edward dengan menunduk.


"Jangan bilang...!?" tanya Amanda.


"Iya, si Subjek Pandora bernama SP itu mempunyai kemampuan mengendalikan secara batin, dan saat itu juga, dia mengendalikan 15 pasukan elit dan para pasukan langsung berubah menjadi Subjek Pandora" jelas Edward.


"Lalu... dia melarikan diri, aku akhirnya membunuh para pasukan dengan keji, dan tujuanku untuk mencari tahu tentang Dirgapati jadi sia-sia dan berujung kerugian" kata Edward.


"Aku yakin kau pasti akan marah" kata Edward.


Amanda hanya tercengang, sedangkan Edward terdiam pasrah.


"Kau pasti... sangat tertekan"


Edward terbelalak dan melihat Amanda.


"Kehilangan seorang Ibu dan teman-teman... menjadi Kapten dan seorang Pilar, itu pasti sebuah jabatan yang tidaklah mudah, aku tahu itu... kau pasti sangat merasa bersalah, dan itu semua karena aku" jelas Amanda.


"Ha?" tanya Edward.


"Karena aku membebankan semuanya, karena aku menjadi Phantom Lady, karena aku membiarkan kalian semua menghadapi semua rintangan tanpa kepemimpinan dariku" kata Amanda.


"Tapi sekarang.... aku sudah kembali, dan akan memimpin, aku tidak akan membiarkan dirimu, maupun Para Pilar dan siapapun mengemban beban sulit itu" kata Amanda.


"Yumna.... maafkan aku" kata Edward.


"Itu tidak masalah"


"Kau sudah menemui Nyonya Sera?" tanya Edward.


"Ya, sudah... beliau memaklumi meski tak mendapatkan energi dari kotak Pandora" kata Amanda.


"Tapi wah kapten! kau ini benar-benar menyebalkan ya! bisa-bisanya tidak mengetahui aku itu Phantom Lady" kata Amanda.


"Hei! kalau kau jadi aku, memangnya kau bisa langsung mengenali?" tanya Edward.


"Kau benar-benar mempermalukan Keluarga Fujiwara! bisa-bisanya saat itu kau tidak merasakan aura melalui Silent! lagipula jangan melucu deh! memangnya sudah 10 atau 20 tahun sejak terakhir kali bertemu?! saat itu baru juga 3 tahun!" kata Amanda.


"Coba tanya orang lain atau pembaca! kalaupun kau menyamar, tidak ada yang menduga kau adalah Phantom Lady! gimana aku bisa tahu kalau melihat perubahan drastis seperti itu?!" kata Edward.


"Yah, aku bisa mengerti kau mau mengatur agar Chandra tidak mengetahui ada Fujiwara utama yang masih hidup. Tapi apa-apaan penyamaran yang mirip kelelawar itu?" tanya Edward, yang dimaksud adalah Phantom Lady.


"Mulutmu masih sama saja menyebalkannya ya, Kapten? masa ada Phantom Lady mirip kelelawar coba?!" tanya Amanda.


"Phantom Lady mirip seperti Lupin, aku jadi ingat saat umur 19 tahun aku bertemu dengan para Lupin Star untuk pertama kalinya" jelas Amanda.


"Ck, jadi kau dulu suka cerita misteri kayak Sinici kudu ya? kekanak-kanakan" kata Edward.


"Tunggu! kau ingin mengatakan kalau Conun itu anak-anak?!" tanya Amanda.


"Lalu bagaimana dengan jubah itu? itu sudah lusuh! ganti saja kan?" tanya Amanda.


"Bodoh, aku belum tahu kau masih hidup, tapi Andra tidak. Jadi aku masih dalam masa berkabung" kata Edward.


Amanda terdiam, ia berpikir Edward pasti sangat syok dan kesal karena tak diberitahukan hal seperti itu.


"Aku sangat kasihan pada Pak Vandro, dia kehilangan Tante Bella dan Kak Vanora" kata Amanda.


"Hm, sekarang... dia menjadi satu-satunya Subjek Pandora yang tersisa sekaligus satu-satunya Subjek Pandora yang tidak meminum Morph-x, jadi ia bisa hidup lama tanpa mati 13 tahun kemudian" kata Edward.


"Ya, katanya... dia ingin mencari seseorang yang bisa dia cintai, sekarang ia tengah dekat dengan sepupunya" kata Amanda.


"Jadi begitu? kupikir dia ingin terus menjaga julukannya sebagai 'si bujang tajir', ternyata tidak" kata Edward.


"Kau sendiri juga begitu, Kapten! kau tidak ingin mempunyai pasangan di hidupmu? dengan begitu, kau bisa bahagia dengan caramu sendiri kan? seperti punya istri gitu? kau bakalan laku" ledek Amanda dengan menaruh tangannya di dagunya.


Edward menatap Amanda.


"Yah, tapi sepertinya... aku sama sekali tidak memerlukannya lagi" kata Edward.


"Karena aku sudah punya tahu?" tanya Edward.


"Hah!? serius? cepat amat" kata Amanda.


"Ya, aku hanya bisa melindungi dan mengawasinya saja dan aku tidak akan pernah melepaskannya" kata Edward.


"Pfft! duh! aku penasaran! siapa sih?" tanya Amanda.


"Kau akan mengerti nanti"


"Bagaimana dengan meneruskan Fujiwara? kau adalah Terano dengan Kara satu-satunya, kau berhak kan?" tanya Edward.


Amanda terdiam.


"Yumna?" tanya Edward.


"Aika.... dia... " Amanda menghentikan kata-katanya.


Edward terbelalak.


"Jadi begitu ya? Aika sudah... " Edward menghentikan kata-katanya.


"Kupikir, akulah yang akan mati, walau itu artinya Aika nanti akan mencari Terano baru sebagai wadahnya, tapi tak kusangka hal seperti ini terjadi" kata Amanda.


"Tapi aku yakin, Aika pergi meninggalkan sesuatu untuk kita, berupa pesan untuk selalu menjaga masa depan" kata Amanda sambil memegang Liontin biru cerah tempat Aika dulu disegel.


"Jadi, semua kekuatan Pandora maupun Subjeknya sudah musnah dari dunia ini kan?" tanya Edward.


"Itu benar, para generasi itu hebat sekali" kata Amanda yang melihat Erika, dan teman-temannya dari atas atap.


"Hm" gumam Edward yang berdiri di samping Amanda sambil menatapnya.


"Tapi... kita perlu terus mendampingi mereka untuk melindungi masa depan yang mereka punya, seperti kau yang begitu menjaga jubah hijau yang kau pakai" kata Amanda.


"Jubah ini? sudah kuduga kau yang memberikannya, awalnya aku tak percaya, tapi kupakai saja" kata Edward.


"Haha! kupikir kau akan membuangnya, rupanya kau tipe orang yang mudah jatuh cinta akan sebuah barang" kata Amanda dengan meledek.


"Jangan sembarangan, hanya karena auranya saja yang sama denganmu jadi kupakai, kupikir itu mungkin milikmu yang tertinggal" kata Edward dengan sebal.


"Ya ya, pakai saja, tapi kalau sudah usang ganti saja" kata Amanda.


"Gak usah, dan kali ini aku akan terus di sisimu" kata Edward.


"Hah?" tanya Amanda.


"Ya, dan aku akan membantah semua perkataanmu yang ingin pergi sendiri jika ada misi, karena aku tak ingin kau mati dan mengulang kejadian yang sama" kata Edward.


"E... Eh!? apa? aku bukan anak kecil! gak usah!" kata Amanda.


"Gak, aku tidak menerima nya! aku bukan tipe orang yang mengulang kejadian yang sama!" kata Edward.


"Dan akan terus ku awasi dan akan kupastikan kau tidak berada jauh dariku" kata Edward.


Amanda memandang Edward dan menghembuskan nafasnya sambil tersenyum mendengar maksud perkataan Edward.


"Baiklah!" Amanda berdiri dan Roza melilitkan tubuhnya ke leher Amanda untuk bertengger.


"Waktu kita sudah habis Kapten, waktunya kita menyerahkan semuanya kepada para Generasi" kata Amanda.


"Kurasa kau benar, para Generasi ini nantinya akan melampaui kita nantinya" kata Edward yang ikut menyusul Amanda.


"Aku mengimpikan masa depan yang cerah... dan aku berdoa agar semuanya bisa tersenyum, dan diberi kehidupan yang amat indah"


"Sampai saat nanti mereka tiada, aku ingin mereka bisa hidup aman dan damai tanpa terancam akan suatu hal yang tidak terduga"


"Jadi, meskipun saat ini aku tak bersamamu lagi, aku ingin kau tetap hidup, aku yakin jika kau jadi aku, kau pasti juga akan mengatakan hal yang sama"


"Aku benar-benar bahagia dilahirkan di dunia ini"


Menghargai dan mengorbankan sesuatu meskipun nyawa sendiri demi hal yang baik untuk orang lain, itu juga merupakan tindakan yang mengagumkan -Arsya


Jangan lupa selalu tersenyumlah, saat kau menangis, itu membuatku sedih, dan aku tak sanggup menahannya -Meghan Sparkle


Selalu jaga dan sayangilah orang yang kalian cintai, karena mungkin saja mereka akan pergi sebelum kita -Fujiwara Edward


Ingatlah, selagi kita masih hidup itu saja sudah cukup untuk disyukuri, karena kita sudah saling membuat kebersamaan yang berharga -Elena Ramanathan / Kitagawa Miyuki


Bertemu denganmu itu merupakan rasa syukur yang tiada taranya bagiku -Ar-Rahmat


Kisah cinta memang hampir selalu menyakitkan, namun jika tidak ada perjuangan, maka cinta akan sulit di dapatkan -Veronica Kencana (Vanora)


Saat memikirkanmu, aku merasakan adanya kekuatan yang membara di dalam tubuhku -Farel Maykatra


Kalau saja mungkin... kami ingin selalu hidup dan tinggal bersamamu, itulah yang mungkin diharapakan semua orang -Amir Al Fuhairah & Umar Al Khattab


Tapi kita harus membuat pilihan, seperti apakah kita hidup nanti -Toni


Aku hanya ingin melindungimu, hidupmu jauh lebih berharga dariku -Doni


Kebahagiaan takkan bertahan lama, tapi aku ingin kau tahu betapa bahagianya aku saat ini -Ersya Ramanathan / Kitagawa Masahiko


Jangan pernah lari, manusia yang merugi adalah berbalik sebelum keuntungan datang pada mereka -Bella Kencana & Vandro Kencana


Hidup dan matilah dengan cara yang kalian inginkan, tapi jangan lupa untuk selalu melindungi orang yang kalian sayangi -Arifahsya Satriya Ameera / Hasegawa Kaito


Keberanian adalah kata kebenaran untuk membangkitkan semangat diri, tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk hal yang tidak baik -Fujiwara Mika / Afifah Ameera


Aku tidak tahu apa hobiku, tapi entah kenapa aku selalu tenang ketika melihat hidup orang yang kusayangi bahagia -Fujiwara Ray


Tugas seorang pemimpin adalah melindungi warganya, dan tugasku sebagai pemimpin keluarga adalah melindungi keluargaku -Erlan Ramanathan / Kitagawa Mizuki


Kekuatan seorang pemimpin digunakan untuk melindungi rakyatnya, kita mencari kekuatan untuk melindungi, bukan untuk merusak, jangan gila akan kekuatan dan merusak semuanya -Aliana Jahzara Ameera / Fujiwara Yumna


Aku hanya memiliki adikku yang sebagai satu-satunya orang yang ku sayangi, hanya bersama adikku itu benar-benar sesuatu yang amat sangat ku cintai -Aliandra Jaffan Ameera / Fujiwara Hikaru


Sesuatu yang amat berharga bagiku akan selalu ku jaga, dan yang paling berharga bagiku adalah pelukan ibuku -Andika Ameera Ramanathan / Kitagawa Kenzo


Memiliki teman-teman yang berharga disisimu benar-benar menakjubkan dan suatu anugerah yang perlu di syukuri -Nisa Al Farisi


Aku perlu menjadi kuat untuk bertahan hidup, hidup butuh perjuangan, bukan untuk bersantai -Song Aram


Aku memang mengagumimu, tapi... sepertinya aku lebih memilih untuk memandang dan bersyukur kau masih di dunia ini daripada aku mengungkapkan perasaanku tapi kau sudah tidak di dunia ini lagi -Ilman Triyanto


Tak terpikirkan kalau aku bisa mempunyai sahabat terbaik seperti kalian, bisa berbagi makanan memang enak, tapi benar-benar sangat enak jika bersama kalian -Puspita Salsa


*Impian ya?... aku hanya ingin bisa melindungi mereka termasuk sahabatk*u -Dirga Alfiansyah


Mengorbankan satu nyawa demi semua orang lebih baik daripada semua orang demi satu nyawa -Zeydan Al Farisi


Menyayangi benar-benar hal yang berat, karena melepaskannya kadang diiringi dengan air mata -Erika Ameera Ramanathan / Kitagawa Yuna


Semanis apapun caramu berpamitan, perpisahan tetaplah menyakitkan -Pasha Alifiandra


"Hidup ini adalah suatu anugerah dari sang Pencipta, bersyukur padaNya adalah suatu hal yang wajib dilakukan, di berikan teman-teman yang ada, karena mereka sangatlah berarti"


"Jadi kumohon hiduplah selama mungkin, teman-teman terkasihku"


Pengumuman!


Selanjutnya adalah episode bonus!