
Pasha terbangun.
"Ng? kenapa... disini? seharusnya, aku kan terluka?" tanya Pasha.
"Ng, sakit" gumam Salsa.
"Sa.. Salsa! ke, kenapa kau bisa terluka separah ini?" tanya Pasha saat menyibak selimut Salsa.
"Pasha" kata seseorang dari kejauhan.
"He? Ze.. Zeydan?" tanya Pasha, Zeydan menghampiri Pasha dengan prihatin.
PUK! Zeydan memeluk Pasha.
"Syukurlah!" kata Zeydan.
"Eh? kenapa... memangnya?" tanya Pasha.
"Zayn, Pasha" kata Erika.
"Erika, ada apa... ini?" tanya Pasha.
"Ceritakan saja Zayn, Kapten bilang begitu kan?" tanya Erika.
"Sebenarnya, semua pasukan sudah gugur... " kata Zeydan.
"Lalu, kita terluka, begitu juga dengan Salsa" kata Zeydan.
"Begitu, tapi... kenapa, kalian berwajah begitu?" tanya Pasha melihat kedua sahabatnya yang berwajah polos.
"Anu, itu-... " belum selesai Erika bicara.
"Pasha! kau sudah sadar!?" tanya Dirga.
"Syukurlah!!" kata Ilman yang datang bersama Vincent.
"Kenapa, kalian begini? jika aku terluka aku mungkin akan sadar, tapi entah kenapa aku merasa tak pantas disini" kata Pasha.
Ilman, Vincent dan Dirga yang mulanya senang berwajah masam.
"Sudah siuman?" tanya seseorang.
"Kap...ten" kata Pasha.
Meghan juga datang bersama Edward.
"Bagaimana? apa yang kau ingat?" tanya Edward.
"Aku, hanya mengingat kalau aku terkena luka bakar karena aura panas Mansa, hanya itu... tapi aku sudah mendengar kalau semua pasukan gugur" kata Pasha.
DUK!! Edward yang sedang berdiri menendang punggung Zeydan yang sedang duduk.
"A.. Aduh!"
"Aku sudah memintamu untuk menceritakan semuanya menyebalkan!" kata Edward.
"Ma.. Maafkan saya" kata Zeydan.
"Apa maksud, Kapten? aku tidak mengerti" kata Pasha.
"Haah..., kau dan Arsya sebenarnya sedang ada pemilihan siapa yang akan di suntikan Morph-x dan pada akhirnya, kami membiarkan Arsya dan membuatmu menjadi Subjek Pandora lalu berhasil menyeimbangkan kekuatan Dimensi dengan mengambil energi makhluk astral yang sudah mati" Jelas Meghan yang mengambil alih pembicaraan.
"Bahkan terjadi perkelahian antara aku dan dua sahabatmu ini" kata Edward sambil mengarahkan pandangannya pada Zeydan dan Erika yang duduk bersebelahan di depannya.
Pasha sangat kaget dan terbelalak.
"Bahkan mereka menentang perintahku dan hampir melukaiku" kata Edward.
"Jadi... Komandan Arsya sudah... gugur? kenapa? aku yang, diselamatkan? apa yang terjadi?" tanya Pasha mengarahkan pandangan matanya yang mendelik pada Zeydan dan Erika yang tertunduk.
"Duh, gimana ya? jujur aku juga setuju dengan Edward untuk memilih Arsya yang menjadi Subjek Pandora, tapi entahlah?" kata Meghan.
Pasha langsung merasakan mual.
"Ini, minum dulu" kata Edward.
Pasha meminum air di kantong air, bahkan air yang ada di mulutnya sampai meluber karena tak percaya.
"Apa-apaan ini?" tanya Pasha.
"Jangan minta maaf, Eri. Ini salahku" kata Zeydan.
"Jadi, apakah aku pengganti Komandan Arsya?" tanya Pasha.
"Jangan berkata konyol, tidak ada yang bisa menggantikan Arsya, bahkan aku sekali pun. Lagipula, yang menyuntikmu dengan Morph-x adalah aku dan itu adalah keputusanku yang sudah tidak bisa digugat. Jadi, karena kau yang dipilih, tetaplah jangan pernah membuatku kecewa atas pilihan yang ku buat, ataupun kepada dua bocah ini" kata Edward sambil menepuk kedua tangannya ke kepala Zeydan dan Erika.
"Dimana, kak Andika?" tanya Pasha.
DEG!!! Mereka semua langsung kaget, dan tidak tahu kalau mereka melupakan Andika dan Nisa.
"Dimana kak Andika!?" tanya Erika.
"Kami... disini" kata Nisa.
"Kak Nisa!" kata Zeydan.
"Maaf lama" kata Andika.
"Darimana kalian!?" tanya Edward.
"Kami... sedang bertarung dengan Subjek Pandora tadi" kata Nisa.
"Apa!?" tanya Meghan.
"Kalian mungkin takkan percaya, kalau Subjek Pandora ini berasal dari Angkatan 85 yang sama seperti Yun-chan" kata Andika.
"!!?"
"Siapa?" tanya Ilman.
"Namanya... Irene Karina"
"Irene, Karina?" tanya Dirga yang bertatapan dengan Ilman.
"Memangnya ada teman kita yang bernama itu?" tanya Ilman.
"Kalian lupa!?" tanya Zeydan.
"Irene... " Dirga memutuskan kata-katanya.
"Karina... " Ilman melanjutkan perkataan Dirga.
"Eh!? Karin maksudnya!!!?" Seru Ilman dan Dirga.
"Ya, Karin... teman dekat Adelia" kata Erika.
"Kenapa kalian bisa bertemu dengannya?" tanya Meghan.
"Kami hanya sedang memberantas beberapanya dan melihat si Karin yang kalian katakan, dan dia akhirnya pergi bersama Subjek Pandora yang membawa Chandra Nagata" kata Nisa.
"Begitu" kata Zeydan.
"Apa yang terjadi memangnya?" tanya Andika.
"Ceritakan pada mereka berdua, Ilman" kata Meghan.
"Ba.. Baik!"
"Yang terpenting, soal jabatan Komandan akan ku ambil alih, aku akan menjadi Komandan Pasukan Pemberantasan yang kesepuluh, dengan begitu aku akan mengambil jabatan Komandan sekaligus Pilar Pengintai & Medis, memang pekerjaan yang menumpuk" Kata Meghan.
"Aku mengerti" kata Andika saat di ceritakan Ilman.
"Apakah... Zeydan dan Erika akan dihukum?" tanya Pasha.
"Kita akan bicarakan soal hukuman itu saat sudah sampai di markas, kita juga pertama akan menunggu para pengawal datang untuk mengotopsi para prajurit yang gugur" kata Edward.
"Jadi... yang selamat hanya kita bersebelas?" tanya Pasha.
"Itu benar" kata Meghan.
"Ukh!! Berisik!" kata Salsa.
Semuanya langsung mengarahkan pandangan pada Salsa karena kaget.
"Pfft... hahaha!! Salsa benar-benar tak berubah ya?" kata Meghan sambil memegang sebelah matanya dengan telapak tangannya.
"Kita akan kembali ke markas, lalu melakukan upacara pemakaman kepada para korban yang gugur" kata Meghan sambil menulis surat dan menyerahkannya pada burung gagak.