Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 3 Episode 2 : Edward & Ray



Pagi harinya...


Mereka langsung mengatur posisi.


Edward sedang berada di atap dengan posisi bertekuk lutut mengamati semuanya.


Erika datang dengan jangkar untuk melapor pada Edward.


"Semuanya sudah pada posisi masing-masing, energi ku juga cukup untuk terus melakukan jurus bayangan, lagipula jurus bayangan bisa ku kendalikan tanpa harus diam di tempat" jelas Erika.


"Begitu... " kata Edward.


"Apakah kau yakin akan mengambil peran untuk mengintai? bagaimana dengan kakimu?" tanya Erika.


Edward memegang lutut kakinya yang dulu salah urat dan keseleo karena menyelamatkan Erika.


( Season 2 Episode 21 )


"Ya, hampir membaik" kata Edward.


Edward bersama salah satu pengawal bernama Sarah sedang mengawasi dari atap bangunan Eslaqar, yang menjadi korban adalah bayangannya Nisa dan Andika.


Mereka sedang berjaga-jaga, karena tahu kalau yang akan menghadapi mereka mungkin adalah DNA Polimerase.


"Sarah, apakah kau pernah mendengar tentang Ray the Ripper?" tanya Edward.


"Eh? pembunuh berantai yang pernah 100 memberantai pasukan pemberantasan, Klan Kitagawa, dan kepolisian militer itu? kenapa tiba-tiba?" tanya Sarah.


"Karena... sejak kecil aku dirawat olehnya, aku tinggal bersamanya, dan dia adalah seorang Fujiwara" kata Edward.


"Aha, ini bukan waktunya untuk bercanda, Kapten" kata Sarah.


Edward dari tadi merasa sesak karena adanya firasat buruk entah darimana.


Tiba-tiba...


DEG!! Indera Aura Edward langsung aktif dan merasakan adanya bahaya di belakangnya.


Dan benar ada yang menaiki atap.


"Sarah!!!!" Seru Edward.


DOR!!! DOR!! Sebuah senapan langsung menembak Sarah dan membuat Sarah langsung kehilangan nyawanya.


Sedangkan Edward langsung menggunakan Silent dan membuat peluru yang ada tak berkutik dan diam lalu terjatuh dan tidak mengenai kepalanya.


Edward terbelalak dan kaget melihat kondisi Sarah dan ada beberapa peluru yang tidak mengenai Silent-nya tapi meleset dan mengenai dinding di sebelah nya dan membuat dinding yang terkena peluru langsung retak.


"Yo! Edward! lama tak ketemu ya? masih lemah sebelum aku meninggal saat itu?" tanya seseorang, tak lain adalah Paman Edward sendiri yang berasal dari Fujiwara branch yaitu, Fujiwara Ray.


"Masih lemah seperti dulu? bagaimana keadaan Yumna?" tanya Ray yang langsung melompat dan langsung menembakkannya pada Edward.


DOR!! DOR!!


Edward langsung mengalihkan jubahnya dengan kesal.


"Ukh!! RAY!!!!" Teriak Edward dan langsung melemparkan belati pada Ray, sedangkan Ray langsung menangkisnya dengan senapan.


Edward langsung bersiap lari tapi merasa bersalah dengan melihat Sarah yang tak bernyawa.


Edward langsung menggunakan jangkar dan jangkar itu menariknya, Edward terus waspada dengan Ray juga yang lainnya.


"Bisa berbahaya kalau mereka sampai ke gerobak dimana bayangan Andika dan Nisa berada!" batin Edward dengan khawatir sambil terus menghindar.


Pengawal yang mengendarai gerobak juga mati karena tertembak dan di gantikan oleh salah satu kawanan baju hitam yang membawa bayangan Andika juga Nisa.


Si pengawal sadar kalau Edward berhasil mengikutinya.


Alasan utama nya karena, Andika adalah kutukan Pandora dan ingin di culik, tapi ini adalah bagian dari rencana Edward dan yang lainnya.


Tapi di sepanjang gedung yang di lewati Edward bersama jangkarnya, dia langsung bertemu dengan 3 kawanan baju hitam yang sama.


Edward terbelalak dan langsung menembak jangkar dan pergi menghindar sebelum dia tertembak.


DOR!! DOR!! DOR!! Edward berhasil menghindar sebelum di tembak dan langsung di tarik dengan jangkar secepat mungkin.


"Ukh! bahkan setelah bergerak dengan menggunakan Silent pun pergerakan ku telah terbaca, ya?" batin Edward yang terus di kejar dan saat Edward keluar dari bayangan diantara bangunan, dia melihat ada bayangan Ray di belakangnya.


DOR! DOR! Ray langsung menembaki Edward.


Edward langsung turun dan sedikit terseret dan langsung masuk ke gang diantara bangunan dengan secepat kilat menggunakan jangkar.


"Ray!! kenapa harus dia yang dihidupkan oleh Chandra!? Chandra si kurang ajar itu!!" batin Edward.


Diiringi dengan tembakan dari atas, Edward juga terkena goresan peluru yang membuat kepalanya tergores dan mengeluarkan darah yang melewati mata kirinya.


"Ukh!! ck!" Edward lumayan kesulitan dan terus mengatur jangkarnya untuk mempercepat penarikan.


"HAA!!" Edward terus mendesis dan masuk ke sebuah bar dengan jangkarnya yang membuatnya harus merusak pintu bar itu.


GBRAK! Pintu bar itu langsung rusak dan semuanya terkejut.


"Itu Edward! dia Kapten di Pasukan Pemberantasan sekte dan Organisasi sesat" bisik mereka.


Sudah menjadi isu yang biasa kalau Pasukan Pemberantasan meliputi Ninja, Agen, dan prajurit untuk memberantas sekte dan organisasi sesat, tapi kenapa pasukan pemberantasan bisa ada di tempat umum seperti itu?.


Meski pasukan Pemberantasan di bentuk, tapi tak ada yang tahu siapa pemimpinnya? dan apa alasan lain di bentuklah? bahkan tak ada yang tahu kalau Klan Fujiwara berada dalam ancaman kepunahan, juga tak ada tahu kalau Amanda, Ratu kerajaan Carna itu termasuk Fujiwara.


Juga karena itu dirahasiakan, termasuk mata khusus yang dimiliki Fujiwara, Kitagawa, dan lain sebagainya.


Edward yang terpeleset langsung berdiri karena Ray sudah sampai.


"Hii!! Selamat datang!" kata pemilik bar yang ketakutan.


"Ck! ini benar-benar bermasalah, jika begini, mereka bisa mengetahui rencana kami yang ingin mengambil informasi dan jejak yang ada! aku bisa saja kehilangan yang lainnya, bahkan anaknya Yumna bisa terlacak karena dia yang memegang jurus" batin Edward sambil mengambil sedikit darah yang keluar dari goresan kepalanya.


"Hm? sepertinya aku mencium aroma tikus kecil disini?" tanya Ray dan masuk ke dalam.


"Yo! kembaran Jack the Ripper telah sampai! Beng! Beng!" kata Ray dan memainkan pistolnya.


Tapi Edward tak ada.


"Eh? tak ada disini? apakah perlu ku aktifkan Silent-ku?" tanya Ray.


Semuanya kaget tapi tak berkutik melihat seorang pria asing memegang senjata api.


"Eh? tidak ada disini ya?" tanya Ray.


"私はここにいる、レイ"


Watashi wa koko iru, Rei


( Aku disini, Ray )


kata Edward dengan bahasa Jepang dan sedang bersembunyi di balik meja kasir.


Hisashiburida na


( Lama tak bertemu )


kata Edward lagi.


"Eh? kau menggunakan bahasa Jepang untuk apa?" tanya Ray sambil melirik para pelanggan dan tahu kalau Edward tak ingin para pelanggan tahu perbincangannya dengan Ray.


"わかりました"


Wakarimashita


( Aku mengerti )


kata Ray.


"そうだね、久しぶりだよね?"


Soda ne, hisashiburida yo ne?


( Ya, sudah lama tak bertemu kan? )


tanya Ray.


"チャンドラとのおまえわの計画は何ですか?なぜ,おまえは復活するために選ばれたのですか?"


Chandora to no omae wa no keikaku wa nanidesu ka? Naze, omae wa fukkatsu suru tame ni eraba reta nodesu ka?


( Apa rencanamu dengan Chandra? Kenapa kau yang dipilih untuk di hidupkan kembali?)


tanya Edward tanpa melihat Ray.


"Tak ada apa-apa... sih? yah, aku lumayan bosan berbahasa Jepang karena setelah meninggal, aku jadi lebih bodoh, bagaimana dengan mu? kau tetap anak-anak ya? oh ya! aku lupa, kau sudah berumur dan baby face" kata Ray.


"Meskipun kau berusaha lari, kau akan ditembaki dari atas lho!" kata Ray dan memang benar, para pesugihan Dirgapati telah bersiap di setiap atap kalau Edward berusaha kabur.


"Kau tahu, Edward? alasan kenapa semuanya ada, dan semua orang selalu melakukan apa yang mereka inginkan karena... " Ray memberhentikan kata-katanya.


"趣味"


Shumi


( Hobi )


kata Ray dan mulai mengangkat sebuah kursi.


"趣味ですね, だから...私の部下の頭に穴を開けることもあなたの趣味ですか?"


Shumidesu ne, dakara... watashi no buka no atama ni ana o akeru koto mo anata no shumidesu ka?


( Hobi ya? apakah, melubangi kepala anak buahku termasuk hobimu juga? )


tanya Edward dan membalikkan Wine di lemari untuk melihat bayangan Ray.


"Ya, itu benar! Oh ya... tadi kau belum menjawab pertanyaan ku, bagaimana keadaannya Yumna? apakah dia baik-baik saja? kau menjaganya dengan baik bukan?" tanya Ray.


Edward terdiam.


"Jawab oi, tenang saja... Chandra takkan tahu apa yang kulakukan dan apa yang ku katakan karena aku sudah memutus jurus Tensei darinya" kata Ray.


"Dia sudah meninggal" kata Edward sambil menunduk.


Ray menaikkan satu alisnya.


BRAK!! PRANG!! Ray melemparkan kursi kayu ke arah lemari Wine dan membuat beberapa botol pecah, sedangkan Edward tetap diam dan merasakan aura kemarahan dari Ray.


"Sudah meninggal, katamu? kenapa? apakah kau tidak menjaganya dengan baik? aku yakin dia tak selemah itu" kata Ray sambil tersenyum menyeringai.


"Dia meninggal karena Chandra Nagata, bahkan Hikaru, dan khodam-nya Rangga" kata Edward.


"Chandra... ya?" tanya Ray.


"Baiklah, back to the topic, soal hobi? apakah membunuh juga bagian dari hal itu? bukankah benar, kalau kau membunuh demi dirimu?" tanya Ray dan akan mengangkat sebuah kursi.


"Ya" kata Edward dan langsung membalikkan senapan dan melihatnya dari botol Wine untuk menembakkannya pada Ray.


DOR!!!


BRAK! Ray terlempar sampai ke luar bar.


Salah satu anggota pesugihan akan menembak.


"Hentikan! itu Ray!" kata salah satu anggota yang lain.


"Aku berhutang budi padamu, Pak" kata Edward dan langsung kabur.


Di samping bar...


PRANG! Salah satu kaca pecah dan anggota lain melihatnya.


"Eh kursi?"


Edward langsung keluar, lalu menghantam satu anggota pesugihan itu dengan ujung jangkar lalu membuatnya menjadi perisai agar bisa bebas lalu lanjut berlari.


Di sisi lain...


Salsa tiba-tiba kaget.


"Semuanya! aku mendengar suara tembakan!" kata Salsa.


"Apa!?" tanya Dirga.


Erika yang sedang fokus dengan jurus bayangannya melihat sedikit Edward yang tengah berlari dengan jangkar yang menarik dan melihat ada beberapa kawanan jubah hitam mengejarnya.


"Teman-teman... kita harus bersiap, aku melihat Kapten tadi" kata Erika.


"Maksudnya?" tanya Ilman.


"Di lihat gerakan tadi dan suara tembakan, artinya kalau Kapten sekarang memberi isyarat kalau kita takkan melawan Makhluk astral, kita juga akan bertarung dengan sesama manusia!" kata Erika dan langsung menggunakan jangkar nya untuk menyusul Edward.


"Eh!? Erika! tunggu!" kata Ilman dan mengikuti Erika.


"Ayo! kita ikuti mereka!" kata Dirga dan diikuti Zeydan.


"Hm!" kata Pasha dan Salsa.


( Jika ingin tahu selebihnya soal Ray, ada di novel Author sebelumnya "The Unifying Butterfly" bonus Chapter 7 bagian 9 ).


Basa-basi dan Fakta 😋


Edward dan Ray adalah anggota Fujiwara yang takkan pernah akur jika sedang berbicara dan takkan pernah akan ada yang mengalah diantara mereka berdua, dan Amanda akan menjadi perantara diantara mereka.