Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Episode 25 : Masuk pelatihan pasukan



Hari yang di tunggu-tunggu, semua yang masuk ke klub Ninja dan yang di rekrut angkatan SMP helvetia ke 85.


"Wah! lihat daftarnya!" kata Zeydan.


"Aku tidak tahu kalau Klub Ninja juga ikut berpartisipasi dalam pendaftaran anggota ini" kata Pasha.


Angkatan 85.


-Erika Ameera


-Zeydan Al Farisi


-Pasha Alifiandra


-Ilman Triyanto


-Dirga Alfiansyah


-Yusuf Zubair


-Ikram Harwin


-Irene Karina


-Adelia Putri


-Song Aram


-Puspita Salsa


"Alhamdulillah!" kata Zeydan.


"Eh? bukankah, Aram tidak masuk klub Ninja? apakah dia di rekrut?" tanya Pasha.


"Bukankah itu bagus?" tanya Yusuf.


"Kau bisa melihat Aram setiap hari" bisik Karin.


"A... Apa!?" tanya Pasha dengan pipi merah.


"Sudahlah teman-teman, berhenti bercanda, kita hanya punya waktu 3 hari lagi karena setelah itu kita tidak di perbolehkan ke dunia nyata karena kita sudah ada misi, kalian siap?" tanya Erika.


"Bisa saja" kata Ilman.


"Aku jadi ingin membatalkannya" kata Adelia.


"Jangan takut Adelia-ku, tapi jika kau memang tak tertarik aku juga akan mengundurkan diri" kata Karin.


"Apa!? kita sudah capek-capek bisa terdaftar dan kau malah seenaknya mengundurkan diri!?" tanya Yusuf.


"Aku tak capek-capek, aku hanya di rekrut" kata Aram.


"Be.. Bener sih"


"Ya udah... aku pulang duluan ya" kata Erika.


"Lah? gak makan dulu, Eri?" tanya Salsa.


"Aku harus berlatih, permisi" kata Erika.


Zeydan menatap Erika.


Zeydan.... jaga Erika ok? janji?


"Duh! Eri! tunggu!" kata Zeydan dan pergi menyusul Erika.


Di Istana...


"Tumben? kenapa kau mengikutiku?" tanya Erika.


"Baiklah, karena kita terlanjur disini, ayo kita berlatih" kata Erika.


"Eh? bukankah pelatihan pasukan akan dimulai 3 hari lagi?" tanya Zeydan.


"Akan lebih baik jika kita berlatih dulu disini, aku sudah mendapatkan daftar dari kak Andika apa saja yang di pelajari" kata Erika.


"Hah!? bahkan latihan pedang saja ada?" tanya Zeydan.


"Kalau jurus kau keberatan?" tanya Erika.


"Ngga sih" kata Zeydan.


"Baiklah, Ayo"


Di Markas...


"Oe, Edward... "


"Apa?" tanya Edward dengan dingin tak bersahabat.


"Kau bohong kan?" tanya Meghan.


"Soal?" tanya Edward.


"Soal kau bilang kalau mata Opal, khas Klan Taira yang kau miliki dapat melihat ingatan semua orang? kecuali Fujiwara dan Hasegawa bukan?" tanya Meghan.


"Mm" kata Edward dengan acuh tak acuh.


"Lalu? kenapa kau bisa melihat ingatan Yumna saat misi kita menyelamatkan dokter Randi?" tanya Meghan.


"Kenapa ya? Ray lah yang mengatakan itu padaku" kata Edward.


"Dan kau percaya pada Pembunuh berantai itu? tak disangka, seorang Fujiwara mempercayai seorang pembunuh" kata Meghan dengan tanda menggoda untuk meledek.


"Jangan membuatku mengamuk" kata Edward.


"Hahaha! jangan di anggap serius! ini, aku tadi meminjam buku dari Vanora yang meminta Radith, pengawal pribadi Andra untuk meminjamkan buku di perpustakaan Rosement, aku harap kau bisa menemukan lebihnya disini" kata Meghan.


"Radith aku tahu, Vanora yang mana?" tanya Edward sambil mengambil buku dari Meghan.


"Veronica Kencana! dia saudara kembar Vandro! jangan pura-pura lupa kau, dia adalah Pilar Aura, dia bisa merasakan suatu jurus yang ada hanya dengan menyentuh atau melihatnya saja" Jelas Meghan.


"Oh, baiklah... bagaimana dengan Zeydan dan Andika? maksudku, Kenzo?" tanya Edward.


"Kenzo? bukannya namanya Andika?" tanya Meghan.


"Namanya di Klan adalah Kitagawa Kenzo, paham? sekarang jawab pertanyaanku" kata Edward.


"Aku hanya menemukan kalau penyebab Andika dan Zeydan kehilangan memori saat Tanggal Emas karena penyakit Alzheimer" kata Meghan.


"Al... Alzheimer?" tanya Edward.


"Ya, aku mengambil kesimpulan kalau Alzheimer yang membuat Andika dan Zeydan kehilangan ingatan, karena Andika terdapat luka di kepalanya karena pertarungan saat penyegelan Pandora dan Zeydan karena terkena gegar otak" kata Meghan lagi.


"Jadi? mereka tidak berbohong?" tanya Edward.


"Kau punya Silent gak sih?" tanya Meghan.


"Aku hanya mengetes, siapa tahu kau orang yang dapat di bodohi" kata Edward sambil pergi.


"Sebaiknya kau perbaiki sikap menyebalkanmu, pantas saja semua orang membencimu" kata Meghan lagi sambil pergi.


JLEB!! Ya, hanya Meghan, Amanda, dan Andra saja yang dapat berbicara santai kepada Edward karena Edward orangnya dingin dan sulit di dekati meskipun ketenarannya yang tampan. Makanya dia tersinggung dalam sedalam palung mariana kalau Meghan mengatakan itu padanya.


"Sabar Edward... Meghan itu perempuan" batin Edward sambil menahan sabar.