Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 8 : Killer mode



Edward sedang bertarung dengan makhluk astral.


"Jadi kau? Fujiwara Cabang yang dikatakan Tuan Chandra?" tanya si makhluk astral.


Edward cukup kesal karena mulut Chandra itu terlalu banyak bicara bahkan sampai-sampai memberitahu kepada pasukan Dirgapati kalau dia adalah seorang Fujiwara.


Edward terpaksa membuat jarak dulu.


"Jadi... sepupumu, yang dijuluki Putri Silent, yang gugur dan jasadnya belum di temukan dari 6 tahun yang lalu? heh, kupikir julukannya itu ingin menunjukkan bahwa pangkatnya tinggi, ternyata dia kalah dari Tuan Chandra, aku heran kenapa si perempuan Fujiwara yang dijuluki Putri Silent itu bisa mengalahkan Pascal dan kanjeng nyai Bestari? sedangkan Tuan Chandra yang penerus Pascal dan Kanjeng Nyai saja tak bisa dia kalahkan?" tanya si makhluk astral dengan meremehkan.


"Hei... " kata Edward.


KRRAK... KRAK... Gagang pedang Edward perlahan remuk karena Edward mengepalkannya padahal gagang pedang itu terbuat dari besi.


"Lebih baik kau tutup mulutmu... " kata Edward yang mencapai Killer Mode.


"Memangnya apa hubunganmu dengan sepupumu? kalian hanya saudara kan?" tanya si makhluk astral.


"Kau tahu? aku adalah salah satu pasukan Dirgapati yang ada saat penyegelan Pandora 6 tahun yang lalu, dan aku suka sekali melihat orang kesakitan. Dan si Putri Silent itu yang paling merasakan kesakitan, aku ingin sekali tertawa riang tapi tak bisa karena tak ingin mengganggu Tuan Chandra" kata si makhluk astral.


Edward benar-benar sangat marah sekarang, dia murka...


"Aku heran, kalau kau memang seorang Fujiwara Cabang, kenapa kau terlihat seperti tidak menghiraukan sepupumu itu? seperti... tidak peduli?" tanya si makhluk astral.


Edward langsung datang dan memenggal kepala si makhluk astral dengan cepat, bahkan gerakannya takkan dapat dilihat oleh mata biasa saking cepatnya.


"Tutup mulutmu aku bilang kan? tapi kau ada benarnya juga" kata Edward.


Ini salahku, kalau saja disaat-saat terakhir sebelum Tanggal Emas 6 tahun yang lalu aku sedikit memedulikan Yumna...


Flashback...


Edward sedang membaca buku dan membaca jurus-jurus pedang baru dari 18 jurus samurai.


"Kapten!" kata Amanda.


Edward tak menghiraukan Amanda dan terus membaca buku.


"Makanlah! aku membuatnya untukmu, Erlan, dan kak Andra!" kata Amanda sambil membawakan piring saji berisi kue bolu.


"Sudah kubilang kalau saat suasana hatiku sedang buruk atau aku sedang serius, aku tak suka makan yang manis! bahkan teh yang biasa kuminum rasanya tawar!" kata Edward.


"Aku sedang fokus!" kata Edward.


"Ukh... baiklah! jadi aku tidak berarti sebagai sepupumu ya!? Dasar... " kata Amanda sambil pergi.


Edward melirik Amanda yang pergi dengan kesal.


Edward berdiri dan melihat Amanda yang pergi.


"Yumna... " gumam Edward.


Beberapa hari setelah Tanggal Emas...


Amanda, Erlan, Andra, dan Rangga di kabarkan telah gugur saat menyegel Pandora dan jasad mereka tidak ditemukan.


Edward membaca surat yang ada diberikan Arsya setelah ia mengamuk dan dihentikan Arsya.


Untuk Kapten


-Kapten... aku sudah menaruh surat di ruangan masing-masing para Pilar, aku ingin memberitahu ini.


Aku tak tahu bisa selamat atau tidak saat penyegelan Pandora di Tanggal Emas yang terjadi 5 tahun sekali, dan kau sangat fokus dalam mempelajari 18 jurus Samurai.


Kalau begitu, jadilah ahli pedang yang hebat dan bermanfaat... jangan jadikan pengetahuan yang kau punya membuatmu tenggelam dalam kesombongan.


Tolong buat anak-anakku tidak memikirkan orang tuanya disaat aku dan Erlan mungkin tiada, supaya mereka bisa fokus dalam mengejar mimpi masing-masing.


Kau juga, jangan pikirkan kematian ku dan yang lainnya jika itu terjadi. Kejarlah mimpimu agar kau bisa menjadi ahli pedang yang terhebat dan bermanfaat nantinya.


By : Aliana Jahzara Ameera / Fujiwara Yumna.


KRRK.... Edward meremas kertas yang dipegangnya sampai kusut tapi dia tak membiarkannya robek.


"Kenapa kau diam saja? kenapa kau diam saja kalau misalnya penerawanganmu mengatakan kalau hidupmu sudah tak lama lagi? kenapa?" tanya Edward.


Flashback Off...


Edward berada di ruangannya di markas, dan memandang gagang pedangnya yang remuk dan rusak.


"Tunggu aku... aku akan membalaskan dendam mu, Yumna" kata Edward.