
"Yuna!"
Erika berbalik saat sedang berjalan.
"Ketua Meghan?" tanya Erika.
"He! kau memanggilku ketua?" tanya Meghan.
"Y.. Ya, anda adalah ketua Pilar" kata Erika.
"Begitu ya... jadi, ada apa?" tanya Erika.
"Em... "
"Kenapa belum tidur?" tanya Meghan.
"Em, saya hanya menemui Lord sebentar tadi" kata Erika.
"Oh" Meghan terdiam.
"Kalau begitu, saya permisi" kata Erika.
"Ba.. Baik"
Meghan akhirnya pergi ke tempat rapat para Pilar.
Meghan sampai di gudang dan mengambil buku dan menaruh prangko di buku itu lalu saraf komputer langsung aktif dan membuka pintu rahasia.
KLAP! Pintu geser otomatis di tutup setelah Meghan masuk.
Pilar Pengintai & Medis : Meghan Sparkle
"Maaf telat" kata Meghan sambil duduk di kursi nya.
Bidang Pengintai bertugas untuk memimpin dan mengatur pengintaian rahasia jika ingin mengintai musuh.
Bidang Medis ditugaskan untuk mengobati dan membuat penawar untuk para pasukan.
Pilar Pedang : Fujiwara Edward
"Hm" gumam Edward.
Bidang Pedang adalah orang yang sangat ahli dalam menggunakan pedang dan senjata yang bertugas memegang tanggung jawab untuk senjata yang ada.
Pilar Karya : Ar-Rahmat
"Semua Pilar sudah berkumpul?" tanya Rahmat.
Bidang Karya adalah bidang dimana Ninja ataupun Pasukan menggunakan trik Sulap ataupun jurus saat bertarung.
Pilar Beladiri : Toni
"Ya, sudah" kata Toni.
Bidang Beladiri meliputi segala jenis pertarungan beladiri yang ada untuk di gunakan saat bertarung, termasuk bertarung gaya pedang, tapi masih lebih lengkap dan hebat untuk di Bidang Pedang.
Pilar Teknologi : Ersya
"Benarkan semuanya?" tanya Ersya.
Bidang Teknologi meliputi pasukan yang ahli dalam Teknologi untuk membuat alat-alat canggih yang berguna bagi pasukan seperti Enhancer, Pistol Laser, dan lainnya.
Pilar Bayangan : Kitagawa Miyuki ( Elena / kakak pertama Erysa )
"Jangan banyak bicara lagi, ayo kita lakukan rapat pilar yang dilakukan setengah tahun sekali" kata Elena.
Bidang Bayangan, teknik yang digunakan dalam pertarungan untuk menipu mata musuh dengan menggunakan teknik bayangan saat bergerak pada saat pertarungan, salah satu teknik yang amat susah di dalami.
Pilar Aura : Veronica Kencana ( Vanora )
"Sabarlah, El" kata Vanora.
Bidang Aura, teknik ini juga amat susah untuk di kuasai, caranya adalah memperkuat indra-indra di dalam tubuh seperti : Pendengaran, Penciuman, Aura, Penglihatan, dan Firasat.
Pilar Fauna : Farel ( teman Edward dan Meghan )
"Kalian semua jangan berisik, komandan dan Lord Fifth akan tiba" kata Farel.
Bidang Fauna menguasai dan memiliki kemampuan penjinakan kepada hewan-hewan yang ada.
"Jangan berisik! Komandan sudah tiba" kata Vanora.
"Malam semuanya" kata Pak Andi.
Semuanya melakukan hormat ala pasukan.
"Sebuah kehormatan dapat bertemu dengan anda, Tuan... semoga kesehatan dan kelancaran dalam kepemimpinan yang anda pimpin dapat berjalan lancar dan dimudahkan" kata Toni.
"Terimakasih" kata Pak Andi.
"Padahal akulah yang ingin memberi hormat dan salam pada Pak Andi" batin Vanora.
"Jadi, karena hal ini terus terjadi kita akan langsung ke intinya saja" kata Arsya.
"Silahkan" kata Pak Andi.
"Kutukan Pandora yang di dapat karena ketidakberhasilannya Ratu Aliana dan lainnya menyegel Pandora, dan akhirnya merekrut 2 pemegang kutukan yaitu Kitagawa Kenzo alias Putra Ratu Aliana sendiri dan anak teman sahabatnya Zeydan Al Farisi yang mereka berdua saat ini menjadi anggota baru pasukan pemberantasan" Jelas Arsya.
"Izinkan saya berbicara, Tuan Andi! kalau kita terus membiarkan Kutukan Pandora seperti itu, maka kita bisa saja memiliki kerugian yang benar-benar besar karena kutukan Pandora meliputi ambisi yang besar" Jelas Toni.
"Dan, lebih baiknya lagi kita mengeksekusi mati mereka! karena korban kutukan Pandora yang dulu di sebabkan oleh keluarga Kencana menyebabkan banyak sekali korban kutukan Pandora yang menyalahgunakan kekuatan kutukan Pandora di sebabkan ambisi musuh Ryu yang di segel di dalam Pandora! kita bersyukur karena Pasukan Pemberantasan dapat memindahkan para korban ke Dimensi Astral dan tidak membuat Ryu bereaksi!" Kata Toni.
"Saya juga setuju, karena tidak mengambil resiko, mengeksekusi mati mereka adalah kerugian yang kecil, kita harus mencegah mereka yang mungkin di duga akan mempunyai ambisi kuat seperti Bestari dan Pascal yang dulu di segel di Pandora dan akan menghancurkan segalanya" kata Farel.
Pak Andi melirik Edward, Edward hanya menyipitkan matanya sambil melihat kearah lain dengan agak kesal.
"Kau jangan asal bicara Ton! hanya karena kau Pilar baru yang menggantikan Nera!" kata Ersya.
"Hanya karena Andika itu keponakanmu? dan Zeydan itu anak dari sahabat kakak iparmu? itu tak ada hubungannya! yang kita bicarakan disini adalah konsekuensi yang akan di pikul! aku setuju 100% pada Toni!" kata Farel.
Ersya menatap tajam Farel dengan Turquoise-nya.
"Ersya, jika kau menggunakan Angry Turquoise-mu dengan ambisi amarah, kau bisa kehilangan kendali!" kata Meghan.
"Toni, Farel, jangan buat dia marah" kata Meghan lagi.
"D... Duh, kenapa jadi gini?" tanya Vanora.
"Ersya" kata Elena dengan tatap tajam mengisyaratkan Ersya untuk tenang.
"Aku tetap tidak setuju! dan Edward! kau malah membela kedua pemegang kutukan Pandora itu! hanya karena Kenzo adalah Putra Yumna? dan Zeydan adalah anak sahabatnya? kau membelanya karena itu? karena belum bisa menerima kematian Yumna, Hikaru, dan Mizuki!?" tanya Farel.
Edward meliriknya dengan menatap tajam sehingga Aquamarine Silent-nya aktif.
Elena hanya menutup matanya saja.
"Miyuki-san" gumam Meghan saat melihat Elena.
Pak Andi menghembuskan nafasnya.
"Lalu? apakah... ada bukti kuat yang mendukung kalau Kenzo dan Zeydan itu mempunyai ambisi?" tanya Pak Andi.
"Eh?" tanya Toni dan Farel.
"Jika suatu perbuatan ada pertanggungjawaban, maka harus ada bukti yang juga pertanggungjawabannya akan di pikul para penentang" kata Pak Andi.
"Bacakan suratnya" kata Pak Andi pada Arsya.
Arsya mengambil suratnya dan membacakannya.
"-Dari Ali Ghazali mantan guru Andika dan Zeydan, dengan segala hormat menyampaikan pesan atas persetujuan Pangeran Rafizi kepada Lord Fifth-"
-Saya sudah mendengar kematian Ratu Aliana dan Lord Eighth, dan karena itu mantan kedua murid saya memegang kutukan Pandora dengan itu saya dan Pangeran benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya, tapi saat mereka belum masuk ke Pasukan Pemberantasan, saya bersumpah dan tidak pernah melihat mereka memiliki ambisi kuat sampai-sampai melukai orang lain dengan kekuatan kutukan Pandora.
-Mereka juga masih berperilaku sebagai orang biasa, dan sewajarnya. Jika memang mereka akan mempunyai ambisi dan membuat kacau, Saya Ali Ghazali, Fujiwara Edward, Rafizi Zevan Ameera, akan di hukum mati sebagai permintaan maaf-
Salam dari : Ali Ghazali, mantan guru Andika dan Zeydan.
Semua pilar kecuali Toni dan Edward kaget.
"Ck" gumam Toni.
"Bagaimana? dengan adanya 3 orang yang bersedia di hukum mati untuk memegang perjanjian itu sudah cukup, itu membuktikan kalau mereka mungkin tak akan membahayakan" kata Pak Andi.
"Edward, tolong sampaikan pesan saya pada Pangeran Rafizi, dan juga Nak Ali agar membatalkan perjanjian hukum mati yang mereka janjikan" kata Pak Andi.
"Eh?" tanya Edward.
"Menghukum mati apalagi untuk yang berkedudukan bangsawan seperti dirimu dan Nak Rafi akan melanggar dan terlalu berlebihan, apalagi dirimu, Nak Ali dan Nak Rafi tidak ada hubungannya penuh dengan Pasukan Pemberantasan, jadi tolong tolak perjanjian hukum mati dan jika semisal hal yang buruk kemungkinan terjadi... " Pak Andi memberhentikan perkataannya.
"Tetap batalkan perjanjian itu" kata Pak Andi.
"Baik" kata Edward sambil menundukkan kepalanya.
"Kita juga tidak dapat mengeksekusi mati Andika dan Zeydan, karena selain para penyegel Pandora yang gugur, hanya mereka berdua yang pernah bertemu langsung dengan Chandra Nagata, pemimpin sekte Dirgapati" kata Pak Andi.
"Apa!? serius!? bagaimana bentuknya? seperti apa orang nya?" tanya Farel.
"Kami bahkan belum pernah bertemu dengannya" kata Meghan.
"Mereka berdua bakal ku grebek besok untuk kutanya" kata Toni.
Pak Andi merapatkan telunjuknya ke bibirnya dan semuanya terdiam.
"Chandra Nagata pernah mengutus seorang Iblis jelmaan yang di hasilkan dari sihir Sektenya, untuk membunuh Andika dan Zeydan. Karena Chandra adalah orang yang sangat berbahaya dan hati-hati, dia mungkin ingin membunuh mereka berdua karena ingin membungkam, aku tak bisa melepaskan jejak yang di tinggalkan Chandra Nagata begitu saja" Jelas Pak Andi.
"Baik, Arsya... ambil alih rapat, saya permisi" kata Pak Andi.
"Tentu Lord Fifth"
KLIP! Hologram Andi langsung mati.
"Bagaimana dengan sistem Teknologi dan peretas yang dulunya pernah hampir di hack?" tanya Arsya.
"Tidak ada tanda-tanda pelaku, dan juga jejak dihilangkan secara rapi, dan tidak meninggalkan jejak sedikit pun, seperti... tidak ada motif" kata Ersya.
"Atau lebih tepatnya, avatar? yang juga pernah meretas masuk ke komputer Erlan? sayangnya... ini agak aneh untuk di katakan kalau pelaku itu seperti Avatar" kata Rahmat sambil memainkan kartu AS untuk sulap di telapak tangannya.
"Maksudnya?" tanya Farel.
"Avatar yang pernah meretas adalah milik Organisasi Night Darkness, itu menyebabkan komputer Erlan hampir di hapus sampai ke sistem motherboard, tapi ID Address mereka terlihat, bagaimana dengan ID Address-nya?" tanya Rahmat.
"ID Address-nya ada, tapi saat coba ku retas, tidak bisa... malah membuat dokumen di komputer cadangan atau alias komputer serbaguna-ku itu di makan habis, tapi tenang saja... karena tidak ada hal penting di dokumen itu" Jelas Ersya.
"Apapun yang terjadi, kita tidak bisa membiarkan komputer di hack" kata Arsya.
"Hmf... bagaimana dengan kondisi logo kutukan Pandora?" tanya Arsya lagi.
"Setelah kami menerima laporan kalau sebelum masuk ke Dimensi mereka pernah aktif secara tidak sengaja dikarenakan memori mereka kembali, sesuai laporanmu kan Edward?" tanya Elena.
"Ya, kita juga sudah mendapatkan musuh, dia bernama Chandra Nagata, dia yang dikatakan Lord Fifth bukan? katanya dia adalah petinggi sekte?" tanya Edward dengan dingin.
"Aku tidak merasa dia adalah petinggi sekte, tidak mungkin seorang petinggi berani datang untuk menghampiri dan melawan 2 Fujiwara, 1 Kitagawa, dan 1 khodam yang kuat?" tanya Farel.
"Apakah kau ingin menduga kalau dia adalah pemimpin sekte Dirgapati?" tanya Rahmat.
"Sepertinya begitu, karena tak mungkin dia bisa seperti itu kan?" tanya Meghan.
"Walaupun bagaimana, kita harus tetap mengamankan Kutukan Pandora" kata Arsya.
"Jika Kutukan Pandora itu memang sangat kuat, kenapa kita tidak mengantarkan Andika dan Zeydan saja ke sana untuk menghabisi Chandra Nagata?" tanya Toni.
"Disaat leluhur Fujiwara dulu tidak berhasil menyegel, Kutukan Pandora telah mengendalikan tubuh Fujiwara Aika alias Ryu, itulah yang menyebabkan untuk mengakhirinya, Ryu mengambil mode Kara" Jelas Arsya.
"Dikarenakan Kutukan Pandora sangat tidak optimal, kita tidak bisa mengulangi hal yang sama, dan Lord Fifth juga sudah memberikan keterangan, perintah, dan larangan keras agar jangan sekali-kali membiarkan kutukan Pandora aktif kembali" kata Arsya lagi.
"Kami mengerti"
"Baiklah.... Rapat saya tutup"