
Keesokan paginya...
Hari ini adalah hari terakhir Zeydan, Erika, Andika, dan Nisa untuk berada di dunia nyata, karena esoknya mereka harus pergi untuk misi.
"Dimana kak kembar?" tanya Erika.
"Oh, mereka sedang ada di perpustakaan istana, gak usah diganggu" kata Andika.
"Suudzon banget ya? orang cuman nanya kok" kata Erika.
"Ya maaf, namanya juga newbie" kata Andika.
"Baguslah kalau anda sadar" kata Erika.
Di Perpustakaan...
"Emang pengen nyari apa, Mir? sampai ngajak aku kesini?" tanya Umar.
"Pengen tahu tentang Shinobi itu gimana" kata Amir.
"Iri? pengen kayak kak Andika dan Erika?" tanya Umar.
"Naudzubillah! bukan! cuman pengen tahu aja, gak ada masalah kan? dan... aku juga ingin tahu, kenapa mata kananku berwarna Hijau, dan yang kiri berwarna merah, kau juga kan Umar?" tanya Amir.
"Benar kupikir ada yang salah dengan mataku, tapi selama ini baik-baik saja malah" kata Umar.
"Sedang apa kalian disini?" tanya seseorang dengan memakai tongkat.
"Ah!! Pak Andi!" kata Amir dan Umar bersamaan.
"Ada apa Nak Amir dan Nak Umar disini?" tanya Pak Andi, dia adalah Lord Fifth, menggantikan Erlan yang telah tiada.
Akhirnya Amir dan Umar menceritakan yang sebenarnya.
"Oh, begitu... tapi, kalau tidak keberatan? nak berdua mau gak? bapak ceritakan kenapa Ibu kalian memberi kalian nama Amir dan Umar? juga kenapa kalian memiliki dua warna mata yang berbeda?" tanya Pak Andi.
"Boleh! penasaran!" kata Umar.
"Gak sopan kamu Mar! em, Bismillah boleh Pak" kata Amir.
"Hoho, baiklah"
Saat Amanda sedang berguru pada Pak Andi untuk menjadi kunoichi...
Di saat Ibu kalian dulu masih remaja, dia bertekad keras dan akhirnya berlatih di Dimensi Astral.
Latihan yang akan di lakukan adalah : Penglihatan, Pendengaran, Ketangkasan, Ketelitian, ketenangan, dan kekuatan.
"Baiklah, sekarang... untuk uji kekuatan mental! keluarkan energi jurus Uchuu Ankoku Ninpou dan bisa membuat air terjun di bawah menjadi meluap karena dorongan jurus itu" kata Pak Andi.
"Te.. Tebing di bawah ini lumayan tinggi, bagaimana caranya aku bisa membuat air terjun di bawah meluap? jurus ku ini hanya bisa di lontarkan jika aku juga ikut membawa jurus di tanganku" jelas Amanda.
"Tentu saja, lompat!" kata Pak Andi sambil mendorong Amanda ke tebing yang tingginya 50 meter.
"WAA!!! Uchuu Ankoku Ninpou!!!"
BYUR! Seperti yang di bayangkan, air terjunnya meluap tapi tidak terlalu hanya membasahi pohon-pohon sekitar saja.
"Hah! Hah! hah!" Amanda yang duduk di pinggir batu dengan tubuh basah kuyup kehilangan tenaga dengan begitu cepat.
"Bagaimana?" tanya Pak Andi.
"Tadi, itu... benar-benar mengejutkan" kata Amanda yang ngos-ngosan.
"Ayo, kita coba sampai kau terbiasa" kata Pak Andi.
"Ke.. Kenapa?" tanya Amanda.
"Dalam pertarungan yang sebenarnya, terkena mental yang membuat jantung berdetak sangat cepat karena energi yang mulai habis, kelelahan, ketakutan yang berlebihan saat bertarung atau takut menghadapi sesuatu yang berat seperti terjun dari air terjun tadi" Jelas Pak Andi.
"Tapi,... kenapa aku tadi tidak mati saat terjun, Kakek?" tanya Amanda
"Karena dorongan jurus, tapakan kaki yang kuat, dan karena ada air di sekitar, air terjun umumnya lebih kuat daripada air biasa karena pertahanannya, alasan utama kenapa memilih tebing ini karena saat tempat Nak Ana jatuh tadi, itu dalamnya sedalam 5 meter, makanya tidak terluka" Jelas Pak Andi lagi.
Akhirnya Amanda berlatih terus, karena latihan Pak Andi benar-benar keras.
"Ok, sekarang... cara untuk menghemat tenaga, kita lari sampai ke puncak gunung" kata Pak Andi yang langsung lari.
20 menit kemudian...
Amanda sampai ke puncak dengan berlari.
"Hah.. hah... "
"Sekarang, lari sampai ke pondok yang ada di bawah kaki gunung, jika pulang ke pondok tapi matahari sudah terbit, maka harus mengulang kembali 15 kali" kata Pak Andi dan langsung pergi dengan jurus teleportasi.
"Eh!? apa!? aku baru saja sampai" kata Amanda.
"Baiklah! kalau untuk turun ke kaki gunung itu tidak masalah! aku bisa melawan makhluk astral yang ada! meski auraku tidak merasakan adanya makhluk astral di gunung ini" kata Amanda dan mulai turun ke bawah.
3 menit kemudian...
"Eh?" Tanya Amanda saat dia melirik sampingnya.
WUSH!! Ada batang pohon besar yang mengarah padanya.
"WAA!!" Tapi Alhamdulillah Amanda berhasil menghindar.
"Apa-apaan tadi!?" tanya Amanda.
"Aku mengerti... kakek bukan lah orang yang sebegitu saja mudahnya memberikan pengajaran dan rintangan! dia pasti memasang jebakan disini! ini adalah latihan untuk Penglihatan, Pendengaran, ketangkasan, dan ketelitian! baiklah! Silent!" kata Amanda dan langsung melihat seluruh penjuru jalan.
"Gelap... dan aura dingin gunung membuat pandanganku agak kabur" gumam Amanda dan langsung berlari.
Amanda melompati rintangan, dahan pohon, lemparan kunai dan shuriken, dan gulingan batu besar.
"Baiklah! Eh!? WAA!!"
BRUK! Amanda terjatuh ke lubang besar.
"Duh! karena fokus ke depan, aku jadi tak terlalu memperhatikan bawah" kata Amanda.
Di Pondok...
"Sisa 30 menit lagi sebelum matahari terbit" batin Pak Andi sambil meminum teh.
DDRK!!! Pintu pondok digeser.
"A... Aku... Aku... berhasil" gumam Amanda yang pakaiannya basah, kotor, mukanya memar, dan ambruk.
BRUK!
"Kau berhasil" gumam Pak Andi.
Tapi tak sampai disitu saja, latihan di gunung terus di jalankan dan membuat Amanda terbiasa sampai-sampai dapat kembali ke pondok dalam waktu 1 setengah jam saja.
"Baiklah, sekarang pelajaran mengatur tenaga dan energi dalam tubuh" kata Pak Andi.
"Iya?" tanya Amanda.
"Dalam berlari, dan saat berhenti, itu akan membuat nafas kita menjadi tidak teratur karena kelelahan, jadi... berlarilah dengan tenang, yaitu berlari dengan hentakan kaki tak berbunyi saat berlari" kata Pak Andi.
"Karena itu dapat menghemat energi di tubuh kita" kata Pak Andi.
Amanda mulai berlatih dan berlari, melompati pohon dari satu pohon ke pohon lainnya.
"Ok, sekarang latihan teknik pedang" kata Pak Andi lagi.
"Seorang yang ingin menjadi ninja, harus wajib menguasai 18 jurus rahasia, jurus ini yang membedakan seorang ninja dan samurai. Seorang samurai hanya diwajibkan menguasai 6 sampai 8 jurus saja" kata Pak Andi.
"Begitu, memangnya apa itu?" tanya Amanda.
"Karena terlalu berat, jadi... kita akan melakukan 2 dulu, karena 2 teknik ini yang paling utama dan selalu di gunakan saat akan melakukan jurus pedang" kata Pak Andi.
"Memangnya apa saja itu, Kek?" tanya Amanda.
"Pertama, Tai Jutsu ( Tangan Kosong ), kemampuan beladiri tangan kosong yang harus dimiliki seorang ninja. Seperti membanting, mencekik, dan menendang, ini biasanya di lakukan disaat-saat terdesak, seperti saat terbongkarnya penyamaran yang dilakukan oleh seorang ninja, Tai Jutsu ini juga diajarkan untuk bergerak secara senyap dan tidak terdeteksi" Jelas Pak Andi.
"Seperti berlari tanpa suara itu ya?" tanya Amanda.
"Benar.. kedua adalah Ninja ken, jurus ini menggunakan pedang pendek yang bernama ninjato. Teknik yang harus di kuasai adalah cara menarik pedang dengan cepat namun tenang dan bagaimana caranya mengayunkan pedang laku menebas" Jelas Pak Andi.
"Begitu, baiklah... karena soal pedang, kakek ingin aku menebas apa?" tanya Amanda.