Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Additional chapter : Past (3)



"Dimana lagi aku ini? huft! aku harus cepat-cepat bertemu dengan Cepheus dan yang lainnya!" gumam Amanda memperhatikan dirinya ada di hutan, tapi berbeda dengan sebelumnya.


"Hmf, ini bukan di Dimensi Astral lagi"


Amanda berjalan terus.


Tiba-tiba..


"GRAAA!!!" Ada makhluk astral.


"La Ilaha Illalah!! Makhluk astral!?" tanya Amanda.


"Oh iya ding, kan Dirgapati di masa ini belum musnah, bahkan Pascal dan Bestari" gumam Amanda.


"Oalah, lupa aku gak bawa pedang! gimana nih? pakai jurus aja?" tanya Amanda.


TRANG!! Makhluk astral itu tiba-tiba langsung musnah.


"Eh?"


"Kau baik-baik saja?" tanya seseorang.


Dan itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Akira-san.


"I... iya" kata Amanda yang kebingungan.


"Gaya bertarungnya yang cepat, pedangnya, pakaiannya, dan aura positif di tubuhnya, menandakan kalau dia berasal dari Gerakan Pemberantasan" batin Amanda.


"Kau kelihatan bukan dari sini" kata Akira.


"A... Aku hanya turis" kata Amanda.


"Lalu kenapa kau tidak lari? kau melihat makhluk asing bagimu kan?" tanya Akira.


"Anu, sebenarnya... aku.... "


Akhirnya Amanda menceritakan semuanya pada Akira.


"Jadi... kau berasal dari masa depan?" tanya Akira.


"Iya, namaku Fujiwara Yumna, aku dari masa depan, maaf aku tidak bisa memberi tahu hal lain, karena itu bisa mempengaruhi siklus waktu" kata Amanda.


"Kau dari Fujiwara... apakah itu berarti kau dari Pasukan pemberantasan di masa depan juga?" tanya Akira.


"I... itu benar, aku kesini untuk mencari informasi tentang Dirgapati" kata Amanda.


"Lalu, kenapa kau tidak membawaku saja ke masa depan? dengan begitu aku bisa mengalahkan Dirgapati, katakan saja siapa pemimpin baru Dirgapati" kata Akira.


"Pe... Pemimpin baru Dirgapati?" tanya Amanda.


"Kenapa?" tanya Akira.


"Se... sejak dulu pemimpin Dirgapati tidak berubah, bahkan aku baru tahu sekarang... namanya adalah Chandra Nagata" kata Amanda.


Akira sangat kaget.


"Chandra... Nagata katamu?" tanya Akira.


"Iya, itu benar... Chandra juga yang membuat penyegelan Pandora menjadi tidak berhasil, aku hampir mati jika saja bantuan tidak datang" kata Amanda.


"Chandra Nagata, mungkin kau perlu mendengarkan ceritaku agar bisa mengerti, bagaimana jika kau ikut ke tempatku? di Era ini, pembantaian Kitagawa masih berlanjut. Bahaya untukmu" kata Akira.


Amanda akhirnya ikut dengan Akira dan sampai ke sebuah rumah.


"Baiklah, maaf karena terkesan lancang membawamu ke rumahku. Aku hanya tidak yahh tempat aman lagi. Dan disini sudah aman, kita bisa berbincang sekarang" kata Akira.


"Baiklah, sebelumnya perkenalkan namaku Akira. Orang tuaku memiliki garis keturunan klan Jepang. Namamu tadi Yumna ya? Maaf, hanya aku ingin penjelasan. Bisa ceritakan?" pinta Akira.


Amanda mengangguk, "Tentu"


Akira mengerti, dan akhirnya untuk memperjelas Akira menceritakan sesuatu yang pernah ia alami.


"Apa!? jadi, kau pernah berhadapan dengan Chandra Nagata!?" tanya Amanda.


"Ya, aku berpikir dia mungkin akan di hentikan dari induk ketiga dan otomatis Dirgapati akan punya pemimpin baru, ternyata dugaanku tidak begitu" kata Akira.


"Dan perempuan yang bernama Bella itu, dia mempunyai banyak darah Chandra di dalamnya, tapi ikatan batinnya dengan Chandra sudah ia putuskan, jadi dia bisa hidup lama melebihi 13 tahun meski dia Subjek Pandora" jelas Akira.


"Begitu, aku mengerti" kata Amanda.


"Aku tidak tahu cara mengalahkan Chandra, yang pastinya... Chandra akan kalah dengan Fujiwara Utama, tapi dia mempunyai kemampuan Black Hole!" kata Amanda.


"Dia tak bisa menggunakan kemampuan Black Hole-nya apabila dia memiliki kutukan Fujiwara" kata Akira.


"Kutukan... Fujiwara? semacam apa itu?" tanya Amanda.


"Kutukan yang di dapatkan seseorang, itu di lakukan oleh para Fujiwara terdahulu untuk mengamankan Silent apabila ada orang seperti kitagawa mempunyai atau mencuri Silent" jelas Akira.


Amanda terdiam mendengarkan dengan seksama, karena rupanya kasus yang menimpa dan membuat mata Erika bermasalah adalah karena kutukan Fujiwara.


Andra sendiri kurang mengerti soal kutukan itu, jadi karena Akira mengetahui hal ini, ia bisa menjadikan sebagai tambahan ilmu dan referensi baru meskipun ia sendiri sudah tahu kutukan ini.


"Apakah... Akira-san seorang Kitagawa? aku merasakan aura Kitagawa di dalam dirimu" kata Amanda.


"Ya, tapi Ibuku seorang Fujiwara cabang"


"Tapi, Chandra tak pernah mencuri Silent! bagaimana caranya?" tanya Amanda.


"Kau... saat kau bertemu Chandra apakah kau menatap Chandra dengan Aquamarine Silent?" tanya Akira.


"I... iya"


"Itu berarti Kutukan Fujiwara telah kau tanamkan padanya" kata Akira.


"EEHH!? segampang itu!!?" tanya Amanda.


"Iya, karena jika kau menaruhkan kebencian dan hasrat yang tinggi di Silent-mu dan menatap seseorang dengan penuh kebencian dan hasrat, maka Kutukan Fujiwara akan tertanam pada orang tersebut. Dan tambahan dari yang ku ketahui, jika seorang Kitagawa memiliki Silent, maka secara otomatis dia akan terkena Kutukan Fujiwara" Jelas Akira.


"Ah, begitu, tapi Akira-san, aku tak tahu jurus apa yang bisa mengalahkan Chandra" kata Amanda.


"Begitu ya? sebelum itu maaf jika tidak sopan, tapi kau memiliki aura yang hangat, tapi jika di perhatikan lebih dalam lagi, kau memiliki aura Mana yang benar-benar gelap" kata Akira.


"Aku... adalah Terano Ryu kedua setelah Ibuku, di masa depan... Ibu dan Ayahku sudah meninggal karena menyegel Ryu. Ryu terlepas saat hari kelahiranku karena ulah Kitagawa Pascal" jelas Amanda.


"Kitagawa... Pascal?" tanya Akira.


"Itu benar, aku yakin mungkin kau akan bertemu Ayah dan Ibuku nanti karena mereka juga bagian dari Gerakan Pemberantasan, Ayahku nanti adalah Lord Sixth, mereka dari Hasegawa dan Fujiwara" kata Amanda.


Akira sedikit berpikir, "Sekarang masa awal pemerintahan Lord Fifth, itu berarti aku bisa menemui mereka nanti ya?"


"Sepertinya begitu, kumohon jika bertemu mereka... jangan beritahu aku yang menemuimu! mereka, mungkin saja bisa merubah dan itu bisa mempengaruhi siklus waktu" kata Amanda.


"Aku mengerti, takkan ku beritahu. Aku juga gak berniat melakukan sesuatu ataupun berkehendak untuk mengubah siklus waktu dan takdir yang sudah ditetapkan. Tapi aku akan memberitahu tentang jurusku yang kunamakan Topan dibalik Awan" kata Akira.


"Itu adalah jurus yang ku gunakan saat melawan Chandra Nagata" kata Akira.


"Benarkah? apa boleh anda mengajariku?"


"Tentu saja"