Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Episode 23 : Ingat kembali



2 tahun kemudian...


Erika mendapatkan nilai tertinggi di angkatan SMP, dia memang sempat berlomba dengan Aram.


"Eri, kau hebat... mendapatkan nilai tertinggi" kat Zeydan.


"Te.. Terimakasih" kata Erika.


"Eri, kau baik-baik saja kan?" tanya Zeydan.


"Aku baik, kenapa?" tanya Erika.


"Maaf ya, ku pikir kau masih terpukul soal Papa dan Mamamu" bisik Zeydan.


"Gak kok, gak apa-apa, Dasar... " kata Erika.


"Baiklah, kau setuju untuk bergabung ke Pasukan Pemberantasan 2 minggu lagi?" tanya Zeydan.


"Ya"


Aku dan Zeydan di rekomendasikan untuk masuk ke pasukan Pemberantasan dan tinggal menyetujuinya ataupun tidak, kak Andika dan kak Nisa sudah menjadi pasukan resmi 2 tahun yang lalu.


Di Dimensi...


Andika mendapati foto Erlan di markas.


"Foto... siapa ini?" tanya Andika.


"A.. Ah! itu!" kata Nisa.


"Siapa ini, Nis?" tanya Andika.


"Itu adalah, Lord Eight... beliau gugur dulu" kata Nisa.


"Begitu"


Tes... Tes... air mata Andika jatuh.


"Ka.. kau kenapa Andika!?" tanya Nisa.


"Gak, gak tahu... saat mendengar beliau gugur, entah kenapa aku merasa bersalah" kata Andika.


"Jangan bilang, Andika... memorinya!" batin Nisa.


"Aku gak apa kok Nis, hehe... ya udah, aku mau ke penyimpanan rahasia di markas bawah tanah ya" kata Andika.


"Baiklah"


Sesampainya di sana...


Andika memindahkan beberapa barang dan menyentuh pintu.


Tiba-tiba saja, tanda kutukan Pandora menyebar dan mulai bersinar saat tangan Andika menyentuh pintu.


"Ng? kenapa ini?" tanya Andika.


Andika mulai mendekati pintu dan membukanya.


Ceklek.


"Kotak... Pandora?" tanya Andika, dan tanda di tangannya semakin menyebar dan bersinar.


Di Dunia nyata...


"Eh?" tanya Zeydan.


"Ke.. kenapa tanda itu semakin menyebar dan bersinar!?" tanya Erika.


"Jika tanda kutukan yang di berikan pada waktu yang bersamaan akan saling terhubung, jangan bilang!? terjadi sesuatu pada kak Andika!?" batin Erika.


Kembali ke Dimensi...


Andika memegang kotak itu.


Di waktu yang bersamaan, tanda di telapak tangan Andika dan Zeydan langsung menyebar dan mereka mulai mengingat memori 2 tahun yang lalu.


2 tahun yang lalu...


Andika dan Zeydan menyelinap secara diam-diam.


"Apakah kau yakin?" tanya Zeydan.


"Ya! aku penasaran" kata Andika.


Sesampainya di tempat penyegelan Pandora...


"Baiklah... atur posisi! jam 0.00 akan tiba 7 menit lagi" kata Andra.


Andika dan Zeydan terus memperhatikan dari belakang pohon.


"Padatkan jiwamu Rangga" kata Amanda.


"Ya" kata Rangga sambil memadatkan jiwanya dan menjadi kasat oleh mata biasa.


Jam 0.00


"Ok! ikuti aba-aba" kata Rangga.


Amanda dan Andra mengaktifkan Silent-nya, Erlan mengaktifkan Turquoise-nya dan Rangga mulai memasang perisai segel.


"Fuin!!"


Tiba-tiba...


JDAR!! ada serangan yang menyerang perisai segel.


"Apa!? serangan!?" tanya Amanda.


Sekelompok makhluk gaib datang dan menyerang mereka.


"Jangan sampai lengah! kita harus menyegel Pandora!" kata Rangga.


Tapi mereka berempat terkena serangan getah leleh astral.


"Getah ini! melelehkan! dan membuat kulit kita melepuh!" kata Andra yang lengannya terkena.


DAR! Kotak Pandora di serang dan jatuh dari pilar segel.


"Gawat! Pandora belum tersegel dengan benar!" kata Amanda yang akan menghampiri Pandora.


"Awas Amanda!" kata Erlan.


CTRING! Andika langsung menangkis shuriken itu.


"Apakah kau pikir! aku akan membiarkanmu menyakiti, Ibuku!?" tanya Andika.


"Andika!?" tanya Amanda dan Erlan serempak.


"Kak Andika!" kata Zeydan.


"Zeydan!? apa yang kau lakukan disini!?" tanya Rangga.


"Maaf Ibu! Ayah! kami tidak punya waktu menjelaskan dalam situasi sepertinya ini!" kata Andika.


"Hehe, kenapa disini banyak sekali makanan?" tanya seseorang.


"Siapa kau!?" tanya Erlan.


"Aku? aku adalah Chandra, aku adalah pemimpin sekte Dirgapati" kata Chandra.


"Sudah kuduga... memang Dirgapati" kata Amanda.


"Kupikir Black Hole ini tidak berguna kubawa, tapi ternyata... disini banyak sekali mangsa" kata Chandra.


"Hati-hati! dia bisa menyerap energi apapun dengan jurus Black Hole-nya" kata Andra saat menggunakan Silent.


"Bagaimana bisa manusia sepertimu bisa masuk ke Dimensi!?" tanya Erlan.


"Manusia? oh, tuan... saya bukanlah manusia, melainkan makhluk astral berkategorikan Iblis" kata Chandra.


"!!?" Amanda, Andra, Rangga, dan Erlan sangat kaget mendengar itu.


"Oi! apa bicaranya sudah!?" tanya Andika.


"Kau? hmf... auramu kurasakan memiliki banyak energi, baiklah! Sedotan Lubang Hitam!!!" Seru Chandra dan memperbesar tanda hitam di telapak tangannya lalu melemparkannya ke Andika agar energi Andika terserap.


"Andika!!" Seru Amanda dan Amanda terkena Black Hole itu.


"Oh? Aura ini!? Ryu!? kau adalah Terano Kara!? hebat! hahaha!! aku akan menjadi kuat!" kata Chandra dan mulai menyerap energi Amanda dengan menusuk tubuh Amanda dengan besi-besi.


"Amanda!" kata Erlan.


"Jangan peduli kan aku! cepat segel kembali Pandora sebelum 0.30! jika itu terjadi, kutukan Pandora akan aktif!" kata Amanda yang menahan sakit.


Rangga kewalahan menghadapi banyaknya makhluk bertenaga tinggi.


"Sekte macam apa ini!? kenapa aura-aura mereka kuat-kuat semua?" batin Rangga.


Andra sedang mengontrol kekuatan Pandora agar tidak keluar.


"Aika... tolong, tahan tenagamu agar tidak keluar!" batin Amanda yang menahan sakit.


"Kenapa kekuatan dan energi Terano ini tak ada habisnya?" batin Chandra.


"Baiklah! Pandora akan tersegel sedikit lagi!" kata Andra yang mulai kehabisan tenaga.


"Ng? jangan coba-coba menyegel kekuatan terkuat" kata Chandra dan menyerang Andra dengan kekuatan Black Hole-nya.


BRUK! Andra langsung kehilangan kesadaran dan sekarat karena sebagian besar tenaganya sudah dia berikan untuk menyegel Pandora, sedangkan Pandora tersegel tapi tidak sempurna dan masih bisa memberikan kutukan karena tidak tersegel 100%.


"Kak... Andra" gumam Amanda.


0.30


"Tidak... sudah 30 menit" gumam Amanda.


Kutukan Pandora langsung keluar dan membentuk 2 aliran jalur lalu langsung mengenai lengan Andika dan Zeydan.


"Andika!!! Zeydan!!!" Teriak Amanda melihat Pandora telah memilih Putranya dan Putra sahabatnya.


"Hehe, bagus sekali" kata Chandra dan melepaskan Amanda dan pergi dari sana, misi sebenarnya adalah menggagalkan penyegelan Pandora.


Karena Pandora tak tersegel dengan benar, jiwa Aika langsung mengamuk dan memaksa keluar dari tubuh Amanda.


Erlan setengah sadar dan melihat yang terjadi, seluruh tempat penyegelan Pandora penuh dengan bercak darah pertempuran, Andika dan Zeydan pingsan karena terpilih untuk di berikan kekuatan kutukan Pandora yang besar.


Sedangkan Rangga tidak terlihat di manapun hanya meninggalkan batu Mustika Delima Merah yang biasa untuk tempatnya bersemayam kini berwarna abu-abu karena tak bertenaga.


Amanda meregang kesakitan karena Aika mengamuk dan kehilangan kendali dalam bentuk naga.


"Amanda! kendalikan Ryu!" kata Erlan.


"A.. Aku! aku tidak bisa! Aargh!!!" teriak Amanda.


JDAR!! DUARR!!! Aika yang mengamuk dan menyerang sekitaran area tempat Pandora disegel.


"Aku bisa saja meregang dan kehilangan nyawa karena harus menyegel Pandora dan Aika sekaligus dengan tenagaku yang sedikit menggunakan jurus Chameleon Ninpou-Feiku Saibo yang di gunakan oleh Lord Sixth dulu saat menyegel Ryu di dalam Amanda" Kata Erlan.


"Tapi... hanya ini yang bisa kulakukan" kata Erlan dan mulai melakukan jurus.


"Se... Segel tangan itu!? jangan bilang, kau akan menggunakan jurus yang di lakukan Ayahku!?" batin Amanda.


"Erlan! jangan! jika kau melakukan itu kau bisa mati!" kata Amanda.


"Tak apa... karena prinsipku adalah Orang yang tidak sanggup mengorbankan sesuatu, tak akan bisa mengubah apapun" kata Erlan.


"Karena aku juga adalah kepala keluarga, yang wajib melindungi dirimu, anak-anak, dan juga rakyat" kata Erlan dengan tersenyum.


"Chameleon Ninpou! Feiku Saibo!" kata Erlan.


"SEGEL!!!"


"AAAARGH!!!!!" Amanda maupun Erlan kesakitan karena berusaha membuat Aika kembali ke segelnya.


"Aku.... berhasil" kata Erlan dan langsung ambruk.


BRUK!


Amanda tertatih-tatih.


"E... Erlan... " gumam Amanda dan menangis sembari perlahan menghampiri Erlan dengan lemah karena luka-luka yang di dapat dari besi-besi di bagian dada, perut, dan lengan tangan.


Amanda melihat Andika yang terkapar pingsan.


"Maafkan aku... Andika"


BRUK! Amanda ikut ambruk di sebelah Erlan dan kehilangan kesadaran dan sekarat karena kehilangan banyak darah.