
"Apakah kita pernah bertemu?" tanya D.
"Aku gak ingat pernah bertemu dirimu!!" kata David.
"Salah... pernah lho, aku mengenal dirimu" kata D.
"Kan sudah ku bilang aku gak pernah bertemu dirimu!!" Seru David.
"David tenanglah" kata Nisa.
"Dia hanya asal-asalan saja" kata Wira.
"Asal-asalan? oh, mengejutkan! Satu-satunya yang diwariskan padaku adalah keseriusan" kata D.
"Ingatanku ini lumayan kuat lho, aku bisa mengingat masa lalu dengan baik, baiklah... coba ku lihat" kata D.
CRAK!!! D menusukkan jari telunjuk nya ke pelipis sebelah kanan kepalanya.
"Hoeek!! iyyuh!! apa yang kau lakukan!? ewww!!" Seru David yang mual melihat tingkah D yang sudah di luar batas kewarasan manusia.
"Ah! ini dia! sejak 21 tahun yang lalu belum berubah juga ya?" tanya D.
"Ada seorang lelaki berusia 30-an yang menggendong bayi yang baru lahir, dia bilang kalau rumahnya di serang oleh para pesugihan karena bayi yang baru di lahirkan tepat pada malam satu suro... malam dimana para dukun mencari tumbal" kata D mulai bercerita.
"Dan katanya, dia tak sempat menyelamatkan istrinya, karena para pesugihan itu juga menyerang beberapa suster yang membantu persalinan istrinya"
"Saat ku tatap wajahnya, dia memiliki wajah yang rupawan! aku ingat sekarang... dia Ayahmu kan?" tanya D.
"Aku tak punya Ayah maupun Ibu! aku sejak kecil dirawat oleh nenekku!" kata David.
"Jadi... David yang bilang dia punya orang tua itu... hanyalah kebohongan?" batin Nisa.
"Lho! sungguh? kau tidak tahu kah kalau nenek yang kau maksud itu mungkin saja mengadopsi-mu?" tanya D.
"Diam! Jurus samurai! Tai Jutsu!!" David melontarkan tebasan pedang pada D.
"Dav-....!!!" belum selesai Nisa bicara.
"Jangan Nisa! aku yang akan menolong David!" kata Wira.
CTRANG!! Bagian tulang belikat David tertebas oleh D.
"Jurus Karya!! Classic Manipulation!" kata Wira dan melakukan jurus Karya yang ia pelajari dari Rahmat.
"Wah wah! kau hebat juga ya! sangat jarang aku melihat jurus manipulasi digunakan oleh Pasukan pemberantasan!" kata D.
Wira berada di belakang David untuk melindunginya dari D.
"David! kau baik-baik saja!?" tanya Wira.
David terdiam.
"Mengenai Ayah dan Ibumu, aku gak ada niat buat memakan mereka, lagipula saat Ayahmu datang dan membawa dirimu, aku dan para pesugihan menyambutnya, dan dia tinggal bersama dirimu sekitar 2 bulan, tapi dia tak terlalu pintar... bahkan dia tidak tahu kalau dia tinggal bersama para pesugihan yang membunuh istrinya, jadi di saat sebelum Ayahmu sampai membawa dirimu, para pesugihan membawa mayat Ibumu" jelas D.
"Yah, jadi kumakan saja Ibumu sampai ke tulang-tulangnya meski berupa mayat dia tetaplah enak" kata D.
"Soal nasib Ayahmu itu, mau kuceritakan? benar... Javid ayahmu, punya intuisi yang tajam... tapi dia tak terlalu pintar, dia melihatku memakan seorang wanita, dan akhirnya mulai tahu kalau para pesugihan yang ada di dekatku itulah yang membunuh Istrinya" jelas D.
"Dia akhirnya berlari sembari membawa dirimu, tapi di saat dia terpojok di jurang, dia hanya bisa menangis dan minta maaf berharap kau selamat, lalu membuangmu ke sungai yang deras berharap kau selamat, dan aku sempat menebas lehernya setelah kau dibuang" jelas D lagi.
David sangat kaget dan terdiam.
"Ibu... Ayah... mereka dibunuh, Ayah dan Ibuku" batin David yang marah.
"Jadi sama juga seperti istrinya, kumakan dia sampai ke tulang-tulangnya, kalaupun dia selamat dimana dia akan tinggal? Pasutri itu tidak beruntung, apakah ada di saat-saat bahagia di hidupnya? hidup mereka tak ada artinya" kata D sambil tersenyum.
"Diam kau!" kata Wira.
David masih membatu.
David lucu sekali... imut, adanya dirimu telah menumbuhkan kebahagiaan pada kami orang tuamu, terimakasih karena telah lahir untuk kami.
"Sungguh keajaiban... bertemu dirimu di sini, anggota sekte sesat atas yang membunuh orang tuaku, dan juga Komandan!! berada tepat di depan mataku!" kata David menatap D dengan amarah.
"Izinkan aku berterimakasih karena telah membuatku mengingat itu! tapi untuk bayarannya.... akan kupastikan kau menerima rasa sakit yang sama seperti orang tuaku dan Komandan yang telah kau bunuh" kata David.
"Ya ya, teruslah bicara... kau hanya tidak tahu kalau orang tuamu tak pernah merasakan kebahagiaan karena hidup mereka hanya sebentar" kata D.
"Jangan bicara soal orang tuaku dan diam saja kau!" kata David dan mulai menyerang D.
"Sudahlah, lebih baik nikmati badai ini... aku akan pergi" kata D dan memunculkan badai serbuk es yang banyak.
"Jangan hirup itu teman-teman!!" kata Nisa.
David, Wira, dan Nisa terus menebas serbuk-serbuk es itu.
"Baiklah... aku akan pergi" kata D dan mulai membuka pintu benteng.
PSSH!!! Tiba-tiba wajahnya memanas.
"Eh? kenapa... ini?" tanya D.
"Ya! berhasil!!" batin Nisa.
"Wajahku... meleleh?" tanya D dan langsung teringat Meghan.
"Sekarang!!" seru Nisa yang melompat dan akan memenggal kepala D.
"Ukh!!" Nisa kesulitan menekan pedangnya karena kepala D benar-benar keras.
"Menyingkir!!" seru D sambil akan menebas Nisa dengan kipasnya.
TRANG!! Nisa menahan kipas D dengan kunainya.
"David!!" seru Wira sambil melemparkan pedangnya.
"Ya!!" balas David sambil melempar pedangnya ke arah Wira.
Wira langsung memasang benang sulap secepat mungkin dan mengontrol pedangnya dan milik David, sedangkan David melindungi Wira dari badai es.
Pedang Wira dan David yang sudah dikontrol oleh Wira, dikontrol untuk mendorong pedang Nisa agar mampu memenggal kepala D.
Flashback Season 3 Episode 26....
"Jadi... untuk mengalahkannya, aku harus mati dan dimakan" kata Meghan.
Nisa kaget bukan main.
"Apa!? ta... tapi, aku yakin pasti ada cara lain-... " belum selesai Nisa bicara.
"Kesampingkan hal itu!" kata Meghan.
DEG! Nisa kaget.
"Saat ini... hanya itu cara satu-satunya. Dia itu bisa saja kenal akan sembarang racun. Jadi, di tubuhku, sudah ku isi sebuah racun yang sudah ku teliti dan ku sempurnakan" kata Meghan.
"Menurut pengintaianku dan pengumpulan informasi yang ada, satu pasukan Dirgapati atas mempunyai kekuatan yang jika dimaksimalkan, maka kekuatannya akan setara dengan 3 orang Pilar. Tapi tergantung kekuatan mereka, bisa saja setara dengan 1 atau dua Pilar" Jelas Meghan.
"Caranya, aku sudah meminum sekitar 1 liter asam sulfat pekat" kata Meghan.
"Apa!?" tanya Nisa.
"Tapi, karena aku meminum Optik 294,1 sebelumnya yang membuat wajahku menjadi baby face, dan yang membuat tubuhku anti dan kebal akan sembarang cairan kimia... aku meminum asam sulfat pekat yang dicampur dengan bubuk bidara dan bubuk kelor, jadi jika berat badanku yang sekarang adalah 55 kg, maka karena aku mengonsumsi asam sulfat pekat yang dicampur dengan bubuk bidara, maka berat badanku akan menjadi 75 kg, perlu dua tahun lebih bagiku untuk mencapai posisi ini" jelas Meghan.
"Pedang dan semua peralatan perangku... sudah ku campur juga dengan bubuk bidara" kata Meghan.
"Jadi, disaat dia sudah mempunyai celah akibat racun yang di tubuhku... penggal kepalanya Nisa" kata Meghan sambil tersenyum.
Flashback Off...
CTRANG!!! Karena dorongan pedang dari Wira dan David yang mendorong pedang Nisa, pedang Nisa berhasil memenggal kepala D.